Showing posts with label Batik. Show all posts
Showing posts with label Batik. Show all posts

Saturday, March 4, 2017

"GnB," Gitar Berhiaskan Batik Khas Indonesia milik Pak Haryo Sasongko, 67,

Membatik diatas kain memang sudah lumrah. Tapi kini, batik juga bisa dilukis diatas gitar. Berbekal hobi dan kecintaan terhadap budaya Indonesia membuat Pak Haryo Sasongko, 67, berhasil memadukan batik dengan gitar. http://batikguitar.com/

Lagi-lagi, kita bicara tentang khasanah budaya yang mengilhami. Terasa selalu inspiratif, bahkan usaha jenis ini lebih mampu bertahan dalam menghadapi guncangan. Pasalnya tiap karya tidak semata-mata mencari target penjualan, tapi juga untuk menyalurkan jiwa seni.

Ya, itulah Pak Haryo Sasongko, 67. Kakek asal Yogyakarta yang berhasil menjadi pengusaha gitar batik elektrik bermerek "GnB Guitars." Gitar dan Batik, keduanya merupakan hasil apresiasi dan ekspresi akan nilai seni dan budaya. Inilah yang terjadi ketika dwi fungsi yang ada dipadukan.

Tuesday, February 7, 2017

Gitar bernuansa Batik dibuat oleh Pak I Wayan Tuges, 59, setelah belajar selama 2 Tahun kurang

Pak I Wayan Tuges, 59, mengaku dapat ide memadukan seni batik dan gitar berasal dari gurunya, yakni seorang seniman berkebangsaan Kanada dan Amerika Serikat. Pada tahun 2005 dia mulai belajar dan Pada tahun 2007, kreasinya telah di ekspor ke Australia, Kanada, Amerika, dan Negara-negara Eropa.

Keyakinan untuk meraih cita-cita yang diinginkan oleh banyak seniman Indonesia di tingkat internasional memang telah dimiliki sejak belia oleh Pak I Wayan Tuges, 59. Aslinya ia terlahir sebagai pemahat dan bakatnya tersebut telah nampak sejak ia masih berusia sangat belia, yakni umur 5 TAHUN.

Lantas saat ia menginjak pendidikan di Sekolah Dasar, tepatnya kelas 2, si anak desa sudah mampu menjual hasil karyanya ke pasar terdekat. Apa itu ?? “Di desa kami, dulu terkenal dengan burung garuda. Kelas 2 SD saya sudah bisa buat patung garuda dan langsung, itu sudah bisa dipasarin. Dan memang dari siapa saya belajar, dari ayah dan kakek,” jawabnya.

Monday, January 30, 2017

Hasil Kerajinan Desa Bobung, Yogyakarta telah tersebar ke Seluruh Benua setelah 40 tahun

Desa wisata Bobung berada di desa Putat, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul Yogyakarta. Desa wisata ini merupakan sentral pengrajin batik kayu. Desa wisata Bobung memiliki berbagai potensi wisata minat khusus yang menarik. Mulai dari wisata kerajinan batik kayu, wisata alam, wisata budaya, hingga wisata kuliner.
Hasil Kerajinan Desa Bobung, Yogyakarta telah tersebar ke Seluruh
Benua setelah 40 tahun
Produksi topeng kayu sudah ada di desa ini sejak tahun 1960’an. Berawal dari warga dusun Bobung, Yogyakarta yang lebih mengandalkan sektor perkebunan dan pertanian sebagai mata pencaharian pokok. Sebelum dikenal sebagai desa pengrajin batik kayu.

Setelah masa panen tiba, warga dusun Bobung menggelar upacara sukuran dengan tari topeng berlatar panji. Jenis topeng yang dipakai sebagai perangkat utama tarian adalah topeng klasik yang dibuat sendiri oleh penarinya. Akhirnya hingga saat ini, topeng kayu Bobung semakin dikenal dan mendunia. Tari topeng panji pun senantiasa dipentaskan sebagai pertunjukan guna menyambut tiap tamu yang datang ke desa wisata Bobung.

