Showing posts with label Budaya dan Tradisi. Show all posts
Showing posts with label Budaya dan Tradisi. Show all posts

Saturday, August 5, 2017

Gula Tare, Permen Manis dari Indonesia bagian Timur


Ada yang manis-manis dari Maluku nih. Dijamin enak dan penuh manfaat bagi tubuh. Ya, permen tradisional Gula Tare sudah bisa dikatakan langka dan tergerus oleh permen buatan pabrik moderen. Sempat populer di kalangan masyarakat setempat pada era tahun 70'an hingga 90'an.

Permen gula sejenis ini juga bisa ditemukan di Minahasa dengan nama yang mirip, di pulau Jawa dan beberapa tempat lainnya. Perbedaan bentuk kemasan menjadi sesuatu yang sangat unik bagi Gula Tare asal Ternate, yakni dikemas dalam buluh bambu. Di Minahasa, Gula Tare sudah dibungkus plastik.

Saturday, June 10, 2017

Terima Kasih Pak Ridwan Alimuddin Atas Kesediaannya Membangun Perahu Pustaka

Halo para pembaca Warga Desa (World's). 3 buah perahu pustaka diluncukan guan mencerdaskan berbagai lapisan masyarakat di Indonesia. Sang pemrakarsa menamakannya: Perahu Pustaka I Pattingaloang, Perahu Pustaka II Membacaku, dan Perahu Pustaka II Colliq Pujie. Perahu yang dibuat oleh Pak Ridwan ALimuddin bersama rekan-rekan Twitter nya telah berlayar mengarungi pulau-pulau kecil di sepanjang Sulawesi sejak bulan Agustus 2015.

Dialah sosok humanis yang bernama Pak Muhammad Ridwan Alimuddin. Biasa ia bersama perahunya berlayar ke pulau-pulau kecil di Sulawesi. Membawa ribuan buku untuk menyiarkan kecintaan akan membaca bagi anak-anak. Jumlahnya sekitar 3 ribu sampai 5 ribu buku.

Kapal layar pustaka Pattingalloang, yakni perahu jenis 'baqgo' yang biasa ditemukan di wilayah Sulawesi Barat. Tiap pulau didatanginya, dari pulau Samalona di sebelah barat hingga merambat ke pulau Sagori di Sulawesi bagian Timur. Terang Pak Ridwan kepada saya, Clenoro Suharto di Facebook (10/06/2017), "Kita jelajahi kwasan selat Makassar dan pesisir pulau Sulawesi. Baru mencakup 3 propinsi: SulBar, SulSel, dan SulTra."

Saturday, May 13, 2017

Motor Pustaka Pak Sugeng Haryono hanyalah GL MAX 100 cc, tahun 1986

Awalnya dari anak-anak. Tapi untuk sekarang, pelanggan Motor Pustaka (https://www.facebook.com/Motorpustaka) sudah sampai hingga pemuda, pemudi, ibu-ibu, bapak-bapak, dan lansia. Semua buku-buku yang ia sewakan memiliki biaya GRATIS. Kebetulan juga Pak Sugeng Haryono lulusan ilmu perpustakaan dari Universitas Terbuka di Surabaya. Enggak punya kantor kerja ber AC, tidak memiliki sepatu mahal ataupun seragam apik. Ternyata itu yang ia harapkan hingga saat ini.

Entah apa penyebabnya ? Inspirasi dan hal unik acapkali timbul dari cerita rakyat. Mereka doyan banget mendeskripsikan sesuatu yang tidak jauh dengan kebiasaan umum. Segalanya sederhana, tanpa tendeng aling politik maupun kumparan kehidupan yang bersifat materi.

Pak Sugeng Haryono namanya, seorang pria asal Ponorogo terlihat tak pernah lelah mengedarkan buku-buku koleksinya ke kampung-kampung. Guna mendekatkan aktivitasnya kepada jendela dunia untuk masa depan Warga Desa (World's). Ide dan gagasan yang sudah ia jalani sejak tahun 2013 akhir atau 2014 awal.

