Sunday, December 31, 2017

Catur, Pengrajin Gitar berbahan Kaleng Bekas


Halo Mas Catur, lagi ngapain nih.
Ini lagi nyoba-nyoba gitar.
Gitarnya unik banget Mas. Dari apa ini ?
Itu dari kaleng biskuit. Kalau itu ? Ini sumber suaranya dari tempat makan kucing, terus ditutup pakai tutup tong sampah.

Tempat makan kucing dan tutup tong sampah.
Nah para pemirsa, mau tahu informasi lebih jauh tentang gitar unik ini. Ikuti terus, hanya di Berani beda.

Wiwin Trisma Yuliani, pengusaha cangkir terbang


Mengoleksi pernak pernik lucu untuk dipajang di rumah sudah menjadi hobi kaum hawa. Peluang itu pun dimanfaatkan dengan sangat baik oleh Wiwin Trisma Yuliani. Melalui Flastine Craft, Ibu dari 3 anak ini menyulap cangkir teh biasa menjadi cangkir terbang yang tidak hanya cantik, tapi juga unik.

Bukan sulap, bukan sihir. Cangkirnya bisa terbang.
Wah ini wah banget. Aku tuh takjub melihat kreasi cangkir terbang ini. Jarang banget bisa lihat kerajinan yang unik seperti ini. Hasil kreasi mbak Win yah.

Rochmania Sukmawati, Pengusaha Kaligrafi Scrapbook


Selain unik, kreasi kaligrafi ini juga dibuat dari bahan yang tidak biasa. Tak heran saat bulan Ramadhan pengusahanya pun bisa kebanjiran omset hingga 2x lipat. Ikuti kisahnya di berani beda.

Rochmania Sukmawati, Pengusaha Kaligrafi Scrapbook, “Ini jadi dulu saya ketika 2 tahun lalu, saya pengen punya kaligrafi untuk rumah saya sendiri. Setelah dicari-cari ternyata enggak ada yang sesuai dengan tema rumah saya. Terus saya punya kertas-kertas scrapbook dan saya coba bikin ternyata memang cocok dan setelah itu saya upload, banyak teman-teman yang suka. Seperti itu.”

Lius Kasdianto, Owner Fruchips. Keripik berbahan Buah


Cewek suka ngemil, tapi enggak mau gemuk. Nah. Solusinya ini. . . .
Rasa: Snakefruit, Jackfruit, Banana, Pineapple, Apple, Roejak.

Indonesia kaya akan berbagai sumber daya alam termasuk buah dan sayuran. Sumber daya itupun bisa dimanfaatkan untuk berbagai macam produk, salah satunya adalah ini, keripik buah. Dibuat oleh salah seorang pengusaha muda Indonesia. Keripik buah ini mampu merambah pasar internasional dan mendulang untung yang berlimpah. Simak kisah lengkapnya, hanya di berani beda.

Dewi Kocu, seniman Paper Cutter Artist bermerek Cutteristic

Halo mbak Vina
Eh Mbak Dewi
Lagi lihat-lihat yah.
Enggak ini. Keren-keren banget loh, karya cutteristic-nya
Saya tuh sangat tertarik sama karya-karya yang dibuat sama cutteristic sendiri.

Bisa diceritain enggak sih, awal mulanya karakteristik sendiri itu bagaimana ??
Dewi Kocu, Paper Cutter Artist, Founder Cutteristic, “Jadi waktu itu masih kerja di kantoran juga. Terus habis itu, saya melihat di majalah fashion. Di dalam itu ada sebuah kata-kata yang sederhana. Yang bisa saya lihat, ini kayaknya lucu banget kalau misalnya saya bikin. Terus saya coba pelajarin gimana cara buatnya, bahan apa yang dibutuhkan, lalu desain seperti apa yang harus saya punya untuk membuat paper cutting seperti ini. Lalu habis itu saya google, cari-cari gambar yang kira-kira cocok, lalu ambil kertas bekas yang waktu itu ada di kantor. Kalau di kantor kan pasti banyak kertas-kertas bekas yang enggak kepakai. Lalu saya pakai dari situ, mulai saya print, terus saya pakai gunting kecil untuk paper cutting pertama saya. Tetapi kemudian, ada bagian-bagian yang enggak bisa dipakai sama gunting, akhirnya saya selesaikan pakai cutter. Dan sejak itu, karya kedua dan seterusnya pakai cutter semua. Mangkanya namanya “Cutteristic.”

