Thursday, May 18, 2017

Masyarakat Bhinneka Tunggal Ika menyalakan Lampion Nan Elok saat Hari Raya Waisak

Biasanya hanya 7 ribu, sekarang kedatangan Wisatawan ke Candi Borobudur bisa meningkat 2x lipat menjadi 14 ribu. Daya tarik dan juga magnet kesucian akan Hari Raya Waisak 2561 BE menjadi salah satu tolak ukurnya. Terlebih saat diterbangkan 1.999 buah lampion pada hari Kamis, 11 Mei 2017. Sungguh penjabaran yang sangat sempurna akan makna "Bhinneka Tunggal Ika."

Lantunan doa dipanjatkan saat berlangsungnya perayaan hari raya Waisak pada berbagai tempat di wilayah Indonesia. Ya, ribuan umat Budha dari berbagai daerah mengikuti satu per satu rangkaian Waisak. Sekitar pukul 4 Kamis dini hari, genta dibunyikan sebanyak 3 kali sebagai tanda dimulainya meditasi.

Tidak perduli mereka berasal dari mana, semuanya membaur menjadi satu. Bahkan sejak rangkaian Waisak dimulai, akhir pekan lalu. Banyak relawan membantu kegiatan Bakti Sosial Pengobatan Gratis Walubi, serta pula mereka sedia menjalani prosesi jalan kaki mengikuti kirab Waisak dari Candi Mendut ke Candi Borobudur pada hari Rabu (10/05/2017).

Panas terik matahari tak menyurutkan ribuan umat Budha, bersama umat agama lainnya saat melakukan kirab. Unsur pengejawantahan 'Bhinneka Tunggal Ika' seakan menjadi suatu ritual wajib yang sangat mengesankan bagi tiap insan yang mengikutinya. Ratusan Biksu dari 14 majelis pun segera menyelimuti arak-arakan bersama khidmatnya suara doa dan paritta. Dilakukan setelah melaksanakan kegiatan suci di Candi Mendut. Setiap umat membawa setangkai bunga sedap malam saat mewarnai iringan sejauh 3,5 km menuju Candi BOrobudur.

Buah-buahan juga dikirab bersama air suci yang berasal dari daerah Umbul Jumprit, Temanggung dan perolehan Api Dharma dari Mrapen, Kabupaten Grobogan, serta tidak terlupa nuansa akan keindahan lambang negara, seperti Burung Garuda, Bendera Merah Putih, dan Bendera Walubi. Perjalanan melewati jembatan Progo yang kemudian Candi Pawon disaksikan oleh ribuan warga yang berasal dari Jakarta, Semarang, Malang, Mataram, Wonogiri, dan Boyolali. Ada juga wisatawan asing yang ikut berjalan.

Biasanya hanya 7 ribu, sekarang kedatangan Wisatawan ke Candi Borobudur bisa meningkat 2x lipat menjadi 14 ribu. Daya tarik dan juga magnet kesucian akan Hari Raya Waisak 2561 BE menjadi salah satu tolak ukurnya. Terlebih saat diterbangkan 1.999 buah lampion pada hari Kamis, 11 Mei 2017. Sungguh penjabaran yang sangat sempurna akan makna "Bhinneka Tunggal Ika."
Masyarakat Bhinneka Tunggal Ika menyalakan Lampion Nan Elok
saat Hari Raya Waisak
Konfigurasi unik akan kemaslahatan lentera begitu menggelora saat cahanya menabur dinamika kesucian bagi kita semua. Perayaan Tri Suci Waisak kali ini memang untuk Masyarakat Bhinneka Tunggal Ika.

Berbeda-beda, Tapi Satu Jua.

Secara khusus perayaan Tri Suci Waisak 2561 BE mengangkat tema "Cinta Kasih Penjaga Kebhinnekaan." Meski jumlah umat Buddha di Indonesia hanya sekitar 2 juta, keberadaannya telah melekat sangat erat guna memperkaya keberagaman. Itulah sebabnya sejak tanggal 23 Februari 1983, perayaan Waisak ditetapkan sebagai hari libur nasional.

Jika hari biasanya hanya berjumlah 7 ribu, sekarang bisa meningkat menjadi 14 ribu sampai 15 ribu wisatawan. Pihak pengelola pun tidak membiarkan diri mereka terbengong-bengon menghadapi keadaan. Luas 87 hektar jelas-jelas telah terbukti mampu menjadi magnet. Karena dari kawasan Candi Borobudur, mereka bisa menikmati museum kapal, museum candi, dan ada pasar kerajinan yang bisa dinikmati sebagai buah tangan mereka. Selain acara pesta rakyat, fashion show, serta International Conference Biksu.

Dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, ada beberapa spot yang berbeda dan ada pula spot-spot yang ditambah untuk menarik perhatian dari wisatawan. Selain itu, Walubi juga menggelar pengobatan massal secara gratis di area Taman Lumbini. Melibatkan 379 dokter, termasuk dokter dari Singapura, Korea, Myanmar, dan Jepang. Pengobatan gratis ini diharapkan mampu mengobati 8.000 - 9.000 pasien.

Kegiatan perayaan ini sudah dimulai sejak 16 April dan akan berakhir sampai 25 Mei. Waisak dengan Kebuddhaan tidak hanya dilihat sebagai penghayatan religius, tetapi juga menyangkut seni yang indah. Hal yang menyangkut keindahan dunia menjadi pencapaian puncak yang tidak ada bedanya dengan kebenaran dan kebaikan. Pernyataan akan kebebasan manusia secara permanen menjadi salah satu jadwal penting pada ruang perayaan selama 40 hari tersebut.

Biasanya hanya 7 ribu, sekarang kedatangan Wisatawan ke Candi Borobudur bisa meningkat 2x lipat menjadi 14 ribu. Daya tarik dan juga magnet kesucian akan Hari Raya Waisak 2561 BE menjadi salah satu tolak ukurnya. Terlebih saat diterbangkan 1.999 buah lampion pada hari Kamis, 11 Mei 2017. Sungguh penjabaran yang sangat sempurna akan makna "Bhinneka Tunggal Ika."
Masyarakat Bhinneka Tunggal Ika menyalakan Lampion Nan Elok
saat Hari Raya Waisak
 Betul-betul candi Borobudur menjadi magnet bagi para wisatawan kali ini untuk menghabiskan waktu libur hari raya Waisak. Meskipun perayaan Waisak sudah selesai pada saat menjelang subuh, namun wisatawan masih tetap terus berdatangan pada kawasan wisata di Candi Borobudur.

Indahnya Ribuan Lampion yang diterbangkan.

Aktivitas yang dilakukan oleh ribuan orang, termasuk didalamnya adalah para umat Buddha dan para pengunjung yang sengaja datang ke Candi Borobudur. Proses pelepasan lampion saat Waisak sendiri memiliki makna yang penting. Yakni didalam lampion yang telah dilepaskan berisi harapan dan doa dari masyarakat, bagi masyarakat, serta negara maupun bangsa.

Pelepasan lampion pertama tepatnya sekitar pukul 21.00 WIB dilakukan di taman Aksobya. Selain pembacaan doa, mantra, dan paritta suci, para umat juga melakukan ritual Pradaksina, yakni mengelilingi candi Borobudur sebanyak 3 kali searah jarum jam. Kemudian sarana puja berapa air suci dan api abadi yang sudah disemayamkan di Candi Mendut diguankan sebagai salah satu syarat untuk mengikuti proses detik-detik Waisak hingga pukul 04:29 dini hari.

Umat Buddha harus lebih dulu memanjatkan paritta (doa) sebelum menerbangkan lampion. Adapun jumlah lampion yang disediakan oleh panitia pada tahun ini sebanyak 1.999 buah lampion. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, penerbangan lampion malam itu terbagi menjadi 3 sesi. Prosesnya dimulai sekitar pukul 21.00 WIB dan berakhir pada pukul 23.00 WIB pada tanggal 11 Mei 2017, Kamis.

Tiap lampion dipegang oleh 4 orang. Bagi yagn tidak memperoleh kesempatan, mereka cukup melihat dari luar area dan tampak begitu teramat bahagia saat mendapatkan kesempatan untuk mengabadikan momen suci tersebut melalui peralatan foto masing-masing. Ada pertunjukan seni tentang perjalanan Sang Buddha yang seremonial ini. Prosesi dilanjutkan dengan pelepasan lampion oleh Ketua Umum DPP Walubi dan seluruh majelis pada pukul 01.00 - 02.00 Waktu Indonesia bagian Barat.

Seluruh umat lalu melakukan ritual meditasi yang dituntun oleh Bhiksu Wonsin Labhiko. Tepat pukul 04:42 WIB, pemukulan gong sebanyak 3 kali menjai tanda puncak detik-detik Waisak 2561 BE /2017, disertai dengan pemercikan Air Berkah "Paritta Jayanto' dan sikap anjali seluruh umat. "Walubi mengajak umat Buddha untuk terus berjuang melawan keserakahan dengan cara menggalakkan berbagai kegiatan amal kebajikan dan mengikat diri untuk menolong sesama," terang Ketua Dewan Kehormatan Sangha Walubi, Biksu Tadisa Paramita Mahastavira seperti dikutip oleh Harian Media Indonesia (06/05/2017).







