Showing posts with label Ekonomi dan Perdagangan. Show all posts
Showing posts with label Ekonomi dan Perdagangan. Show all posts

Friday, April 14, 2017

Pasar Terapung Lok Baintan. Kearifan Lokal dari Abad ke 16 yang Masih Ada

Biasanya aktivitas perdagangan di pasar terapung Lok Baintan, Banjar, Kalimantan Selatan sudah mulai ramai sejak 6 pagi. Sangat banyak pilihan produk yang bisa anda temukan disana. Rata-rata sih buah-buahan dan sayur-sayuran, makanan, serta kue kuliner khas daerah setempat pun kerap anda temukan. Menu andalannya yaitu Soto Banjar dan Ketupat Kadangan.

Nampak begitu rapi dan asri ketika konvoi perahu sebelum pukul 06:00 Pagi Waktu Indonesia Bagian Tengh berkunjung rutin. Mereka menjajakan berbagai barang dagangan, seperti: buah-buahan, sayur mayur, makanan tradisional, dan sebagainya. Perahu-perahu itu milik para pedagang dan buruh tani yang ikut memasarkan hasil pengolahan selama ini disana.

Berlokasi di sebuah desa Binangan, Kecamatan Sungai Tabuk, Banjar, Kalimantan Selatan. Sering pelancong menyebutnya Pasar terapung Lok Baintan. Untuk menuju lokasi pasar terapung, kita bisa menggunakan angkutan sungai seperti kelotok dan jukung atau perahu kecil dengan kapasitas jumlah penumpang sekitar 8 hingga 18 orang. Suasana pasar memberikan sebuah kehangatan yang sangat menakjubkan bagi para penggemar fotografi landscape dan human interest.

Saturday, November 19, 2016

L Foodies ditulis secara Matang oleh Pak Hidayah Anka, 34, untuk rakyat Bumi (Buku Manusia)

Pak Hidayah Anka, 34, adalah seorang koki yang telah memberikan bukti nyata akan perjalanan karirnya di dunia Internasional. Penyajian akan kelezatan masakannya telah diakui oleh 8 hotel dan semuanya berada di Luar Negeri. Olahannya sangat unik, kaya rasa dan terbentuk dari komponen ide yang sangat apik. Melalui tiap artikel yang ia tulis di L Foodies, pria yang sering dipanggil Mas Ogie benar-benar memahami tentang arti sebenarnya akan sebuah kelezatan dari suatu masakan. Suatu komitmen nyata yang pastinya mampu mendatangkan perhatian positif dari berbagai kalangan. Apalagi penyajian resep dan penjelasan terasa lengkap bersama penuturan yang ramah dan sangat santun.
Wah pasti enak ya! Apalagi, semua itu didukung oleh bakat yang telah terbukti secara nyata. Racikan bumbu yang digabungkan dengan segarnya sayur mayur dari umumnya hasil pengolahan pertanian dan perkebunan di dunia. Pastinya perilaku memasak telah mampu menghadirkan kondisi cerdas bagi seluruh kalangan rakyat Bumi (Buku Manusia).

Khasanah perjalanan pun ternyata sempat pula menelurkan berbagai kesempatan bagi para penduduknya. Tentu pilihan kita tidak pernah salah bila perlu kiranya kita sekali-kali mencoba berbagai menu terbaik dari koki berkebangsaan Indonesia yang bekerja di luar negeri. Kemauan yang keras bersama kesempatan yang terbuka membuat Pak Hidayah Anka, 34, tidak ingin menyia-nyiakan anugerah yang telah diberikan. Bahkan ia memulai segalanya dari modal seadanya.

Friday, September 30, 2016

Terima Kasih Pemerintah Republik Indonesia atas Karya Kreatif dari Narapidana di Napi Craft

Kebanyakan hasil kerajinan tangan yang habis laku dijual adalah Sepatu kulit hasil buatan tangan warga binaannya, serta batik tulis dan kerajinan dompet yang terbuat dari kulit.
Terima Kasih Pemerintah Republik Indonesia atas Karya Kreatif dari Narapidana
di Napi Craft
Wajah-wajah ceria menghiasi ruang tunggu di Lapas Rajabasa, Bandar Lampung. Tawa riang sang bocah ikut mewarnai pertemuan singkat keluarga dan kerabat. Ucapnya sederhana bersama keyakinan kuat, 'Orang tua ku telah menjadi sosok yang positif bagi masyarakat.'

