Showing posts with label You Tube. Show all posts
Showing posts with label You Tube. Show all posts

Wednesday, May 23, 2018

Pria asal Jember Olah Limbah Pohon Kopi Jadi Kerajinan Unik


Keluarga Didin Ahmad Yudha yang tinggal di desa Kali Putih, kecamatan Rambipuji, Jember, Jawa Timur mengolah pohon kopi menjadi mebel dan perabot rumah tangga lainnya yang berharga mahal dan memiliki nilai seni yang tinggi sejak tahun 2012.

Bahan pembuatan mebel ini tadinya hanyalah batang kopi yang sudah tidak produktif lagi, digunakan oleh masyarakat setempat sebagai kayu bakar. Ide kreatif lantas muncul dari diri Pak Didin. Modalnya semangat, ketekunan, dan perhitungan yang matang. Mulai dari pemilihan bahan, proses pengerjaan, hingga tahap penyelesaian, termasuk pewarnaan dan kelengkapan.

Saturday, March 3, 2018

Ternyata Profesi Kerja Pak Dandung Santoso Sebagai Koki, Tak Sekedar Tukang Masak


Hasil kerjanya membuktikan bahwa kemampuan individu tak akan mampu berkembang tanpa dukungan suatu kelompok. Berjalan beriringan karena memiliki kemiripan. Yakni sama-sama bekerja di dunia masak-memasak. Dapur dalam konteks profesi lebih dipandang sebagai ranah profesional.

Pintar memasak saja kurang cukup, selain harus memiliki disiplin waktu. Di tempat Pak Dandung Santoso bekerjaa saat ini, Gets Hotel, seorang juru masak harus siap sedia menyertakan waktunya selama 1/2 hari penuh guna bergelut di dapur. Setelah selesai dengan hasil yang memuaskan, baru deh ia dapat bernafas lega.

Sunday, February 11, 2018

Kaleng Bekas diubah jadi Lukisan, Ibunda Rosi Haryati telah memulainya sejak tahun 2010


Berangkat dari keperdulian Ibunda Rosi Haryati pada lingkungan, ia bersama semua anggota keluarga membuat outlet Sanggar Kaleng. Outlet ini memiliki galeri yang beralamat di Jl. Pulo Gadung Rt 1 Rw 1 No. 42. Usaha ini dirintis mulai tahun 2011.

Meskipun bahannya murah dan kesannya sederhana, namun ternyata butuh pendidikan khusus agar bisa menghasilkan karya bernilai jual tinggi. Proses pelatihan yang intensif memerlukan waktu selama 1 tahun, isinya tentang pengelolaan bahan berupa kaleng bekas yang diubah menjadi lukisan dengan menggunakan teknik emboss painting.

Wednesday, January 10, 2018

Olahan tangan Pak Nanang Ristanto yang Inovatif dan Elegan. Dalam bentuk Siluet Kayu


Dengan memanfaatkan teknologi, Nanang Ristanto, 33, menghasilkan kerajinannya setelah banyak belajar dari You Tube. Nanang mengakui, peminat terbesar siluet kayu ini adalah para siswa sekolah, dan anak muda, serta sebagian orang tua.

Tuturnya di Facebook (18/12/2017), "Iya Pak, dari youtube apa saja yg berhubungan dgn kayu, baik dlm maupun luar negri.. Sambil berkarya, promosi, jg masih terus belajar Pak.. Brusaha mempelajari segala teknik2 perkayuan, agar amanah pelanggan sesulit apapun bs memenuhi sesuai apa yg d amanahkan."

Thursday, December 7, 2017

Modal Mbak Marvelly sebanyak "0" (Nol) Rupiah untuk memulai Rajutan Pelangi


Hari gini masih ngerumpi aje dan keluyuran. Kasihan dong sama pengetahuan kita selama ini. Mending merajut, siapa tahu dapat penghasilan yang bisa membantu. Perlu diketahui bahwa merajut juga bisa melatih otak, karena untuk melakukan aktivitas ini membutuhkan ketelitian dan konsentrasi.

Sejak dulu, merajut ternyata bukanlah kegiatan tanpa manfaat yang hanya sekedar pengisi waktu luang. Seiring dengan perkembangan masing-masing individu ataupun kelompok saat berlatih, nantinya juga akan dapat hasilnya. Rata-rata memang seringkali mengalami kegagalan selagi masih baru mencoba. Namun bila anda tidak menyerah untuk terus mencoba, saya kira kisah perjalanan Mbak Marvelly Widada, 22, dapat menjadi inspirasi yang sangat baik untuk kami semua.

