Showing posts with label Kerajinan. Show all posts
Showing posts with label Kerajinan. Show all posts

Wednesday, May 23, 2018

Pria asal Jember Olah Limbah Pohon Kopi Jadi Kerajinan Unik


Keluarga Didin Ahmad Yudha yang tinggal di desa Kali Putih, kecamatan Rambipuji, Jember, Jawa Timur mengolah pohon kopi menjadi mebel dan perabot rumah tangga lainnya yang berharga mahal dan memiliki nilai seni yang tinggi sejak tahun 2012.

Bahan pembuatan mebel ini tadinya hanyalah batang kopi yang sudah tidak produktif lagi, digunakan oleh masyarakat setempat sebagai kayu bakar. Ide kreatif lantas muncul dari diri Pak Didin. Modalnya semangat, ketekunan, dan perhitungan yang matang. Mulai dari pemilihan bahan, proses pengerjaan, hingga tahap penyelesaian, termasuk pewarnaan dan kelengkapan.

Sunday, February 11, 2018

Kaleng Bekas diubah jadi Lukisan, Ibunda Rosi Haryati telah memulainya sejak tahun 2010


Berangkat dari keperdulian Ibunda Rosi Haryati pada lingkungan, ia bersama semua anggota keluarga membuat outlet Sanggar Kaleng. Outlet ini memiliki galeri yang beralamat di Jl. Pulo Gadung Rt 1 Rw 1 No. 42. Usaha ini dirintis mulai tahun 2011.

Meskipun bahannya murah dan kesannya sederhana, namun ternyata butuh pendidikan khusus agar bisa menghasilkan karya bernilai jual tinggi. Proses pelatihan yang intensif memerlukan waktu selama 1 tahun, isinya tentang pengelolaan bahan berupa kaleng bekas yang diubah menjadi lukisan dengan menggunakan teknik emboss painting.

Wednesday, January 10, 2018

Olahan tangan Pak Nanang Ristanto yang Inovatif dan Elegan. Dalam bentuk Siluet Kayu


Dengan memanfaatkan teknologi, Nanang Ristanto, 33, menghasilkan kerajinannya setelah banyak belajar dari You Tube. Nanang mengakui, peminat terbesar siluet kayu ini adalah para siswa sekolah, dan anak muda, serta sebagian orang tua.

Tuturnya di Facebook (18/12/2017), "Iya Pak, dari youtube apa saja yg berhubungan dgn kayu, baik dlm maupun luar negri.. Sambil berkarya, promosi, jg masih terus belajar Pak.. Brusaha mempelajari segala teknik2 perkayuan, agar amanah pelanggan sesulit apapun bs memenuhi sesuai apa yg d amanahkan."

Wednesday, January 3, 2018

Yayan Sutisna, pengrajin Alat-Alat Rumah Tangga berbahan Batok Kelapa


Batok kini bukan hanya menjadi sampah. Di tangan Pak Yayan Sutisna, batok-batok kelapa menjelma menjadi sesuatu yang berfaedah. Awalnya pria yang berumur 37 tahun ini melihat batok-batok kelapa hanya menjadi sampah. Lalu Sutisna mencoba mendaur ulang batok tersebut hingga menjadi peralatan rumah tangga.

Limbah Alam, begitulah pria kelahiran Banjar, 13 Desember 1980 memberi nama pada maha karyanya ini. Cocok banget yah namanya dengan daya upayanya hingga saat ini untuk kelestarian lingkungan. Sehari-hari, ia membuat aneka peralatan kebutuhan dapur di rumahnya, Pasirnagara.

Friday, December 22, 2017

Jane Ho, Pemilik Usaha Sabun Unik. Bubblesoap.net


Keterangan penulisan dibawah ini, semuanya saya sadur dari penyajian video yang dapat anda lihat pada website Liputan6.com.

"Halo mbak! Stop jangan dimakan. Ini sabun."
Oh begitu. Kirain saya ini es krim.
"Iya itu sabun sayang."
Oh ini Ibu yang buat yah. Lengkap karakter nya. Wah luar biasa.
"Bentuknya sangat unik dan saya kira ini makanan beneran."

Mbak Jun saya mau tanya. Ini awal mula bikin sabun dengan bentuk unik ini seperti apa sih.
Jane Ho, Pemilik Usaha Sabun Unik, “Iya, awal mulanya itu. Biasa ibu-ibu suka hunting-hunting dan browsing-browsing. Suatu hari aku lihat-lihat satu produk sabun itu ada yang di luar. Terus kemudian aku mencoba untuk di adop di Jakarta, Indonesia. Itu kan belum pernah ada.”

