Showing posts with label Bambu. Show all posts
Showing posts with label Bambu. Show all posts

Sunday, January 28, 2018

Budi Haryanto, pengrajin alat musik Angklung asal Banjar


Rata-rata pendengar selalu terkesan dengan bunyi yang dihasilkan oleh alat musik satu ini. Nada suaranya beritme ganda yang secara tradisional berkembang pesat dalam relung budaya kehidupan masyarakat Sunda. Dibunyikan dengan cara digoyangkan, sehingga menghasilkan susunan nada yang mewah, namun tetap mendeso.

Melestarikan alat kesenian tradisional leluhur, Budi Haryanto, warga desa Pasirnagara, menggantungkan hidup sebagai pengrajin angklung. Bahan utama pembuatan angklungnya diperoleh dari kebun sendiri dan masyarakat petani sekitar kabupaten Banjar, karena bambu banyak tumbuh di wilayah tersebut. Proses pembuatannya dilakukan secara manual di rumahnya.

Sunday, September 3, 2017

Anton Prasetyawan, Anak Desa yang Berhasil merubah Bambu menjadi sekuat Baja


Bambu bisa dikatakan tanaman yang mudah ditemukan pada berbagai pelosok pulau di Nusantara. Tanaman ini merupakan komoditas andal yang siap memajukan seluruh desa di Indonesia. Apalagi setelah kita mengetahui bahwa Negara kita memilii 12 persen ragam bambu dunia.

Jenis tanaman ini sangat mudah ditanam dan cepat tumbuh. Baik dengan sistem stek, cangkok, ataupun kultur jaringan. Caranya, bambu dipotong sekitar 10 cm dari ruas atas dan bawah. Lalau ditancapkan ke dalam tanah. Maka dalam beberapa minggu, akan tumbuh tunas di bagian buku-bukunya.

Saturday, August 26, 2017

Anton Prasetyawan, Anak Buruh Tani Berprestasi


Kesulitan hidup membuat orang tua Anton harus bekerja siang dan malam. Anton kecil pun menghabiskan waktunya bersama sang nenek. Nasib itulah yang membulatkan tekadnya untuk rajin sekolah, guna meretas kemiskinan yang selama ini membelenggu garis hidup orang-orang tercinta.

Terlahir sebagai anaik dari buruh tani, tak menggoyahkan sedikit pun cita-cita meraih pendidikan tinggi. Berbagai macam upaya dan jalan pun ia tempuh, meski sempat memutuskan bekerja setelah sekolah dan menunda cita-citanya berkuliah. Toh kini akhirnya Anton mampu menuntaskan mimpi dan berhasil menyandang gelar sarjana.

Monday, November 21, 2016

Berkat Sejarah Bambu: Pak Adang Muhidin, 42, Mau Bekerjasama dengan para PENGANGGURAN

Mengentaskan Kemiskinan, sekaligus memperbaiki ARTIKULASI akan Fungsi dan Manfaat dari Bambu pada perjalanan sejarah Dunia. Saya kira, Pak Adang Muhidin, 42, telah melakukan segalanya dengan sangat baik. Padahal dia adalah seorang mahasiswa yang pernah lulus dari Universitas di Jerman. Namun semua anugerah kemudahan kerja yang dapat diraihnya secara sengaja di tolak nya mentah-mentah. Dia rela menggunakan pengetahuan yang baik tersebut untuk sesuatu yang tidak mungkin. Bereksperimen dengan modal terbatas dan semua kerjasama yang terjalin, semuanya dilakukan bersama para gembel, pengamen, pengangguran, serta tukang parkir di Jl. Braga, Bandung. Hingga saatnya, beliau bersama Pak Abah Yudi Rahmat, 64, dan IBC (Indonesia Bambu Community) mampu menghadirkan 14 jenis alat musik untuk masyarakat Internasional. Bahkan pangsa pasarnya terhitung sejak tahun 2015 telah tersebar ke 22 negara dan 4 benua.
Berkat Sejarah Bambu: Pak Adang Muhidin, 42, Mau Bekerjasama dengan
para GEMBEL
Berdasarkan keperdulian yang santun terhadap sejarah bambu dan kelas di masyarakat membuat Pak Adang Muhidin, 42, memulai segalanya dengan tanpa pamrih. Mungkin kenyataan ini hanyalah angan-angan untuk kita, tapi bagi pria kelahiran Bandung, semua yang ada telah ia yakini sejak kedua tangan manusia menyatakan angka jarinya berjumlah sepuluh.

Ekspresi diri yang bertanggung jawab seakan terlihat gagah dan mewah ketimbang kenyataan catatan yang pernah ditoreh oleh manfaat bambu pada sejarahnya di Masyarakat. Anda benar kawan! Tumbuhan bambu memiliki prioritas arti yang dikhususkan bagi kemiskinan, harga jualnya pun tidak pernah mahal, dan lebih parah lagi, bambu sering memilih posisi hidupnya untuk tumbuh berkembang di sekitar pinggiran selokan pada desa-desa kumuh.