Monday, November 20, 2017

Robot berbahan Stik Es Krim ini Dapat Membuat Anda Berdecak Kagum


Besarnya perhatian masyarakat akan sesuatu yang berbeda dan menarik, tentunya menjadi sebuah harapan baru bagi para pengrajin. Adapun menyulap bahan seadanya menjadi karya yang unik, memang membutuhkan kreatifitas terbaik.

Hal itulah yang dilakukan oleh Pak Haryadi Chou, 38, seorang seniman asal Lampung. Tema yang beliau angkat secara keseluruhan yaitu incredible creation. Dengan penempatan bahan stik es krim yang pas, pria kelahiran 20 Maret 1979 ingin mengesankan bahwa kerajinan yang dibentuk adalah bagian dari bayangan masa depan masyarakat tradisional.

Thursday, November 9, 2017

Semerbak Fruit & Vegetable Carving Diantara Goresan Tangan Pak Simbon

Anda tidak akan pernah salah dalam hal pengamatan disini. Ini semua memang karya tangan lulusan IFC (Indonesian Fruit Carving). Tak ada satu pun yang dikerjakan bagi sesuatu hal yang sia-sia. Prinsip inilah yang dipegang erat oleh Pak Sutarno, 29. Seorang ahli Fruit Caring yang sering meraih piala pada setiap kejuaraan yang pernah diikutinya di seluruh Indonesia.

Manisnya rasa buah masih terasa begitu lekat di tiap pandangan. Panorama harum dibiarkan terurai, serta sengaja disajikan dengan sangat elok untuk menggugah selera. Di tangan pria yang sering dipanggil Pak Simbon, benda-benda ini dimanfaatkan sebagai kesatuan, sejiwa, senyawa, tuk menjadi karya seni.

Tengok saja pada galeri foto yang telah beliau upload. Semerbak kemeriahan dan kenyamanan menjadi aksentuasi yang pas guna mendeskripsikan tiap karyanya. Sedari awal, ia memulainya dengan mempelajari dasar mengukir buah menjadi sekuntum bunga. Lalu kemudian mulai serius belajar untuk kategori thailand art dan basic karakter.

Monday, October 30, 2017

Rahasia Woody Woodpecker Yang Belum Anda Ketahui


Masih ingat dengan film kartun Woody Woodpecker ciptaan Walter Lantz ? Woody si burung pelatuk ini, sangat suka mematuk apa saja. Bahkan kekuatan paruhnya itu menjadi senjata andalannya dalam menghalau atau menyerang musuh-musuhnya. Ternyata karakter ini persis seperti aslinya.

Burung pelatuk atau Woodpecker ini memang unik, bahkan bisa dibilang burung terunik di dunia. Keunikannya itu terlihat dari sarangnya. Berbeda dengan jenis burung lainnya, woodpecker membuat sarang dengan cara melubangi batang pohon dengan menggunakan paruhnya, persis seperti gambaran karakter rumah Woody di dalam film yang sering para sahabat tonton. Termasuk saya, sewaktu masih duduk di bangku Sekolah Dasar.

Sunday, September 17, 2017

Berbekal Kreativitas, Pak Sri Wahono dapat tumbuh makin Kuat dan Ekspansif bersama Acosys


Walau acapkali terlibat perjalanan karir yang mustahil, si Warga Desa yang berasal dari Lampung ini sekarang menjadi pengusaha yang sukses dan disegani. Perangkat lunak buatannya, yang diberi nama Acosys telah digunakan oleh "5000 perushaaan dan jumlah unit lebih dari 9000 an," terangnya kepada saya, Clenoro Suharto di Facebook (27/08/2017.

Sri Wahono lahir pada sebuah Kabupaten yang memang sudah terdengar maju, bila sedikit saja kita mau menelaah ejaan nama kota tersebut. Yakni di Metro pada tahun 1977. Pernah tercatat sebagai mahasiswa untuk jurusan Teknik Sipil, Universitas Lampung (UNILA). Astaga! Kok disiplin ilmunya berbeda.

