Showing posts with label Fruit Carving. Show all posts
Showing posts with label Fruit Carving. Show all posts

Sunday, August 12, 2018

Mengamati Indahnya Beternak Burung Love Bird Bersama Chef Wahyu Prawoto

Saya sendiri otodidak sebetulnya. Namun komunikasi dengan sesama teman peternak burung love bird tetaplah yang terbaik. Dari situ, saya bisa mengetahui cara terbaik dalam merawat si Burung Cinta.
Mengamati Indahnya Beternak Burung Love Bird
Bersama Chef Wahyu Prawoto

Di tahun 2015, ada tamu yang tak diundang, hadir diantara dedaunan pagar rumahku. Bukan teman, maupun saudara. Bentuk rupanya unik banget dan dia hanyalah seekor hewan yang indah. Pesonanya sangat terdengar merdu dari suaranya.

Kupikir saat itu, mungkin punya orang dan burung ini telah lepas dari pemiliknya. Segera saja kutangkap. Rasa keperdulian merangkul diriku begitu erat untuk membelikannya sebuah rumah, yakni sangkar yang kubeli dari pasar terdekat. Aku pun sebelumnya tak menyadari. Bagaimana saya bisa menangkap seekor burung. Melihatnya pun jarang, apalagi memegangnya.

Saturday, March 3, 2018

Ternyata Profesi Kerja Pak Dandung Santoso Sebagai Koki, Tak Sekedar Tukang Masak


Hasil kerjanya membuktikan bahwa kemampuan individu tak akan mampu berkembang tanpa dukungan suatu kelompok. Berjalan beriringan karena memiliki kemiripan. Yakni sama-sama bekerja di dunia masak-memasak. Dapur dalam konteks profesi lebih dipandang sebagai ranah profesional.

Pintar memasak saja kurang cukup, selain harus memiliki disiplin waktu. Di tempat Pak Dandung Santoso bekerjaa saat ini, Gets Hotel, seorang juru masak harus siap sedia menyertakan waktunya selama 1/2 hari penuh guna bergelut di dapur. Setelah selesai dengan hasil yang memuaskan, baru deh ia dapat bernafas lega.

Tuesday, February 20, 2018

Indonesia Fruit Carving, Tempat Berkumpulnya Seniman Buah


Obrolan lima orang terlihat gayeng di teras rumah di Kaliasin Gang V, Rabu (31/1/2018). Sambil terus mengobrol, tangan-tangan mereka sibuk. Yang kanan membawa pisau kecil dengan ujung lancip dan tajam. Tangan kiri memegang buah atau sayuran. Masing-masing membuat bentuk sesuai imajinasi. Tidak perlu coretan sketsa. Pisau dikemudikan oleh tangan dengan lihai.

Setelah beberapa saat, semangka berubah menjadi ornamen ukiran, lalu melon menjadi merak. Ada pula butternut yang menjelma burung garuda dan naga serta masih banyak lagi. Hasil pahatan yang sudah rampung dikumpulkan, lantas dipajang rapi. "Seperti ini kalau kami sedang berkumpul. Buah dan sayuran berserakan di mana-mana," ungkap Suprapto, ketua umum IFC.

Tuesday, February 6, 2018

Potensi Fruit Carving bagi Kemajuan Ukiran Borneo


Keanggunana alam yang tersimpan di provinsi Kalimantan Timur yang beribu kota di Samarinda sungguh mempesona. Hampir 2 dekade ini, KalTim terus mengalami perkembangan lebih baik dari sebelumnya. Kemajuan demi kemajuan pada sektor pariwisata menjadi prioritas utama yang dicari oleh wisatawan.

Pertumbuhan yang juga menarik perhatian pengusaha di bidang jasa perhotelan. Wisatawan semakin lebih mudah mencari orientasi baru di sepanjang daerah Kalimantan Timur. Ada penerbangan reguler dari Jakarta ke Samarinda, lanjut beberapa kota lainnya. Perusahaan tambang nasional dan multinasional, juga ikut mendorong pesatnya pembangunan properti pada tiap kontinen di propinsi tersebut.