Sanjaya Arifin, Pengrajin Mainan berbahan Kardus


Mainan anak berbahan plastik mungkin sudah biasa. Tapi kalau mainan anak berbahan kardus seperti ini, nah anda pasti belum banyak yang tahu. Ternyata berkat kertas dan kreatifitas, kardus bekas bisa disulap menjadi mainan anak seharga ratusan ribu rupiah. Simak kelanjutan kisahnya hanya di berani beda.

Sanjaya Arifin, Pengrajin Mainan Kardus, “Saya bikin usaha ini secara enggak langsung di tahun 2015, September tepatnya pas anak saya ulang tahun, waktu itu saya masih kerja. Jadi saat kerja, pas malemnya ada kardus-kardus bekas di kantor saya kumpulin. Sampai akhirnya saya bikin 1 rumh kardus. Saya posting, waktu itu saya pakai facebook yah.”

Cici Sri Sulastri, Pengusaha Limbah Kerang beromset Rp. 50 juta per bulan


Terlihat seperti bunga. Tapi siapa sangka, produk ini ternyata terbuat dari limbah kerang. Ditangan Cici Sri Sulastri, limbah kerang seperti ini ternyata mampu disulap menjadi berbagai produk yang berniai ekonomis tinggi dan menjelajah pasar internasional. Simak kisahnya hanya di berani beda.

Cici Sri Sulastri, Pengusaha Limbah Kerang, “Saya mulai bisnis ini tahun 2009. Awalnya saya lihat limbah cangkang kulit kerang ini berserakan di tepi pantai, khususnya di kepulauan seribu dan saat itu, tidak dimanfaatkan. Nah dari situ saya ada inisiatif kok kayaknya nih kalau dibuat kerajinan bagus juga. Akhirnya saya coba-coba dan ternyata sudah diminati dan sudah produksi banyak. Ternyata setelah saya lihat lagi, limbah kulit kerang ini ternyata lebih banyak di daratan daripada di tepi pantai. Nah dari situ saya pikir ini kalau misalnya saya terusin usaha tidak kesulitan bahan baku, karena memang melimpah.”

Almedya Nayara Alzier, pengusaha cilik mainan slime


Berkat kreatifitasnya Almedya Nayara Alzier sukses menjadi pengusaha cilik mainan slime dengan omset puluhan juta per bulan. Berbekal uang 50 ribu rupiah pemberian sang bunda, slime buatan bocah berusia 10 tahun itu laris manis di pasaran.

Sekarang kita sedang main slime, buatan Naya nih. Naya bisa diceritain nggak sih, dulu awal mula bikin slime ini seperti apa ?
Almedya Nayara Alzier, pengusaha slime, “Jadi awal mulanya aku ketemu kakak kelas aku yang bawa slime ke sekolah. Habis itu aku bilang, kak itu apa ?? Karena waktu itu aku belum tahu. Habis itu, kata kakak kelas saya itu slime. Terus pas pulang sekolah aku lihat-lihat di You Tube gimana sih cara bikin slime. Pas pulang sekolah, baru deh aku nonton di YouTube.”

Monday, December 25, 2017

Kisah Inspratif Sri Mulyono, Seniman Ukir Buah asal Boyolali


Semenjak awal pembicaraan warga desa dengan salah satu seniman ukir buah, Sri Mulyono, sudah terlihat bila pria satu ini pecinta seni. Ia sering memasang karya-karyanya menjadi foto profil. Bentuknya kokoh, magnificent, dan cenderung unik. Sesuai dengan pemahaman ilmu seni yang pernah ia dapat.

