Showing posts with label Pinterest. Show all posts
Showing posts with label Pinterest. Show all posts

Sunday, May 26, 2019

Gaya Hijab Babushka Yang Simpel Dan Praktis

Babushka kian sempurna dengan penggunaan material satin dan sutra, juga organdi yang bisa melengkapinya.
Gaya Hijab Babushka Yang Simpel Dan Praktis

Karena punya aktivitas rutin yang padat, wanita modern lebih cenderung mencari yang praktis dan simpel. Yang penting pada prinsipnya kepala tertutup, namun tetap mengedepankan asas kesopanan.

Iya, Babushka, bukan nama baru dalam dunia fashion muslimah. Gaya Babushka terinspirasi dari gaya wanita Rusia. kata Babushka sendiri berasal dari bahasa Kazakhstan yang berarti wanita tua. Disana para wanita tua biasa menutup bagian kepala dengan sehelai scarf. Yang juga mempopulerkan gaya ini adalah seorang perancang busana asal Kazakhstan, Ulyana Sergeenko.

Wednesday, May 31, 2017

Sejarah Fruit Carving di Indonesia, bersama Pak Wetz Shinoda

Buah dan sayuran tidak hanya bisa dikonsumsi. Dengan sentuhan kreatif, buah dan sayur mayur dapat dijadikan hiasan untuk mempercantik hidangan ataupun meja makan. Seni mengukir buah dan sayur ini dinamakan Fruit Carving. Pak Wetz Shinoda adalah seorang pendiri IFC (Indonesian Fruit Carving). Lembaga pendidikan ini merupakan organisasi yang senantiasa menghasilkan seniman Fruit Carving yang handal dan profesional.

Seni pahat berbahan buah yang tentunya sehat dan segar. Aktivitas ini terkenal dengan sebutan, 'Fruit Carving.' Ragam bentuk bisa dikreasikan sesuai dengan daya imajinasi sang kreator. Penggunaan buah sebagai media seni, hingga kini sudah ada sejak 700 tahun lalu. Tepatnya di Sakoikoi, Thailand.

Fruit carving pertama kali ditemukan pada tahun 1364. Seorang seniman ulung bernama Nang Noppamart membuat dekorasi lampu perahu pada festival yang rutin dilakukan saat bulan pernama yang jatuh pada bulan Desember. Ia mengukir buah dan sayuran menjadi bunga hingga karya ukirannya terlihat seperti rangkaian bunga Lili yang sangat indah.

Wednesday, March 8, 2017

Kisah Persahabatan Yukka Harlanda, 29, dan Putera Dwi Karunia, 29, untuk Kesuksesan Brodo

Brodo terinspirasi untuk membuat konsep sepatu yang elegan, memikat, inovatif, dan nyaman. Lantas Pak Yukka Harlanda, 29, mencoba mencari solusi dengan berkonsultasi sama sahabatnya, Pak Putera Dwi Karunia, 29. Ujarnya kepada Majalah Bintang (30/12/2016), "Kenapa nggak custom aja di Cibaduyut. Tinggal kasih desain, nanti mereka yang bikin." Dari situlah terbesit ide untuk mencoba dan ia baru tahu bahwa di Cibaduyut menyediakan pula order dalam bentuk pesanan sepatu.
Kisah Persahabatan Yukka Harlanda, 29, dan Putera Dwi Karunia,
29, untuk Kesuksesan Brodo

Dalam budaya masyarakat modern, sepatu merupakan kebutuhan utama untuk beraktivitas. Jika dilihat dari luar, sang pengguna tampak terlihat selalu mapan. Khasanah yang memberikan persepsi tersendiri bagi para penggunanya. Entah kesan elegan, gentle, matang dari pola desainnya, maupun kesan kuat dan tangguh.
Saat membuka usaha ini, Brodo telah menemukan ruang lingkup yang menjadikan sepatu tidak hanya sebagai alas kaki semata. Bagian gaya hidup metropolis guna menunjang penampilan. Ini benar-benar membuka peluang bagi para pebisnis lokal selayaknya mereka yang ikut meramaikan pasar sepatu di dalam negeri. Sang pemilik, Pak Muhammad Yukka Harlanda, 29, dan sahabatnya, Pak Putera Dwi Karunia, 29, memulai usaha ini sejak tahun 2007.