Terwujudnya kreativitas dapat terjadi dimana saja dan kapan saja, bahkan di dalam penjara sekalipun. Apalagi setelah kita memperhatikan lebih seksama kepada hasil kinerja Pemerintah RI untuk permasalahan yang satu ini. Amir Mahmud, salah satu narapidana yang divonis selama 14 tahun karena kasus asusila terlihat sibuk memintal benang emas. Sedangkan yang lain; sibuk mengasah batu akik, mendesain potongan kayu, dan di ruangan yang berbeda, ada napi yang begitu ceria saat mengerjakan kerajinan kain tapis.

Wednesday, September 28, 2016

Batu Cobek buatan Ibu Riyati, 52, Untungnya Rp. 4 juta per Bulan

Walau dianggap sepele, cobek selalu menjadi institusi penting bagi dapur keluarga. Keberadaannya dibutuhkan guna menghaluskan bumbu kala ibunda menyajikan masakan, termasuk aneka sambal dengan berbagai pilihan seduhan resep. Ibu Riyati, 52, namanya. Dia tidak sendiri membuat cobek di daerahnya. Ada 60-an kepala keluarga yang terdapat di Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang dan biasa memasarkan hasil kerjanya hingga luar pulau Jawa. Puluhan pengrajin di desa tersebut, hidup dari membuat cobek yang bahannya diambil dari batu di lereng Gunung Arjuno.
Batu Cobek buatan Ibu Riyati, 52, Untungnya Rp. 4 juta per Bulan
Batu hitam dan berat ini sudah menjadi teman memasak paling favorit bagi para keluarga di Indonesia sejak dahulu kala. Bukan ku menceritakannya tanpa alasan. Alat tradisional yang memiliki manfaat untuk menghaluskan bumbu dan bahan-bahan lainnya.

Cobek namanya. Perangkat masak yang terbuat dari batu dan tahan terhadap pengaruh suhu, air, bahkan benturan sekalipun. Jika lumpang atau cobek yang anda inginkan adalah berasal dari Batu Gunung Arjuno, maka tidak salah untuk ditelaah lebih lanjut. Produksi cobek yang dilakukan telah dijalankan secara turun temurun oleh para pengrajin yang berada di Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

Saturday, September 24, 2016

Indahnya hasil Revitalisasi Desa di Pulau Dewata dan Pak Putu Gede Asnawa Dikta adalah tokohnya

Inspirasi bagi warga desa bisa datang dari mana saja, tak terkecuali dari fenomena yang dimiliki sejak 1920-an dan Pak Putu Gede Asnawa Dikta adalah seorang mahasiswa yang berusaha merevitalisasi keunggulan tersebut. Hanya dalam kurun waktu selama 4 tahun saja, ia telah berhasil merealisasikan programnya pada sektor primer (pertanian) dan sektor tersier (pariwisata).   Saat ini, Masyarakat di Desa Sibetan, Kabupaten Karangasem, Bali, berani memPROKLAMIRkan daerahnya sebagai wilayah AGROWISATA BARU di Pulau Dewata. Bahkan mereka juga telah mampu mengolah buah salak menjadi beragam kebutuhan panganan, mulai dari manisan, dodol, keripik, sirup, caramel, hingga produk kopi. Serta dari sekian jenis olahan, salak pun bisa menghasilkan minuman khas dari Budaya Italia dan sejak tahun 2013, mereka sudah mengekpor produk tersebut ke Eropa.   UNIK-nya lagi! Anda dan para wisatawan yang datang, TIDAK akan pernah menemukan HOTEL disana. Jadi, setiap masyarakat desa siap memberikan fasilitas home stay (rumah singgah) dan paket field trip (jalan-jalan berkeliling desa), serta menghadirkan khasanah budaya Pulau Dewata pada setiap perjumpaan. . . . . . . Wow, Menarik sekali tampaknya.
Indahnya hasil Revitalisasi Desa di Pulau Dewata dan Pak Putu Gede Asnawa
Dikta adalah tokohnya
Pengembangan sektor pertanian yang digabung dengan unsur wisata merupakan sebuah terobosan yang memiliki manfaat ganda. Aktivitas ini berbeda dari lainnya. Ketika wilayah terus digali, pastinya semua itu tidak akan pernah habis, tak pernah sepi, terutama saat fungsi dan manfaat mampu berinteraksi.