Sunday, December 17, 2017

Lebih dari 80 karya seni dari Papua dipamerkan disini


Tulisan pada artikel dibawah ini, saya ambil dari penyajian video yang ditayangkan oleh Metronews.com.

Senandung ini adalah lantunan pembuka para karamoi asal Kamoro sebelum mulai memahat dan mengukir. Ritual ini dilakukan suku Kamoro agar mereka semangat berkarya demi menghasilkan seni ukir dan pahat yang apik. Seraya meminta izin dari para leluhur agar kegiatan mereka diberkahi.

Mukhsin, Pengrajin scroll scraw dari Tanjung Pinang, Riau


Tulisan pada artikel dibawah ini, saya ambil dari penyajian video yang ditayangkan oleh Metronews.com.

Memulai usaha seorang diri, Mukhsin telah menggeluti kerajinan scroll scraw, yakni kerajinan seni ukir yang dibuat menggunakan gergaji tipis. Pria berusia 34 tahun ini telah menggeluti kerajinan ini selama 14 tahun. Menamakan galerinya seni gurindam, mukhsin memilih teknik ini karena dapat menghemat waktu pengerjaan.

Thursday, December 14, 2017

Nica Berti Vitrana. Seniman Paper Quilling asal Tulung Agung


Bermodalkan kertas berwarna dan polos, Mbak Nica Berti Vitrana, 29, pemudi asal Tulung Agung, Jawa Timur ini dapat berkreasi. Selain kertas gulung, membuat kerajinan ini hanya butuh alat yang sederhana. Gunanya untuk membnetuk kertas sesuai pola yang diinginkan.

Paper quilling, juga dikenal sebagai seni melipat kertas, adalah seni yang tugasnya melengkungkan potongan kertas. Kesenian ini lahir lebihd ari 500 tahun yang lalu melalui para seniman yang menemukan bahwa kertas strip bisa digulung, digulir, dilapisi, dan dibentuk menjadi ragam desain nan indah.

Nova Muhidir, Pemilik Country Kyra. Memproduksi Boneka berbahan Limbah


Tulisan pada artikel dibawah ini, saya ambil dari penyajian video yang ditayangkan oleh Liputan6.com.

Tidak dilihat sekilas, boneka ini seperti produk yang berasal dari luar negeri. Tapi ternyata ini dibuat di Indonesia dan berasal dari limbah rumah tangga. Selain banyak diminati masyarakat, produk ini juga mampu menembus pasar internasional.
Ikuti selengkapnya, hanya di berani beda.

Gilang Hutomo, Pengusaha dan Pelukis berbahan Daun Kering


Tulisan pada artikel dibawah ini, saya ambil dari penyajian video yang ditayangkan oleh Liputan6.com

Mas, lagi ngapain ?
"Ngumpulin daun mbak."
Ngapain, buat apa itu daunnya ?
"Jadi lukisan dong."
Ini daun apa mas ?
"Ini jenisnya daun ketapang."
Kalau saya disini mau lihat tata cara melukis daun nya, boleh yah ?
"Ke workshop aja."
Ke workshop. Ok, kita ke workshop ya mas yah.

Gilang Hutomo, Pengusaha Lukisan Daun Kering, “Setelah saya resign kerja yah, a a a a kurang lebih tahun 2015. Di tahun 2015 ini, saya sebenarnya basic nya menggambar di kertas. Di media kertas. Peng-cutting-an juga di media kertas.”

Nurfinayati, pendiri usaha boneka bermerek Potty House


Tulisan pada artikel di bawah ini, saya ambil dari penyajian video yang ditayangkan oleh Liputan 6.com.

Bahan limbah tak selamanya tak berguna dan merusak lingkungan. Sayang tidak semua orang mampu memanfaatkannya hingga menjadi benda produktif. Lain halnya dengan Nufinayati, lulusan institut pertanian bogor ini mampu membuat sebuah produk berbahan bubuk kayu yang kini digemari.
Pemirsa berani beda, sekarang saya sudah bersama mbak Nurfina nih, pemilik dari Boneka Potty. Mbak apa kabar ?

Monday, November 20, 2017

Robot berbahan Stik Es Krim ini Dapat Membuat Anda Berdecak Kagum


Besarnya perhatian masyarakat akan sesuatu yang berbeda dan menarik, tentunya menjadi sebuah harapan baru bagi para pengrajin. Adapun menyulap bahan seadanya menjadi karya yang unik, memang membutuhkan kreatifitas terbaik.

