Showing posts with label Miniatur. Show all posts
Showing posts with label Miniatur. Show all posts

Friday, February 2, 2018

Miniatur Robot Paling Viral di Akun Sosial. Padahal bahannya hanya Stik Es Krim


Tubuhnya tidak kekar, tidak pula berwajah sangar. Sebaliknya, Edy justru khas dengan wajah ramah. Namun, dia adalah sosok yang hobi menerima tantangan. Bedanya, tantangan yang diterimanya adalah yang menjurus ke hal positif.

Tantangan yang kini membuka jalan, penghasilan tersendiri baginya bermula pada Februari 2017. Kala itu, pria yang kesehariannya bekerja di sebuah kerajinan perak tak jauh dari kediamannya ini mendapat tantangan dari seorang temannya dari kalimantan.

Monday, November 20, 2017

Robot berbahan Stik Es Krim ini Dapat Membuat Anda Berdecak Kagum


Besarnya perhatian masyarakat akan sesuatu yang berbeda dan menarik, tentunya menjadi sebuah harapan baru bagi para pengrajin. Adapun menyulap bahan seadanya menjadi karya yang unik, memang membutuhkan kreatifitas terbaik.

Hal itulah yang dilakukan oleh Pak Haryadi Chou, 38, seorang seniman asal Lampung. Tema yang beliau angkat secara keseluruhan yaitu incredible creation. Dengan penempatan bahan stik es krim yang pas, pria kelahiran 20 Maret 1979 ingin mengesankan bahwa kerajinan yang dibentuk adalah bagian dari bayangan masa depan masyarakat tradisional.

Sunday, April 2, 2017

Stefanus Martin membuat Miniatur Bus secara Manual dan TANPA CETAKAN

Tiap proses pengolahan memerlukan ketelitian, disiplin, talenta, serta kecermatan. Pak Stefanus Martin telah membuktikan hasilnya bersama SM Art Miniature Bus Carosserie. Ia memulai semua ini sejak tahun 2013 Enggak sedikit pelanggannya hingga saat ini merupakan para pensiunan supir dan konduktur bus. Mereka menjadi pelanggan setia, karena bukti hasil karya Miniatur Bus dari Pak Stefanus yang sangat mirip dengan aslinya.

Sebagai salah satu alat transportasi, keberadaan bus antar kota dan antar propinsi ternyata masih menjadi menu favorit dan pilihan utama bagi sebagian besar orang yang mau bepergian ke luar kota. Selain tarif yang relatif lebih murah dibandingkan dengan pesawat, sensasi dan pengalaman menaiki bus antar kota antar propinsi juga menjadi daya tarik tersendiri.

Hal ini lah yang menjadi inspirasi bagi Pak Stefanus Martin untuk membuat miniatur bus antar kota dan propinsi yang sangat mirip dengan aslinya. Sudah 5 tahun pembuat miniatur bus yang diberi nama S.M Art Miniature Bus ini menggeluti usaha ini. Berbagai model bus antar daerah pun sudah dibuatnya. Ketertarikan ia dengan bus juga dipengaruhi oleh cita-citanya pada masa lampau, yakni keinginan untuk memiliki sebuah bus umum standar.

Tuesday, January 10, 2017

Hobi akan Miniatur Kereta Api ?? Ke Toko Milik Pak Ahmad Afiff, 42, Aja Yuk. . . .


Tergantung pemesanan, produk Bios Shop bisa berfungsi sebagai sekedar pajangan ataupun mainan. Sejauh ini mayoritas pembeli datang dari kalangan menengah ke atas. Harganya relatif mahal karena banyak produknya adalah barang impor.

Usaha yang sangat menjanjikan ini bermula dari hobi. Kegemaran mengoleksi miniatur kereta api sejak 1992 cukup menggugah Pak Ahmad Afiff, 42, untuk tergerak lebih perduli. Alasannya jumlah toko miniatur di Jakarta belum banyak. Selain itu, hobinya tersebut senantiasa harus menipiskan jumlah koceknya.

Sunday, December 18, 2016

Miniatur Bus karya Pak Wahyu Resa Restanto, 24, ternyata bahannya dari Barang Bekas

Ini adalah jajaran karya seorang pemuda desa asal gunung kidul, Yogyakarta. Berawal dari kegemarannya pada model transportasi bus, Pak Wahyu Resa Restanto, 24, mulai berkreasi membuat miniatur bus. Hebatnya lagi miniatur ini dibuat dengan memanfaatkan barang bekas.