Di sisi lain, memperhatikan para pengunjung ceria, senang, dan sangat jarang yang datang sendirian, memberi rasa yang tak ternilai. Harapan tanpa harus merogoh kocek besar, mereka bisa menikmati keindahan alam yang luar biasa ini. Belum lagi, animo yang cukup tinggi datang dari masyarakat perkotaan, mereka kerap menyukai rutinitas ringan guna melepas kepenatan.

Tuesday, July 12, 2016

Ibu Tuti Nurhayati Pantang Menyerah guna Meraih Kesuksesan dengan Cara yang Manusiawi

Walau Usahanya hampir pailit, Ibu Tuti Nurhayati tetap mempertahankan buruh-buruhnya untuk bekerja. Bahkan ia menggunakan tabungannya sendiri guna membayar gaji pegawai. Dan BENAR. . . . . Kini, ia dan Zhovy Toys memiliki perputaran uang diatas Rp. 100 juta untuk perbulannya.
Ibu Tuti Nurhayati Pantang Menyerah guna Meraih Kesuksesan
dengan Cara yang Manusiawi
Gang itu terlampau sempit. Bahkan, salah satu motor harus berhenti merapat ke pinggir ketika berpapasan dengan motor lain. Diantara gang sempit itulah Ibu Tuti Nurhayati tinggal di suatu rumah untuk memulai segalanya.

Kesan itu sedemikian kental terbentuk di setiap benak orang yang melihat. Sosok yang tegas, disiplin, dan sangat jujur. Terlebih lagi saat langkah kepemimpinannya mampu menjelaskan maknsa sebenarnya dari nilai-nilai Wanita Indonesia sesungguhnya.

Thursday, July 7, 2016

Pak Taufiq Rahman Jatuh Bangun Tanpa Akhir. Kini, Ia Memiliki Omzet Rp. 2 Miliar Per Bulan

"Saya hampir 2 tahun cuma diketawain orang aja, disangkain bohong. Karena saya nggak bisa buktiin bambu beneran apa bohong." Bahkan isterinya sendiri sempat pesimis dengan semua yang telah ia lakukan. Namun kini, setiap bulannya usaha Pak Taufik Rahman acapkali mengekspor produknya ke Amerika, Italia, dan Malaysia.

Sepatu dari kulit, itu sudah biasa. Tapi bagaimana jika alas kaki modern tersebut dibuat dari Bambu? Faktor inilah yang perlu dijadikan pertanyaan. Pastinya keberanian dan jiwa pantang menyerah menjadi modal utama Pak Taufiq Rahman terjun dalam dunia bisnis.

Lahir di Jombang, 8 November 1964, si anak Desa mengaruhi berbagai tipikal pekerjaan sebagai tenaga pemasar selama 20 tahun. Memulai kehidupan baru di Ibu Kota, ia sempat mencicipi kesempatan kerja di perusahaan Farmasi. Kemudian mencoba untuk meraih sejumlah pengalaman sebagai pemasok barang-barang komputer, pabrik kaus kaki dan penyalur pupuk organik.

Monday, July 4, 2016

Rasanya Khas: Gula Semut dari Kulon Progo diminati oleh Pasar Amerika dan Eropa

Dalam satu lokasi kawasan pembuatan gula semut, terdapat 70 kelompok tani yang bertugas untuk mengelola dan menjual gula semut dengan harga Rp. 20.000 per kilogram. Menurut Rohmadi Suropati, ketua kelompok usaha, biasanya rata-rata pekerjanya untuk waktu seminggu mampu memperoleh pendapatan sebesar Rp. 20 juta dengan jumlah total produk 1 ton.
Rasanya Khas: Gula Semut dari Kulon Progo diminati oleh Pasar
Amerika dan Eropa
Kawasan Kulon Progo, Yogyakarta bukan hanya dikenal sebagai tempat wisata yang menyajikan keindahan alam. Di tempat ini juga dikenal sebagai sentra pembuatan gula semut. Produk yang telah mampu untuk diminati oleh pasar Amerika dan Eropa.