Hal itulah yang dilakukan oleh Pak Haryadi Chou, 38, seorang seniman asal Lampung. Tema yang beliau angkat secara keseluruhan yaitu incredible creation. Dengan penempatan bahan stik es krim yang pas, pria kelahiran 20 Maret 1979 ingin mengesankan bahwa kerajinan yang dibentuk adalah bagian dari bayangan masa depan masyarakat tradisional.

Monday, November 13, 2017

Edi Santoso, Ubah Sampah Jadi Karya yang Sangat Berharga

Produk miniatur dari Pak Edi Santoso sangat baik. Sumber daya nya adalah sampah dan barang bekas. Tentu, hal tersebut sangat memiliki kontribusi yang positif bagi kita semua, tentunya para pembaca Blog Warga Desa (World's).

Kenalkan teman kita yang satu ini, Edi Santoso. Dia lahir pada tanggal 27 Oktober 1991. Kini warga desa yang tinggal di Kediri, rajin menghasilkan maha karya yang sangat berguna bagi masyarakat. Meskipun mengalami kekurangan fisik, tapi kenyataan tersebut sama sekali bukan halangan.

Hal ini seperti apa yang beliau utarakan di Facebook, sesaat tempo waktu perbincangan kami, Senin 20/10/2017. Lajang berusia 26 tahun mewujudkan keperduliannya terhadap limbah sampah dan barang bekas, dengan mendaur ulang komponen terbuang menjadi robot yang unik, serta juga ragam karya kerajinan yang sangat menarik.

Saturday, September 23, 2017

Modal awalnya Rp. 50 ribu. Kini Nenek asal Malang memiliki omset Rp. 50 Juta/bulan


Saat itu, mayoritas industri tekstil maupun jenis usaha lain tutup karena dampak krisis moneter. Namun, saat itu Nenek Endang Widati justru baru memulai usaha tekstilnya. Di tahun 1997 silam, beliau mulai mendirikan End's Collection embroidery dan handicraft.

Bermodalkan uang sebanyak Rp. 50 ribu saja dan 1 unit mesin jahit. Dia belikan kain untuk dijadikan sebuah bed cover dan pakaian. Saat mengawali usahanya itu, dia masih aktif sebagai PNS (Pegawai Negeri Sipil) di Badan Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) JawTim di Karang Ploso.

Tuesday, June 20, 2017

Ibu Lita Jonathans memberikan Harapan Baru untuk Kita Semua

Ibu Lita Jonathans memiliki talenta yang tinggi terhadap seni mengukir pada suatu bahan yang bisa sangat rapuh. Dia menggunakan cangkang atau kulit telur untuk menampilkan karya luar biasa berupa decorative eggshells. Kira-kira semua ini dimulai pada tahun 1990. Serta tidak hanya itu. . . . .aneka macam pernak-pernik hiasan, embroidery, glass painting, tenun ikat atau waving, lukisan dan banyak lagi juga diajarkan pada sekolah yang ia dirikan dengan nama Lalita Art & Craft.

Walau tak pernah mempelajarinya secara akademis, bakat alami tetap menjadi modal utamanya. Kemampuan seninya ia peroleh dari hasil belajar secara otodidak berdasarkan penjabaran sejumlah buku, serta konsisten menjaga komunikasi dengan berbagai rekan di tiap perkumpulan seni.

Hasilnya diimplementasikannya dalam suatu karya seni yang ternyata sangat indah dan mengagumkan. Visinya hanya ingin orang lain bisa meraih kesejahteraan yang sesuai berkat hasil jerih payah usaha kerajinannya. Salah satu andalannya decorative eggshells (cangkang telur hias), selain: tenun ikat atau waving, lukisan, aneka macam pernak pernik hiasan, embroidery, dan glass painting.

Sunday, April 9, 2017

Stefanus Sujatmiko Berhasil Merakit Bonggol Jagung untuk Tingkat Pasar di 5 Benua

Di tangan seorang kreatif seperti Pak Stefanus Indri Sujatmiko, sampah pun bisa diubah menjadi berlian. Kerajinan-kerajinan yang beliau hasilkan bersumber dari Bonggol Jagung. Pembuatan karya-karya ini sangat rumit. Akan tetapi hanya dalam waktu 2 tahun, usahanya bernama CV Giowari Putra Craft telah berhasil mengekspor produknya ke 5 (Lima) Benua.