Memperhatikan lebih lanjut pada galeri foto di Facebook (15/12/2017), semakin jelaslah bahwa ia bukan cuma seorang 'Carvinger Lover.' Tapi juga memiliki kemampuan yang sangat berbakat dalam bidang seni rupa. Ratusan karyanya sudah ia posting dan ratusan like dikantongi tiap kali upload foto dilepas pada media sosial.

Pak Aditya Kusuma dan Ibu Indah Adji, pemilik Benki Kitchen


Menyiapkan makanan yang sehat dan praktis untuk buah hati memang susah-susah gampang. Apalagi jika sang anak suka pilih-pilih makanan. Melihat fenomena tersebut, Indah dan Adit memutuskan untuk memulai bisnis usaha untuk anak yang mereka beri nama Benki Kitchen. Di tangan keduanya, bento dikemas dalam bentuk yang lucu hingga menarik bagi anak-anak.

Hayo, mbak Vina makan apa ini ??
Aduh pak, aku ini loh. Laper banget gituh loh. Ini punya costumer benki kitchen mbak.

Gambar T Ardhika, pengusaha sepeda kayu


Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Saya habis sepedahan nih sama mas Gambar T Ardhika, tapi saya bingung. Dia enggak ngegoes, sementara saya ngegoes. Kenapa ini mas ??
“Karena ini sepeda kayu dari listrik, mbak.”
Oh, sepeda kayu yang ada listriknya.
“Betul.”
Buatan Mas Dhika yah.
Kalau saya mau melihat pembuatannya boleh yah mas ?
“Boleh banget”
Kita kemana naih ?
“Kita ke garasi, kita.”
“Ok. Kita ke garasai yah.”

Indhy Agiviena Putri, pemilik bisnis Rumah Bolu Art


Pernikahan adalah momen bahagia yang dinanti oleh setiap pasangan. Tingginya angka perkawinan di tanah air membuka sejumlah peluang bisnis di industri pernikahan. Salah satunya yang sukses mendulang untung di lahan ini adalah Indi Agiviena Putri, pemilik rumah bolu art, penyedia jasa pembuatan mahar dan penghantaran pernikahan. Mahar merupakan salah satu syarat wajib pernikahan yang diberikan mempelai pria kepada calon isterinya dan disebutkan pada saat ijob kobul.

Gratia Mutiara Shanti, Pemilik bisnis ukulele bermerek UKUiki


Halo seleb berani beda. Tenang, saya lagi enggak lagi mau ngamen kok. Saya cuman mau belajar memainkan alat musik yang satu ini, sambil melihat proses pembuatan ukulele lukis. Mau tahu seperti apa ?? Saksikan terus, hanya di berani beda.

Gratia Mutiara Shanti, Pengusaha Ukulele Lukis, “Awal mulanya sih, karena emang suka maenin musik yah. Terus saya pernah lihat ada ukulele yang unik, karena dia ada gambar-gambarnya. Walaupun waktu itu dia dicetak yah, bukan dilukis. Terus ada ide, kenapa enggak bikin ukulele. Yang tadinya saya sendiri sempat minta tolong sama teman untuk melukis. Tapi terus enggak puas, karena itu kemudian mulai coba untuk melukis sendiri. Kenapa namanya okuiki, karena ukulele kan, singkatannya iku. Terus, iku sendiri sebenarnya berasal dari bahasa Jawa, artinya “ini”. Jadi sesimpel itu cuman artinya “Ini Ukulele.” Bedanya sih karena dilukisan itu. Jadi personal ice, kayak, unik gituh.”

Friday, December 22, 2017

Yusron Sudiono, Pelukis Beraliran Pointilisme


Titik-titik itu kian digemari, mencoba terus berekspresi dengan cara yang unik. Semacam gaya seni lukis pointilisme katanya. Yang mana tiap sentuhan titik dijadikan komponen utama dalam pembentuk setiap makna seni. Bukan lagi hanya sekedar alat bantu.

Ingin mengetahui lebih banyak tentang pointilisme, itu berarti sama saja membicarakan seni lukis beraliran do painting atau dot art. Bapak dari dot painting Indonesia adalah I Gusti Ngurah Gede Pemecutan, yang memperkenalkan gaya seni lukis ini sejak tahun 1959. Banyk seniman kala itu menggunakan kuas sebagai alat melukis, ia sendiri secara konsisten merubah pola kebiasaan itu melalui sidik jarinya.