Lantas, apa sih Gula Semut? Yaitu gula merah berbentuk semut atau serbuk. Warnanya merah, terdiri dari butiran kecil seperti pasir. Dari sadapan nira pohon kelapa, terciptalah gula semut yang memiliki cita rasa khas. Berton-ton gula semut setiap bulannya dihasilkan oleh sentra produksi yang terletak di desa Hargotirto, Hargorejo, dan Hargowilis.

Monday, June 20, 2016

Masyarakat Pengumpul Madu Memiliki Pendapatan Rp. 4 Milyar Untuk Sekali Musim Panen

Setiap Periau (Pengumpul madu hutan) menggunakan cara yang ramah lingkungan dalam tiap proses produksi madu. Melalui harga minimum per kilonya Rp. 85 ribu hingga Rp. 100 ribu, Masyarakat dari desa Leboyan dan Semangit mampu membeli speedboat 15 pk seharga Rp. 28 juta untuk sekali panen.
Masyarakat Pengumpul Madu Memiliki Pendapatan Rp. 4 Milyar
Untuk Sekali Musim Panen
Mengingat pertumbuhan angkatan kerja di Indonesia memiliki peningkatan dengan rata-rata sebesar 3 juta / tahun. Perlu kiranya bagi kita menilai bahwa investasi pada sektor swasta amat penting untuk digenjot.

Tidak terlupa juga, bila kegiatan pembangunan ekonomi harus bisa mewariskan kesejahteraan kepada generasi dan lingkungan. Dengan kata lain, kerjasama antara ilmu pengetahuan, teknologi, interaksi industri, serta perkembangan masyarakat global dapat memiliki peranan penting guna mengatasi perubahan iklim.

Limbah Kerang Yang Mendunia: Untungnya Rp. 15 Juta Per Bulan

Selain untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri yang diperuntukkan bagi wisatawan Bali, hasil kerajinan tangan masyarakat Pulau Serangan diekspor ke Yunani, Maladewa, Amerika Serikat, Jepang, dan Amerika Latin (Republik Dominika dan Panama). Kerajinan dijual dengan harga Rp. 20 ribu untuk aksesoris perhiasan, perkakas rumah tangga, gantungan kunci, bingkai foto, penutup lampu, manik-manik, dan Rp. 250 ribu untuk patung. Adapun limbah kerang didapat dengan harga Rp. 25.000/kilo untuk kerang kuning dan Rp. 30.000 untuk kerang hitam.
Limbah Kerang Yang Mendunia: Untungnya Rp. 15 Juta Per Bulan
Dampak melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ibarat dua sisi mata uang bagi para pelaku usaha. Di satu sisi, pelemahan rupiah bisa membuat pengusaha yang mengandalkan pasokan bahan baku impor, semakin sempoyongan. Di sisi lain, pelaku usaha yang mengandalkan pasar ekspor mampu meraup laba sebesar-besarnya dari selisih yang ada.

Efek positif dan efek negatif! Semuanya pernah dirasakan oleh pengusaha dari Bali, namanya Pak Imade Kanan Jaya. Omzet rata-rata usaha miliknya pernah meraih keuntungan sebesar Rp. 500 Juta/bulan, sebelum kejadian bom Bali. Setelah tragedi, angka tersebut mengalami penurunan yang sangat drastis yaitu Rp. 15 Juta/bulan. Papar pemilik Ayu & Bagus Collection kepada Neraca, "Sebelum bom Bali, karyawan banyak. Sekarang di kelompok ada 18 orang. Kita bekerja berdasarkan order."