Friday, February 2, 2018

Hore! Kegiatan Malang Culinary Association (MCA) diliput oleh Koran Radar Malang

Selama ini, seni ukir lebih banyak digunakan dalam media berbahan kayu dan batu. Tapi, ada sesuatu yang unik yang dilakukan oleh Malang Carving Artist (MCA). Bahan yang diukir komunitas ini adalah buah-buahan, sayur, dan balok es. Komunitas Malang Carving Artist. Radar Malang, 29 Januari 2018.
Hore! Kegiatan Malang Culinary Association (MCA) diliput oleh Koran
Radar Malang

Anggota komunitas ini banyak yang berprofesi  sebagai chef. Lantaran, MCA berada di bawah naungan Indonesia Chef Association (MCA).

Sepengetahuan saya, komunitas seperti ini kali pertama ada di Malang Raya,” kata Dandung Santoso, penggagas komunitas MCA, saat ditemui di kediamannya di Desa Pesanggerahan, Kota Batu, Kamis malam (25/01/2018). Rumah Dandung memang jadi tempat favorit bagi berkumpulnya 30 anggota komunitas MCA.

Sunday, January 14, 2018

Ukiran Fruit Carving nan Indah berbahan 2 buah Wortel

Let's be smart. Latihan bertujuan bagi para seniman fruit carving agar mereka dapat menjaga kestabilan skill dalam bidang seni mengukir buah. Itulah yang dilakukan pula oleh Pak Sukoco dan Pak Cahya Arga Saputra di Ngabean Wetan, Siduharjo, Nganglik, Sleman pada hari Selasa, 26 Desember 2017.
Ukiran Fruit Carving nan Indah berbahan
2 buah Wortel

Sangat perlu para seniman fruit carving menjaga kemampuan dengan cara rutin berlatih. Pak C. Arga Saputra dan Pak Sukoco adalah para master seniman ukir buah yang bersedia mengundang saya untuk datang saat mereka berlatih bersama di Ngabean Wetan, Sinduharjo, Nganglik Sleman (26/12/2017).

Ruang lingkup pembicaraan kami tanpa ada lagi sekat. Hunian desa nan sejuk menjadikan ungkapan-ungkapan kalimat yang bersahabat terjalin sangat menyenangkan. Siang itu, diutarakan oleh kedua seniman ukir buah. Nilai-nilai eksklusif akan secara mudah terbentuk jika kita mampu mendayagunakan fungsi akan ketepatan dan ketekunan pada tiap jenjang pengolahan.

Saturday, January 6, 2018

Fitri Sulistyowati Sudah Mengenal Fruit Carving Sejak Masih Duduk Di Bangku SMK


Pagi itu, beberapa murid sekolah di SMK N 4, Surakarta, semangat mengikuti mata pelajaran baru. Kemunculan bidang pendidikan 'Tata Hidang' yang sekilas ada kemiripan dengan seni mengukir buah. Saat itu Mbak Fitri Sulistyowati bersama teman-teman sekelas diberi tugas menyusun sayur dan buah menjadi mini garden.

Namun diam-diam sejak awal, wanita yang sering dipanggil Azzura Lazuardi oleh teman-temannya memiliki bakat terpendam. Jelasnya di What’s Up (23/2/207), “Krn saya tdk mau ribet, jadi saya bawa 1 semangka. Pdhl blm terbayang apa itu fruit carving. Stlh sampai di sekolah baru liat wujud fruit carving dri contoh guru. Akhirnya mencoba untk pertma kali... & keterusan sampai skrng...”

Monday, December 25, 2017

Kisah Inspratif Sri Mulyono, Seniman Ukir Buah asal Boyolali


Semenjak awal pembicaraan warga desa dengan salah satu seniman ukir buah, Sri Mulyono, sudah terlihat bila pria satu ini pecinta seni. Ia sering memasang karya-karyanya menjadi foto profil. Bentuknya kokoh, magnificent, dan cenderung unik. Sesuai dengan pemahaman ilmu seni yang pernah ia dapat.

Memperhatikan lebih lanjut pada galeri foto di Facebook (15/12/2017), semakin jelaslah bahwa ia bukan cuma seorang 'Carvinger Lover.' Tapi juga memiliki kemampuan yang sangat berbakat dalam bidang seni rupa. Ratusan karyanya sudah ia posting dan ratusan like dikantongi tiap kali upload foto dilepas pada media sosial.

Sunday, December 17, 2017

Menjadi Lain dari yang Lain itu Sulit... Terus Belajar dan Optimis..


