Saturday, March 3, 2018

Ternyata Profesi Kerja Pak Dandung Santoso Sebagai Koki, Tak Sekedar Tukang Masak


Hasil kerjanya membuktikan bahwa kemampuan individu tak akan mampu berkembang tanpa dukungan suatu kelompok. Berjalan beriringan karena memiliki kemiripan. Yakni sama-sama bekerja di dunia masak-memasak. Dapur dalam konteks profesi lebih dipandang sebagai ranah profesional.

Pintar memasak saja kurang cukup, selain harus memiliki disiplin waktu. Di tempat Pak Dandung Santoso bekerjaa saat ini, Gets Hotel, seorang juru masak harus siap sedia menyertakan waktunya selama 1/2 hari penuh guna bergelut di dapur. Setelah selesai dengan hasil yang memuaskan, baru deh ia dapat bernafas lega.

Menganalisis dan memantau kinerja adalah fitur yang mencolok dari deskripsi pekerjaan sebagai koki. Bagi pria kelahiran Jember, 9 Juli 1977, semua ruang aktivitas itu membutuhkan fokus yang tinggi dan daya kreatifitas, saat harus bergulat dengan tuntutan dalam hal penyajian suatu menu dengan kualitifikasi rasa, mutu dan gizi yangg tepat. Deskripsi pekerjaan koki juga melibatkan penentuan akan biaya bagi tiap perencanaan pada tahapan proses produksi.

Lahir dan dibesarkan dari keluarga sederhana, membuat ia tak pernah kebingungan dalam menciptakan inovasi yang sesuai dengan tuntutan kerja. "Sempat sekolah di api jogja," jelas Pak Dandung Santoso di What's Up (8/01/2018), namun jenjang pendidikan sebelumnya yang ditempuh cukup berbeda, yakni, "STM listrik, chef...."

Bangunan properti megah yang terletak di sebelah Danau Sentani telah menjadi penuntun yan tepat bagi masa depan karirnya. Merintis segalanya dari bawah, urainya, "Awal kerja saya jadi steward (pencuci piring) mas selama 1 bulan..trus naik dadi helper selama 6 bln...trus. Naik dadi second cook selama 1 tahun. Trus naik lagi dadi fist cook..itu saat kerja di Papua (Hotel Sentani Indah)...Tahun 1996. Hotel bintang 3."

Gets Hotel merupakan naungan tempat kerja yang ke 7, serta pula, "Kerja di resto 2 kali." Di sela-sela rutinitas chef Dandung selalu giat menyempatkan diri untuk menggali ilmu culinary. Saat memahami misi spesifik akan keperluan dapur, tentunya harus mempersiapkan modal yang ada dengan mencukupi kebutuhan melalui pengetahuan yang berkaitan dengan bidang tersebut. Dari kegiatan menyediakan pesanan, rajin memperhatikan kebutuhan yang diperlukan, hingga sering bertanya tentang teknik memasak kepada para senior cook. Keuletan serta loyalitas yang ditunjukkan oleh chef Dandung rupanya mampu menggiring dirinya untuk selalu berhasil dalam menciptakan menu-menu yang lezat.

Fruit carving atau seni mengukir buah bisa dikatakan ilmu baru bagi dirinya. Berawal dari coba-coba pada 2 tahun lalu dengan mengikuti instruksi dari You Tube, chef Dandung justru semakin jatuh cinta. Kemudian, "Kenal sama chef subhan di fb...seiring berjalannya waktu akhirya sering chat di wa..beliaulah yg support saya selama ini. Awalnya carvingan saya masih acak adut...saya sering sharing sama chef subhan..dan sering beliau bikinkan tutorial untuk saya latihan...alhamdulilah sekarang carvingan saya sdh agak rapi."

Antara pengalaman yang lucu, unik, dan aneh, namun memiliki proporsi nilai yang berbeda dengan jenis seni ukir lainnya. . . . .Semuanya jadi satu. "Pokokny acak adut chef...kadang kalau ingat ini pengen ketawa sendiri. Saya bukan seniman chef...cuma kuli ngoyang wajan," terang chef Dandung.

Fruit Engraver yang Ramah Lingkungan.