Friday, August 25, 2017

Karena Sambal, Pak Yoyok Hery Wahyono memiliki Warung yang SELALU RAMAI


Bagaimanapun juga sebuah rumah makan, nyawanya itu dari rasa. Suatu konsepsi yang tidak bisa ditolak. Hampir 60% sampai 70% orang yang makan di suatu tempat dan mereka menikmati sekali makanan yang disajikan, karena RASAnya. Perihal keputusan yang juga dipengaruhi oleh penilaian berdasarkan jumlah angket konsumen.

Yoyok Heri Wahyono, nama lengkapnya, seakan telah memberikan ruang terobosan baru tentang bagaimana menggunakan modal seadanya. Idenya cukup sederhana dan itu semua muncul dari mekanisme kehidupan tradisional yang terbentuk di Yogyakarta. Saking ramenya ini temapt, disini Waroeng Spesial Sambal (SS) begitu rajin menyajikan pilihan menu baru dan motivasi pelayanan berbeda, agar produk makanan yang dijual menjadi dambaan pelanggan.

Sunday, August 20, 2017

MiniMarket Pertama di Indonesia yang Alat Pembayarannya menggunakan Sampah


Permasalahan akan sampah di propinsi Jawa Barat, khususnya kota Bandung tampaknya telah menemukan solusi terbaik. Atas keprihatinan seorang Ibu yang terus berupaya mencari formula dalam mendorong penyelesaian akan sampah. Salah satunya melalui sistem yang biasanya dunia perbankan lakukan.

Kok bisa ?? . . . .Di kawasan jalan Tubagus Ismail XIV, Bandung ada sebuah toserba yang dikenal sebagai mini market sampah. Unik memang, bila kita telusuri lebih lanjut. Karena transaksi jual-beli  di minimarket tersebut menggunakan sampah sebagai alat transaksinya.

Saturday, August 5, 2017

Gula Tare, Permen Manis dari Indonesia bagian Timur


Ada yang manis-manis dari Maluku nih. Dijamin enak dan penuh manfaat bagi tubuh. Ya, permen tradisional Gula Tare sudah bisa dikatakan langka dan tergerus oleh permen buatan pabrik moderen. Sempat populer di kalangan masyarakat setempat pada era tahun 70'an hingga 90'an.

Permen gula sejenis ini juga bisa ditemukan di Minahasa dengan nama yang mirip, di pulau Jawa dan beberapa tempat lainnya. Perbedaan bentuk kemasan menjadi sesuatu yang sangat unik bagi Gula Tare asal Ternate, yakni dikemas dalam buluh bambu. Di Minahasa, Gula Tare sudah dibungkus plastik.

Thursday, July 27, 2017

#Jeremy Teti. Anak kampung kok pingin jadi News Presenter


Perjalanan karirnya enggak instan. Jadi ia tidak pernah merasa kalau momen-momen frustasi itu engggak ada. Pak Yeremias Chornelis Teti, 49, demikian nama lengkap seorang reporter yang cukup terkenal di kancah pertelevisian Negara kita. Kemunculannya berawal dari suatu acara berita yang biasa kita saksikan di SCTV, yakni Liputan 6.

"Orang mungkin hanya lihat gue muncul di TV, tapi nggak ada yang tahu gimana prosesnya gue berjibaku didalam. Harus meyakinkan bos, meyakinkan semua orang biar seneng sama kita," jelasnya pada suatu sesi wawancara dengan Harian Detik (25/05/2011). Dan benar adanya bila kita bisa memperhatikan dikilas balik ke belakang. Ternyata ada cerita perjalanan panjang Pak Jeremy Teti dalam menyusun satu per satu lembaran kisah sukses karirnya sebagai reporter profesional.

Thursday, July 13, 2017

Ayo! Cicipi Bolu Batik karya Ibu Retno Dyah. . . .Dijamin enggak menyesal deh

Awalnya banyak pembeli mengetahui adanya bolu batik dari Facebook (https://id-id.facebook.com/RetnoDyahBoltikJellyArt/). Terus karena penasaran, akhirnya mereka mau bersedia datang ke kedai bolu batik milik Ibu Retno Dyah,45, di Bogor. Pesen, terus pesen, dan pesen lagi yang kemudian jadi sangat berminat untuk mengkonsumsi setiap hari. Kiat Ibu Retno enggak sulit sih. . . .Selain harga, kualitas juga harus dipertahankan, demi kepuasan para pelanggannya.
Ayo! Cicipi Bolu Batik karya Ibu Retno Dyah. . . .Dijamin enggak
menyesal deh

Rutin bermunculan model dan motif yang beragam, kini batik tidak lagi dianggap sebagai ornamen kuno. Masyarakat menggemarinya sebagai pakaian yang sangat nyaman untuk dikenakan sehari-hari.

