Showing posts with label Kereta. Show all posts
Showing posts with label Kereta. Show all posts

Tuesday, January 10, 2017

Hobi akan Miniatur Kereta Api ?? Ke Toko Milik Pak Ahmad Afiff, 42, Aja Yuk. . . .


Tergantung pemesanan, produk Bios Shop bisa berfungsi sebagai sekedar pajangan ataupun mainan. Sejauh ini mayoritas pembeli datang dari kalangan menengah ke atas. Harganya relatif mahal karena banyak produknya adalah barang impor.

Usaha yang sangat menjanjikan ini bermula dari hobi. Kegemaran mengoleksi miniatur kereta api sejak 1992 cukup menggugah Pak Ahmad Afiff, 42, untuk tergerak lebih perduli. Alasannya jumlah toko miniatur di Jakarta belum banyak. Selain itu, hobinya tersebut senantiasa harus menipiskan jumlah koceknya.

Friday, December 9, 2016

Toto Rizaldi, dari Lulusan SMP menjadi Pengrajin Miniatur

Pengrajin sejati tidak akan pernah sibuk mengisi kesehariannya hanya untuk mengejar cita-cita. Karena pengrajin sejati senantiasa giat meningkatkan mutu karyanya bagi suatu norma kualitas yang tak mungkin dapat diragukan lagi.

Jangan biarkan waktumu habis hanya untuk mengeluh. Begitu kiranya prinsip yang dipegang erat oleh Pak Toto Rizaldi, 24, dalam menjembatani kemampuannya saat menghasilkan ratusan karya miniatur. “Sya blajar sendiri mncari ilmu sndiri ( Autodidak),” jelasnya kepada saya, Clenoro Suharto di Facebook (26/11/2016).

Lantaran orang tuanya tidak mampu lagi membiayai kelanjutan sekolah nya setelah menempuh pendidikan terakhir di SMP, si Anak Desa tidak menyerah. Siapa sangka keputusan pria kelahiran 22 September 1992 untuk berwirausaha mengantarkannya menjadi sosok yang berguna di masyarakat. Dengan modal uang sebesar Rp. 200.000, Pak Toto lalu membelanjakan bermacam material yang dibutuhkan untuk mengkreasikan kerajinan.

Saturday, October 8, 2016

Miniatur Lokomotif dari Sampah! Pak Sulkan, 61, Telah Membuatnya dengan Sangat Baik

Cita-cita menjadi masinis yang kandas, ternyata justru mengantarkan Sulkan menjadi pebisnis. Perajin miniatur lokomotif, bahkan sudah mematenkan kerajinannya yang unik. Miniatur lokomotif karya Sulkan (61) ini terlihat terpajang rapi di ruang tamu rumahnya, Jalan Pakis 103, Kabupaten Malang.
Miniatur Lokomotif dari Sampah! Pak Sulkan, 50, Telah Membuatnya
dengan Sangat Baik
Impian untuk membuat miniatur diawali dari hobinya sejak 2007. Tidak memiliki background sebagai lulusan insinyur dari bidang tekhnik. Si wong deso hanyalah sosok umumnya pekerja yang pernah menimba pengalaman dalam profesinya sebagai pengrajin kayu.

Tidak jauh memang logika kerjanya. Membentuk sesuatu yang masih samar, hingga kemudian pilihan hasil terbaik menjadi prioritas. Uniknya lagi, bahan baku yang diperoleh berasal dari limbah sampah. Sebut saja: knope tutup panci, botol parfum, peralatan listrik bekas, handle microphone, kaleng susu bekas atau omplong, PCB elektro bekas, dan pipa pvc yang senantiasa digunakan untuk roda miniatur.

Sunday, October 2, 2016

Trainz Café adalah Rumah Makan Terbaik bagi Keluarga, karena Perhatiannya untuk Masyarakat

Bukan tanpa alasan. Trainz Café merupakan tempat yang cocok juga bagi pengunjung yang ingin melepaskan emosi negatif. Kondisinya jelas tidak monoton dan disini, para pengunjung bisa berinteraksi dengan berbagai perangkat fasilitas yang unik dan lucu. Mulai dari kendaraan masyarakat hingga kendaraan pribadi.
Trainz Café adalah Rumah Makan Terbaik bagi Keluarga, karena Perhatiannya
untuk Masyarakat
Senang sekali rasanya bila kita bisa hadir diantara nuansa yang menarik. Dimana inspirasi tumbuh dalam suasana yang santai sambil menikmati makanan dan minuman lezat. Kondisinya pun tidak monoton. Sangat berbeda dibandingkan banyak restoran yang pernah kita hampiri.

Menyadari dirinya sebagai tempat favorit, Trainz Café konsisten menyodorkan berbagai fasilitas yang unik dan lucu. Mulai dari miniatur sampai arena balap mobil lengkap beserta remote yang bisa pelanggan mainkan. Begitu tiba, biasanya perhatian anak-anak tidak akan lepas pada miniatur lokomotif dan miniatur kota jaman dulu di Eropa.