Kegitan yang dilakukan oleh MCA (Malang Chef Association) pada 29 Januari 2018 adalah salah satu bukti nyata dari proses belajar-mengajar fruit carvingnya selama ini. Para anggota MCA berjumlah 30 orang. Hingga saat ini, semuanya sudah banyak mengetahui ilmu seni mengukir buah.

"MCA di bentuk bulan 11 tahun 2017. Ini berawal dari obrolan saya sama chef akrom..gimana caranya kita bisa bikin komunitas carving yang bisa menyalurkan hobi cuil cuil semangka ini...jujur di malang carving masih minim dan tdk ada komunitasnya...memang banyak yg bisa carving tp untuk berbagi menularkan ilmunya itu jarang yg mau... Mca sendiri anggotanya ada dr siswa smk ibu rumah tangga dan chef...di sini kita saling berbagi untuk mendalami seni carving...mca ini meniru jcf."

Enggak hanya kegiatan ngumpul bersama yang pesertanya seputaran koki hotel dan restoran, MCA bisa dikatakan kecil-kecil cabe rawit. Kebahagiaan dan memutuskan untuk selalu berbagi, dimana mereka juga lebih memperhatikan komunikasinya bagi kemajuan bakat seni para siswa di sekolah-sekolah. "Mca ini meniru jcf (Jogja Carving Fruit). Awal saya mengajar di smk itu, atas ajakan ibu tri dr smkn1 batu..setelah itu saya sering keliling di smk yg ada di malang raya atas rekom ibu tri."




“Mca sendiri anggotanya ada dr siswa smk ibu rumah tangga dan chef.”
Ternyata Profesi Kerja Pak Dandung Santoso Sebagai Koki, Tak Sekedar
Tukang Masak
“Mca sendiri anggotanya ada dr siswa smk ibu rumah tangga dan chef.”


Pernah ikut kejuaraan fruit carving ?? . . . . . . . . . . . “Pernah chef 1, kali itu di jogja acara ion culinary..tp belum berhasil dadi juara...tp tim q yg kelas pelajar dpt juara 3.”
Ternyata Profesi Kerja Pak Dandung Santoso Sebagai
Koki, Tak Sekedar Tukang Masak
Pernah ikut kejuaraan fruit carving ?? . . . . . . . . . . . “Pernah chef 1, kali itu di jogja acara ion culinary..tp belum berhasil dadi juara...tp tim q yg kelas pelajar dpt juara 3.”


Tahun 2018 ini, ada rencana mengikuti berapa banyak kejuaraan ?? . . . . . . . . . . ”Tahun ini rencana 2 chef..inshaAllah april ikut di uny jogja sama october di ion culinary...ini juga q bawa tim dr adik adik smk dan juga MCA.”
Ternyata Profesi Kerja Pak Dandung Santoso Sebagai
Koki, Tak Sekedar Tukang Masak
Tahun 2018 ini, ada rencana mengikuti berapa banyak kejuaraan ?? . . . . . . . . . . ”Tahun ini rencana 2 chef..inshaAllah april ikut di uny jogja sama october di ion culinary...ini juga q bawa tim dr adik adik smk dan juga MCA.” (7 Juni 2010).


Apakah MCA akan membuat acara pendidikan fruit carving melalui média TeleVisi ?? . . . . . . “InshaAllah chef ini br pengajuan ke beberapa tv lokal......tp belum ada jawaban...mungkin mereka masih ragu dengan kemampuan kita...sekarang yg kita masih fokus untuk edukasi carvi g di cfd kerja sama dengan koran radar malang.”
Ternyata Profesi Kerja Pak Dandung Santoso Sebagai
Koki, Tak Sekedar Tukang Masak

Apakah MCA akan membuat acara pendidikan fruit carving melalui média TeleVisi ?? . . . . . . “InshaAllah chef ini br pengajuan ke beberapa tv lokal......tp belum ada jawaban...mungkin mereka masih ragu dengan kemampuan kita...sekarang yg kita masih fokus untuk edukasi carvi g di cfd kerja sama dengan koran radar malang.” (11 Desember 2011).