Wednesday, March 29, 2017

Hari Raya Nyepi dan Sejarah Pertanggungjawaban Masyarakat Bali di Indonesia

Suasana yang tenang dan umat yang berbaur dengan alam menjadi ciri khas, Hari Raya Nyepi. Memiliki tujuan yang sama dengan mengheningkan cipta. Yakni, membatasi mesin keinginan manusia yang seringkali lepas kendali. Melalui pengamalan Catur Brata yang berarti penyepian, marikan kita semua menjalankan mulat sarira (berani melihat diri sendiri) dan meningkatkan sradha bakti (keyakinan kepada Tuhan) kita untuk nantinya bersama-sama mewujudkan kehidupan yang lebih baik di tanah Nusantara. Selamat menjalankan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1939 yang jatuh pada Hari Selasa, 28 Maret 2017 bagi teman-teman pembaca Warga Desa (World's) yang menganut Agama Hindu.

Ini tak hanya pelabuhan Ketapang selama 24 jam dalam rangkaian ibadah Nyepi, bandara internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali juga ditutup. Selama 28 Maret, 400 rute reguler tak beroperasi, mencakup 428 penerbangan domestik dan 152 penerbangan internasional.

Suasana hening dan sunyi terasa begitu damai saat perayaan agung tahun baru saka bagi umat Hindu di seluruh Indonesia. Tampak berbeda dibandingkan perayaan Tahun Baru lainnya, dimana perayaan umum identik dengan kegemerlapan pesta dan kemeriahan, serta hidup pikuk suasana.

Thursday, March 23, 2017

Ridwan Sururi Berhasil Meningkatkan Minat Baca Masyarakat, Karena Literasi GRATIS

Pak Ridwan Sururi tak hanya memberikan edukasi dan menanamkan budaya MEMBACA BUKU sejak dini. Kegiatan keliling rutinnya bersama kuda kesayangannya, Luna, setiap hari Selasa, Rabu, dan Kamis dipertemukan oleh pengabdian tanpa pamrih. Menawarkan ke sekolah-sekolah sebuah aktivitas Literasi GRATIS.

Aneh tapi nyata. Kiranya sekelumit ucapan yang perlu kita tuturkan tentang kisah yang satu ini. Yakni hubungan antara hewan dan manusia. Ternyata perpaduan tersebut bisa mencerdaskan suatu bangsa. Seorang warga desa bersama binatang peliharaannya berkeliling kampung guna membuka perpustakaan gratis.

Buku adalah jendela dunia. Namun sayangnya masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mendapatkan fasilitas layak untuk membaca. Hal itulah yang membuat Pak Ridwan Sururi, seorang petani dari desa Serang, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, Jawa Tengah bersedia mendirikan Kuda Pustaka bagi warga di pelosok-pelosok desa.

Monday, January 30, 2017

Hasil Kerajinan Desa Bobung, Yogyakarta telah tersebar ke Seluruh Benua setelah 40 tahun

Desa wisata Bobung berada di desa Putat, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul Yogyakarta. Desa wisata ini merupakan sentral pengrajin batik kayu. Desa wisata Bobung memiliki berbagai potensi wisata minat khusus yang menarik. Mulai dari wisata kerajinan batik kayu, wisata alam, wisata budaya, hingga wisata kuliner.
Hasil Kerajinan Desa Bobung, Yogyakarta telah tersebar ke Seluruh
Benua setelah 40 tahun
Produksi topeng kayu sudah ada di desa ini sejak tahun 1960’an. Berawal dari warga dusun Bobung, Yogyakarta yang lebih mengandalkan sektor perkebunan dan pertanian sebagai mata pencaharian pokok. Sebelum dikenal sebagai desa pengrajin batik kayu.

Setelah masa panen tiba, warga dusun Bobung menggelar upacara sukuran dengan tari topeng berlatar panji. Jenis topeng yang dipakai sebagai perangkat utama tarian adalah topeng klasik yang dibuat sendiri oleh penarinya. Akhirnya hingga saat ini, topeng kayu Bobung semakin dikenal dan mendunia. Tari topeng panji pun senantiasa dipentaskan sebagai pertunjukan guna menyambut tiap tamu yang datang ke desa wisata Bobung.