Biasanya hanya 7 ribu, sekarang kedatangan Wisatawan ke Candi Borobudur bisa meningkat 2x lipat menjadi 14 ribu. Daya tarik dan juga magnet kesucian akan Hari Raya Waisak 2561 BE menjadi salah satu tolak ukurnya. Terlebih saat diterbangkan 1.999 buah lampion pada hari Kamis, 11 Mei 2017. Sungguh penjabaran yang sangat sempurna akan makna "Bhinneka Tunggal Ika."Biasanya hanya 7 ribu, sekarang kedatangan Wisatawan ke Candi Borobudur bisa meningkat 2x lipat menjadi 14 ribu. Daya tarik dan juga magnet kesucian akan Hari Raya Waisak 2561 BE menjadi salah satu tolak ukurnya. Terlebih saat diterbangkan 1.999 buah lampion pada hari Kamis, 11 Mei 2017. Sungguh penjabaran yang sangat sempurna akan makna "Bhinneka Tunggal Ika."Biasanya hanya 7 ribu, sekarang kedatangan Wisatawan ke Candi Borobudur bisa meningkat 2x lipat menjadi 14 ribu. Daya tarik dan juga magnet kesucian akan Hari Raya Waisak 2561 BE menjadi salah satu tolak ukurnya. Terlebih saat diterbangkan 1.999 buah lampion pada hari Kamis, 11 Mei 2017. Sungguh penjabaran yang sangat sempurna akan makna "Bhinneka Tunggal Ika."


Biasanya hanya 7 ribu, sekarang kedatangan Wisatawan ke Candi Borobudur bisa meningkat 2x lipat menjadi 14 ribu. Daya tarik dan juga magnet kesucian akan Hari Raya Waisak 2561 BE menjadi salah satu tolak ukurnya. Terlebih saat diterbangkan 1.999 buah lampion pada hari Kamis, 11 Mei 2017. Sungguh penjabaran yang sangat sempurna akan makna "Bhinneka Tunggal Ika."Biasanya hanya 7 ribu, sekarang kedatangan Wisatawan ke Candi Borobudur bisa meningkat 2x lipat menjadi 14 ribu. Daya tarik dan juga magnet kesucian akan Hari Raya Waisak 2561 BE menjadi salah satu tolak ukurnya. Terlebih saat diterbangkan 1.999 buah lampion pada hari Kamis, 11 Mei 2017. Sungguh penjabaran yang sangat sempurna akan makna "Bhinneka Tunggal Ika."Biasanya hanya 7 ribu, sekarang kedatangan Wisatawan ke Candi Borobudur bisa meningkat 2x lipat menjadi 14 ribu. Daya tarik dan juga magnet kesucian akan Hari Raya Waisak 2561 BE menjadi salah satu tolak ukurnya. Terlebih saat diterbangkan 1.999 buah lampion pada hari Kamis, 11 Mei 2017. Sungguh penjabaran yang sangat sempurna akan makna "Bhinneka Tunggal Ika."


Biasanya hanya 7 ribu, sekarang kedatangan Wisatawan ke Candi Borobudur bisa meningkat 2x lipat menjadi 14 ribu. Daya tarik dan juga magnet kesucian akan Hari Raya Waisak 2561 BE menjadi salah satu tolak ukurnya. Terlebih saat diterbangkan 1.999 buah lampion pada hari Kamis, 11 Mei 2017. Sungguh penjabaran yang sangat sempurna akan makna "Bhinneka Tunggal Ika."