Friday, February 17, 2017

Rp 300 Juta per Bulan, karena Minen Leather tercipta dari teknik Handmade Skill

Ya, Minen Leather merupakan salah satu merek sepatu dari Bandung yang diolah dengan menggunakan teknik Handmade Skill. Pak Ricky Dermawan adalah pemilik dan pendirinya. Kediamannya yang terdapat di Cigadung, Bandung, Jawa Barat dijadikan sebagai tempat sentra produki sepatu. 80 pasang sepatu kulit per bulan menggunakan bahan terbaik yang berasal dari sentra penghasil kulit di Surabaya dan Yogyakarta bersama 10 orang karyawan.

Memiliki lebih banyak pilihan. Sepatu bagi masyarakat moderen merupakan aksesoris yang tak bisa dipisahkan. Berguna untuk menunjang aktivitas maupun gaya berbusana. Hingga kemudian kegemaran mengoleksi sepatu sejak muda mengantarkan Pak Ricky Dermawan sebagai pengusaha yang mumpuni.

Lebih mempriotaskan pasar pada kalangan premium, laki-laki lulusan S2 untuk Fakultas Seni Rupa di ITB ini mengusung merek Minen Leather sebagai produk fashion buatannya. Minen diambil dari nama keluarga besarnya. Merintis usaha produksi sejak tahun 2003, Ricky mencoba membuat sepatu sendiri untuk aktivitas kesehariannya.

Friday, February 3, 2017

Apa sih Rahasianya ?? Sepatu karya Ibu Nikma Basyar. Cukup 1 Tahun Kerja untuk bisa Ekspor

Memulai bisnis dengan modal seadanya, yakni Rp 500 ribu ketika membangun brand sepatu yang berasal dari namanya sendiri, Nikma Basyar. Kok bisa yah ?? Usaha home industry yang terletak di Desa Terik, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo makin tumbuh berkembang pesat sejak tahun 2014. Padahal semua itu berasal dari angan-angan untuk mempunyai sepatu yang sesuai dan bagus.
Apa sih Rahasianya ?? Sepatu karya Ibu Nikma Basyar bisa Ekspor, setelah
1 Tahun Kerja
Sekitar 12, 5 kilometer ke arah barat kota Sidoarjo, Jawa Timur, tepatnya di Desa Terik, Kecamatan Krian terdapat sebuah usaha pembuatan berbagai barang yang berhubungan dengan fashion. Dari tempat industri rumahan inilah Ibu Nikma Basyar, 36, membuat kerajinan sepatu yang memiliki kualitas ekspor.

Alasannya berbisnis sepatu handmade, karena pada awalnya ia mengalami kesulitan saat kepingin punya sepatu yang sesuai keinginan. Penyebab utamanya, yakni ukuran kakinya yang kecil, dibawah 34. Udah coba cari-cari ke banyak tempat, enggak ketemu juga. Adapun toko langganan, dia harus memesannya terlebih dahulu akan size tersebut. Udah gitu, model sepatu yang dihasilkan kerap kurang sesuai selera.

Tuesday, January 10, 2017

Hobi akan Miniatur Kereta Api ?? Ke Toko Milik Pak Ahmad Afiff, 42, Aja Yuk. . . .


Tergantung pemesanan, produk Bios Shop bisa berfungsi sebagai sekedar pajangan ataupun mainan. Sejauh ini mayoritas pembeli datang dari kalangan menengah ke atas. Harganya relatif mahal karena banyak produknya adalah barang impor.

Usaha yang sangat menjanjikan ini bermula dari hobi. Kegemaran mengoleksi miniatur kereta api sejak 1992 cukup menggugah Pak Ahmad Afiff, 42, untuk tergerak lebih perduli. Alasannya jumlah toko miniatur di Jakarta belum banyak. Selain itu, hobinya tersebut senantiasa harus menipiskan jumlah koceknya.