Saturday, June 18, 2016

Si Kumis: Lebih Sehat Untuk Konsumen Bersama Produk Lokal Dan Transparansi Pasar

Berkat perencanaan- perencanaan yang lebih memfokuskan kepada marketplace guna pengantisipasian kenaikan harga pada bidang pertanian, peternakan dan perkebunan, Si Kumis <http://www.sikumis.com/> selalu yakin untuk mampu berjalan lebih baik.
Si Kumis: Lebih Sehat Untuk Konsumen Bersama Produk Lokal Dan
Transparansi Pasar

Geliat belanja dengan memanfaatkan internet, kian menjamur. Semua produk yang anda butuhkan dan inginkan, bisa kamu temukan secara online. Kemudahan belanja secara online semakin membuat cara ini digemari oleh masyarakat.

Lewat belanja online, para pelanggan tidak perlu capek-capek lagi untuk keliling toko. Semua tinggal pilih dan klik. Lantas: Jreng! Semua sudah bisa dimiliki dan tinggal tunggu sang pengantar untuk menyampaikannya. Adapun proses transaksi pun terbilang cukup mudah.

Wednesday, June 15, 2016

Pak Honorius Rachmantio: Pengusaha Keju Yang Sukses Di Internasional, Berkat 90% Buruh Lokal

Kenyataan krisis moneter pada tahun 1998 adalah masalah yang tidak diinginkan oleh juta pengusaha pada saat itu. Namun Pak Honorius Rachmantio mampu menggunakan intuisi bisnisnya guna meolong para peternak Sapi dan 90% Buruh lokal dari Sukabumi. Alhasil, Keju Baros mampu meraih sukses di Dunia Internasional.
Pak Honorius Rachmantio: Pengusaha Keju Yang Sukses Di Internasional,
Berkat 90% Buruh Lokal

Bukan kegiatan yang mudah memang. Namun, tekad dan keseriusan yang kuat telah terbukti mampu menjawab segalanya. Itulah prinsip hidup yang di pegang oleh seorang pria kelahiran Tangkil, Cirebon.


Memiliki invovasi dalam mengembangkan suatu produk, ada kiranya kita mengakui setiap hasil kerja yang dimiliki oleh Pak Honorius Rachmantio, 79. Mahasiswa yang pernah mengenyam pendidikan di Technical University, salah satu Universitas yang kala itu berada di wilayah Jerman Barat.

Tuesday, June 7, 2016

Pak Hendi Rahmat Membuat Masyarakat kota Lebih Sehat Bersama Westbike Messenger Service

Hujan jalan terus ketika salah satu kurir wanita dari Westbike Messenger Service (WMS) yang masih kuliah di Bina Nusantara, Echa berbicara pada Media Indoensia, 15 Februari 2015, "Setelah selesai mengantar barang pelanggan, kami langsung kumpul di sini sambil menunggu pengiriman selanjutnya," Tidak merasa lelah, Echa menambahkan keterangannya bersama sekelumit tawa yang segar dan sehat, "Kemarin saya baru saja jatuh karena ngelewatin genangan air yang terbanya ada lubang lumayan dalam."
Pak Hendi Rahmat Membuat Masyarakat kota Lebih Sehat Bersama
Westbike Messenger Service
Masih teringat pada kenyataan akan tumbuhnya beragam jenis usaha terkait sepeda di awal tahun 2010. Adanya suatu kegiatan yang mempergunakan slogan Hari Tanpa Kendaraan (Car Free Day), ratusan ribu orang mengayuh sepeda bermotif warna-warni di sepanjang Jalan Raya Jakarta.

Budaya baru bagi masyarakat pada saat itu, serta ajang bersosialisasi dengan teman maupun keluarga dan juga, sebagai sarana kesehatan jasmani yang bebas dari polusi. Kenyataan tersebut membuat Hendir Rahmat berani membuka jalur pertama kalinya pada Oktober 2013 bersama Duenno Ludissa sebagai partner pertamanya.