Alfian Perdana dan Bayu, Pengusaha Makaroni merek Bang Jaka


Cemilan favorit ternyata bisa dibuat dengan bumbu olahan rumah. Omset besar pun dapat didulang bagi mereka yang menerjunkan diri ke bisnis ini. Simak kisah lengkapnya hanya di berani beda.

Alfian Perdana, Pengusaha Makaroni, “Kami memulai usaha itu di tahun 2016. Berawal sebenarnya dari kejenuhan saya bekerja, akhirnya saya memutuskan untuk resign dan memulai untuk berbisnis. Pada saat saya resign itu, saya bertemu Mas Bayu yang saat ini menjadi partner di saya. Dari situ kami sudah berkomitmen untuk membuka bisnis cemilan, dari awalnya.”

Okta Indra Sakti, Pemilik Bisnis Minyak Rambut Pomade


Halo Mas Okta
“Silahkan duduk Mbak”

Masa bisa ceritain nggak dulu awalnya berbisnis minyak rambut atau Pomade ini seperti apa ?
Okta Indra Sakti, Pengusaha Pomade, “Awalnya itu, saya itu pemakai Pomade. Di satu sisi, saya ini memiliki rambut asli yang susah diatur atau keriting mbak. Dimana saya bekerja harus rapi, saya bingung kalau enggak pakai pomade itu bagaimana. Akhirnya saya tertarik sekali. Apakah saya ini bisa bikin pomade yang sesuai kemauan saya, karena sampai selama ini yang pernah saya coba, brand-brand pomade itu tidak sesuai dengan ekspektasi saya.”

Devi Raissa, Pembuat Buku Anak, Rabbit Hole


Membaca secara rutin memiliki  manfaat positif bagi tumbuh kembang anak. Sayangnya budaya membaca di Indonesia masih sangat minim.
Adik semangat lagi nggak ?? Hal itulah yang mendorong Devi Raissa untuk membuat buku anak berkualitas dengan harga terjangkau. Tak hanya membuat naskah cerita, wanita lulusan psikologi ini juga memproduksi dan menerbitkan sendiri buku anak karangannya di bawah bendera rabbit hole.

Jane Ho, Pemilik Usaha Sabun Unik. Bubblesoap.net


Keterangan penulisan dibawah ini, semuanya saya sadur dari penyajian video yang dapat anda lihat pada website Liputan6.com.

"Halo mbak! Stop jangan dimakan. Ini sabun."
Oh begitu. Kirain saya ini es krim.
"Iya itu sabun sayang."
Oh ini Ibu yang buat yah. Lengkap karakter nya. Wah luar biasa.
"Bentuknya sangat unik dan saya kira ini makanan beneran."

Mbak Jun saya mau tanya. Ini awal mula bikin sabun dengan bentuk unik ini seperti apa sih.
Jane Ho, Pemilik Usaha Sabun Unik, “Iya, awal mulanya itu. Biasa ibu-ibu suka hunting-hunting dan browsing-browsing. Suatu hari aku lihat-lihat satu produk sabun itu ada yang di luar. Terus kemudian aku mencoba untuk di adop di Jakarta, Indonesia. Itu kan belum pernah ada.”

Sunday, December 17, 2017

Menjadi Lain dari yang Lain itu Sulit... Terus Belajar dan Optimis..


Usia yang masih sangat muda tak menghalangi niat si Warga Desa tuk melangkah menjadi yang berarti. Dengan sikap penjelasan yang selalu merendah, ia mengungkapkan, semua ini adalah hasil kerja keras, kejujuran dan doa. Dia pun menambahkan, dukungan keluarga, sahabat, dan orang-orang di sekitarnya telah banyak membantu.