Monday, October 10, 2016

JIKKA menghadirkan Kharakter yang Unik akan Arsitektur Rumah Tradisional

Struktur tenda-tenda ini dirancang khusus oleh seorang arsitektur berkebangsaan Jepang yang bernama Pak Issei Tokiota. Disebut JIKKA karena kompleks kecil ini terdiri dari 5 struktur runcing, yang berisi bermacam-macam fasilitas. Termasuk kolam renang berbentuk spiral dan dapur yang luas.
JIKKA menghadirkan Kharakter yang Unik akan Arsitektur Rumah Tradisional
JIKKA, sebut seorang desainer dari Jepang akan kompleks rumah kemah buatannya yang terletak di Desa Shizuoka. Berdiri di atas tanah seluas 100 meter persegi, lima bangunan memiliki volume kulit luar yang dikelilingi oleh panel kayu ringan dan struktur pendukung berbahan beton untuk tampilan interior.

Dirancang oleh Pak Issei Tokiota. Bangunan berbasis persegi muncul pada ketinggian yang berbeda dengan atap berbentuk kerucut runcing, selayaknya lingkungan pegunungan mini. Setiap blok memberikan khasanah akan fungsi yang mustahil untuk dapat dikatakan luas. Namun apa yang terjadi? Setelah setiap sosok mata melihat suasana di dalam.

Saturday, September 24, 2016

Indahnya hasil Revitalisasi Desa di Pulau Dewata dan Pak Putu Gede Asnawa Dikta adalah tokohnya

Inspirasi bagi warga desa bisa datang dari mana saja, tak terkecuali dari fenomena yang dimiliki sejak 1920-an dan Pak Putu Gede Asnawa Dikta adalah seorang mahasiswa yang berusaha merevitalisasi keunggulan tersebut. Hanya dalam kurun waktu selama 4 tahun saja, ia telah berhasil merealisasikan programnya pada sektor primer (pertanian) dan sektor tersier (pariwisata).   Saat ini, Masyarakat di Desa Sibetan, Kabupaten Karangasem, Bali, berani memPROKLAMIRkan daerahnya sebagai wilayah AGROWISATA BARU di Pulau Dewata. Bahkan mereka juga telah mampu mengolah buah salak menjadi beragam kebutuhan panganan, mulai dari manisan, dodol, keripik, sirup, caramel, hingga produk kopi. Serta dari sekian jenis olahan, salak pun bisa menghasilkan minuman khas dari Budaya Italia dan sejak tahun 2013, mereka sudah mengekpor produk tersebut ke Eropa.   UNIK-nya lagi! Anda dan para wisatawan yang datang, TIDAK akan pernah menemukan HOTEL disana. Jadi, setiap masyarakat desa siap memberikan fasilitas home stay (rumah singgah) dan paket field trip (jalan-jalan berkeliling desa), serta menghadirkan khasanah budaya Pulau Dewata pada setiap perjumpaan. . . . . . . Wow, Menarik sekali tampaknya.
Indahnya hasil Revitalisasi Desa di Pulau Dewata dan Pak Putu Gede Asnawa
Dikta adalah tokohnya
Pengembangan sektor pertanian yang digabung dengan unsur wisata merupakan sebuah terobosan yang memiliki manfaat ganda. Aktivitas ini berbeda dari lainnya. Ketika wilayah terus digali, pastinya semua itu tidak akan pernah habis, tak pernah sepi, terutama saat fungsi dan manfaat mampu berinteraksi.

Di sisi lain, memperhatikan para pengunjung ceria, senang, dan sangat jarang yang datang sendirian, memberi rasa yang tak ternilai. Harapan tanpa harus merogoh kocek besar, mereka bisa menikmati keindahan alam yang luar biasa ini. Belum lagi, animo yang cukup tinggi datang dari masyarakat perkotaan, mereka kerap menyukai rutinitas ringan guna melepas kepenatan.