Jenis makanan yang dulunya terkenal dengan nama Pop Corn. Sedari dulu juga bonggol atau batang buah jagung akan selalu dibuang. Hanya dipergunakan biji-biji kecil pada buah tersebut dan kemudian dimasak untuk menjadi makanan favorit bagi para wisatawan lokal, maupun luar negeri.

Lantas tentunya anda tidak akan pernah bisa menyangka bila karya-karya cantik olahan Pak Stefanus Indri Sujatmiko bersumber dari komoditi yang semula dipandang sebelah mata. Bonggol Jagung baginya merupakan sumber daya yang sangat berharga bagi kemajuan masyarakat. Ide dan kreatifitas, serta inovasi seadanya sebagai upaya untuk mengembangkan dunia kerajinan.

Wednesday, April 5, 2017

Zaenal Mukhlisin Pengrajin SANDAL Jepit UKIR dari Kabupaten Pati, Jawa Tengah

Sandal jepit produksinya bisa diubah tampilannya menjadi sangat unik. Pak Zaenal Mukhlisin, warga Desa Tayu Wetan, Kecamatan Tayu, Pati, Jawa Tengah adalah empunya. Tak hanya untuk cowok, banyak motif gambar yagn sesuai selera wanita pun hair. Bisnis yang telah ia geluti sejak tahun 2010. Saat ini produk kreatifnya telah dipasarkan lewat media online yang pada awalnya masih dari mulut ke mulut.
Zaenal Mukhlisin Pengrajin SANDAL Jepit UKIR dari Kabupaten
Pati, Jawa Tengah

Alas kaki yang satu ini sudah begitu akrab dengan kaki orang Indonesia. Ringan dan nyaman saat dipakai, membuat masyarakat memilih sandal jenis ini guna sedianya mengisi waktu santai. Selain murah sandal ini juga sangat bersahabat saat digunakan bagi segala keperluan.

Peluang bisnis yang sangat menjanjikan, karena produk jenis ini tak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Tapi tahu kah anda, ide penciptaan sandal kreatif berikut justru datang nasib sial. Adalah Pak Zaenal Mukhlisin, warga Desa Tayu Wetan, Kecamatan Tayu, Pati, Jawa Tengah.

Saturday, March 4, 2017

"GnB," Gitar Berhiaskan Batik Khas Indonesia milik Pak Haryo Sasongko, 67,

Membatik diatas kain memang sudah lumrah. Tapi kini, batik juga bisa dilukis diatas gitar. Berbekal hobi dan kecintaan terhadap budaya Indonesia membuat Pak Haryo Sasongko, 67, berhasil memadukan batik dengan gitar. http://batikguitar.com/

Lagi-lagi, kita bicara tentang khasanah budaya yang mengilhami. Terasa selalu inspiratif, bahkan usaha jenis ini lebih mampu bertahan dalam menghadapi guncangan. Pasalnya tiap karya tidak semata-mata mencari target penjualan, tapi juga untuk menyalurkan jiwa seni.

Ya, itulah Pak Haryo Sasongko, 67. Kakek asal Yogyakarta yang berhasil menjadi pengusaha gitar batik elektrik bermerek "GnB Guitars." Gitar dan Batik, keduanya merupakan hasil apresiasi dan ekspresi akan nilai seni dan budaya. Inilah yang terjadi ketika dwi fungsi yang ada dipadukan.

Sunday, February 26, 2017

Pak Abdullah, 37, adalah seorang Guru IPS dan PKn yang bekerja sebagai Pengrajin

Tiap harinya si Anak Desa bekerja sebagai guru IPS dan PKn pada suatu Madrasah di Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, Bangten. Meniti perjalanan usaha pada awal tahun 2016, kini karyanya sudah sering dihadirkan pada berbagai pameran yang di adakan oleh Diskopperindag Kabupaten Serang.

Inovasi anyaman dengan sentuhan alami terpampang begitu memikat diantara simpuh tangan yang sedang bekerja. Mencari sesuap nasi, itu pasti. Tetapi mengangkat harkat pengrajin melalui pengelolaan sumber daya seadanya akan menjadi nilai ekonomi yang sangat faktual bagi kemajuan masyarakat.

"Awalnya saya lihat di youtube tutorial anyaman koran setelah itu saya explor sendiri dan ya bisa di katakan otodidak," tulis Pak Abdullah, 37, kepada saya, Clenoro Suharto di Facebook (19/02/2017). Beliau sampai saat ini bekerja sebagai seorang tenaga pengajar honorer pada suatu Madrasah di Kecamatan Tirtayasa.