Saturday, January 28, 2017

Kesan elok dan jelita akan Batik dari Ibu Sjully Darsono

Pada tiap rancangannya, Ibu Sjully Darsono senantiasa menggunakan bahan prima yang bisa dirancang secara unik. Selayak gaya para konsumennya yang berasal dari berbagai wilayah di Planet Bumi (Buku Manusia).
Kesan elok dan jelita akan Batik dari Ibu Sjully Darsono
Boleh kita berbangga dong, saat badan dunia PBB mengakui batik sebagai warisan budaya asli milik Negara Indonesia.  Sejak dahulu kala, Nenek Moyang bangsa Indonesia menyatakan batik bukan hanya sekedar pakaian atau busana, tapi juga sebagai simbol identitas bangsa.

Itulah mengapa UNESCO secara resmi menetapkan Batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia pada 2 Oktober 2009. Salah satu orang yang bergerak di bidang ini dan telah menunjukan konsistensi serta perhatiannya akan pelestarian batik Indonesia adalah Ibu Sjully Darsono. Beliau selalu mendukung gerakan untuk memperkenalkan batik hingga pentas dunia.

Friday, December 30, 2016

Guruh Sabdo Nugroho, Seniman Gitar Batik yang telah Go Internasional


Kreasinya diilhami dari kecintaannya membuat gitar. Lingkungan keseharian yang lengkap dengan banyak pengrajin batik, juga turut mempengaruhi. Maklum, pria kelahiran Jakarta, 18 Maret 1986 memang sempat menempuh pendidikan pada salah satu sekolah tinggi swasta di Solo.

Maka jadilah, Pak Guruh Sabdo Nugroho, 30, sejak tahun 2099, mulai berkreasi mengawinkan gitar dengan batik. Uniknya lagi, tak cuma merakit gitar yang dia pahami, ia pun mengajak serta sejumlah pengrajin batik agar lebih berkibar bersama karyanya. Walaupun begitu, angan-angan yang segera dijalankan tidak sebegitu mudah untuk dapat diwujudkan.

Thursday, December 1, 2016

Komitmen Ibu Nonita Respati, 38, untuk Bangsa Melalui Ladang Batik

Pernah gagal saat Banjir besar menyelimuti Kota Solo. Lantas, berkat kesabaran dan ketelitian dari sang penggrajin, Ibu Nonita Respati, 38, berani memantapkan jati diri dari Purana Batik untuk menjadi sebuah brand yang tiada duanya. Apapun jenis dan tekniknya, Purana selalu memiliki komitmen yang terbaik bagi kain Nusantara.

Sekelumit tampak sisi harmoni antara ornamen pembawaan dengan ciri khas yang teruntai. Berasal dari kata amba dan nitik, penyebutan nama batik selalu hadir pada tiap proses pembuatan motif, pewarnaan, hingga perintangan. Tidak terlupa, sisi ketelitan dan kesabaran dari sang pengrajin adalah penentunya.

Memang benar adanya bila dijelaskan seperti itu, karena tiap helai batik selalu mencantumkan nilai-nilai falsafah yang telah tertulis. Sekejap muncul lah beberapa ide saat tangan gemulai menggoreskan canting dan mengisi lembaran kain putih dengan motif-motif yang bersifat bijak, deskriptif, dan persuasif. . . . .Yah, itulah cara membatik. Sulit yah ????