Saturday, September 3, 2016

Gun Gun Gunawan, 39, memproduksi Sepeda Bambu untuk Pasar Asia, Amerika, dan Eropa

Melalui kerja keras dan analisa, Pak Gun Gun Gunawan, 39, bisa membalikkan fungsi harga bambu dari RP. 50.000 menjadi Rp. 7,5 juta per unit. Bahkan Rp. 30 juta untuk pasar Eropa. Padahal dulunya, ia hanyalah seorang KULI BANGUNAN.   Nilai-nilai estetika yang tinggi pun serta merta hadir saat karya Sepeda Bambu dari Haur Bike Nglasari melantunkan berbagai macam perepsi akan ramah lingkungan. Antusiasisme ratusan ribu pelanggan dari Benua Asia, Eropa, dan Amerika tidak pernah berhenti untuk mengisi seluruh daftar pesanan di sepanjang tahun 2009 s/d 2016.   Bagaimana cerita selanjutnya? Pastinya semua proses kerja dilakukan secara manual 90%. Dapat diperkirakan tenaga kerja dari Haur Bike memerlukan waktu selama 70 jam kerja atau 10 hari untuk menghasilkan 1 unit sepeda dari 1 orang pekerja. Jadi jumlah pengrajin sebanyak 40 orang dipastikan mampu menghasilkan 34 - 40 unit untuk tiap bulannya.
Gun Gun Gunawan, 39, memproduksi Sepeda Bambu untuk Pasar Asia,
Amerika, dan Eropa
Anyaman tradisional yang berasal dari bambu merupakan salah satu jenis dari berbagai macam hasta karya yang ada di Indonesia. Hal tersebut bisa terjadi karena ketersediaan bahan baku yang sangat melimpah.

Nilai-nilai estetika yang tinggi pun serta merta hadir pada suatu karya berbahan bambu saat melantunkan berbagai macam persepsi akan ramah lingkungan. Selain itu, fungsi dan manfaatnya memiliki begitu banyak keistimewaan. Mengingat rumah bambu juga tahan gempa.

Di lain sisi, identifikasi akan bambu juga memiliki ketidak istimewaan. Bambu seringkali diduga sebagai ornamen tradisional yang mencerminkan kesan kemiskinan dan keterbelakangan. Mungkin saja animo tersebut bisa terjadi karena kurang menyentuhnya perhatian yang Bambu miliki ke berbagai kelas KENDARAAN di masyarakat.

Tuesday, July 26, 2016

Bali Alus memiliki Omzet Rp 15 Juta per Hari, berkat konsep Ramuan Asli dari Indonesia

Limpahan kemewahan ala Bali Alus pastinya berasal dari bahan-bahan yang memang asli tradisional. Apalagi semua pengolahannya memang tidak menggunakan peralatan modern. Hingga akhirnya, Bali Alus mampu meraih omzet Rp.. 15 juta per hari dengan memperkerjakan 100 karyawan. Plus, pasar sekunder untuk hotel-hotel dan ramainya permintaan supply barang pada bidang komoditas ekspor di Malaysia, Korea, Jepang, Australia hingga Eropa. Adapun variasi yang ditawarkan pun cukup beragam. Mulai dari yang termurah Rp. 5.000 hingga Rp. 200.000 per unit untuk yang termahal.
Bali Alus memiliki Omzet Rp 15 Juta per Hari, Berkat konsep Ramuan Asli
dari Indonesia
Selayaknya sebuah wilayah yang memiliki ratusan tradisi dan budaya, obat berbahan herbal asli dari Indonesia memiliki keberagaman yang unik. Tradisi pengobatan yang hadir dari berbagai daerah telah dinikmati dan teruji memberikan layanan kepada masyarakat.

Konon, proses pembuatan obat tradisional dari tanaman herbal pun telah diwariskan secara turun temurun. Pada masa lalu, hasil tradisi ini banyak dinikmati oleh keluarga keraton, hingga saat ini berbagai kalangan masyarakat dunia pun bisa merasakan kemewahan yang sama.

Saturday, July 9, 2016

Denting Gamelan Pak Joko Darmono, Menghaluskan Warisan Nada Untuk Hati Kita

Mengingat waktu yang dibutuhkan untuk membuat 1 set gamelan lengkap (25 alat) adalah 5 tahun, banyak produsen gamelan mengaku kesulitan mencari pekerja maupun regenerasi. jadi, jangan bingung bila dulu kampung Wirun memiliki 20 pengusaha, kini berbeda jauh, yakni tinggal 10 pengusaha. Terlebih pada masa keemasan di tahun 1999, hampir seluruh pemilik bengkel gamelan mampu mengirim karyanya ke luar negeri dengan pemasukan omzet sebesar Milyaran rupiah.
Denting Gamelan Pak Joko Darmono, Menghaluskan Warisan Nada
Untuk Hati Kita
Muncul dari penggabungan 2 kata dalam Bahasa Jawa, yakni 'Gamel' dan 'An.' Gamel artinya menyembunyikan, dan akhiran 'An' menyiratkan tentang tindakan. Hingga suatu saat, alat musik gamelan pertama kali ditabuh oleh masyarakat Jawa sejak tahun 1874.