Wednesday, February 15, 2017

Budiarso Aksa merubah Kulit Telur menjadi Kerajinan Ukir yang Sangat Cantik

Anak desa dari Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, bernama Pak Budiarso Aksa. Ia memanfaatkan limbah cangkang telur untuk dijadikan sebagai karya seni yang unik dan artistik. Bayangin aja, gimana sulitnya hal tersebut untuk dikerjakan. Udah gitu kulit-kulit telur tersebut dilukis, disesuaikan dengan kebutuhan tampilan warna, lantas dibentuk menjadi hiasan yang cantik banget. Pak Budiarso mengaku, untuk melukis 1 butir telur memerlukan waktu selama 8 hari hingga 1 bulan lamanya.

Ketika umumnya orang melakukan kegiatan memasak di dapur, kira-kira apa yang biasa kita perhatikan ?? Setelah kegiatan dapur selesai, banyak sekali terlihat sisa kotoran yang berserakan di tempat sampah, khususnya disini, cangkang-cangkang telur yang sudah tak berbentuk.

Dianggap tidak berguna, karena memang mereka belum mengerti. Jadi kalau sudah tahu, sang pemasak pun tidak serta merta membuang seenaknya bahan baku yang tak berguna tersebut. Apalagi setelah mereka mengetahui bila kulit-kulit sampah telur bisa digunakan sebagai media ukir dan bahkan bisa disulap menjadi sebuah karya seni kaligrafi dengan nilai sangat indah.

Label

Agama Air Minum Alat Musik Alumunium Angklung Artis Asmara Automotif Bahan Bakar Bali Bambu Bandung Bank Bank Sampah Barang Bekas Batam Batik Becak Beras Besakih Biola Blogspot Boneka Buah-buahan Budaya dan Tradisi Buka Lapak Buku Bunga Burger Burung Cafe Charlie Tjendapati CNBC Cobek Dandung Santoso Daur Ulang Desa Desain Dodol E-mail Eceng Gondok Edie Juandie Ekonomi dan Perdagangan Es Krim Facebook Flipboard Flora dan Fauna Fruit Carving Furnitur Gadget Gamelan Garam Gerai Gerobak Gitar Google Plus Gula Hari Raya Harian Merdeka Haryadi Chou Hewan Hiburan dan Wisata Hidayah Anka Hidroponik Hijab Hotel http://www.duahari.com Hukum dan Politik Indra Karyanto Instagram Internet Internet Marketing ITB Jagung Jajanan Jamu Jamur Tiram Jangkrik Jawa Barat Jawa Tengah Jawa Timur Jepang Kain dan Pakaian Kaleng Kalimantan Kamera Kapal Laut Karaoke Kartun Kecantikan Kecap Keju Kelautan Kelinci Kemasyarakatan Kendaraan Kerajinan Kereta Kertas Kiat dan Tip Kisah Hidup Koki Komputer dan Teknologi Kopi Koran Kuda Pustaka Kuliner Kumpulan Kurir LA Time Laptop Si Unyil Lidah Buaya Linkedin Liputan 6 Logam Lukisan Kayu Madu Mahasiswa Mainan Anak-Anak Makanan dan Minuman Malang Martabak Masyarakat dan Persoalannya Matras Melukis & Menggambar Metro TV Mineral Miniatur Minyak Atsiri Mitra Mobil Motor Musik Nana Mulyana Narapidana Net TV Ngatmin Biola Bambu Obat dan Kesehatan Olah Raga Ondel-Ondel Online Organik Organisasi Sosial Pameran Panama Papers Pantang Menyerah Papan Selancar Paper Quilling Pariwisata Peluang Usaha Pemulung Pencucian Pendidikan Penelitian Penemuan Penyanyi Penyiar Peralatan Perhiasan Perikanan Permainan Perpustakaan Pertanian dan Perkebunan Perumahan Peternakan Pinterest Plastik Proses Produksi Psikologi dan Mental Putu Gede Asnawa Dikta Puyuh Radio Rancangan Rendang Resep dan Masakan Restoran Robot Roti Salak Sambal Sampah Sandal Sapi Sayur Mayur Sejarah dan Peradaban Sekolah Semarang Seni Seni Pahat Sepatu Sepeda Sindo News Slamet Triamanto Spa Strikingly Suprapto Surabaya Surat Kabar Tahun Baru Tas Tattoo Techno Park Teh Tekhnologi Televisi Telur Terrarium Tukang Cukur Tumang Twitter Venta Agustri Vespa Wanita dan Keindahan Wawancara Wayang Website Wetz Shinoda What's Up Wine Wordpress Yoga Yogyakarta You Tube