Belum cukup lama Pak Wahyu Resa Restanto, 24, menggeluti hobinya sebagai pembuat miniatur bus. Kira-kira tahun 2013, ia memulai belajar dan semuanya berasal dari pengamatan belaka. Hingga kreativitasnya pun terasah untuk menjadi seorang pengrajin profesional.

Deretan mainan bus seolah tak memiliki perbedaan sedikitpun dengan miniatur yang biasa dijual di toko mainan ataupun mall. Namun siapa sangka, miniatur bus tersebut adalah kerajinan tangan atau handmade yang terbuat dari limbah atau barang bekas. Saking miripnya dengan asli, pemilik perusahan autobus pernah berminat dengan hasil karyanya.

Friday, December 9, 2016

Toto Rizaldi, dari Lulusan SMP menjadi Pengrajin Miniatur

Pengrajin sejati tidak akan pernah sibuk mengisi kesehariannya hanya untuk mengejar cita-cita. Karena pengrajin sejati senantiasa giat meningkatkan mutu karyanya bagi suatu norma kualitas yang tak mungkin dapat diragukan lagi.

Jangan biarkan waktumu habis hanya untuk mengeluh. Begitu kiranya prinsip yang dipegang erat oleh Pak Toto Rizaldi, 24, dalam menjembatani kemampuannya saat menghasilkan ratusan karya miniatur. “Sya blajar sendiri mncari ilmu sndiri ( Autodidak),” jelasnya kepada saya, Clenoro Suharto di Facebook (26/11/2016).

Lantaran orang tuanya tidak mampu lagi membiayai kelanjutan sekolah nya setelah menempuh pendidikan terakhir di SMP, si Anak Desa tidak menyerah. Siapa sangka keputusan pria kelahiran 22 September 1992 untuk berwirausaha mengantarkannya menjadi sosok yang berguna di masyarakat. Dengan modal uang sebesar Rp. 200.000, Pak Toto lalu membelanjakan bermacam material yang dibutuhkan untuk mengkreasikan kerajinan.

Saturday, October 8, 2016

Miniatur Lokomotif dari Sampah! Pak Sulkan, 61, Telah Membuatnya dengan Sangat Baik

Cita-cita menjadi masinis yang kandas, ternyata justru mengantarkan Sulkan menjadi pebisnis. Perajin miniatur lokomotif, bahkan sudah mematenkan kerajinannya yang unik. Miniatur lokomotif karya Sulkan (61) ini terlihat terpajang rapi di ruang tamu rumahnya, Jalan Pakis 103, Kabupaten Malang.
Miniatur Lokomotif dari Sampah! Pak Sulkan, 50, Telah Membuatnya
dengan Sangat Baik
Impian untuk membuat miniatur diawali dari hobinya sejak 2007. Tidak memiliki background sebagai lulusan insinyur dari bidang tekhnik. Si wong deso hanyalah sosok umumnya pekerja yang pernah menimba pengalaman dalam profesinya sebagai pengrajin kayu.

Tidak jauh memang logika kerjanya. Membentuk sesuatu yang masih samar, hingga kemudian pilihan hasil terbaik menjadi prioritas. Uniknya lagi, bahan baku yang diperoleh berasal dari limbah sampah. Sebut saja: knope tutup panci, botol parfum, peralatan listrik bekas, handle microphone, kaleng susu bekas atau omplong, PCB elektro bekas, dan pipa pvc yang senantiasa digunakan untuk roda miniatur.

Sunday, October 2, 2016

Trainz Café adalah Rumah Makan Terbaik bagi Keluarga, karena Perhatiannya untuk Masyarakat

Bukan tanpa alasan. Trainz Café merupakan tempat yang cocok juga bagi pengunjung yang ingin melepaskan emosi negatif. Kondisinya jelas tidak monoton dan disini, para pengunjung bisa berinteraksi dengan berbagai perangkat fasilitas yang unik dan lucu. Mulai dari kendaraan masyarakat hingga kendaraan pribadi.
Trainz Café adalah Rumah Makan Terbaik bagi Keluarga, karena Perhatiannya
untuk Masyarakat
Senang sekali rasanya bila kita bisa hadir diantara nuansa yang menarik. Dimana inspirasi tumbuh dalam suasana yang santai sambil menikmati makanan dan minuman lezat. Kondisinya pun tidak monoton. Sangat berbeda dibandingkan banyak restoran yang pernah kita hampiri.