Acapkali menghadirkan suara atau bunyi yang sangat lembut, seolah membentuk keselarasan hidup dan suasana jiwa yang selalu tenang. Ini berarti cenderung Masyarakat Jawa menghindar akan ekspresi yang tempramental, serta selalu yakin untuk mampu mewujudkan toleransi antar sesama.

Wednesday, July 6, 2016

3 Bulan Saja: Produk Rendang Uni Viny Berhasil Memiliki Pelanggan Setia Di Internasional

Awalnya untuk menjamu tamu dan kerabat yang hadir pada hari-hari besar. Lalu, mereka membantu untuk memasarkan masakannya dari mulut ke mulut. Kisaran pendapat sebesar Rp. 10 juta s/d Rp. 15 juta telah mampu diraihnya untuk setiap bulan. Harga yang ditentukan pun cukup menarik bagi pembeli, yaitu: Rp. 50.000 hingga Rp. 280.000.
3 Bulan Saja: Produk Rendang Uni Viny Berhasil Memiliki Pelanggan
Setia Di Internasional
Siapa yang tak kenal dengan Rendang? Kuliner khas nusantara yang satu ini pernah dinobatkan sebagai salah satu makanan terlezat di dunia versi CNN pada tahun 2013. Serta sempat menjadi perbincangan nasional sejak tumbuhnya Rumah Makan Padang di era tahun 1990-an.

Terbuat dari daging dan direbuts dengan santan, bersama rempah-rempah. Prospek menggiurkan dari bisnis rendang kemasan dapat dirasakan pula oleh Ibu Viny Felasiani. Awalnya, ia menimba ilmu dari sang Ibu tentang cara membuat rendang. Seraya ia menceritakan kepada Tabloid Bintang (12/07/2015), "Ibu saya belajar memasak rendang dari nenek saya yang asli Padang. Saya belajar memasak rendang dari ibu saya. Jadi resep rendang yang saya buat memang warisan leluhur saya."

Monday, July 4, 2016

Selamat Hari Idul Fitri 1 Syawal 1437, Mohon Maaf Lahir & Batin

Di hadapan Pemilik Wajah Yang Takkan Sirna. Kuingin mengucapkan mohon maaf atas kesalahan, kekhilafan maupun perbuatan disengaja ataupun tidak disengaja yang membuat sakit hati. . . .Taqabbalallahu minna waminkum. . . . .Mohon maaf lahir dan batin. Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1437 Hijriyah.
Selamat Hari Idul Fitri 1 Syawal 1437, Mohon Maaf Lahir & Batin
Adakalanya waktu terus menapaki jalan. . . . . . . . . . Sesekali langit biru menyapu, "Air tak selalu jernih kawan, begitupun juga ucapanku." . . . . . . . . . .Jika maaf bisa terucap hari ini, untuk apa menunggu hari raya tiba?? Sedangkan hembusan Nafas kita pun tak pernah tahu akan Berhenti?  Maka dari itu saudaraku, sahabatku, temanku semua. Di hadapan Pemilik Wajah Yang Takkan Sirna. Kuingin mengucapkan mohon maaf atas kesalahan, kekhilafan maupun perbuatan disengaja ataupun tidak disengaja yang membuat sakit hati. . . .Taqabbalallahu minna waminkum. . . . .Mohon maaf lahir dan batin. Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1437 Hijriyah.