"Saya lulusan SLTP lebih tepatnya MTs (Madrasah Tsanawiyah)," jelas Pak Iman Ansori di Facebook (28/12/2017). Begitu lulus, ia langsung mencari pekerjaan dan mendapatkannya, "Karna saya dari kluarga kurang mampu. Jdi ga melanjutkan sma/k dan saat itu memang orang tua saya sudah tiada..Kerja untuk menghidupi diri dan menjalani hidup apa adanya..."

Roni Rohani, Perajin Seni Ukir Batu dari desa Ngabul, Jepara


Tulisan pada artikel dibawah ini, saya ambil dari penyajian video yang ditayangkan oleh Metronews.com.

Pemirsa, wilayah Jepara di Jawa Tengah selama ini terkenal dengan seni akan ukiran kayu. Seorang pria dari desa Ngabul bisa berkreasi dengan menggunakan batu tanpa meninggalkan ciri khas kota Jepara sebagai kota ukir.

Batu alam padas ternyata bisa diukir menjadi berbagai barang seni nan indah. Tanpa meninggalkan ragam ukiran khas dari nenek moyang, Roni Rohani berani berkreasi dengan melihat potensi seni ukir pada batu yang belum banyak diekspor oleh seniman lainnya di Jepara, Jawa Tengah.

Lebih dari 80 karya seni dari Papua dipamerkan disini


Tulisan pada artikel dibawah ini, saya ambil dari penyajian video yang ditayangkan oleh Metronews.com.

Senandung ini adalah lantunan pembuka para karamoi asal Kamoro sebelum mulai memahat dan mengukir. Ritual ini dilakukan suku Kamoro agar mereka semangat berkarya demi menghasilkan seni ukir dan pahat yang apik. Seraya meminta izin dari para leluhur agar kegiatan mereka diberkahi.

Mukhsin, Pengrajin scroll scraw dari Tanjung Pinang, Riau


Tulisan pada artikel dibawah ini, saya ambil dari penyajian video yang ditayangkan oleh Metronews.com.

Memulai usaha seorang diri, Mukhsin telah menggeluti kerajinan scroll scraw, yakni kerajinan seni ukir yang dibuat menggunakan gergaji tipis. Pria berusia 34 tahun ini telah menggeluti kerajinan ini selama 14 tahun. Menamakan galerinya seni gurindam, mukhsin memilih teknik ini karena dapat menghemat waktu pengerjaan.

Amin, pembuat sabun berbahan belerang di lereng gunung RajaBasa


Tulisan pada artikel dibawah ini, saya ambil dari penyajian video yang ditayangkan oleh Metronews.com.

Pemirsa, pernahkah anda mendengar sabun belerang. Di tempat wisata belerang di kecamatan Kalianda, kabupaten Lampung Selatan terdapat seorang yang sudah puluhan tahun berprofesi sebagai pembuat sabun belerang dan mampu menyekolahkan anaknya hingga ke perguruan tinggi.

Thursday, December 14, 2017

Nica Berti Vitrana. Seniman Paper Quilling asal Tulung Agung


Bermodalkan kertas berwarna dan polos, Mbak Nica Berti Vitrana, 29, pemudi asal Tulung Agung, Jawa Timur ini dapat berkreasi. Selain kertas gulung, membuat kerajinan ini hanya butuh alat yang sederhana. Gunanya untuk membnetuk kertas sesuai pola yang diinginkan.

Paper quilling, juga dikenal sebagai seni melipat kertas, adalah seni yang tugasnya melengkungkan potongan kertas. Kesenian ini lahir lebihd ari 500 tahun yang lalu melalui para seniman yang menemukan bahwa kertas strip bisa digulung, digulir, dilapisi, dan dibentuk menjadi ragam desain nan indah.

Nova Muhidir, Pemilik Country Kyra. Memproduksi Boneka berbahan Limbah


Tulisan pada artikel dibawah ini, saya ambil dari penyajian video yang ditayangkan oleh Liputan6.com.

Tidak dilihat sekilas, boneka ini seperti produk yang berasal dari luar negeri. Tapi ternyata ini dibuat di Indonesia dan berasal dari limbah rumah tangga. Selain banyak diminati masyarakat, produk ini juga mampu menembus pasar internasional.
Ikuti selengkapnya, hanya di berani beda.