Friday, October 14, 2016

Usaha Kreatif dari Ibu Karsum Bunda bersama Sulaman Indah dari Kain Karawo

Ibu Kasum Bunda mengawali langkah usahanya dengan modal Rp. 15 Juta. Saat ini, www.tokokarawo.com memiliki Omzet mencapai Rp. 360 juta. Sulitnya proses pembuatan inilah yang membuat usahanya membutuhkan setidaknya 50 pengrajin untuk memenuhi pesanan sebanyak 1.000 potong per tahunnya.
Usaha Kreatif dari Ibu Karsum Bunda bersama Sulaman Indah dari
Kain Karawo
Seperti yang kita ketahui, kain bisa menjadi salah satu potensi desain yang mampu membuat seseorang tampak makin mengesankan, mempesona dan juga elegan. Kain juga telah terkenal menjadi salah satu perlengkapan bagi masyarakat modern yang dapat membuat seorang pria dan wanita terlihat makin ganteng, serta cantik.

Bicara lebih khusus tentang kain. Jawa memiliki batik, Palembang mempunyai songket, Tapanuli menghasilkan Ulos, dan Gorontalo sebagai salah satu wilayah di propinsi timur pun tak ketinggalan. Ternyata daerah yang dinamakan Gorontalo juga memiliki sulaman kain bernama Karawang. Adakah kaitannya dengan daerah di Jawa Barat, bernama Kerawang?

Sunday, August 28, 2016

Pak Ibnu Riyanto, 28, Membangun Batik Trusmi Untuk Mengurangi Jumlah Angka Pengangguran

Tidak pernah mencicipi pendidikan di bangku kuliah, namun mampu menoreh namanya pada daftar rekor MURI sebagai pembatik termuda yang memiliki toko batik terluas dan terbesar. Filosofi bisnisnya pun cukup sederhana, ungkapnya kepada Harian Pikiran Rakyat (13/06/2016), "Kerja Keras dan kemauan untuk maju serta berani mengambil resiko."   Pak Ibnu Riyanto, 28, dulunya begitu rajin menawarkan bahan baku batik berupa kain putih atau kain mori ke setiap pengrajin Batik di Cirebon. Pada tahun 2006, ia mulai memberanikan diri untuk berjualan batik di Jakarta. Akhirnya KESUKSESAN begitu mudah ia raih setelah terbentuknya perusahaan Batik Trust Me (Terus Bersemi). Kini setelah 5 tahun berjuang, Pria kelahiran 1 Oktober 1988 berhasil memiliki gerai batik berukuran 500 m2 pada berbagai Mall di Nusantara.
Pak Ibnu Riyanto, 28, Membangun Batik Trusmi Untuk Mengurangi Jumlah
Angka Pengangguran
Sulit rasanya jika membayangkan seorang pria muda sudah bisa menjadi pengusaha sukses dengan penghasilan sangat lumayan. Apalagi jika pencapaian tersebut diperoleh dari keringan sendiri tanpa warisan kekayaan harga orang tua.

Pria dari Jawa Barat berikut benar-benar belajar dari awal sejak ia mulai jatuh cinta dengan baik. Aneka motif, berbagai desain yang menarik, hingga pola-pola batik modern. Semuanya tersaji tuntas pada setia gerainya di berbagai kota. Melalui bendera usaha, Batik Trusmi, Pak Ibnu Riyanto, 28, mulai menjalankan bisnis ini sejak 5 tahun lalu.

Monday, August 1, 2016

Mbak Dea Valencia, Umur 20 Tahun Sudah Menjadi Miliarder Termuda Di Indonesia

Masuk TK (Taman Kanak-Kanak) di usia yang belum genap 2 tahun atau tepatnya 22 bulan. Usia 5 tahun sudah mengikuti pendidikan SD. Hanya 2 tahun menyelesaikan masa pendidikan di SMP serta 2 tahun pula di SMA. Masuk kuliah umur 15 TAHUN dan meraih gelar kesarjanaan pada usia 18 tahun. Kini, usaha batiknya yang bernama Batik Kultur memiliki omzet Rp. 3,5 Milyar per tahun, sekaligus sudah mampu memiliki pasar di laur negeri: Australia, Amerika Serikat, Inggris, Norwegia, Jepang, Singapura, Belanda, dan Jerman.
Mbak Dea Valencia, Umur 20 Tahun Sudah Menjadi Miliarder Termuda
Di Indonesia
Tidak ada karir seorang pengusaha yang dapat berhasil tanpa bantuan dari orang-orang yang tepat. Para pengusaha muda yang telah sukses tentunya sangat mengerti betul tentang aturan ini. Mereka memanfaatkan kecermatan kelompoknya untuk membangun sebuah kredibilitas.