Menyadari dirinya sebagai tempat favorit, Trainz Café konsisten menyodorkan berbagai fasilitas yang unik dan lucu. Mulai dari miniatur sampai arena balap mobil lengkap beserta remote yang bisa pelanggan mainkan. Begitu tiba, biasanya perhatian anak-anak tidak akan lepas pada miniatur lokomotif dan miniatur kota jaman dulu di Eropa.

Thursday, September 22, 2016

Di tangan Pak Agung Nugroho, 23! Kaleng Bekas Bisa Datangkan Rp. 350 ribu sehari

Pria asal Kabupaten Pati ini tidak ada background seni sama sekali untuk membangun usahanya. Apalagi terhitung bila proses pembuatan dan pendesainan miniatur tidaklah mudah. Jadi dia hanya berbekal pengalaman pada masa perantauan di Tangerang. Lalu Agung Nugroho, 23, mencoba mengisi waktu yang ada dengan mengotak-atik kaleng minuman bekas sampai dengan botol plastik.   Berbaur bersama sejumlah peralatan sederhana, seperti tang, lem, cutter, dan gunting. Tampak ia rajin mengutak atik dan serius menjalani berbagai percobaan. Hingga hasilnya, ia mendapatkan pesanan dari  teman, serta pembeli dari berbagai daerah, seperti Jakarta, Semarang, dan beberapa tempat di Pulau Sumatera.
Kita patut hadir untuk orang-orang kreatif di Indonesia. Agar supaya karya-karya mereka lebih baik dan berperan efektif guna pengembangan sektor ekonomi di masyarakat. Maksud ini juga memiliki tujuan untuk menghindarkan generasi dari kegiatan dan pengaruh yang sifatnya negatif.

Proses kreatif yang ada bisa dimulai dari lingkungan terdekat. Terutama dalam hal ini, pengelolaan akan sampah dapat dijadikan pembuktiannya. Salah satu diantaranya adalah Pak Agung Nugroho, 23. Secara mandiri, pria dari Kabupaten Pati ini mampu merubah wadah minuman bekas menjadi miniatur helikopter, pesawat, motor vespa, dan becak, serta kapal laut.

Saturday, September 17, 2016

Tak Pernah meraih Gelar Insinyur, tapi karya Miniatur dari Pak Frans Sukarya dikenal oleh Dunia

Tidak memiliki latar belakang pendidikan sebagai Insinyur. Apalagi keterkaitannya dengan disiplim ilmu mengenai bangun membangun, bahkan perihal pengetahuan pada bidang desain dan arsitektur. Pak Frans Sukarya hanyalah seorang rakyat jelata yang berusaha menyalurkan hobinya sejak kecil.   Kerabat seprofesi dari Negara Cina, Jerman, dan Perancis sempat terpukau saat mereka berkunjung ke Taman Miniatur Kereta Api miliknya di Bandung. Bahkan tak segan mereka menyamaratan kualitas produknya dengan kapasitas mutu yang dihadirkan oleh Taman Miniatur di Look Model Railway, Jerman; Northlandz Model Railway, Belanda; Gainsborough model Railway, Inggris; Taman Miniatur Wunderland, Hamburg, Jerman; dan Toogenburg Model Railway, Swiss.
Tak Pernah meraih Gelar Insinyur, tapi karya Miniatur dari Pak Frans Sukarya
dikenal oleh Dunia
Saya kira ia awalnya tumbuh dari seorang yang pandai berimajinasi. Frans, panggilan akrab Pak Frans Sukarya, sosok yang cukup terkenal di Kota Pahlawan berkat keahliannya dalam membuat Miniatur Kereta Api. Hasil kreasinya terbukti telah banyak mengundang decak kagum.

Dirinya sewaktu keil memang seorang figur yang telaten, suka memanfaatkan waktu untuk rajin belajar, serta gemar sekali memperhatikan lokomotif-lokomotif yang terpajang di museum. Kemudian mencoba mewujudkan pengamatannya untuk membuat miniatur lokomotif pada tahun 1996.