Sumber Penulisan:
http://www.buddha.id/2017/05/foto-foto-perayaan-waisak-2561-be-di.html
http://video.metrotvnews.com/special-event/VNxQQ81b-peringatan-trisuci-waisak-2561-be-2017-1
http://news.fajarnews.com/read/2017/05/12/15442/perayaan.waisak.2561.umat.diingatkan.pentingnya.menjaga.kebhinekaan
http://mediaindonesia.com/news/read/104396/bijaksana-sikapi-intoleransi/2017-05-12
http://www.suara.com/tekno/2017/05/11/133351/ucapan-selamat-hari-raya-waisak-kuasai-medsos
http://regional.kompas.com/read/2017/05/11/11480051/pesan.waisak.2017.cinta.kasih.penjaga.kebhinekaan
http://regional.kompas.com/read/2017/05/11/06312901/sambut.detik-detik.waisak.1.999.lampion.terbang.di.langit.borobudur
http://tv.kompas.com/read/2017/05/12/d56a1494541270536e6877/pesan.kebhinnekaan.warnai.perayaan.waisak
http://lifestyle.okezone.com/read/2013/05/26/407/812801/kisah-suram-waisak-di-candi-borobudur-tahun-ini
http://regional.kompas.com/read/2017/05/11/08315181/tanpa.dharmasanti.detik-detik.waisak.di.candi.borobudur.tetap.khidmat
http://www.suara.com/foto/2017/05/11/150629/perayaan-hari-raya-trisuci-waisak
http://mediaindonesia.com/news/read/103654/1-256-personel-amankan-perayaan-waisak-di-borobudur/2017-05-06
http://bangka.tribunnews.com/2017/04/17/peringatan-tri-suci-waisak-2561-be-2017-ajak-masyarakat-peduli-lingkungan
https://nasional.tempo.co/read/news/2017/05/11/173874342/waisak-2561-tokoh-buddha-ingatkan-cinta-kasih-dan-jaga-toleransi
http://kisahasalusul.blogspot.co.id/2015/03/asal-usul-candi-borobudur-yang-sejarah.html



No comments:

Post a Comment

Waktu begitu cepat berlalu mengiring langkah dalam cerita. Terbayang selalu tatapanmu dalam lingkaran pemikiran positif ku. Para pembaca blog Warga Desa (https://warga-desa-worlds.blogspot.com) adalah teman yang terindah. Saya ucapkan banyak-banyak terima kasih kepada teman-teman yang telah memberikan komentar.

Label

Agama Air Minum Alat Musik Alumunium Angklung Artis Asmara Automotif Bahan Bakar Bali Bambu Bandung Bank Bank Sampah Barang Bekas Batam Batik Becak Beras Besakih Biola Blogspot Boneka Buah-buahan Budaya dan Tradisi Buka Lapak Buku Bunga Burger Burung Cafe Charlie Tjendapati CNBC Cobek Dandung Santoso Daur Ulang Desa Desain Dodol E-mail Eceng Gondok Edie Juandie Ekonomi dan Perdagangan Es Krim Facebook Flipboard Flora dan Fauna Fruit Carving Furnitur Gadget Gamelan Garam Gerai Gerobak Gitar Google Plus Gula Hari Raya Harian Merdeka Haryadi Chou Hewan Hiburan dan Wisata Hidayah Anka Hidroponik Hijab Hotel http://www.duahari.com Hukum dan Politik Indra Karyanto Instagram Internet Internet Marketing ITB Jagung Jajanan Jamu Jamur Tiram Jangkrik Jawa Barat Jawa Tengah Jawa Timur Jepang Kain dan Pakaian Kaleng Kalimantan Kamera Kapal Laut Karaoke Kartun Kecantikan Kecap Keju Kelautan Kelinci Kemasyarakatan Kendaraan Kerajinan Kereta Kertas Kiat dan Tip Kisah Hidup Koki Komputer dan Teknologi Kopi Koran Kuda Pustaka Kuliner Kumpulan Kurir LA Time Laptop Si Unyil Lidah Buaya Linkedin Liputan 6 Logam Lukisan Kayu Madu Mahasiswa Mainan Anak-Anak Makanan dan Minuman Malang Martabak Masyarakat dan Persoalannya Matras Melukis & Menggambar Metro TV Mineral Miniatur Minyak Atsiri Mitra Mobil Motor Musik Nana Mulyana Narapidana Net TV Ngatmin Biola Bambu Obat dan Kesehatan Olah Raga Ondel-Ondel Online Organik Organisasi Sosial Pameran Panama Papers Pantang Menyerah Papan Selancar Paper Quilling Pariwisata Peluang Usaha Pemulung Pencucian Pendidikan Penelitian Penemuan Penyanyi Penyiar Peralatan Perhiasan Perikanan Permainan Perpustakaan Pertanian dan Perkebunan Perumahan Peternakan Pinterest Plastik Proses Produksi Psikologi dan Mental Putu Gede Asnawa Dikta Puyuh Radio Rancangan Rendang Resep dan Masakan Restoran Robot Roti Salak Sambal Sampah Sandal Sapi Sayur Mayur Sejarah dan Peradaban Sekolah Semarang Seni Seni Pahat Sepatu Sepeda Sindo News Slamet Triamanto Spa Strikingly Suprapto Surabaya Surat Kabar Tahun Baru Tas Tattoo Techno Park Teh Tekhnologi Televisi Telur Terrarium Tukang Cukur Tumang Twitter Venta Agustri Vespa Wanita dan Keindahan Wawancara Wayang Website Wetz Shinoda What's Up Wine Wordpress Yoga Yogyakarta You Tube