Batik merupakan produk budaya Indonesia yang sangat unik dan masih mampu membuat dunia terkagum-kagum, bahkan terpesona. Apalagi dengan model dan motif yang hingga saat ini semakin unik dan beragam. Dan ternyata proporsi nilai dharma tersebut bukan hanya kain ataupun pakaian dengan motif yang digambar dan dicelup. Yang kini dapat dijadikan buah tangan dari sana.

Karena kini ada batik yang bisa dimakan. Ha a a a, apa tuh ?? Tentu bukan kain batik atau pakaian batik. Tapi bolu gulung dibuat dengan motif batik hasil karya seorang ibu rumah tangga yang saat ini memilih untuk bertempat tinggal di Bogor, Jawa Barat. Sudah 3 tahun terakhir, Ibu Retno Dyah, 45, menggeluti produksi bolu batik cantik ini yang membuat namanya dikenal banyak orang. Enggak hanya Indonesia, namun juga luar negeri.

Wednesday, July 5, 2017

Eloknya lukisan Ibu Sri Mulyani Indrawati saat mengucapkan Selamat Lebaran 1438 H

Dengan menulis kita bisa belajar tentang bagaimana mengaktualisasikan sesuatu. Perasaan senang, maupun sedih, semuanya dapat dituangkan dalam bentuk penulisan. Senada dengan itu, Hari Raya Idul Fitri 1348 H yang jatuh pada tanggal 24 Juni 2017 dijadikan Ibu Sri Mulyani sebagai suatu memontum yang sakral dan lain daripada yang lain.

Kesederhanaan adalah pilar yang membuat dirinya menjadi semakin kokoh. Menjalankan tugas sesuai amanat rakyat melalui komitmen perencanaan yang sangat inspiratif, terutama pada hal-hal yang berhubungan dengan masa depan perekomian. Hal yang kerap ditekankan oleh tiap jengkal jadwal kinerjanya.

Menuturkan lebih lanjut tentang kewajiban dalam merealisasikan berbagai program pemerintah. Nampaknya keberadaan hari raya pada tahun ini terasa berbeda bagi Ibu Sri Mulyani Indrawati. Wanita kelahiran Lampung ini tidak ingin menyembunyikan rasa bersyukurnya. Saya pun hanya bisa tertegun melihat fakta di depan mata saat memperhatikan indahnya goresan pensil si Menteri Keuangan.

Tuesday, June 20, 2017

Ibu Lita Jonathans memberikan Harapan Baru untuk Kita Semua

Ibu Lita Jonathans memiliki talenta yang tinggi terhadap seni mengukir pada suatu bahan yang bisa sangat rapuh. Dia menggunakan cangkang atau kulit telur untuk menampilkan karya luar biasa berupa decorative eggshells. Kira-kira semua ini dimulai pada tahun 1990. Serta tidak hanya itu. . . . .aneka macam pernak-pernik hiasan, embroidery, glass painting, tenun ikat atau waving, lukisan dan banyak lagi juga diajarkan pada sekolah yang ia dirikan dengan nama Lalita Art & Craft.

Walau tak pernah mempelajarinya secara akademis, bakat alami tetap menjadi modal utamanya. Kemampuan seninya ia peroleh dari hasil belajar secara otodidak berdasarkan penjabaran sejumlah buku, serta konsisten menjaga komunikasi dengan berbagai rekan di tiap perkumpulan seni.

Hasilnya diimplementasikannya dalam suatu karya seni yang ternyata sangat indah dan mengagumkan. Visinya hanya ingin orang lain bisa meraih kesejahteraan yang sesuai berkat hasil jerih payah usaha kerajinannya. Salah satu andalannya decorative eggshells (cangkang telur hias), selain: tenun ikat atau waving, lukisan, aneka macam pernak pernik hiasan, embroidery, dan glass painting.

Saturday, June 10, 2017

Terima Kasih Pak Ridwan Alimuddin Atas Kesediaannya Membangun Perahu Pustaka

Halo para pembaca Warga Desa (World's). 3 buah perahu pustaka diluncukan guan mencerdaskan berbagai lapisan masyarakat di Indonesia. Sang pemrakarsa menamakannya: Perahu Pustaka I Pattingaloang, Perahu Pustaka II Membacaku, dan Perahu Pustaka II Colliq Pujie. Perahu yang dibuat oleh Pak Ridwan ALimuddin bersama rekan-rekan Twitter nya telah berlayar mengarungi pulau-pulau kecil di sepanjang Sulawesi sejak bulan Agustus 2015.