Saturday, September 3, 2016

Gun Gun Gunawan, 39, memproduksi Sepeda Bambu untuk Pasar Asia, Amerika, dan Eropa

Melalui kerja keras dan analisa, Pak Gun Gun Gunawan, 39, bisa membalikkan fungsi harga bambu dari RP. 50.000 menjadi Rp. 7,5 juta per unit. Bahkan Rp. 30 juta untuk pasar Eropa. Padahal dulunya, ia hanyalah seorang KULI BANGUNAN.   Nilai-nilai estetika yang tinggi pun serta merta hadir saat karya Sepeda Bambu dari Haur Bike Nglasari melantunkan berbagai macam perepsi akan ramah lingkungan. Antusiasisme ratusan ribu pelanggan dari Benua Asia, Eropa, dan Amerika tidak pernah berhenti untuk mengisi seluruh daftar pesanan di sepanjang tahun 2009 s/d 2016.   Bagaimana cerita selanjutnya? Pastinya semua proses kerja dilakukan secara manual 90%. Dapat diperkirakan tenaga kerja dari Haur Bike memerlukan waktu selama 70 jam kerja atau 10 hari untuk menghasilkan 1 unit sepeda dari 1 orang pekerja. Jadi jumlah pengrajin sebanyak 40 orang dipastikan mampu menghasilkan 34 - 40 unit untuk tiap bulannya.
Gun Gun Gunawan, 39, memproduksi Sepeda Bambu untuk Pasar Asia,
Amerika, dan Eropa
Anyaman tradisional yang berasal dari bambu merupakan salah satu jenis dari berbagai macam hasta karya yang ada di Indonesia. Hal tersebut bisa terjadi karena ketersediaan bahan baku yang sangat melimpah.

Nilai-nilai estetika yang tinggi pun serta merta hadir pada suatu karya berbahan bambu saat melantunkan berbagai macam persepsi akan ramah lingkungan. Selain itu, fungsi dan manfaatnya memiliki begitu banyak keistimewaan. Mengingat rumah bambu juga tahan gempa.

Di lain sisi, identifikasi akan bambu juga memiliki ketidak istimewaan. Bambu seringkali diduga sebagai ornamen tradisional yang mencerminkan kesan kemiskinan dan keterbelakangan. Mungkin saja animo tersebut bisa terjadi karena kurang menyentuhnya perhatian yang Bambu miliki ke berbagai kelas KENDARAAN di masyarakat.

Thursday, July 7, 2016

Pak Taufiq Rahman Jatuh Bangun Tanpa Akhir. Kini, Ia Memiliki Omzet Rp. 2 Miliar Per Bulan

"Saya hampir 2 tahun cuma diketawain orang aja, disangkain bohong. Karena saya nggak bisa buktiin bambu beneran apa bohong." Bahkan isterinya sendiri sempat pesimis dengan semua yang telah ia lakukan. Namun kini, setiap bulannya usaha Pak Taufik Rahman acapkali mengekspor produknya ke Amerika, Italia, dan Malaysia.

Sepatu dari kulit, itu sudah biasa. Tapi bagaimana jika alas kaki modern tersebut dibuat dari Bambu? Faktor inilah yang perlu dijadikan pertanyaan. Pastinya keberanian dan jiwa pantang menyerah menjadi modal utama Pak Taufiq Rahman terjun dalam dunia bisnis.

Lahir di Jombang, 8 November 1964, si anak Desa mengaruhi berbagai tipikal pekerjaan sebagai tenaga pemasar selama 20 tahun. Memulai kehidupan baru di Ibu Kota, ia sempat mencicipi kesempatan kerja di perusahaan Farmasi. Kemudian mencoba untuk meraih sejumlah pengalaman sebagai pemasok barang-barang komputer, pabrik kaus kaki dan penyalur pupuk organik.

Tuesday, June 28, 2016

Kisah Sukses Pak Ngatmin, 26, Bersama Biola Bambu. Padahal Ia Hanya Lulusan SD

Bermodalkan pengalam kerja akan seni kayu di Jepara pada tahun 1994. Iseng-iseng, Pak Ngatmin, 26, belajar secara otodidak dari You Tube. Kemudian ia melakukan eksperimen dengan menggunakan biola nganggur. Kini, jasa bengkel senantiasa memasok 20 - 25 biola pada setiap bulannya ke Jakarta, Tangerang, Depok, Bekasi, dan Bandung.
Kisah Sukses Pak Ngatmin, 26, Bersama Biola Bambu. Padahal Ia
Hanya Lulusan SD
Suara bersih dengan liukan khas musik gesek diantara jejeran sang surya. Merdunya melodi yang dimiliki dan hangatnya irama yang terdengar. Alat musik biola memang tidak akan pernah lepas dari nuansa alamiah.

