Thursday, December 7, 2017

Modal Mbak Marvelly sebanyak "0" (Nol) Rupiah untuk memulai Rajutan Pelangi


Hari gini masih ngerumpi aje dan keluyuran. Kasihan dong sama pengetahuan kita selama ini. Mending merajut, siapa tahu dapat penghasilan yang bisa membantu. Perlu diketahui bahwa merajut juga bisa melatih otak, karena untuk melakukan aktivitas ini membutuhkan ketelitian dan konsentrasi.

Sejak dulu, merajut ternyata bukanlah kegiatan tanpa manfaat yang hanya sekedar pengisi waktu luang. Seiring dengan perkembangan masing-masing individu ataupun kelompok saat berlatih, nantinya juga akan dapat hasilnya. Rata-rata memang seringkali mengalami kegagalan selagi masih baru mencoba. Namun bila anda tidak menyerah untuk terus mencoba, saya kira kisah perjalanan Mbak Marvelly Widada, 22, dapat menjadi inspirasi yang sangat baik untuk kami semua.

Ia mengaku telah menekuni hobi merajut sejak tahun 2010. Baginya, merajut juga memiliki tantangan tersendiri guna menyelesaikan masalah ekonomi yang mendera keluarganya. Coba bayangkan, usianya saat itu masih 15 tahun dan berkat ilmu merajut, kini keadaan ekonomi keluarganya menjadi lebih baik. Bahkan banyak produknya hingga kini sudah di ekspor secara rutin ke luar negeri.

Wanita kelahiran 2 Maret 1995 mempelajari ini semua secara otodidak.  “Dari smp kelas 3 mas, pas ada  libur habis UN,” terangnya di What’s Up (18/11/2017). Niat merajut muncul akibat cita-citanya untuk memberikan kado ulang tahun yang spesial bagi sahabatnya. Berupa gift karyanya sendiri.

Dari situlah niatnya untuk belajar merajut semakin besar. Pada keesokan hari, hasratnya segera menjawab keinginan mulia yang ada dengan membeli buku seputar dunia rajut, “Krn dlu tdk ada tmpt utk belajar merajut..” tuturnya. Setelah mencoba beberapa kali, terasa  hasilnya kurang memuaskan. Teringat ia kemudian akan keberadaan seorang nenek tua yang sering ia perhatikan jikalau berangkat sekolah, jelasnya, “Waktu itu, saya jga sempat diajarkan oleh Oma dekat rumah selama 4x pertemuan. Belajar lebih dalam ttg rajutan.”

Lama waktu yang dibutuhkan seseorang untuk mahir merajut tergantung kepada kemampuan masing-masing individu. Jika giat berlatih, tidak menutup kemungkinan dalam hitungan minggu, ia sudah pandai menjalin benang-benang rajutan. Hal serupa juga dialami oleh Mbak Marvelly. Dalam hitungan beberapa bulan saja, teknik dasar merajut telah ia kuasai. Dengan bukti awal, yakni sebuah bros. Maka sejak itu pula, ruang kamarnya terisi penuh ragam perkembangan hasil selama itu akan rajutan. Mulai dari sepatu, tas, dompet, perlengkapan bayi, dan masih banyak lagi.

Gak terasa, tahun ajaran baru telah dimulai. Mbak Marvelly pun tampak begitu semangat mengikuti jenjang pendidikan baru di tingkat SMA. Tiap waktu senggang selalu dihiasi oleh kegiatan merajut. Hobi merajut sendiri bukanlah kegemaran yang terbilang mahal, udah gitu kebiasaan tersebut dapat memperkaya kretivitas, serta meningkatkan konsentrasi.

Namun ditengah kebahagiaan itu semua, entah ada kabar apa. Keluarganya didera oleh permasalahan akan ekonomi. Kaget dia kemudian. Pelan-pelan anak ke 2 dari 4 bersaudara berusaha memberikan solusi berdasarkan kemampuan seadanya. “Tanpa dibantu orangtua.. modalnya cmn 1 glg benang dan 1 hakpen biasa saja.. satu glg benang bsa jadi 60 bros rajut. Saya jualnya 7rb/pcs,” begitu urai beliau tentang langkah pertamanya saat terjun ke dunia perdagangan bermodalkan “0” (Nol) Rupiah, “Awalnya saya titip ke warung mas.”

Bahagia banget rasanya. Aneka motif yang telah dibuat terbukti mampu memikat hati para konsumen. Ragam pola edukasi pun, otomatis dilakukan terhadap user guna menekankan fungsi dan manfaat akan produknya bermerek “Rajutan Kasih.” Berdasarkan keyakinan yang dimiliki Mbak Marvelly segera menawarkan karyanya ke Gading Serpong dan juga melalui media online, urainya, “Jualan lewat fb,.eh ada yg pesan 2 lsn ke balikpapan.. dlu cuman pake tiki saja..krn cmn tau itu aja..” Mulailah sejak saat itu, ia mengganti nama produknya menjadi “Rajutan Pelangi.” Hal yang dirasakan kurang memiliki khasanah pada nama sebelumnya. Sedangkan rajutan pelangi sendiri memang mengkonsentrasikan artikulasinya pada harapan penerangan setelah rintik-rintik hujan berlalu.