Dialah sosok humanis yang bernama Pak Muhammad Ridwan Alimuddin. Biasa ia bersama perahunya berlayar ke pulau-pulau kecil di Sulawesi. Membawa ribuan buku untuk menyiarkan kecintaan akan membaca bagi anak-anak. Jumlahnya sekitar 3 ribu sampai 5 ribu buku.

Kapal layar pustaka Pattingalloang, yakni perahu jenis 'baqgo' yang biasa ditemukan di wilayah Sulawesi Barat. Tiap pulau didatanginya, dari pulau Samalona di sebelah barat hingga merambat ke pulau Sagori di Sulawesi bagian Timur. Terang Pak Ridwan kepada saya, Clenoro Suharto di Facebook (10/06/2017), "Kita jelajahi kwasan selat Makassar dan pesisir pulau Sulawesi. Baru mencakup 3 propinsi: SulBar, SulSel, dan SulTra."

Wednesday, May 31, 2017

Sejarah Fruit Carving di Indonesia, bersama Pak Wetz Shinoda

Buah dan sayuran tidak hanya bisa dikonsumsi. Dengan sentuhan kreatif, buah dan sayur mayur dapat dijadikan hiasan untuk mempercantik hidangan ataupun meja makan. Seni mengukir buah dan sayur ini dinamakan Fruit Carving. Pak Wetz Shinoda adalah seorang pendiri IFC (Indonesian Fruit Carving). Lembaga pendidikan ini merupakan organisasi yang senantiasa menghasilkan seniman Fruit Carving yang handal dan profesional.

Seni pahat berbahan buah yang tentunya sehat dan segar. Aktivitas ini terkenal dengan sebutan, 'Fruit Carving.' Ragam bentuk bisa dikreasikan sesuai dengan daya imajinasi sang kreator. Penggunaan buah sebagai media seni, hingga kini sudah ada sejak 700 tahun lalu. Tepatnya di Sakoikoi, Thailand.

Fruit carving pertama kali ditemukan pada tahun 1364. Seorang seniman ulung bernama Nang Noppamart membuat dekorasi lampu perahu pada festival yang rutin dilakukan saat bulan pernama yang jatuh pada bulan Desember. Ia mengukir buah dan sayuran menjadi bunga hingga karya ukirannya terlihat seperti rangkaian bunga Lili yang sangat indah.

Thursday, May 18, 2017

Masyarakat Bhinneka Tunggal Ika menyalakan Lampion Nan Elok saat Hari Raya Waisak

Biasanya hanya 7 ribu, sekarang kedatangan Wisatawan ke Candi Borobudur bisa meningkat 2x lipat menjadi 14 ribu. Daya tarik dan juga magnet kesucian akan Hari Raya Waisak 2561 BE menjadi salah satu tolak ukurnya. Terlebih saat diterbangkan 1.999 buah lampion pada hari Kamis, 11 Mei 2017. Sungguh penjabaran yang sangat sempurna akan makna "Bhinneka Tunggal Ika."

Lantunan doa dipanjatkan saat berlangsungnya perayaan hari raya Waisak pada berbagai tempat di wilayah Indonesia. Ya, ribuan umat Budha dari berbagai daerah mengikuti satu per satu rangkaian Waisak. Sekitar pukul 4 Kamis dini hari, genta dibunyikan sebanyak 3 kali sebagai tanda dimulainya meditasi.

Tidak perduli mereka berasal dari mana, semuanya membaur menjadi satu. Bahkan sejak rangkaian Waisak dimulai, akhir pekan lalu. Banyak relawan membantu kegiatan Bakti Sosial Pengobatan Gratis Walubi, serta pula mereka sedia menjalani prosesi jalan kaki mengikuti kirab Waisak dari Candi Mendut ke Candi Borobudur pada hari Rabu (10/05/2017).