Gilang Hutomo, Pengusaha dan Pelukis berbahan Daun Kering


Tulisan pada artikel dibawah ini, saya ambil dari penyajian video yang ditayangkan oleh Liputan6.com

Mas, lagi ngapain ?
"Ngumpulin daun mbak."
Ngapain, buat apa itu daunnya ?
"Jadi lukisan dong."
Ini daun apa mas ?
"Ini jenisnya daun ketapang."
Kalau saya disini mau lihat tata cara melukis daun nya, boleh yah ?
"Ke workshop aja."
Ke workshop. Ok, kita ke workshop ya mas yah.

Gilang Hutomo, Pengusaha Lukisan Daun Kering, “Setelah saya resign kerja yah, a a a a kurang lebih tahun 2015. Di tahun 2015 ini, saya sebenarnya basic nya menggambar di kertas. Di media kertas. Peng-cutting-an juga di media kertas.”

Nani Kurniasari adalah pemilik produk Selai bermerek Move On


Tulisan pada artikel dibawah ini, saya ambil dari penyajian video yang ditayangkan oleh Liputan6.com.

Halo Mbak Nani

Ini lagi ngapain nih ??
Lagi packing-packing nih, mau kirim-kirim barang. Yah mau kirim selai.

Mbak Nani bisa ceritain enggak sih. Awal mula bikin Selai bisa on gimana sih ??

Nurfinayati, pendiri usaha boneka bermerek Potty House


Tulisan pada artikel di bawah ini, saya ambil dari penyajian video yang ditayangkan oleh Liputan 6.com.

Bahan limbah tak selamanya tak berguna dan merusak lingkungan. Sayang tidak semua orang mampu memanfaatkannya hingga menjadi benda produktif. Lain halnya dengan Nufinayati, lulusan institut pertanian bogor ini mampu membuat sebuah produk berbahan bubuk kayu yang kini digemari.
Pemirsa berani beda, sekarang saya sudah bersama mbak Nurfina nih, pemilik dari Boneka Potty. Mbak apa kabar ?

Sunday, December 10, 2017

Pak Apriyanto, 37, adalah seorang Guru untuk Mata Pelajaran Fruit Carving


Ilmu pengetahuan yang diberikan oleh dunia pendidikan sudah dapat dikatakan berhasil untuk membentuk Pak Apriyanto, 37, menjadi seniman yang handal. Memiliki bakat dan talenta yang sejurus kemudian muncul sebagai sosok yang kerap dikagumi oleh para seniman lainnya.

Keahlian yang digelutinya dalam bidang fruit carving telah menjadi cita-citanya sejak lulus SMK. Kala itu, Surabaya Hotel School (SHS) merupakan sekolah perhotelan yang solid dan tangguh. Hingga saat ini pun begitu. Lembaga pendidikan ini telah menghasilkan ratusan ribu lulusan yang dipercaya oleh berbagai hotel dari Aceh hingga Papua.

Thursday, December 7, 2017

Modal Mbak Marvelly sebanyak "0" (Nol) Rupiah untuk memulai Rajutan Pelangi


Hari gini masih ngerumpi aje dan keluyuran. Kasihan dong sama pengetahuan kita selama ini. Mending merajut, siapa tahu dapat penghasilan yang bisa membantu. Perlu diketahui bahwa merajut juga bisa melatih otak, karena untuk melakukan aktivitas ini membutuhkan ketelitian dan konsentrasi.

Sejak dulu, merajut ternyata bukanlah kegiatan tanpa manfaat yang hanya sekedar pengisi waktu luang. Seiring dengan perkembangan masing-masing individu ataupun kelompok saat berlatih, nantinya juga akan dapat hasilnya. Rata-rata memang seringkali mengalami kegagalan selagi masih baru mencoba. Namun bila anda tidak menyerah untuk terus mencoba, saya kira kisah perjalanan Mbak Marvelly Widada, 22, dapat menjadi inspirasi yang sangat baik untuk kami semua.