Alhasil, pergantian nama tersebut menciptakan peluang yang sangat menjanjikan. Hampir setiap hasil rajutan laku dipesan oleh konsumen. Setelah 2 minggu tenggelam dalam hobi barunya sebagai rajuters trader, mbak Marvelly kembali lagi mengeluarkan improvisasi baru akan kebijaksanaan manajemennya. “Paket Belajar Merajut di Rumah,” terbukti hingga saat ini banyak membantu ekonomi para ibu-ibu di berbagai daerah, serta pula hubungannya dengan teman-teman di luar negeri.

Jadi sis paket belajar merajut dirumah utk yang belum pernah sama sekali merajut.. ;) jadi didalam paket ini sudah dilengkapi dengan panduan dasar merajut utk pemula, alat, bahan, pola, dan produk yg sdh jdi sebagai contoh sis. ;) dan kebetulan sudah banyak yg coba dan berhasil belajar merajut dirumah dengan paket ini sis,” jelas Mbak Marvelly Widada, 22. Bilamana anda mengalami kesulitan, para peserta pelajar dapat menanyakan langsung kepada beliau lewat telepon, sms, wa, ataupun chatting, “Jadi nnti setelah sis order paket ini, sis akan saya pandu secara online utk belajar merajutnya.. jdi sis bisa belajar merajut lebih mudah.. biasanya menggunakan video, foto, penjelasan, dll sis . jadi sis bisa mengikuti dengan mudah.”

Tertarik ? Ingin merasakan sensasi yang berbeda ? Hobi merajut dapat dijadikan alternatif yang tidak hanya menghasilkan karya bernilai ekonomis, tetapi juga bernilai historis.

Facebook: https://www.facebook.com/rajutanpelangirapel


Aneka pakaian rajutan yang cocok dapat dipadukan dengan pakaian berusia lama. Perpaduan tersebut dapat menumbuhkan kesan bahwa busana yang dipakai terasa selalu baru.
Modal Mbak Marvelly sebanyak "0" (Nol) Rupiah untuk memulai
Rajutan Pelangi
Aneka pakaian rajutan yang cocok dapat dipadukan dengan pakaian berusia lama. Perpaduan tersebut dapat menumbuhkan kesan bahwa busana yang dipakai terasa selalu baru.


Merajut bukan hanya monopoli nenek-nenek, komunitas merajut memiliki keanggotaan anak-anak muda termasuk para pria. Bahkan perkawanannya sampai keluar negeri. Lebih murah dengan hasil wah. . . .
Modal Mbak Marvelly sebanyak "0" (Nol) Rupiah untuk
memulai Rajutan Pelangi
Merajut bukan hanya monopoli nenek-nenek, komunitas merajut memiliki keanggotaan anak-anak muda termasuk para pria. Bahkan perkawanannya sampai keluar negeri. Lebih murah dengan hasil wah. . . .


Ah... enaknya ngopi di pagi hari sambil melanjutkan bikin ransel.. menjawab tantangan suamiku yang waktu itu pernah tanya... Kamu itu, apa nggak bisa bikin hasil karya yang lain selain syal, heeeeh...
Modal Mbak Marvelly sebanyak "0" (Nol) Rupiah untuk memulai
Rajutan Pelangi
Ah... enaknya ngopi di pagi hari sambil melanjutkan bikin ransel.. menjawab tantangan suamiku yang waktu itu pernah tanya... Kamu itu, apa nggak bisa bikin hasil karya yang lain selain syal, heeeeh...


Sebagai wadah bagi mereka yang hobi merajut dan merenda, Komunitas Rajutan Pelangi ini telah memiliki anggota yang tersebar hingga luar negeri. Siapa sangka komunitas merajut telah go internasional dengan anggota mencapai ratusan orang yang berada di Indonesia (Jakarta, Bandung, Bogor, Surabaya, Semarang, yogyakarta, dll) dan mancanegara seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand.
Modal Mbak Marvelly sebanyak "0" (Nol) Rupiah untuk memulai
Rajutan Pelangi
Sebagai wadah bagi mereka yang hobi merajut dan merenda, Komunitas Rajutan Pelangi ini telah memiliki anggota yang tersebar hingga luar negeri. Siapa sangka komunitas merajut telah go internasional dengan anggota mencapai ratusan orang yang berada di Indonesia (Jakarta, Bandung, Bogor, Surabaya, Semarang, yogyakarta, dll) dan mancanegara seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand.