Saturday, September 17, 2016

Tak Pernah meraih Gelar Insinyur, tapi karya Miniatur dari Pak Frans Sukarya dikenal oleh Dunia

Tidak memiliki latar belakang pendidikan sebagai Insinyur. Apalagi keterkaitannya dengan disiplim ilmu mengenai bangun membangun, bahkan perihal pengetahuan pada bidang desain dan arsitektur. Pak Frans Sukarya hanyalah seorang rakyat jelata yang berusaha menyalurkan hobinya sejak kecil.   Kerabat seprofesi dari Negara Cina, Jerman, dan Perancis sempat terpukau saat mereka berkunjung ke Taman Miniatur Kereta Api miliknya di Bandung. Bahkan tak segan mereka menyamaratan kualitas produknya dengan kapasitas mutu yang dihadirkan oleh Taman Miniatur di Look Model Railway, Jerman; Northlandz Model Railway, Belanda; Gainsborough model Railway, Inggris; Taman Miniatur Wunderland, Hamburg, Jerman; dan Toogenburg Model Railway, Swiss.
Tak Pernah meraih Gelar Insinyur, tapi karya Miniatur dari Pak Frans Sukarya
dikenal oleh Dunia
Saya kira ia awalnya tumbuh dari seorang yang pandai berimajinasi. Frans, panggilan akrab Pak Frans Sukarya, sosok yang cukup terkenal di Kota Pahlawan berkat keahliannya dalam membuat Miniatur Kereta Api. Hasil kreasinya terbukti telah banyak mengundang decak kagum.

Dirinya sewaktu keil memang seorang figur yang telaten, suka memanfaatkan waktu untuk rajin belajar, serta gemar sekali memperhatikan lokomotif-lokomotif yang terpajang di museum. Kemudian mencoba mewujudkan pengamatannya untuk membuat miniatur lokomotif pada tahun 1996.

Label

Agama Air Minum Alat Musik Alumunium Angklung Artis Asmara Automotif Bahan Bakar Bali Bambu Bandung Bank Bank Sampah Barang Bekas Batam Batik Becak Beras Besakih Biola Blogspot Boneka Buah-buahan Budaya dan Tradisi Buka Lapak Buku Bunga Burger Burung Cafe Charlie Tjendapati CNBC Cobek Dandung Santoso Daur Ulang Desa Desain Dodol E-mail Eceng Gondok Edie Juandie Ekonomi dan Perdagangan Es Krim Facebook Flipboard Flora dan Fauna Fruit Carving Furnitur Gadget Gamelan Garam Gerai Gerobak Gitar Google Plus Gula Hari Raya Harian Merdeka Haryadi Chou Hewan Hiburan dan Wisata Hidayah Anka Hidroponik Hijab Hotel http://www.duahari.com Hukum dan Politik Indra Karyanto Instagram Internet Internet Marketing ITB Jagung Jajanan Jamu Jamur Tiram Jangkrik Jawa Barat Jawa Tengah Jawa Timur Jepang Kain dan Pakaian Kaleng Kalimantan Kamera Kapal Laut Karaoke Kartun Kecantikan Kecap Keju Kelautan Kelinci Kemasyarakatan Kendaraan Kerajinan Kereta Kertas Kiat dan Tip Kisah Hidup Koki Komputer dan Teknologi Kopi Koran Kuda Pustaka Kuliner Kumpulan Kurir LA Time Laptop Si Unyil Lidah Buaya Linkedin Liputan 6 Logam Lukisan Kayu Madu Mahasiswa Mainan Anak-Anak Makanan dan Minuman Malang Martabak Masyarakat dan Persoalannya Matras Melukis & Menggambar Metro TV Mineral Miniatur Minyak Atsiri Mitra Mobil Motor Musik Nana Mulyana Narapidana Net TV Ngatmin Biola Bambu Obat dan Kesehatan Olah Raga Ondel-Ondel Online Organik Organisasi Sosial Pameran Panama Papers Pantang Menyerah Papan Selancar Paper Quilling Pariwisata Peluang Usaha Pemulung Pencucian Pendidikan Penelitian Penemuan Penyanyi Penyiar Peralatan Perhiasan Perikanan Permainan Perpustakaan Pertanian dan Perkebunan Perumahan Peternakan Pinterest Plastik Proses Produksi Psikologi dan Mental Putu Gede Asnawa Dikta Puyuh Radio Rancangan Rendang Resep dan Masakan Restoran Robot Roti Salak Sambal Sampah Sandal Sapi Sayur Mayur Sejarah dan Peradaban Sekolah Semarang Seni Seni Pahat Sepatu Sepeda Sindo News Slamet Triamanto Spa Strikingly Suprapto Surabaya Surat Kabar Tahun Baru Tas Tattoo Techno Park Teh Tekhnologi Televisi Telur Terrarium Tukang Cukur Tumang Twitter Venta Agustri Vespa Wanita dan Keindahan Wawancara Wayang Website Wetz Shinoda What's Up Wine Wordpress Yoga Yogyakarta You Tube