Tuesday, June 28, 2016

Pertahankan Resep Leluhur, Sekarang Omset Ibu Intan Rahmatillah Adalah Rp. 300 Juta/Bulan

Selain 'Rendang Nenek' menggunakan resep leluhur dan sensani khas wangi yang dihasilkan, cita rasa yang sangat lezat senantiasa dinilai cocok bagi lidah masyarakat kota Bandung maupun Jakarta. Bukan tidak mungkin bila produk sebanyak 20 kg per hari atau rata-rata 400 kg per bulan mampu tergapai. Itu semua belum termasuk jumlah 1 ton untuk setiap bulan Ramadhan. Kini dalam sebulan, omset penjualannya mencapai Rp. 100 juta per bulan. Terlebih pada musim hari raya besar. Jumlah sekitar Rp 300 juta per bulan bukan tidak mungkin adalah suatu hasil yang pastinya digapai.
Pertahankan Resep Leluhur, Sekarang Omset Ibu Intan Rahmatillah
Adalah Rp. 300 Juta/Bulan
Lauk yang sangat cocok jika disantap bersama nasi hangat. Rendang berasal dari kata 'merandang' yang berarti memasak santan perlahan hingga kering. Hidangan ini biasanya disajikan saat pesta pernikahan untuk budaya Melayu dan Hari Raya.

Penggemar masakan berjenis ini tak hanya masyarakat lokal, tetapi juga warga asing. Namun, kelezatan rendang tidak mudah untuk diperoleh secara instan. Proses mengolahnya pun memerlukan waktu agar bumbu balado-nya menyerap ke dalam daging. Bahkan, komposisi racikan bumbu dan proses memasak harus secara cermat dilakukan.

Tuesday, June 7, 2016

Pak Arif Rahwidi Mampu Menghasilkan 500 Wayang Untuk Pasar Amerika Dan Jepang

Di Karanganyar misalnya, pengrajin bernama Arif Rahwidi menerangkan jika ia mampu menghasilkan 500 buah wayang untuk setiap bulannya. Melalui bahan baku kayu yang menarik serta desain batik yang mumpuni, usaha rumahan yang bertempat di Desa Benowo RT 04/RW 08 telah berhasil mengirim pesanan berua ekspor ke 2 (dua) benua, Amerika Serikat dan Jepang.
Pak Arif Rahwidi Mampu Menghasilkan 500 Wayang Untuk Pasar
Amerika Dan Jepang
Berbagai produk dari luar negeri memang sudah hadir untuk berperan di negeri ini. Namun tetap, tidak sedikit kerajinan lokal mampu menjawabnya. Tidah hanya bertahan, mereka bahkan sukses mengekspor kerajinan khas Indonesia di berbagai Negara dengan hasil yang menawan.

Di Karanganyar misalnya, pengrajin bernama Arif Rahwidi menerangkan jika ia mampu menghasilkan 500 buah wayang untuk setiap bulannya. Melalui bahan baku kayu yang menarik serta desain batik yang mumpuni, usaha rumahan yang bertempat di Desa Benowo RT 04/RW 08 telah berhasil mengirim pesanan berua ekspor ke 2 (dua) benua, Amerika Serikat dan Jepang.

Sunday, June 5, 2016

Wae Rebo Menghadirkan Alam Sebenarnya Untuk Para Wisatawan

Oh ya, bila anda ingin menginap? Anda akan dikenakan biaya sebesar Rp. 325.000 per malam. Bila anda tidak menginap, anda tetap dikenakan biaya sebesar Rp. 200.000 per orang. Bagi yang ingin menginap, tentu akan mendapatkan pengalaman yang lebih seru dan mengesankan. Rumah adat Mbaru Niang tak pelak menyediakan acara khusus untuk para wisatawannya.
Wae Rebo Menghadirkan Alam Sebenarnya Untuk Para Wisatawan
Adakah keinginan dari anda untuk mendapatkan pengalaman unik sekaligus berbeda dari liburan sebelumnya? Berikut kampung adat yang sangat unik, namanya adalah Wae Rebo. Tepatnya wilayah wisata ini berada di Kecamatan Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai, Propinsi Nusa Tenggara Timur.

Berada di ketinggian 1.200 m di atas permukaan air laut, kampung adat Wae Rebo acapkali mengundang turis lokal maupun internasional berkunjung untuk setiap harinya. Pada tahun 2015 saja, mereka sudah dikunjungi oleh 4 ribu wisatawan. Pantas bila UNESCO memberikan penghargaan atas keunikan arsitektur yang dimiliki pada tahun 2012.