Kegiatan merajut tak hanya mengasyikkan. Kebiasaan tersebut juga dapat mendatangkan keuntungan finansial. Mbak Marvelly Widada, 22, salah satunya. Pendiri “Rajutan Pelangi” menganggap potensi bisnis merajut sangat bagus. Terlebih, produk rajutan di Indonesia kini makin marak dan bervariasi.Kegiatan merajut tak hanya mengasyikkan. Kebiasaan tersebut juga dapat mendatangkan keuntungan finansial. Mbak Marvelly Widada, 22, salah satunya. Pendiri “Rajutan Pelangi” menganggap potensi bisnis merajut sangat bagus. Terlebih, produk rajutan di Indonesia kini makin marak dan bervariasi.Kegiatan merajut tak hanya mengasyikkan. Kebiasaan tersebut juga dapat mendatangkan keuntungan finansial. Mbak Marvelly Widada, 22, salah satunya. Pendiri “Rajutan Pelangi” menganggap potensi bisnis merajut sangat bagus. Terlebih, produk rajutan di Indonesia kini makin marak dan bervariasi.







Sumber Penulisan:
http://rubik.okezone.com/view/37743/marvelly-sosok-inspiratif-pengusaha-dan-perajut-muda-harapan-bangsa
http://belajarmerajutuntukpemula.blogspot.co.id/2015/04/belajar-merajut-di-rumah-untuk-pemula.html


No comments:

Post a Comment

Waktu begitu cepat berlalu mengiring langkah dalam cerita. Terbayang selalu tatapanmu dalam lingkaran pemikiran positif ku. Para pembaca blog Warga Desa (https://warga-desa-worlds.blogspot.com) adalah teman yang terindah. Saya ucapkan banyak-banyak terima kasih kepada teman-teman yang telah memberikan komentar.

Label

Agama Air Minum Alat Musik Alumunium Angklung Artis Asmara Automotif Bahan Bakar Bali Bambu Bandung Bank Bank Sampah Barang Bekas Batam Batik Becak Beras Besakih Biola Blogspot Boneka Buah-buahan Budaya dan Tradisi Buka Lapak Buku Bunga Burger Burung Cafe Charlie Tjendapati CNBC Cobek Dandung Santoso Daur Ulang Desa Desain Dodol E-mail Eceng Gondok Edie Juandie Ekonomi dan Perdagangan Es Krim Facebook Flipboard Flora dan Fauna Fruit Carving Furnitur Gadget Gamelan Garam Gerai Gerobak Gitar Google Plus Gula Hari Raya Harian Merdeka Haryadi Chou Hewan Hiburan dan Wisata Hidayah Anka Hidroponik Hijab Hotel http://www.duahari.com Hukum dan Politik Indra Karyanto Instagram Internet Internet Marketing ITB Jagung Jajanan Jamu Jamur Tiram Jangkrik Jawa Barat Jawa Tengah Jawa Timur Jepang Kain dan Pakaian Kaleng Kalimantan Kamera Kapal Laut Karaoke Kartun Kecantikan Kecap Keju Kelautan Kelinci Kemasyarakatan Kendaraan Kerajinan Kereta Kertas Kiat dan Tip Kisah Hidup Koki Komputer dan Teknologi Kopi Koran Kuda Pustaka Kuliner Kumpulan Kurir LA Time Laptop Si Unyil Lidah Buaya Linkedin Liputan 6 Logam Lukisan Kayu Madu Mahasiswa Mainan Anak-Anak Makanan dan Minuman Malang Martabak Masyarakat dan Persoalannya Matras Melukis & Menggambar Metro TV Mineral Miniatur Minyak Atsiri Mitra Mobil Motor Musik Nana Mulyana Narapidana Net TV Ngatmin Biola Bambu Obat dan Kesehatan Olah Raga Ondel-Ondel Online Organik Organisasi Sosial Pameran Panama Papers Pantang Menyerah Papan Selancar Paper Quilling Pariwisata Peluang Usaha Pemulung Pencucian Pendidikan Penelitian Penemuan Penyanyi Penyiar Peralatan Perhiasan Perikanan Permainan Perpustakaan Pertanian dan Perkebunan Perumahan Peternakan Pinterest Plastik Proses Produksi Psikologi dan Mental Putu Gede Asnawa Dikta Puyuh Radio Rancangan Rendang Resep dan Masakan Restoran Robot Roti Salak Sambal Sampah Sandal Sapi Sayur Mayur Sejarah dan Peradaban Sekolah Semarang Seni Seni Pahat Sepatu Sepeda Sindo News Slamet Triamanto Spa Strikingly Suprapto Surabaya Surat Kabar Tahun Baru Tas Tattoo Techno Park Teh Tekhnologi Televisi Telur Terrarium Tukang Cukur Tumang Twitter Venta Agustri Vespa Wanita dan Keindahan Wawancara Wayang Website Wetz Shinoda What's Up Wine Wordpress Yoga Yogyakarta You Tube