Tidak ada yang terbuang. Ekspresi telur begitu sederhana dan memiliki bentuk kelengkungan yang lembut dan alami, menurutnya sangat sangat menarik. Itu yang membuat si warga desa lulusan SMA ingin menggunakannya sebagai media. "Kebetulan orang tua saya juga pedagang (mie ayam) yang bahan utama pembuatan nya dengan telur juga. Maka sedikit demi sedikit saaya kumpulkan dan diolah hingga bisa dibuat menjadi karya kulit telur..." jelas Pak Agus Salim, 25, di Facebook (21/12/2017).
Nilai-nilai positif akan selalu menghasilkan banyak hal yang berguna bagi masyarakat
Showing posts with label Seni. Show all posts
Showing posts with label Seni. Show all posts
Thursday, January 18, 2018
Ekspresi Seni Pak Agus Salim Dalam Semangkuk Kulit Telur
Tidak ada yang terbuang. Ekspresi telur begitu sederhana dan memiliki bentuk kelengkungan yang lembut dan alami, menurutnya sangat sangat menarik. Itu yang membuat si warga desa lulusan SMA ingin menggunakannya sebagai media. "Kebetulan orang tua saya juga pedagang (mie ayam) yang bahan utama pembuatan nya dengan telur juga. Maka sedikit demi sedikit saaya kumpulkan dan diolah hingga bisa dibuat menjadi karya kulit telur..." jelas Pak Agus Salim, 25, di Facebook (21/12/2017).
Monday, December 25, 2017
Indhy Agiviena Putri, pemilik bisnis Rumah Bolu Art
Gratia Mutiara Shanti, Pemilik bisnis ukulele bermerek UKUiki
Halo seleb berani beda. Tenang, saya lagi enggak lagi mau ngamen kok. Saya cuman mau belajar memainkan alat musik yang satu ini, sambil melihat proses pembuatan ukulele lukis. Mau tahu seperti apa ?? Saksikan terus, hanya di berani beda.
Gratia Mutiara Shanti, Pengusaha Ukulele Lukis, “Awal mulanya sih, karena emang suka maenin musik yah. Terus saya pernah lihat ada ukulele yang unik, karena dia ada gambar-gambarnya. Walaupun waktu itu dia dicetak yah, bukan dilukis. Terus ada ide, kenapa enggak bikin ukulele. Yang tadinya saya sendiri sempat minta tolong sama teman untuk melukis. Tapi terus enggak puas, karena itu kemudian mulai coba untuk melukis sendiri. Kenapa namanya okuiki, karena ukulele kan, singkatannya iku. Terus, iku sendiri sebenarnya berasal dari bahasa Jawa, artinya “ini”. Jadi sesimpel itu cuman artinya “Ini Ukulele.” Bedanya sih karena dilukisan itu. Jadi personal ice, kayak, unik gituh.”
Labels:
Alat Musik,
Liputan 6,
Musik,
Seni
Friday, December 22, 2017
Yusron Sudiono, Pelukis Beraliran Pointilisme
Titik-titik itu kian digemari, mencoba terus berekspresi dengan cara yang unik. Semacam gaya seni lukis pointilisme katanya. Yang mana tiap sentuhan titik dijadikan komponen utama dalam pembentuk setiap makna seni. Bukan lagi hanya sekedar alat bantu.
Ingin mengetahui lebih banyak tentang pointilisme, itu berarti sama saja membicarakan seni lukis beraliran do painting atau dot art. Bapak dari dot painting Indonesia adalah I Gusti Ngurah Gede Pemecutan, yang memperkenalkan gaya seni lukis ini sejak tahun 1959. Banyk seniman kala itu menggunakan kuas sebagai alat melukis, ia sendiri secara konsisten merubah pola kebiasaan itu melalui sidik jarinya.