Tuesday, May 31, 2016

OzZa-IcHa Souvenir Mengolah Botol Plastik Menjadi Miniatur Ondel-Ondel Yang Indah

Berbagai ukuran tersaji. Adapun harganya bisa dikatakan murah, yaitu Rp. 35.000 s/d Rp. 50.000. Anda bisa memperhatikan secara lebih seksama semua hasil karya Ozza dan Icha pada alamat blog: http://ozza-icha.blogspot.co.id. Atau langsung saja datang ke OzZa-IcHa Souvenir, 53EA4A1E / 083806447745, di Jln. Dato Tonggara, Kramat Jati, Jakarta Timur.
OzZa-IcHa Souvenir Mengolah Botol Plastik Menjadi Miniatur Ondel-Ondel
Yang Indah

Limbah botol plastik. Apa yang terlintas di pikiran kita saat mendengarnya?

Barang yang satu itu, kalau tidak dijadikan tempat es batu untuk sekedar disimpan di lemari pendingin tentu dibuang, karena dianggap tidak berguna lagi.



Padahal, melalui sentuhan kreativitas, botol plastik bisa menjelma menjadi produk bernilai seni yang tinggi. Ozza dan Icha telah membuktikannya.

Saturday, May 28, 2016

Wawan Memiliki Omset Rp. 60 Juta/Bulan dari Ekspor Wayang

Wawan menekuni usaha ini sejak tahun 1987. Diakuinya, menjadi pengrajin memerlukan proses panjang dan harus mampu bertahan dari berbagai macam halangan dan rintangan. Dia menyebutkan, faktor pasar wajib diperhatikan meski ada faktor lain yang juga tidak boleh diremehkan, seperti bahan baku dan modal. Pasar menjadi faktor utama untuk memutar modal dan keuntungan agar bisa dikalkulasi.
Wawan Memiliki Omset Rp. 60 Juta/Bulan dari Ekspor Wayang
Menghasilkan suatu karya wayang merupakan hal yang cukup sulit. Selain membutuhkan ketrampilan dalam membuat. Untuk pendesainan si empu juga harus memahami filosofi dari setiap gagasan penulisan suatu wayang.

Sebagai bagian dari industri kreatif yang berbasis local cultural heritage pada era tahun 1980-an, wayang pernah memiliki track record ekspor yang memadai. Kini, Negara-negara tertentu seperti Brunei Darussalam, Malaysia, Korea Selatan, Amerika Serikat, Jepang, Prancis, dan Belanda mulai kembali mengagumi wayang sebagai seni dekoratif.

Pak Tukimin Darmowiyono Dan Isteri, Ibu Samijen Adalah Penemu ES TELER

Namanya "Es Teler," yang mana minuman jenis ini ditemukan oleh sepasang kekasih dari Sukoharjo, Jawa Tengah. Pak Tukiman Darmowiyono dan isterinya, Ibu Samijen Darmowiyono mengawali penemuannya ketika mereka berniat menjalani perantauan ke Jakarta pada tahun 1967.
Pak Tukimin Darmowiyono Dan Isteri, Ibu Samijen Adalah
Penemu ES TELER
Kita boleh berbangga hati untuk catatan sejarah kali ini. Mengapa? Minuman yang seringkali dikonotasikan untuk pemabuk bagi setiap lembaran kuping. Namun 100% adalah minuman yang menyegarkan. Ternyata berasal dari Indonesia.

Namanya "Es Teler," yang mana minuman jenis ini ditemukan oleh sepasang kekasih dari Sukoharjo, Jawa Tengah. Pak Tukiman Darmowiyono dan isterinya, Ibu Samijen Darmowiyono mengawali penemuannya ketika mereka berniat menjalani perantauan ke Jakarta pada tahun 1967.