Sunday, June 5, 2016

Pak Tantyo Bangun Berjalan Sukses Bersama Kecipir.com Untuk Harga Murah Dan Petani

Tantyo Bangun berusaha memberikan solusi untuk menyelesaikan permasalah yang ada dengan membuat Kecipir.com. Usaha yang bergerak dalam bidang pendistribusian sayur mayur dan bertugas untuk mengurangi peran dari rantai distribusi yang membuat harga menjadi mahal setelah sampai ke tangan konsumen. Kira-kira tahun 2013, usaha tersebut awal beroperasi di kawasan Jabodetabek.
Pak Tantyo Bangun Berjalan Sukses Bersama Kecipir.com Untuk Harga
Murah Dan Petani
Awal idenya bisa dikatakan cukup sederhana! Sayuran yang telah diserahkan oleh Petani kepada distributor. Kok, bisa naik harganya menjadi Rp. 4.000 setelah dibeli Konsumen di Kota. Sedangkan harga awalnya hanya berkisar Rp. 1.500.

Jadi gimana dong? Kita pastinya akan teralu percaya jika kemajuan teknologi pasti mampu meningkatkan efektifitas dari semua perjalanan ekonomi suatu masyarakat. "Saat itu kami mengkomunikasikan pertanian terpadu di wilayah Gunung Halimun - Salak. Setelah beberapa lama kami melihat bahwa akses pasar menjadi salah satu masalah besar untuk pertanian organik. Kemudian kami memikirkan caranya, yakni dengan membuat platform yang membantu distribusi langsung hasil pertanian organik," ungkap pendiri dari layanan serupa e-commerce.

Dyah Shinta Mengembangkan Alas Yoga Terbaik: "LANA"

Lana ditemukan secara cerdas pada tahun 2014, produk tersebut menempuh berbagai riset dan survei serta kemudian diolah oleh sebuah pabrik di kawasan Bandung, Jawa Barat. "Order pertama ketika itu sekitar 200 alas Yoga," ujar Shinta kepada Harian Kontan.
Dyah Shinta Mengembangkan Alas Yoga Terbaik: "LANA"
Tua dan muda telah siap untuk berlatih. Mereka duduk berkumpul dan seketika ruangan terlihat lebih cerah. Satu per satu mulai menggelar matras sebagai alas untuk menjalankan olah tubuh. Ternyata mereka sedang bersiap-siap sebelum latihan Yoga.

Hari demi hari terus berlanjut, bulan ke bulan semakin menapak. Sang Guru, Ibu Dyah Shinta akhirnya memutuskan untuk mengembangkan pengalaman yang ia miliki. Memproduksi Matras dengan merek buatannya sendiri adalah ide yang sangat cemerlang.

Saturday, June 4, 2016

Hijrah Purnama Putra Berhasil Mengolah Sampah Untuk Menjadi Kerajinan Bagi Masyarakat

Sejak tahun 2011, Hijrah Purnama Putra menghasilkan beragam produk olahan yang mampu menembuh pasar lokal dari Aceh hingga Papua. "Kita mulai kumpulkan kemasan plastik sejak tahun 2005, awalnya dari burjo yang menjual mi instan kemasan plastik. Nah baru tahun 2009 bisa dimanfaatkan untuk tas yang saat itu akan dipakai seminar," tutur Dosen Teknik Lingkungan di UII, Yogyakarta kepada KR Jogja, Jumat 11 Maret 2016.
Hijrah Purnama Putra Berhasil Mengolah Sampah Untuk Menjadi Kerajinan
Bagi Masyarakat
Pernahkah anda berfikir tentang bagaimana caranya mengolah limbah sampah menjadi beragam suvenir dan kerajinan. Bahkan menjadi sumber penghidupan yang mampu menghasilkan puluhan juta rupiah untuk tiap bulan bagi masyarakat.

Sejak tahun 2011, Hijrah Purnama Putra, 33, menghasilkan beragam produk olahan yang mampu menembuh pasar lokal dari Aceh hingga Papua. "Kita mulai kumpulkan kemasan plastik sejak tahun 2005, awalnya dari burjo yang menjual mi instan kemasan plastik. Nah baru tahun 2009 bisa dimanfaatkan untuk tas yang saat itu akan dipakai seminar," tutur Dosen Teknik Lingkungan di UII, Yogyakarta kepada KR Jogja, Jumat 11 Maret 2016.