Usia yang masih sangat muda tak menghalangi niat si Warga Desa tuk melangkah menjadi yang berarti. Dengan sikap penjelasan yang selalu merendah, ia mengungkapkan, semua ini adalah hasil kerja keras, kejujuran dan doa. Dia pun menambahkan, dukungan keluarga, sahabat, dan orang-orang di sekitarnya telah banyak membantu.

"Saya lulusan SLTP lebih tepatnya MTs (Madrasah Tsanawiyah)," jelas Pak Iman Ansori di Facebook (28/12/2017). Begitu lulus, ia langsung mencari pekerjaan dan mendapatkannya, "Karna saya dari kluarga kurang mampu. Jdi ga melanjutkan sma/k dan saat itu memang orang tua saya sudah tiada..Kerja untuk menghidupi diri dan menjalani hidup apa adanya..."

Sunday, December 10, 2017

Pak Apriyanto, 37, adalah seorang Guru untuk Mata Pelajaran Fruit Carving


Ilmu pengetahuan yang diberikan oleh dunia pendidikan sudah dapat dikatakan berhasil untuk membentuk Pak Apriyanto, 37, menjadi seniman yang handal. Memiliki bakat dan talenta yang sejurus kemudian muncul sebagai sosok yang kerap dikagumi oleh para seniman lainnya.

Keahlian yang digelutinya dalam bidang fruit carving telah menjadi cita-citanya sejak lulus SMK. Kala itu, Surabaya Hotel School (SHS) merupakan sekolah perhotelan yang solid dan tangguh. Hingga saat ini pun begitu. Lembaga pendidikan ini telah menghasilkan ratusan ribu lulusan yang dipercaya oleh berbagai hotel dari Aceh hingga Papua.

Sunday, December 3, 2017

Nasi Tumpeng Karya Ibunda D. Suartika Tersaji Cantik, Berkat Bhinneka Tunggal Ika


Banyak hal menarik yang bisa didapat dari buah. Tanpa isi maupun ada, buah sejatinya telah dipandang sebagai salah satu hasil bumi yang sehat. Indikator dari keberlangsungan tradisi budaya yang indah dan berharga bila sentuhan kreativitas mengolahnya melalui imajinasi dan ketekunan.

Ukiran yang dihasilkan memang tidak mengkhususkan bentuknya pada tema tertentu. Seluruhnya memiliki tujuan yang bersahaja atau ungkapan sebenarnya dari keindahan alam. Menyambangi karya yang telah Ibunda D. Suartika, 42, hasilkan, hiasan yang indah tersebut telah mendefinisikan rincian fruit carving dalam bentuk penyajian menarik dan hasilnya akan selalu membuat tamu-tamu anda merasa istimewa.

Thursday, November 30, 2017

Karir Pak Annur Mukorobin Selalu Diawali pada Bulan Agustus. Unik yah ??


Perjalanan karir di hotel dan rumah makan tak bisa dipisahkan dari kreatifitas akan seni. Salah satunya, seniman asal Wonosobo yang kini mengembangkan ukiran buah dan sayuran. Elemen unsur alam di tangan Pak Annur Mukorobin, 22, berubah menjadi barang ukiran seni yang mempesona.

Buah labu dengan warna bagian dalam yang lezat, telah berubah wujudnya menjadi patung pak tani, bahkan menjadi alat transportasi becak yang unik. Hasil perkebunan yang dinamakan semangka pun tiba-tiba bisa berubah bentuk menjadi ornamen khas suatu budaya. Tak hanya itu, wortel dan lobak yang ukurannya kecil pun bisa dijelmakan menjadi karikatur hewan nan cantik.

Sunday, November 26, 2017

Rahmat Muslimin. Seniman Fruit Carving yang Otodidak


Kelihatannya sangat menarik sesaat kita tengok para chef yang sedang rutin mengukir buah diantara kaca You Tube. Sehaaattt nya kreatifitas. Dapat disimpulkan, angan-angan mereka telah menemukan rating yang nyaris sempurna. Mirip tokoh seniman asal Jepang, bernama Pak Mukimono.

Umumnya pengerjaan fruit carving sendiri selalu menciptakan nilai yang dapat memberikan segudang inspirasi. Kolaborasi rasa ingin tahu yang langsung secara nyata menjadi solusi, karena pengerjaannya hampir serupa dengan rutinitas penulisan di sekolah. Lantas ia segera menilai dan mengapresiasikannya. Oleh Pak Rahmat Muslimin, 21, kondisi tersebut dijadikan batu pegangan bagi bakat seninya hingga saat ini.