Tuesday, September 6, 2016

Tak hanya Sukses di Kerajinan Miniatur, Mantan TKI ini berhasil Menolong para Pengangguran

Setiap orang bisa berkarya walaupun ia hanyalah seorang mantan TKI (Tenaga Kerja Indonesia). Berangkat ke Timur Tengah pada tahun 1990 dan kembali pada 7 tahun berikutnya. Kemudian ia segera merintis usaha Shally Handycraft pada tahun yang sama dengan bermodalkan uang sebesar Rp. 5 juta.   Berkat kretivitas yang dimiliki, Pasar hasil kerajinan limbah kayu yang dihasilkan oleh Pak Slamet Widodo, 47, berhasil merambah pasar dalam negeri maupun Internasional. Sebut saja: Negara Iran, Malaysia, dan India, serta berbagai produsen yang terdapat di benua Eropa. Catatan  sebesar Rp. 160 juta merupakan angka yang wajar untuk dikatan Omzet yang biasanya ia terima pada setiap bulannya.   Cerdas kiranya saya katakan bila kita berbicara tentang kemampuan Pak Slamet dalam hal menjaga hubungan kerja. Semua produksinya dikerjakan oleh warga di sekitar kediaman terutama pemuda desa yang menganggur. Tercatat hasil pengolahan kemanusiaan sampai hari ini, banyak dari mereka sudah keluar dan mengikuti Jejak Pak Widodo guna membuat usaha kerajinan. Tentu, hubungan mereka tidak pernah berhenti sampai saat ini.
Tak hanya Sukses di Kerajinan Miniatur, Mantan TKI ini berhasil Menolong
para Pengangguran
Untuk menjadi mantan TKI yang sukses bukanlah perkara mudah, akan tetapi juga tidak sulit. Hal tersebut tentunya bisa terjadi karena mereka orang kampung. Yakni sosok yang selalu aktif dan seringkali tidak mengenal gengsi saat bekerja.

Apa saja rela mereka kerjakan, seng penting mampu digunakan sebagai penyambung hidup. Buktinya, kompetensi tertentu yang mencakup keterampilan akhirnya berhasil membentuk suatu kenyataan. Pak Slamet Widodo pembuat berbagai motif etnik berbahan kayu.

Monday, August 15, 2016

Anak Tidak Pernah Sekolah Berhasil Mengkreasikan Miniatur Vespa dari Limbah Sampah

Anak Tidak Pernah Sekolah Berhasil Mengkreasikan Miniatur Vespa dari
Limbah Sampah
Kumpulan sampah kaleng. Apa yang sempat terlintas dari pikiran kita saat melihatnya? Dibuat begitu saja atau mengumpulkan sebanyak-banyaknya untuk dijual kepada pengumpul dan mereka lah yang akan mengembalikan barang tersebut ke pabriknya untu diolah kembali.

Mungkin proses ekonomi yang ada akan selalu dikatakan benar. Namun, setelah anda memperhatikan keberhasilan yang bisa dicapai oleh Pak Ujang Mulyadin, 41, dalam mengolah limbah kaleng. Sikap skeptis (ragu-ragu) yang berasal dari kurangnya informasi akan selekasnya anda tinggalkan untuk kemudian menghasilkan karya yang mumpuni.

Sunday, August 7, 2016

20 Pesawat Terbang Miniatur buatan Pak Deden Sopian, 47, dipesan oleh Istana Negara RI

Pak Deden Sopian, 47, lebih memprioritaskan bahan fiber glass atau serat kaca sebagai bahan utama. Setelah fiber diolah melalui racikan dari resin dan katalis, bahan tersebut mampu membuat kreasinya lebih lentur, tahan banting, dan anti pecah. Untuk satu minggunya Tiara Flight Miniatur (https://www.facebook.com/tiara.flightminiatur) mampu memproduksi puluhan miniatur dengan omset Rp. 7 juta sampai dengan Rp. 10 juta/minggu. Pasar ekspor pun segera digerusnya. Sebut saja Negara seprti Singapura, Bangladesh, dan India telah menjadi konsumen tetapnya. Selain Bandung dan DKI Jakarta didaulat sebagai lahan untuk pasar lokal.
20 Pesawat Terbang Miniatur buatan Pak Deden Sopian, 47, dipesan oleh
Istana Negara RI
Hujan cukup deras sore tadi, riuh celoteh sang mata air alam seakan membiusku. Terdiam sejenak, namun terus mataku tak berhenti untuk membaca satu demi satu kalimat yang tersusun. Motivasi pun timbul saat perhatian terpojok pada suatu artikel.

Agak terperangah juga ketika artikel saat Harian Detik (01/08/2016) menceritakan bahwa di Cimahi ada workshop pesawat terbang. Tepatnya di Jln. KH. Usman Dhomiri (Cisangkan Hilir) RT 3 RW 8 Kel. Disitulah seorang pria bernama Deden Sopian, 47, bekerja telaten untuk merancang dan membuat pesawat-pesawat tersebut dengan dibantu sejumlah rekan.