Loh kok bisa ragu.  Dari sisi mana, Kira-kira alasan mereka.  Kan hasil karya fruit carving MCA sangat bagus sekali, karena sering latihan.  Udah begitu, kalau mereka mau presentasi langsung, juga bisa. . . . . . . . . . . . .”Iya sie ...ya mungkin belum saatnya kita tampil di tv. Semoga next kita bisa tampil di tv lokal... Kan mca baru 3 bulan terbentuk.”
Ternyata Profesi Kerja Pak Dandung Santoso Sebagai Koki, Tak Sekedar
Tukang Masak
Loh kok bisa ragu.  Dari sisi mana, Kira-kira alasan mereka.  Kan hasil karya fruit carving MCA sangat bagus sekali, karena sering latihan.  Udah begitu, kalau mereka mau presentasi langsung, juga bisa. . . . . . . . . . . . .”Iya sie ...ya mungkin belum saatnya kita tampil di tv. Semoga next kita bisa tampil di tv lokal... Kan mca baru 3 bulan terbentuk.”


Bagaimana dengan sumber daya alat carving yg dimiliki oleh chef Kunda Chino. Apakah pisau dengan harga murah atau 0 (Nol) Rupiah juga akan diperkenalkan kpd siswa didik MCA ??  Sehingga nantinya anak pemulung juga bisa fruit carving. . . . . . . . . . . . . . .”Saluut buat chef kunda chino...sampai saat ini saya belum pernah bikn pisau sendiri chef...di mca kalau ada anak didik yg tdk punya pisau biasanya saya pinjamin...seng penting benar benar niat walaupun anak pemulung monggo kita akan ajari...karena mca sendiri ada program mca peduli anak yatim..yg mana kita menyantuni anak yatim dgn cata mengajarkan ilmu carving.”
Ternyata Profesi Kerja Pak Dandung Santoso Sebagai
Koki, Tak Sekedar Tukang Masak
Bagaimana dengan sumber daya alat carving yg dimiliki oleh chef Kunda Chino. Apakah pisau dengan harga murah atau 0 (Nol) Rupiah juga akan diperkenalkan kpd siswa didik MCA ??  Sehingga nantinya anak pemulung juga bisa fruit carving. . . . . . . . . . . . . . .”Saluut buat chef kunda chino...sampai saat ini saya belum pernah bikn pisau sendiri chef...di mca kalau ada anak didik yg tdk punya pisau biasanya saya pinjamin...seng penting benar benar niat walaupun anak pemulung monggo kita akan ajari...karena mca sendiri ada program mca peduli anak yatim..yg mana kita menyantuni anak yatim dgn cata mengajarkan ilmu carving.”


"Edisi nostalgia....goresan pertama q..2 tahun yg lalu...awal mula q tertarik dgn cuil cuil semangka...masih acak adut dan tak beraturan...""Edisi nostalgia....goresan pertama q..2 tahun yg lalu...awal mula q tertarik dgn cuil cuil semangka...masih acak adut dan tak beraturan...""Edisi nostalgia....goresan pertama q..2 tahun yg lalu...awal mula q tertarik dgn cuil cuil semangka...masih acak adut dan tak beraturan..."

"Edisi nostalgia....goresan pertama q..2 tahun yg lalu...awal mula q tertarik dgn cuil cuil semangka...masih acak adut dan tak beraturan..."


"Acara memasak dengan Net TV ini saat kerja di kampung lumbung boutiq hotel di batu chef. Ini bikin traditional steak….itu sdh lama sekali ..acara di net tv." Alamat youtube nya kelihatannya ndak ada chef."
Ternyata Profesi Kerja Pak Dandung Santoso Sebagai Koki, Tak Sekedar
Tukang Masak
"Acara memasak dengan Net TV ini saat kerja di kampung lumbung boutiq hotel di batu chef. Ini bikin traditional steak….itu sdh lama sekali ..acara di net tv." Alamat youtube nya kelihatannya ndak ada chef." (Desember 2015).










Foto:


Merintis karir sebagai seorang Steward atau pencuci piring di salah satu hotel di Papua, siapa sangka kini chef Dandung Santoso (41), telah menduduki puncak karir tertinggi sebagai Executive Chef di Gets Hotel yang berada di Kota Malang, Jawa Timur.Merintis karir sebagai seorang Steward atau pencuci piring di salah satu hotel di Papua, siapa sangka kini chef Dandung Santoso (41), telah menduduki puncak karir tertinggi sebagai Executive Chef di Gets Hotel yang berada di Kota Malang, Jawa Timur.Merintis karir sebagai seorang Steward atau pencuci piring di salah satu hotel di Papua, siapa sangka kini chef Dandung Santoso (41), telah menduduki puncak karir tertinggi sebagai Executive Chef di Gets Hotel yang berada di Kota Malang, Jawa Timur.