Saturday, May 13, 2017

Motor Pustaka Pak Sugeng Haryono hanyalah GL MAX 100 cc, tahun 1986

Awalnya dari anak-anak. Tapi untuk sekarang, pelanggan Motor Pustaka (https://www.facebook.com/Motorpustaka) sudah sampai hingga pemuda, pemudi, ibu-ibu, bapak-bapak, dan lansia. Semua buku-buku yang ia sewakan memiliki biaya GRATIS. Kebetulan juga Pak Sugeng Haryono lulusan ilmu perpustakaan dari Universitas Terbuka di Surabaya. Enggak punya kantor kerja ber AC, tidak memiliki sepatu mahal ataupun seragam apik. Ternyata itu yang ia harapkan hingga saat ini.

Entah apa penyebabnya ? Inspirasi dan hal unik acapkali timbul dari cerita rakyat. Mereka doyan banget mendeskripsikan sesuatu yang tidak jauh dengan kebiasaan umum. Segalanya sederhana, tanpa tendeng aling politik maupun kumparan kehidupan yang bersifat materi.

Pak Sugeng Haryono namanya, seorang pria asal Ponorogo terlihat tak pernah lelah mengedarkan buku-buku koleksinya ke kampung-kampung. Guna mendekatkan aktivitasnya kepada jendela dunia untuk masa depan Warga Desa (World's). Ide dan gagasan yang sudah ia jalani sejak tahun 2013 akhir atau 2014 awal.

Label

Agama Air Minum Alat Musik Alumunium Angklung Artis Asmara Automotif Bahan Bakar Bali Bambu Bandung Bank Bank Sampah Barang Bekas Batam Batik Becak Beras Besakih Biola Blogspot Boneka Buah-buahan Budaya dan Tradisi Buka Lapak Buku Bunga Burger Burung Cafe Charlie Tjendapati CNBC Cobek Dandung Santoso Daur Ulang Desa Desain Dodol E-mail Eceng Gondok Edie Juandie Ekonomi dan Perdagangan Es Krim Facebook Flipboard Flora dan Fauna Fruit Carving Furnitur Gadget Gamelan Garam Gerai Gerobak Gitar Google Plus Gula Hari Raya Harian Merdeka Haryadi Chou Hewan Hiburan dan Wisata Hidayah Anka Hidroponik Hijab Hotel http://www.duahari.com Hukum dan Politik Indra Karyanto Instagram Internet Internet Marketing ITB Jagung Jajanan Jamu Jamur Tiram Jangkrik Jawa Barat Jawa Tengah Jawa Timur Jepang Kain dan Pakaian Kaleng Kalimantan Kamera Kapal Laut Karaoke Kartun Kecantikan Kecap Keju Kelautan Kelinci Kemasyarakatan Kendaraan Kerajinan Kereta Kertas Kiat dan Tip Kisah Hidup Koki Komputer dan Teknologi Kopi Koran Kuda Pustaka Kuliner Kumpulan Kurir LA Time Laptop Si Unyil Lidah Buaya Linkedin Liputan 6 Logam Lukisan Kayu Madu Mahasiswa Mainan Anak-Anak Makanan dan Minuman Malang Martabak Masyarakat dan Persoalannya Matras Melukis & Menggambar Metro TV Mineral Miniatur Minyak Atsiri Mitra Mobil Motor Musik Nana Mulyana Narapidana Net TV Ngatmin Biola Bambu Obat dan Kesehatan Olah Raga Ondel-Ondel Online Organik Organisasi Sosial Pameran Panama Papers Pantang Menyerah Papan Selancar Paper Quilling Pariwisata Peluang Usaha Pemulung Pencucian Pendidikan Penelitian Penemuan Penyanyi Penyiar Peralatan Perhiasan Perikanan Permainan Perpustakaan Pertanian dan Perkebunan Perumahan Peternakan Pinterest Plastik Proses Produksi Psikologi dan Mental Putu Gede Asnawa Dikta Puyuh Radio Rancangan Rendang Resep dan Masakan Restoran Robot Roti Salak Sambal Sampah Sandal Sapi Sayur Mayur Sejarah dan Peradaban Sekolah Semarang Seni Seni Pahat Sepatu Sepeda Sindo News Slamet Triamanto Spa Strikingly Suprapto Surabaya Surat Kabar Tahun Baru Tas Tattoo Techno Park Teh Tekhnologi Televisi Telur Terrarium Tukang Cukur Tumang Twitter Venta Agustri Vespa Wanita dan Keindahan Wawancara Wayang Website Wetz Shinoda What's Up Wine Wordpress Yoga Yogyakarta You Tube