Tuesday, May 31, 2016

OzZa-IcHa Souvenir Mengolah Botol Plastik Menjadi Miniatur Ondel-Ondel Yang Indah

Berbagai ukuran tersaji. Adapun harganya bisa dikatakan murah, yaitu Rp. 35.000 s/d Rp. 50.000. Anda bisa memperhatikan secara lebih seksama semua hasil karya Ozza dan Icha pada alamat blog: http://ozza-icha.blogspot.co.id. Atau langsung saja datang ke OzZa-IcHa Souvenir, 53EA4A1E / 083806447745, di Jln. Dato Tonggara, Kramat Jati, Jakarta Timur.
OzZa-IcHa Souvenir Mengolah Botol Plastik Menjadi Miniatur Ondel-Ondel
Yang Indah

Limbah botol plastik. Apa yang terlintas di pikiran kita saat mendengarnya?

Barang yang satu itu, kalau tidak dijadikan tempat es batu untuk sekedar disimpan di lemari pendingin tentu dibuang, karena dianggap tidak berguna lagi.



Padahal, melalui sentuhan kreativitas, botol plastik bisa menjelma menjadi produk bernilai seni yang tinggi. Ozza dan Icha telah membuktikannya.

Label

Agama Air Minum Alat Musik Alumunium Angklung Artis Asmara Automotif Bahan Bakar Bali Bambu Bandung Bank Bank Sampah Barang Bekas Batam Batik Becak Beras Besakih Biola Blogspot Boneka Buah-buahan Budaya dan Tradisi Buka Lapak Buku Bunga Burger Burung Cafe Charlie Tjendapati CNBC Cobek Dandung Santoso Daur Ulang Desa Desain Dodol E-mail Eceng Gondok Edie Juandie Ekonomi dan Perdagangan Es Krim Facebook Flipboard Flora dan Fauna Fruit Carving Furnitur Gadget Gamelan Garam Gerai Gerobak Gitar Google Plus Gula Hari Raya Harian Merdeka Haryadi Chou Hewan Hiburan dan Wisata Hidayah Anka Hidroponik Hijab Hotel http://www.duahari.com Hukum dan Politik Indra Karyanto Instagram Internet Internet Marketing ITB Jagung Jajanan Jamu Jamur Tiram Jangkrik Jawa Barat Jawa Tengah Jawa Timur Jepang Kain dan Pakaian Kaleng Kalimantan Kamera Kapal Laut Karaoke Kartun Kecantikan Kecap Keju Kelautan Kelinci Kemasyarakatan Kendaraan Kerajinan Kereta Kertas Kiat dan Tip Kisah Hidup Koki Komputer dan Teknologi Kopi Koran Kuda Pustaka Kuliner Kumpulan Kurir LA Time Laptop Si Unyil Lidah Buaya Linkedin Liputan 6 Logam Lukisan Kayu Madu Mahasiswa Mainan Anak-Anak Makanan dan Minuman Malang Martabak Masyarakat dan Persoalannya Matras Melukis & Menggambar Metro TV Mineral Miniatur Minyak Atsiri Mitra Mobil Motor Musik Nana Mulyana Narapidana Net TV Ngatmin Biola Bambu Obat dan Kesehatan Olah Raga Ondel-Ondel Online Organik Organisasi Sosial Pameran Panama Papers Pantang Menyerah Papan Selancar Paper Quilling Pariwisata Peluang Usaha Pemulung Pencucian Pendidikan Penelitian Penemuan Penyanyi Penyiar Peralatan Perhiasan Perikanan Permainan Perpustakaan Pertanian dan Perkebunan Perumahan Peternakan Pinterest Plastik Proses Produksi Psikologi dan Mental Putu Gede Asnawa Dikta Puyuh Radio Rancangan Rendang Resep dan Masakan Restoran Robot Roti Salak Sambal Sampah Sandal Sapi Sayur Mayur Sejarah dan Peradaban Sekolah Semarang Seni Seni Pahat Sepatu Sepeda Sindo News Slamet Triamanto Spa Strikingly Suprapto Surabaya Surat Kabar Tahun Baru Tas Tattoo Techno Park Teh Tekhnologi Televisi Telur Terrarium Tukang Cukur Tumang Twitter Venta Agustri Vespa Wanita dan Keindahan Wawancara Wayang Website Wetz Shinoda What's Up Wine Wordpress Yoga Yogyakarta You Tube