Sunday, December 3, 2017

Nasi Tumpeng Karya Ibunda D. Suartika Tersaji Cantik, Berkat Bhinneka Tunggal Ika


Banyak hal menarik yang bisa didapat dari buah. Tanpa isi maupun ada, buah sejatinya telah dipandang sebagai salah satu hasil bumi yang sehat. Indikator dari keberlangsungan tradisi budaya yang indah dan berharga bila sentuhan kreativitas mengolahnya melalui imajinasi dan ketekunan.

Ukiran yang dihasilkan memang tidak mengkhususkan bentuknya pada tema tertentu. Seluruhnya memiliki tujuan yang bersahaja atau ungkapan sebenarnya dari keindahan alam. Menyambangi karya yang telah Ibunda D. Suartika, 42, hasilkan, hiasan yang indah tersebut telah mendefinisikan rincian fruit carving dalam bentuk penyajian menarik dan hasilnya akan selalu membuat tamu-tamu anda merasa istimewa.

Label

Agama Air Minum Alat Musik Alumunium Angklung Artis Asmara Automotif Bahan Bakar Bali Bambu Bandung Bank Bank Sampah Barang Bekas Batam Batik Becak Beras Besakih Biola Blogspot Boneka Buah-buahan Budaya dan Tradisi Buka Lapak Buku Bunga Burger Burung Cafe Charlie Tjendapati CNBC Cobek Dandung Santoso Daur Ulang Desa Desain Dodol E-mail Eceng Gondok Edie Juandie Ekonomi dan Perdagangan Es Krim Facebook Flipboard Flora dan Fauna Fruit Carving Furnitur Gadget Gamelan Garam Gerai Gerobak Gitar Google Plus Gula Hari Raya Harian Merdeka Haryadi Chou Hewan Hiburan dan Wisata Hidayah Anka Hidroponik Hijab Hotel http://www.duahari.com Hukum dan Politik Indra Karyanto Instagram Internet Internet Marketing ITB Jagung Jajanan Jamu Jamur Tiram Jangkrik Jawa Barat Jawa Tengah Jawa Timur Jepang Kain dan Pakaian Kaleng Kalimantan Kamera Kapal Laut Karaoke Kartun Kecantikan Kecap Keju Kelautan Kelinci Kemasyarakatan Kendaraan Kerajinan Kereta Kertas Kiat dan Tip Kisah Hidup Koki Komputer dan Teknologi Kopi Koran Kuda Pustaka Kuliner Kulit Kumpulan Kurir LA Time Laptop Si Unyil Lidah Buaya Linkedin Liputan 6 Logam Lukisan Kayu Madu Mahasiswa Mainan Anak-Anak Makanan dan Minuman Malang Martabak Masyarakat dan Persoalannya Matras Melukis & Menggambar Metro TV Mineral Miniatur Minyak Atsiri Mitra Mobil Motor Musik Nana Mulyana Narapidana Net TV Ngatmin Biola Bambu Obat dan Kesehatan Olah Raga Ondel-Ondel Online Organik Organisasi Sosial Pameran Panama Papers Pantang Menyerah Papan Selancar Paper Quilling Pariwisata Peluang Usaha Pemulung Pencucian Pendidikan Penelitian Penemuan Penyanyi Penyiar Peralatan Perhiasan Perikanan Permainan Perpustakaan Pertanian dan Perkebunan Perumahan Peternakan Pinterest Plastik Proses Produksi Psikologi dan Mental Putu Gede Asnawa Dikta Puyuh Radio Rancangan Rendang Resep dan Masakan Restoran Robot Roti Salak Sambal Sampah Sandal Sapi Sayur Mayur Sejarah dan Peradaban Sekolah Semarang Seni Seni Pahat Sepatu Sepeda Sindo News Slamet Triamanto Spa Strikingly Suprapto Surabaya Surat Kabar Tahun Baru Tas Tattoo Techno Park Teh Tekhnologi Televisi Telur Terrarium Tukang Cukur Tumang Twitter Venta Agustri Vespa Wanita dan Keindahan Wawancara Wayang Website Wetz Shinoda What's Up Wine Wordpress Yoga Yogyakarta You Tube