Langsung saja kita mengamati sosok Mbak Dea Valencia, 22. Seorang gadis belia yang manis, lucu, cantik, dan sangat cerdas. Pengalamannya berbisnis memberikan pelajaran: Jika ingin sukses bangunlah bisnis bersama komunitas. Dan memang, sejak awal ia sudah rajin untuk perduli tentang segalanya dari lingkungan sekitar, sampai bersedia untuk merangkul setengah karyawannya berasal dari penyandang cacat.

Label

Agama Air Minum Alat Musik Alumunium Angklung Artis Asmara Automotif Bahan Bakar Bali Bambu Bandung Bank Bank Sampah Barang Bekas Batam Batik Becak Beras Besakih Biola Blogspot Boneka Buah-buahan Budaya dan Tradisi Buka Lapak Buku Bunga Burger Burung Cafe Charlie Tjendapati CNBC Cobek Dandung Santoso Daur Ulang Desa Desain Dodol E-mail Eceng Gondok Edie Juandie Ekonomi dan Perdagangan Es Krim Facebook Flipboard Flora dan Fauna Fruit Carving Furnitur Gadget Gamelan Garam Gerai Gerobak Gitar Google Plus Gula Hari Raya Harian Merdeka Haryadi Chou Hewan Hiburan dan Wisata Hidayah Anka Hidroponik Hijab Hotel http://www.duahari.com Hukum dan Politik Indra Karyanto Instagram Internet Internet Marketing ITB Jagung Jajanan Jamu Jamur Tiram Jangkrik Jawa Barat Jawa Tengah Jawa Timur Jepang Kain dan Pakaian Kaleng Kalimantan Kamera Kapal Laut Karaoke Kartun Kecantikan Kecap Keju Kelautan Kelinci Kemasyarakatan Kendaraan Kerajinan Kereta Kertas Kiat dan Tip Kisah Hidup Koki Komputer dan Teknologi Kopi Koran Kuda Pustaka Kuliner Kumpulan Kurir LA Time Laptop Si Unyil Lidah Buaya Linkedin Liputan 6 Logam Lukisan Kayu Madu Mahasiswa Mainan Anak-Anak Makanan dan Minuman Malang Martabak Masyarakat dan Persoalannya Matras Melukis & Menggambar Metro TV Mineral Miniatur Minyak Atsiri Mitra Mobil Motor Musik Nana Mulyana Narapidana Net TV Ngatmin Biola Bambu Obat dan Kesehatan Olah Raga Ondel-Ondel Online Organik Organisasi Sosial Pameran Panama Papers Pantang Menyerah Papan Selancar Paper Quilling Pariwisata Peluang Usaha Pemulung Pencucian Pendidikan Penelitian Penemuan Penyanyi Penyiar Peralatan Perhiasan Perikanan Permainan Perpustakaan Pertanian dan Perkebunan Perumahan Peternakan Pinterest Plastik Proses Produksi Psikologi dan Mental Putu Gede Asnawa Dikta Puyuh Radio Rancangan Rendang Resep dan Masakan Restoran Robot Roti Salak Sambal Sampah Sandal Sapi Sayur Mayur Sejarah dan Peradaban Sekolah Semarang Seni Seni Pahat Sepatu Sepeda Sindo News Slamet Triamanto Spa Strikingly Suprapto Surabaya Surat Kabar Tahun Baru Tas Tattoo Techno Park Teh Tekhnologi Televisi Telur Terrarium Tukang Cukur Tumang Twitter Venta Agustri Vespa Wanita dan Keindahan Wawancara Wayang Website Wetz Shinoda What's Up Wine Wordpress Yoga Yogyakarta You Tube