Thursday, July 7, 2011

Aldi Priambodo. Dalang Anak, Penerus Masa Depan Wayang

Tulisan ini didasari pengamatan terhadap pertunjukan wayang kulit yang dikemas secara apik oleh Mas Aldi Priambodo. Memulai segalanya menjadi Dalang sejak usia 13 tahun, kini ia sudah tak lagi ragu menobatkan dirinya sebagai dalang yang mumpuni. Lantunan indah akan khasanah budaya jawa selalu mendermakan dirinya untuk yang terbaik bagi masyarakat.
Aldi Priambodo. Dalang Anak, Penerus Masa Depan Wayang
Aldi Priambodo memang masih berusia 13 tahun. Tapi, saat ajang Festival Dalang Andak se-DIY yang digelar oleh Dinas Kebudayaan Provinsi DIY bekerja sama dengan Pepadi DIY di Pendapa Ndalem Yudhaningratan, ia terlihat penuh percaya diri. Aldi adalah salah satu dalang anak yang unjuk kepiawaian pada festival dalang yang diikuti anak-anak usia 8 – 15 tahun.

Nomor undian pertama yang berada dalam genggamannya, tak membuat Aldi menjadi grogi. Sudah lama ia mempersiapkan diri. Kelir yang terbentang seperti siap menjadi saksi perjalanannya menjadi seorang dalang. Pun deretan wayang tersusun rapi di atas gedebog.

Label

Agama Air Minum Alat Musik Alumunium Angklung Artis Asmara Automotif Bahan Bakar Bali Bambu Bandung Bank Bank Sampah Barang Bekas Batam Batik Becak Beras Besakih Biola Blogspot Boneka Buah-buahan Budaya dan Tradisi Buka Lapak Buku Bunga Burger Burung Cafe Charlie Tjendapati CNBC Cobek Dandung Santoso Daur Ulang Desa Desain Dodol E-mail Eceng Gondok Edie Juandie Ekonomi dan Perdagangan Es Krim Facebook Flipboard Flora dan Fauna Fruit Carving Furnitur Gadget Gamelan Garam Gerai Gerobak Gitar Google Plus Gula Hari Raya Harian Merdeka Haryadi Chou Hewan Hiburan dan Wisata Hidayah Anka Hidroponik Hijab Hotel http://www.duahari.com Hukum dan Politik Indra Karyanto Instagram Internet Internet Marketing ITB Jagung Jajanan Jamu Jamur Tiram Jangkrik Jawa Barat Jawa Tengah Jawa Timur Jepang Kain dan Pakaian Kaleng Kalimantan Kamera Kapal Laut Karaoke Kartun Kecantikan Kecap Keju Kelautan Kelinci Kemasyarakatan Kendaraan Kerajinan Kereta Kertas Kiat dan Tip Kisah Hidup Koki Komputer dan Teknologi Kopi Koran Kuda Pustaka Kuliner Kumpulan Kurir LA Time Laptop Si Unyil Lidah Buaya Linkedin Liputan 6 Logam Lukisan Kayu Madu Mahasiswa Mainan Anak-Anak Makanan dan Minuman Malang Martabak Masyarakat dan Persoalannya Matras Melukis & Menggambar Metro TV Mineral Miniatur Minyak Atsiri Mitra Mobil Motor Musik Nana Mulyana Narapidana Net TV Ngatmin Biola Bambu Obat dan Kesehatan Olah Raga Ondel-Ondel Online Organik Organisasi Sosial Pameran Panama Papers Pantang Menyerah Papan Selancar Paper Quilling Pariwisata Peluang Usaha Pemulung Pencucian Pendidikan Penelitian Penemuan Penyanyi Penyiar Peralatan Perhiasan Perikanan Permainan Perpustakaan Pertanian dan Perkebunan Perumahan Peternakan Pinterest Plastik Proses Produksi Psikologi dan Mental Putu Gede Asnawa Dikta Puyuh Radio Rancangan Rendang Resep dan Masakan Restoran Robot Roti Salak Sambal Sampah Sandal Sapi Sayur Mayur Sejarah dan Peradaban Sekolah Semarang Seni Seni Pahat Sepatu Sepeda Sindo News Slamet Triamanto Spa Strikingly Suprapto Surabaya Surat Kabar Tahun Baru Tas Tattoo Techno Park Teh Tekhnologi Televisi Telur Terrarium Tukang Cukur Tumang Twitter Venta Agustri Vespa Wanita dan Keindahan Wawancara Wayang Website Wetz Shinoda What's Up Wine Wordpress Yoga Yogyakarta You Tube