Location:
Bondowoso Regency, East Java, Indonesia
Thursday, December 7, 2017
Modal Mbak Marvelly sebanyak "0" (Nol) Rupiah untuk memulai Rajutan Pelangi
Hari gini masih ngerumpi aje dan keluyuran. Kasihan dong sama pengetahuan kita selama ini. Mending merajut, siapa tahu dapat penghasilan yang bisa membantu. Perlu diketahui bahwa merajut juga bisa melatih otak, karena untuk melakukan aktivitas ini membutuhkan ketelitian dan konsentrasi.
Sejak dulu, merajut ternyata bukanlah kegiatan tanpa manfaat yang hanya sekedar pengisi waktu luang. Seiring dengan perkembangan masing-masing individu ataupun kelompok saat berlatih, nantinya juga akan dapat hasilnya. Rata-rata memang seringkali mengalami kegagalan selagi masih baru mencoba. Namun bila anda tidak menyerah untuk terus mencoba, saya kira kisah perjalanan Mbak Marvelly Widada, 22, dapat menjadi inspirasi yang sangat baik untuk kami semua.
Thursday, November 16, 2017
Menyisir Jejak Sejarah Seni Fruit Carving di Nusantara
Ia telah melukis banyak gambar bagi kita semua. Menjadikan panenan buah para petani yang tadinya hanya sekedar komoditi untuk dikonsumsi saja, kini telah berhasil merefleksikan dirinya pada suatu tata nilai yang sangat bijaksana. Karena keinginan belajar dan memaknai sejarah jualah, Pak Suprapto, 35, atau banyak temannya memanggil Rabbani Art, menemukan ide sederhana, sebagai cikal bakal pendirian IFC (Indonesia Fruit Carving).
Thursday, November 9, 2017
Semerbak Fruit & Vegetable Carving Diantara Goresan Tangan Pak Simbon
Manisnya rasa buah masih terasa begitu lekat di tiap pandangan. Panorama harum dibiarkan terurai, serta sengaja disajikan dengan sangat elok untuk menggugah selera. Di tangan pria yang sering dipanggil Pak Simbon, benda-benda ini dimanfaatkan sebagai kesatuan, sejiwa, senyawa, tuk menjadi karya seni.
Tengok saja pada galeri foto yang telah beliau upload. Semerbak kemeriahan dan kenyamanan menjadi aksentuasi yang pas guna mendeskripsikan tiap karyanya. Sedari awal, ia memulainya dengan mempelajari dasar mengukir buah menjadi sekuntum bunga. Lalu kemudian mulai serius belajar untuk kategori thailand art dan basic karakter.
Wednesday, September 13, 2017
Pengalaman Seorang Fotografer Dalam Sebuah Pameran Lukisan
Ada banyak hal menarik yang dapat tiap tamu temui pada perhelatan sederhana ini. Yakni, pameran sebagai proses untuk menindaklanjuti ekspektasi pengalaman melalui pagelaran seni. Mengalami jatuh bangun setelah lulus SMA (Sekolah Menengah Atas), namun selalu berhasil melewati rintangan.
Bakat seni pria kelahiran Jakarta, 23 Januari 1952 ini memang sudah muncul sejak duduk di bangku sekolah menengah. Kala itu, ia tidak melanjutkan jenjang pendidikannya ke Universitas. Jadi langsung menimba ilmu di lapangan. Saat terjun ke dunia kerja, ia lebih banyak memilih job sebagai fotografer.
Wednesday, September 6, 2017
Cantik Buahnya, Manis Bisnisnya (Fruit Carving)
Anda pasti pernah melihat tampilan buah segar yang diukir hingga menjadi sangat cantik, indah, dan menarik. Seni menghidangkan makanan dengan keindahan ini muncul berkat keterampilan para pemahat buah.
Kini, profesi ini kian dibutuhkan oleh industri makanan dan minuman. Pamornya semakin bersinar beberapa tahun terakhir seiring dengan terus berkembangnya bisnis kuliner. Sesuai namanya, fruit carving adalah hasil seniman yang punya keahlian mengukir buah. Mereka bertugas mengukir tampilan buah yang secantik mungkin, sehingga bisa menerbitkan selera orang yang melihatnya.