Monday, November 28, 2016

Omzetnya Rp. 4 Miliar per bulan dan Sandal Lucu adalah milik seorang Pegawai Negeri

Soal nilai jual, Sancu Creative hanya membanderol harganya sebesar Rp. 25 ribu hingga Rp. 35.000. Modal awalnya pun tidaklah banyak, kira-kira Rp. 150 Juta. Namun berkat pengalaman selama 8 tahun di dunia penjualan sandal, perihal tersebut berhasil membawa produksinya ke luar negeri, seperti: Singapura, Brunei, Malaysia, Al-Jazair, Libia, dan India. Pastinya mereka telah memesan 1 kontainer yang isinya 25 ribu pasang.

Nyaman dan sederhana, serta enak untuk dikenakan. Sandal jepit berusaha untuk terus menyemangati kita saat nilai-nilai tradisi di Nusantara menyentuh era modernisasi. Alasnya berupa bahan berlapiskan karet, selayaknya sebuah bentuk daun. Sedangkan, bagian atas, depan dan belakang diuntai oleh segaris tali berbentuk huruf “V” yang berfungsi sebagai penjepit untuk bagian jari dan pergelangan kaki.

Konon dulunya alas kaki jenis ini berlapiskan bahan yang keras, seperti kayu dan jenis-jenis logam. Lantas pada era Revolusi Industri Inggris, banyak para buruh tidak mengenakan alas kaki ke pabrik, setelah mengolah tanamannya di ladang. Tentu para petugas pembersih sering mengeluh, karena banyak kotoran yang terbawa ke ruangan. Maka kemudian para buruh diwajibkan untuk memakai sandal guna menghindar aktivitas yang menimbulkan keluhan.

Saturday, November 19, 2016

L Foodies ditulis secara Matang oleh Pak Hidayah Anka, 34, untuk rakyat Bumi (Buku Manusia)

Pak Hidayah Anka, 34, adalah seorang koki yang telah memberikan bukti nyata akan perjalanan karirnya di dunia Internasional. Penyajian akan kelezatan masakannya telah diakui oleh 8 hotel dan semuanya berada di Luar Negeri. Olahannya sangat unik, kaya rasa dan terbentuk dari komponen ide yang sangat apik. Melalui tiap artikel yang ia tulis di L Foodies, pria yang sering dipanggil Mas Ogie benar-benar memahami tentang arti sebenarnya akan sebuah kelezatan dari suatu masakan. Suatu komitmen nyata yang pastinya mampu mendatangkan perhatian positif dari berbagai kalangan. Apalagi penyajian resep dan penjelasan terasa lengkap bersama penuturan yang ramah dan sangat santun.
Wah pasti enak ya! Apalagi, semua itu didukung oleh bakat yang telah terbukti secara nyata. Racikan bumbu yang digabungkan dengan segarnya sayur mayur dari umumnya hasil pengolahan pertanian dan perkebunan di dunia. Pastinya perilaku memasak telah mampu menghadirkan kondisi cerdas bagi seluruh kalangan rakyat Bumi (Buku Manusia).

Khasanah perjalanan pun ternyata sempat pula menelurkan berbagai kesempatan bagi para penduduknya. Tentu pilihan kita tidak pernah salah bila perlu kiranya kita sekali-kali mencoba berbagai menu terbaik dari koki berkebangsaan Indonesia yang bekerja di luar negeri. Kemauan yang keras bersama kesempatan yang terbuka membuat Pak Hidayah Anka, 34, tidak ingin menyia-nyiakan anugerah yang telah diberikan. Bahkan ia memulai segalanya dari modal seadanya.

Tuesday, September 20, 2016

Pak Abdul Sobur - Bermula dari Jualan Radio Klasik, kini karyanya laku terjual di Luar Negeri

Hadirkanlah keindahan Radio Klasik ke rumah anda bersama Produk dari Gloya Indonesia. Didukung oleh teknologi sistem audio terbaru bersama ornamen terukir dan karya tulisan tangan yang tidak perlu diragukan lagi, radio ini membawa gelombang tranguility yang menggemakan bagi setiap sudut ruang rumah anda.   Awalnya Pak Abdul Sobur hanya fokus membuat jenis kerajinan untuk kotak kayu. Lambat laun kreasinya kerap diburu oleh berbagai konsumen dari luar maupun dalam negeri. Hingga suatu saat, respon pasar semakin memperlihatkan ketajamannya sejak ia bekerjasama dengan pelopor dari Pabrik Radio Transistor pertama di Indonesia.
Pak Abdul Sobur - Bermula dari Jualan Radio Klasik, kini karyanya laku terjual
di Luar Negeri
Menghadirkan ruang gerak yang sangat bebas bagi para penggemarnya. Termasuk untuk berbagai kalangan, eksistensi tersebut mesti dilestarikan ketika ketatnya kompetisi antar media kian hiruk pikuk. Kalau televisi, kita seharusnya duduk manis dan mengerahkan semua perhatian.