Mendapatkan Uang Miliaran Sebelum Usia 30

Mengingat kamu ingin menjadi miliarder sebelum berusia 30 tahun, oleh sebab itu pasanglah target yang fantastis. Masa muda itu waktunya try things earlier, jadi jangan taku untuk mengambil posisi yang tepat. Pikir-pikir, saat anda sudah menikah nanti tentu tanggungannya semakin besar. Keputusan apapun yang diambil akan berpengaruh besar terhadap keluarga.
Mendapatkan Uang Miliaran Sebelum Usia 30
Mengatur kinerja dan menyimpan uang bukanlah hal yang sulit namun juga tidak mudah. Banyak orang kaya di dunia memiliki pandangan dan jalan tersendiri guna mengelola uang hingga bisa menumpuk.

Mengingat kamu ingin menjadi miliarder sebelum berusia 30 tahun, oleh sebab itu pasanglah target yang fantastis. Masa muda itu waktunya try things earlier, jadi jangan taku untuk mengambil posisi yang tepat. Pikir-pikir, saat anda sudah menikah nanti tentu tanggungannya semakin besar. Keputusan apapun yang diambil akan berpengaruh besar terhadap keluarga.

Thursday, June 2, 2016

Rahmad Khairul Huda, Sang Pemilik Bek Gun's Telah Memiliki 25 Mitra Di 4 Propinsi

Terhitung kini Pak Rahmad telah memiliki 25 mitra di 4 propinsi, yakni: Mataram, Palembang, Surabaya, Gresik, Sidoarjo, dan DKI Jakarta. Usahanya tersebut menyediakan menu nasi ayam dengan harga Rp. 15.000 dan nasi bebek untuk satu porsinya Rp. 16.000. "Tapi di luar Pulau Jawa di kisaran Rp. 25.000 per porsi karena harga bahan baku  di sana memang lebih mahal," ungkap Pak Rahmad kepada Harian Kontan, Selasa, 24 Mei 2016.
Rahmad Khairul Huda, Sang Pemilik Bek Gun's Telah Memiliki 25 Mitra
Di 4 Propinsi
Rahmad Khairul Huda, sang pemilik Bek Gun's! merintis usahanya sejak tahun 2012 di Gresik, Jawa Timur. Jenis bisnis kuliner yang bergerak dalam bidang makanan untuk jenis olahan Bebek. Tentu investasi yang sangat menggiurkan karena hidangan yang sangat menjanjikan.

Terhitung kini Pak Rahmad telah memiliki 25 mitra di 4 propinsi, yakni: Mataram, Palembang, Surabaya, Gresik, Sidoarjo, dan DKI Jakarta. Usahanya tersebut menyediakan menu nasi ayam dengan harga Rp. 15.000 dan nasi bebek untuk satu porsinya Rp. 16.000. "Tapi di luar Pulau Jawa di kisaran Rp. 25.000 per porsi karena harga bahan baku  di sana memang lebih mahal," ungkap Pak Rahmad kepada Harian Kontan, Selasa, 24 Mei 2016.

Harian Jadi Berita Telah Mampu Membentuk Karakter Suatu Bangsa

Guna menciptakan suasana pembelajaran yang efektif dan efisien, ada kiranya kita mampu mengobservasi secara langsung proses kegiatan belajar mengajar yang benar. Materi, konsep, teori, cara berbahasa, sikap pengajar, dan kebutuhan yang sesuai adalah elemen yang wajib dimiliki oleh suatu kelas.

Tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Jadi Berita telah mengakomodir berbagai pertanyaan tentang bagaimana menerapkan pendidikan yang benar kepada masyarakat. Perkembangan teknologi informasi dianggap sebagai salah satu dampak positif yang mampu secara cepat mendorong peningkatan akses pendidikan.