Labels:
Fruit Carving,
Koran,
Makanan dan Minuman,
Seni,
Wetz Shinoda
Location:
Jakarta, Indonesia
Wednesday, May 31, 2017
Sejarah Fruit Carving di Indonesia, bersama Pak Wetz Shinoda
Seni pahat berbahan buah yang tentunya sehat dan segar. Aktivitas ini terkenal dengan sebutan, 'Fruit Carving.' Ragam bentuk bisa dikreasikan sesuai dengan daya imajinasi sang kreator. Penggunaan buah sebagai media seni, hingga kini sudah ada sejak 700 tahun lalu. Tepatnya di Sakoikoi, Thailand.
Fruit carving pertama kali ditemukan pada tahun 1364. Seorang seniman ulung bernama Nang Noppamart membuat dekorasi lampu perahu pada festival yang rutin dilakukan saat bulan pernama yang jatuh pada bulan Desember. Ia mengukir buah dan sayuran menjadi bunga hingga karya ukirannya terlihat seperti rangkaian bunga Lili yang sangat indah.
Labels:
Blogspot,
Fruit Carving,
Google Plus,
Hotel,
Instagram,
Koki,
Pinterest,
Resep dan Masakan,
Sejarah dan Peradaban,
Seni,
Wawancara,
Wetz Shinoda,
You Tube
Location:
Jakarta, Indonesia
Monday, April 24, 2017
Iwan Hoerditarto, Sang Gitaris yang bisa Mencuci SEPATU Kotor anda
Ini bukanlah jasa laundry pakaian. Ini adalah jasa laundry sepatu yang kini mulai menjadi trend di kalangan anak muda dan pastinya jadi peluang bisnis juga yang menjanjikan. Khususnya trend sepatu sneaker dan running yang mulai kembali muncul pada tahun 2014.
Location:
Jakarta, Indonesia
Monday, March 27, 2017
Engkos Perkasa, seorang Guru yang juga menggeluti Profesi sebagai Pembuat Gitar
1 (Satu) harapan kecil sempat menghampiriku saat mengadakan perjalanan selayaknya anak muda seumur ku di Kota Pahlawan. Memang kebetulan juga, aku saat itu masih menimba ilmu pada Fakultas Hukum di Universitas Erlangga.
Adalah kebaikan hati sosok penjaga toko musik terbesar dan tertua di Surabaya. Namanya Pak Liadi, seorang pembuat gitar yang nyaris buta karena sudah berumur tua. Tak disangka saat itu ia mau mengajarkan saya tentang tata cara membuat gitar. Asal sumber dayanya terbentuk dari bahan alam yang banyak orang desa sering menyebutnya Kayu Waru atau tepatnya pepohonan yang berasal dari Pegunungan Waru.
Labels:
Alat Musik,
Facebook,
Gitar,
Musik,
Peluang Usaha,
Seni,
Wawancara,
You Tube
Location:
Sidoarjo Regency, East Java, Indonesia
Friday, September 30, 2016
Terima Kasih Pemerintah Republik Indonesia atas Karya Kreatif dari Narapidana di Napi Craft
![]() |
| Terima Kasih Pemerintah Republik Indonesia atas Karya Kreatif dari Narapidana di Napi Craft |
Terwujudnya kreativitas dapat terjadi dimana saja dan kapan saja, bahkan di dalam penjara sekalipun. Apalagi setelah kita memperhatikan lebih seksama kepada hasil kinerja Pemerintah RI untuk permasalahan yang satu ini. Amir Mahmud, salah satu narapidana yang divonis selama 14 tahun karena kasus asusila terlihat sibuk memintal benang emas. Sedangkan yang lain; sibuk mengasah batu akik, mendesain potongan kayu, dan di ruangan yang berbeda, ada napi yang begitu ceria saat mengerjakan kerajinan kain tapis.