Coba saja bandingkan dengan radio. Sobat muda bisa mendengarkannya tanpa merasa terganggu sambil bekerja di laptop, tertawa cerita bersama sobat, berbincang-bincang dengan kawan atau konsentrasi saat mengendarai kendaraan. Lebih lagi, si pengisi suara rasio atau penyiar tidak bisa ditampik wajib menghadirkan solusi suara yang diinginkan oleh pemirsa.

Label

Agama Air Minum Alat Musik Alumunium Angklung Artis Asmara Automotif Bahan Bakar Bali Bambu Bandung Bank Bank Sampah Barang Bekas Batam Batik Becak Beras Besakih Biola Blogspot Boneka Buah-buahan Budaya dan Tradisi Buka Lapak Buku Bunga Burger Burung Cafe Charlie Tjendapati CNBC Cobek Dandung Santoso Daur Ulang Desa Desain Dodol E-mail Eceng Gondok Edie Juandie Ekonomi dan Perdagangan Es Krim Facebook Flipboard Flora dan Fauna Fruit Carving Furnitur Gadget Gamelan Garam Gerai Gerobak Gitar Google Plus Gula Hari Raya Harian Merdeka Haryadi Chou Hewan Hiburan dan Wisata Hidayah Anka Hidroponik Hijab Hotel http://www.duahari.com Hukum dan Politik Indra Karyanto Instagram Internet Internet Marketing ITB Jagung Jajanan Jamu Jamur Tiram Jangkrik Jawa Barat Jawa Tengah Jawa Timur Jepang Kain dan Pakaian Kaleng Kalimantan Kamera Kapal Laut Karaoke Kartun Kecantikan Kecap Keju Kelautan Kelinci Kemasyarakatan Kendaraan Kerajinan Kereta Kertas Kiat dan Tip Kisah Hidup Koki Komputer dan Teknologi Kopi Koran Kuda Pustaka Kuliner Kumpulan Kurir LA Time Laptop Si Unyil Lidah Buaya Linkedin Liputan 6 Logam Lukisan Kayu Madu Mahasiswa Mainan Anak-Anak Makanan dan Minuman Malang Martabak Masyarakat dan Persoalannya Matras Melukis & Menggambar Metro TV Mineral Miniatur Minyak Atsiri Mitra Mobil Motor Musik Nana Mulyana Narapidana Net TV Ngatmin Biola Bambu Obat dan Kesehatan Olah Raga Ondel-Ondel Online Organik Organisasi Sosial Pameran Panama Papers Pantang Menyerah Papan Selancar Paper Quilling Pariwisata Peluang Usaha Pemulung Pencucian Pendidikan Penelitian Penemuan Penyanyi Penyiar Peralatan Perhiasan Perikanan Permainan Perpustakaan Pertanian dan Perkebunan Perumahan Peternakan Pinterest Plastik Proses Produksi Psikologi dan Mental Putu Gede Asnawa Dikta Puyuh Radio Rancangan Rendang Resep dan Masakan Restoran Robot Roti Salak Sambal Sampah Sandal Sapi Sayur Mayur Sejarah dan Peradaban Sekolah Semarang Seni Seni Pahat Sepatu Sepeda Sindo News Slamet Triamanto Spa Strikingly Suprapto Surabaya Surat Kabar Tahun Baru Tas Tattoo Techno Park Teh Tekhnologi Televisi Telur Terrarium Tukang Cukur Tumang Twitter Venta Agustri Vespa Wanita dan Keindahan Wawancara Wayang Website Wetz Shinoda What's Up Wine Wordpress Yoga Yogyakarta You Tube