Thursday, November 23, 2017

Pak Suyanto Sukses Jadi Koki Jempolan. Padahal dia hanya tamatan kelas 5 SD


Lantunan indah khas wajan presto terdengar begitu meriah diantara relung sebuah bangunan apik yang terletak di kota Medan, Sumatera Utara. Khasanah bumbu rempah cukup menyengat, hingga menyeruak seiisi dapur yang memproduksi steam boat.

Menjadi koki yang sukses tuk membesar MW Resto, sama sekali tidak terbesit di benak Pak Suyanto, 34, sebelumnya. Kerja keras dan konsistensi membuatnya dapat leluasa mendampingi perkembangan rumah makan yang telah mempekerjakannya selama 8 tahun. Bahkan hasil kerjanya saat ini menjadi tumpuan keluarga.

Thursday, November 16, 2017

Menyisir Jejak Sejarah Seni Fruit Carving di Nusantara


Fakta yang kelak tidak hanya terbentuk sebagai jejak, tapi juga landasan berpijak. Dan sebagaimana kita ketahui, catatan sejarah selalu memiliki nilai penting yang serupa dengan penunjuk arah bagi berjalannya suatu organisasi kehidupan.

Ia telah melukis banyak gambar bagi kita semua. Menjadikan panenan buah para petani yang tadinya hanya sekedar komoditi untuk dikonsumsi saja, kini telah berhasil merefleksikan dirinya pada suatu tata nilai yang sangat bijaksana. Karena keinginan belajar dan memaknai sejarah jualah, Pak Suprapto, 35, atau banyak temannya memanggil Rabbani Art, menemukan ide sederhana, sebagai cikal bakal pendirian IFC (Indonesia Fruit Carving).

Thursday, November 9, 2017

Semerbak Fruit & Vegetable Carving Diantara Goresan Tangan Pak Simbon

Anda tidak akan pernah salah dalam hal pengamatan disini. Ini semua memang karya tangan lulusan IFC (Indonesian Fruit Carving). Tak ada satu pun yang dikerjakan bagi sesuatu hal yang sia-sia. Prinsip inilah yang dipegang erat oleh Pak Sutarno, 29. Seorang ahli Fruit Caring yang sering meraih piala pada setiap kejuaraan yang pernah diikutinya di seluruh Indonesia.

Manisnya rasa buah masih terasa begitu lekat di tiap pandangan. Panorama harum dibiarkan terurai, serta sengaja disajikan dengan sangat elok untuk menggugah selera. Di tangan pria yang sering dipanggil Pak Simbon, benda-benda ini dimanfaatkan sebagai kesatuan, sejiwa, senyawa, tuk menjadi karya seni.

Tengok saja pada galeri foto yang telah beliau upload. Semerbak kemeriahan dan kenyamanan menjadi aksentuasi yang pas guna mendeskripsikan tiap karyanya. Sedari awal, ia memulainya dengan mempelajari dasar mengukir buah menjadi sekuntum bunga. Lalu kemudian mulai serius belajar untuk kategori thailand art dan basic karakter.

Wednesday, September 6, 2017

Cantik Buahnya, Manis Bisnisnya (Fruit Carving)


Anda pasti pernah melihat tampilan buah segar yang diukir hingga menjadi sangat cantik, indah, dan menarik. Seni menghidangkan makanan dengan keindahan ini muncul berkat keterampilan para pemahat buah.

Kini, profesi ini kian dibutuhkan oleh industri makanan dan minuman. Pamornya semakin bersinar beberapa tahun terakhir seiring dengan terus berkembangnya bisnis kuliner. Sesuai namanya, fruit carving adalah hasil seniman yang punya keahlian mengukir buah. Mereka bertugas mengukir tampilan buah yang secantik mungkin, sehingga bisa menerbitkan selera orang yang melihatnya.