Saturday, July 9, 2016
Denting Gamelan Pak Joko Darmono, Menghaluskan Warisan Nada Untuk Hati Kita
![]() |
| Denting Gamelan Pak Joko Darmono, Menghaluskan Warisan Nada Untuk Hati Kita |
Acapkali menghadirkan suara atau bunyi yang sangat lembut, seolah membentuk keselarasan hidup dan suasana jiwa yang selalu tenang. Ini berarti cenderung Masyarakat Jawa menghindar akan ekspresi yang tempramental, serta selalu yakin untuk mampu mewujudkan toleransi antar sesama.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Label
Agama
Air Minum
Alat Musik
Alumunium
Angklung
Artis
Asmara
Automotif
Bahan Bakar
Bali
Bambu
Bandung
Bank
Bank Sampah
Barang Bekas
Batam
Batik
Becak
Beras
Besakih
Biola
Blogspot
Boneka
Buah-buahan
Budaya dan Tradisi
Buka Lapak
Buku
Bunga
Burger
Burung
Cafe
Charlie Tjendapati
CNBC
Cobek
Dandung Santoso
Daur Ulang
Desa
Desain
Dodol
E-mail
Eceng Gondok
Edie Juandie
Ekonomi dan Perdagangan
Es Krim
Facebook
Flipboard
Flora dan Fauna
Fruit Carving
Furnitur
Gadget
Gamelan
Garam
Gerai
Gerobak
Gitar
Google Plus
Gula
Hari Raya
Harian Merdeka
Haryadi Chou
Hewan
Hiburan dan Wisata
Hidayah Anka
Hidroponik
Hijab
Hotel
http://www.duahari.com
Hukum dan Politik
Indra Karyanto
Instagram
Internet
Internet Marketing
ITB
Jagung
Jajanan
Jamu
Jamur Tiram
Jangkrik
Jawa Barat
Jawa Tengah
Jawa Timur
Jepang
Kain dan Pakaian
Kaleng
Kalimantan
Kamera
Kapal Laut
Karaoke
Kartun
Kecantikan
Kecap
Keju
Kelautan
Kelinci
Kemasyarakatan
Kendaraan
Kerajinan
Kereta
Kertas
Kiat dan Tip
Kisah Hidup
Koki
Komputer dan Teknologi
Kopi
Koran
Kuda Pustaka
Kuliner
Kumpulan
Kurir
LA Time
Laptop Si Unyil
Lidah Buaya
Linkedin
Liputan 6
Logam
Lukisan Kayu
Madu
Mahasiswa
Mainan Anak-Anak
Makanan dan Minuman
Malang
Martabak
Masyarakat dan Persoalannya
Matras
Melukis & Menggambar
Metro TV
Mineral
Miniatur
Minyak Atsiri
Mitra
Mobil
Motor
Musik
Nana Mulyana
Narapidana
Net TV
Ngatmin Biola Bambu
Obat dan Kesehatan
Olah Raga
Ondel-Ondel
Online
Organik
Organisasi Sosial
Pameran
Panama Papers
Pantang Menyerah
Papan Selancar
Paper Quilling
Pariwisata
Peluang Usaha
Pemulung
Pencucian
Pendidikan
Penelitian
Penemuan
Penyanyi
Penyiar
Peralatan
Perhiasan
Perikanan
Permainan
Perpustakaan
Pertanian dan Perkebunan
Perumahan
Peternakan
Pinterest
Plastik
Proses Produksi
Psikologi dan Mental
Putu Gede Asnawa Dikta
Puyuh
Radio
Rancangan
Rendang
Resep dan Masakan
Restoran
Robot
Roti
Salak
Sambal
Sampah
Sandal
Sapi
Sayur Mayur
Sejarah dan Peradaban
Sekolah
Semarang
Seni
Seni Pahat
Sepatu
Sepeda
Sindo News
Slamet Triamanto
Spa
Strikingly
Suprapto
Surabaya
Surat Kabar
Tahun Baru
Tas
Tattoo
Techno Park
Teh
Tekhnologi
Televisi
Telur
Terrarium
Tukang Cukur
Tumang
Twitter
Venta Agustri
Vespa
Wanita dan Keindahan
Wawancara
Wayang
Website
Wetz Shinoda
What's Up
Wine
Wordpress
Yoga
Yogyakarta
You Tube