Perlu keahlian yang cukup mapan bagi sang pembuat, walau sumber dayanya berasal dari sekumpulan kayu. Setidaknya sang perakit harus bisa menguasai alat musik tersebut di tangannya. Dan itu benar! Pak Ngatmin, 26, menjadikan dirinya mampu merambah kisah kesuksesan melalui usaha jual-beli Biola, setelah dia pun mahir membawakannya.

Saturday, June 25, 2016

Bambu Spa Menawarkan Kecantikan BISA (Bersyukur, Ibadah, Senyum & Akal Sehat)

Wow! Bisnis yang juga menjanjikan untuk lapangan pekerjaan bagi masyarakat luas. Mulai menjalankan usahanya sejak tahun 2008, PT Jiva Bambu Spa milik dari Ibu Trisya Suherman telah tersebar di 2 propinsi dengan 7 cabangnya: Blok H, Depok, Sunter, Tangerang, Kebayoran Baru, dan Muara Bungo di Jambi, serta kantor pusat yang terletak di Cengkareng.
Bambu Spa Menawarkan Kecantikan BISA (Bersyukur, Ibadah, Senyum
& Akal Sehat)
Pada perempuan modern khususnya, ada satu hari bagi mereka untuk menikmati waktu istimewa atau yang mereka sebut 'me time.' Mereka biasanya pergi ke salon untuk merawat diri dari ujung kaki sampai ujung rambut.

Tentu, tampil cantik serta menarik merupakan dambaan setiap kaum hawa. Apalagi perihal tersebut sangat baik kiranya bila diimbangi oleh peningkatan kualitas penampilan fisik. Mengapa tidak mencoba Spa? Spa berasal dari Bahasa Latin, 'Salus Per Aquam' yang artinya sehat melalui air.

Label

Agama Air Minum Alat Musik Alumunium Angklung Artis Asmara Automotif Bahan Bakar Bali Bambu Bandung Bank Bank Sampah Barang Bekas Batam Batik Becak Beras Besakih Biola Blogspot Boneka Buah-buahan Budaya dan Tradisi Buka Lapak Buku Bunga Burger Burung Cafe Charlie Tjendapati CNBC Cobek Dandung Santoso Daur Ulang Desa Desain Dodol E-mail Eceng Gondok Edie Juandie Ekonomi dan Perdagangan Es Krim Facebook Flipboard Flora dan Fauna Fruit Carving Furnitur Gadget Gamelan Garam Gerai Gerobak Gitar Google Plus Gula Hari Raya Harian Merdeka Haryadi Chou Hewan Hiburan dan Wisata Hidayah Anka Hidroponik Hijab Hotel http://www.duahari.com Hukum dan Politik Indra Karyanto Instagram Internet Internet Marketing ITB Jagung Jajanan Jamu Jamur Tiram Jangkrik Jawa Barat Jawa Tengah Jawa Timur Jepang Kain dan Pakaian Kaleng Kalimantan Kamera Kapal Laut Karaoke Kartun Kecantikan Kecap Keju Kelautan Kelinci Kemasyarakatan Kendaraan Kerajinan Kereta Kertas Kiat dan Tip Kisah Hidup Koki Komputer dan Teknologi Kopi Koran Kuda Pustaka Kuliner Kumpulan Kurir LA Time Laptop Si Unyil Lidah Buaya Linkedin Liputan 6 Logam Lukisan Kayu Madu Mahasiswa Mainan Anak-Anak Makanan dan Minuman Malang Martabak Masyarakat dan Persoalannya Matras Melukis & Menggambar Metro TV Mineral Miniatur Minyak Atsiri Mitra Mobil Motor Musik Nana Mulyana Narapidana Net TV Ngatmin Biola Bambu Obat dan Kesehatan Olah Raga Ondel-Ondel Online Organik Organisasi Sosial Pameran Panama Papers Pantang Menyerah Papan Selancar Paper Quilling Pariwisata Peluang Usaha Pemulung Pencucian Pendidikan Penelitian Penemuan Penyanyi Penyiar Peralatan Perhiasan Perikanan Permainan Perpustakaan Pertanian dan Perkebunan Perumahan Peternakan Pinterest Plastik Proses Produksi Psikologi dan Mental Putu Gede Asnawa Dikta Puyuh Radio Rancangan Rendang Resep dan Masakan Restoran Robot Roti Salak Sambal Sampah Sandal Sapi Sayur Mayur Sejarah dan Peradaban Sekolah Semarang Seni Seni Pahat Sepatu Sepeda Sindo News Slamet Triamanto Spa Strikingly Suprapto Surabaya Surat Kabar Tahun Baru Tas Tattoo Techno Park Teh Tekhnologi Televisi Telur Terrarium Tukang Cukur Tumang Twitter Venta Agustri Vespa Wanita dan Keindahan Wawancara Wayang Website Wetz Shinoda What's Up Wine Wordpress Yoga Yogyakarta You Tube