3 comments:

  1. Replies
    1. Ya, Anak desa yang telah berhasil menjejakkan kakinya di Metropolitan.
      Perjalanan karirnya pun tampaknya tak sulit untuk diikuti. Hanya membutuhkan kedisiplinan, kesabaran, dan rajin untuk selalu belajar.

      Delete
  2. sangat-sangan menginspirasi cerita bapak keren satu ini

    ReplyDelete

Waktu begitu cepat berlalu mengiring langkah dalam cerita. Terbayang selalu tatapanmu dalam lingkaran pemikiran positif ku. Para pembaca blog Warga Desa (https://warga-desa-worlds.blogspot.com) adalah teman yang terindah. Saya ucapkan banyak-banyak terima kasih kepada teman-teman yang telah memberikan komentar.

Label

Agama Air Minum Alat Musik Alumunium Angklung Artis Asmara Automotif Bahan Bakar Bali Bambu Bandung Bank Bank Sampah Barang Bekas Batam Batik Becak Beras Besakih Biola Blogspot Boneka Buah-buahan Budaya dan Tradisi Buka Lapak Buku Bunga Burger Burung Cafe Charlie Tjendapati CNBC Cobek Dandung Santoso Daur Ulang Desa Desain Dodol E-mail Eceng Gondok Edie Juandie Ekonomi dan Perdagangan Es Krim Facebook Flipboard Flora dan Fauna Fruit Carving Furnitur Gadget Gamelan Garam Gerai Gerobak Gitar Google Plus Gula Hari Raya Harian Merdeka Haryadi Chou Hewan Hiburan dan Wisata Hidayah Anka Hidroponik Hijab Hotel http://www.duahari.com Hukum dan Politik Indra Karyanto Instagram Internet Internet Marketing ITB Jagung Jajanan Jamu Jamur Tiram Jangkrik Jawa Barat Jawa Tengah Jawa Timur Jepang Kain dan Pakaian Kaleng Kalimantan Kamera Kapal Laut Karaoke Kartun Kecantikan Kecap Keju Kelautan Kelinci Kemasyarakatan Kendaraan Kerajinan Kereta Kertas Kiat dan Tip Kisah Hidup Koki Komputer dan Teknologi Kopi Koran Kuda Pustaka Kuliner Kulit Kumpulan Kurir LA Time Laptop Si Unyil Lidah Buaya Linkedin Liputan 6 Logam Lukisan Kayu Madu Mahasiswa Mainan Anak-Anak Makanan dan Minuman Malang Martabak Masyarakat dan Persoalannya Matras Melukis & Menggambar Metro TV Mineral Miniatur Minyak Atsiri Mitra Mobil Motor Musik Nana Mulyana Narapidana Net TV Ngatmin Biola Bambu Obat dan Kesehatan Olah Raga Ondel-Ondel Online Organik Organisasi Sosial Pameran Panama Papers Pantang Menyerah Papan Selancar Paper Quilling Pariwisata Peluang Usaha Pemulung Pencucian Pendidikan Penelitian Penemuan Penyanyi Penyiar Peralatan Perhiasan Perikanan Permainan Perpustakaan Pertanian dan Perkebunan Perumahan Peternakan Pinterest Plastik Proses Produksi Psikologi dan Mental Putu Gede Asnawa Dikta Puyuh Radio Rancangan Rendang Resep dan Masakan Restoran Robot Roti Salak Sambal Sampah Sandal Sapi Sayur Mayur Sejarah dan Peradaban Sekolah Semarang Seni Seni Pahat Sepatu Sepeda Sindo News Slamet Triamanto Spa Strikingly Suprapto Surabaya Surat Kabar Tahun Baru Tas Tattoo Techno Park Teh Tekhnologi Televisi Telur Terrarium Tukang Cukur Tumang Twitter Venta Agustri Vespa Wanita dan Keindahan Wawancara Wayang Website Wetz Shinoda What's Up Wine Wordpress Yoga Yogyakarta You Tube