Tuesday, May 31, 2016

OzZa-IcHa Souvenir Mengolah Botol Plastik Menjadi Miniatur Ondel-Ondel Yang Indah

Berbagai ukuran tersaji. Adapun harganya bisa dikatakan murah, yaitu Rp. 35.000 s/d Rp. 50.000. Anda bisa memperhatikan secara lebih seksama semua hasil karya Ozza dan Icha pada alamat blog: http://ozza-icha.blogspot.co.id. Atau langsung saja datang ke OzZa-IcHa Souvenir, 53EA4A1E / 083806447745, di Jln. Dato Tonggara, Kramat Jati, Jakarta Timur.
OzZa-IcHa Souvenir Mengolah Botol Plastik Menjadi Miniatur Ondel-Ondel
Yang Indah

Limbah botol plastik. Apa yang terlintas di pikiran kita saat mendengarnya?

Barang yang satu itu, kalau tidak dijadikan tempat es batu untuk sekedar disimpan di lemari pendingin tentu dibuang, karena dianggap tidak berguna lagi.



Padahal, melalui sentuhan kreativitas, botol plastik bisa menjelma menjadi produk bernilai seni yang tinggi. Ozza dan Icha telah membuktikannya.

Label

Agama Air Minum Alat Musik Alumunium Angklung Artis Asmara Automotif Bahan Bakar Bali Bambu Bandung Bank Bank Sampah Barang Bekas Batam Batik Becak Beras Besakih Biola Blogspot Boneka Buah-buahan Budaya dan Tradisi Buka Lapak Buku Bunga Burger Burung Cafe Charlie Tjendapati CNBC Cobek Dandung Santoso Daur Ulang Desa Desain Dodol E-mail Eceng Gondok Edie Juandie Ekonomi dan Perdagangan Es Krim Facebook Flipboard Flora dan Fauna Fruit Carving Furnitur Gadget Gamelan Garam Gerai Gerobak Gitar Google Plus Gula Hari Raya Harian Merdeka Haryadi Chou Hewan Hiburan dan Wisata Hidayah Anka Hidroponik Hijab Hotel http://www.duahari.com Hukum dan Politik Indra Karyanto Instagram Internet Internet Marketing ITB Jagung Jajanan Jamu Jamur Tiram Jangkrik Jawa Barat Jawa Tengah Jawa Timur Jepang Kain dan Pakaian Kaleng Kalimantan Kamera Kapal Laut Karaoke Kartun Kecantikan Kecap Keju Kelautan Kelinci Kemasyarakatan Kendaraan Kerajinan Kereta Kertas Kiat dan Tip Kisah Hidup Koki Komputer dan Teknologi Kopi Koran Kuda Pustaka Kuliner Kumpulan Kurir LA Time Laptop Si Unyil Lidah Buaya Linkedin Liputan 6 Logam Lukisan Kayu Madu Mahasiswa Mainan Anak-Anak Makanan dan Minuman Malang Martabak Masyarakat dan Persoalannya Matras Melukis & Menggambar Metro TV Mineral Miniatur Minyak Atsiri Mitra Mobil Motor Musik Nana Mulyana Narapidana Net TV Ngatmin Biola Bambu Obat dan Kesehatan Olah Raga Ondel-Ondel Online Organik Organisasi Sosial Pameran Panama Papers Pantang Menyerah Papan Selancar Paper Quilling Pariwisata Peluang Usaha Pemulung Pencucian Pendidikan Penelitian Penemuan Penyanyi Penyiar Peralatan Perhiasan Perikanan Permainan Perpustakaan Pertanian dan Perkebunan Perumahan Peternakan Pinterest Plastik Proses Produksi Psikologi dan Mental Putu Gede Asnawa Dikta Puyuh Radio Rancangan Rendang Resep dan Masakan Restoran Robot Roti Salak Sambal Sampah Sandal Sapi Sayur Mayur Sejarah dan Peradaban Sekolah Semarang Seni Seni Pahat Sepatu Sepeda Sindo News Slamet Triamanto Spa Strikingly Suprapto Surabaya Surat Kabar Tahun Baru Tas Tattoo Techno Park Teh Tekhnologi Televisi Telur Terrarium Tukang Cukur Tumang Twitter Venta Agustri Vespa Wanita dan Keindahan Wawancara Wayang Website Wetz Shinoda What's Up Wine Wordpress Yoga Yogyakarta You Tube