Wednesday, May 31, 2017

Sejarah Fruit Carving di Indonesia, bersama Pak Wetz Shinoda

Buah dan sayuran tidak hanya bisa dikonsumsi. Dengan sentuhan kreatif, buah dan sayur mayur dapat dijadikan hiasan untuk mempercantik hidangan ataupun meja makan. Seni mengukir buah dan sayur ini dinamakan Fruit Carving. Pak Wetz Shinoda adalah seorang pendiri IFC (Indonesian Fruit Carving). Lembaga pendidikan ini merupakan organisasi yang senantiasa menghasilkan seniman Fruit Carving yang handal dan profesional.

Seni pahat berbahan buah yang tentunya sehat dan segar. Aktivitas ini terkenal dengan sebutan, 'Fruit Carving.' Ragam bentuk bisa dikreasikan sesuai dengan daya imajinasi sang kreator. Penggunaan buah sebagai media seni, hingga kini sudah ada sejak 700 tahun lalu. Tepatnya di Sakoikoi, Thailand.

Fruit carving pertama kali ditemukan pada tahun 1364. Seorang seniman ulung bernama Nang Noppamart membuat dekorasi lampu perahu pada festival yang rutin dilakukan saat bulan pernama yang jatuh pada bulan Desember. Ia mengukir buah dan sayuran menjadi bunga hingga karya ukirannya terlihat seperti rangkaian bunga Lili yang sangat indah.

Label

Agama Air Minum Alat Musik Alumunium Angklung Artis Asmara Automotif Bahan Bakar Bali Bambu Bandung Bank Bank Sampah Barang Bekas Batam Batik Becak Beras Besakih Biola Blogspot Boneka Buah-buahan Budaya dan Tradisi Buka Lapak Buku Bunga Burger Burung Cafe Charlie Tjendapati CNBC Cobek Dandung Santoso Daur Ulang Desa Desain Dodol E-mail Eceng Gondok Edie Juandie Ekonomi dan Perdagangan Es Krim Facebook Flipboard Flora dan Fauna Fruit Carving Furnitur Gadget Gamelan Garam Gerai Gerobak Gitar Google Plus Gula Hari Raya Harian Merdeka Haryadi Chou Hewan Hiburan dan Wisata Hidayah Anka Hidroponik Hijab Hotel http://www.duahari.com Hukum dan Politik Indra Karyanto Instagram Internet Internet Marketing ITB Jagung Jajanan Jamu Jamur Tiram Jangkrik Jawa Barat Jawa Tengah Jawa Timur Jepang Kain dan Pakaian Kaleng Kalimantan Kamera Kapal Laut Karaoke Kartun Kecantikan Kecap Keju Kelautan Kelinci Kemasyarakatan Kendaraan Kerajinan Kereta Kertas Kiat dan Tip Kisah Hidup Koki Komputer dan Teknologi Kopi Koran Kuda Pustaka Kuliner Kumpulan Kurir LA Time Laptop Si Unyil Lidah Buaya Linkedin Liputan 6 Logam Lukisan Kayu Madu Mahasiswa Mainan Anak-Anak Makanan dan Minuman Malang Martabak Masyarakat dan Persoalannya Matras Melukis & Menggambar Metro TV Mineral Miniatur Minyak Atsiri Mitra Mobil Motor Musik Nana Mulyana Narapidana Net TV Ngatmin Biola Bambu Obat dan Kesehatan Olah Raga Ondel-Ondel Online Organik Organisasi Sosial Pameran Panama Papers Pantang Menyerah Papan Selancar Paper Quilling Pariwisata Peluang Usaha Pemulung Pencucian Pendidikan Penelitian Penemuan Penyanyi Penyiar Peralatan Perhiasan Perikanan Permainan Perpustakaan Pertanian dan Perkebunan Perumahan Peternakan Pinterest Plastik Proses Produksi Psikologi dan Mental Putu Gede Asnawa Dikta Puyuh Radio Rancangan Rendang Resep dan Masakan Restoran Robot Roti Salak Sambal Sampah Sandal Sapi Sayur Mayur Sejarah dan Peradaban Sekolah Semarang Seni Seni Pahat Sepatu Sepeda Sindo News Slamet Triamanto Spa Strikingly Suprapto Surabaya Surat Kabar Tahun Baru Tas Tattoo Techno Park Teh Tekhnologi Televisi Telur Terrarium Tukang Cukur Tumang Twitter Venta Agustri Vespa Wanita dan Keindahan Wawancara Wayang Website Wetz Shinoda What's Up Wine Wordpress Yoga Yogyakarta You Tube