Showing posts with label Hidroponik. Show all posts
Showing posts with label Hidroponik. Show all posts

Tuesday, February 20, 2018

Usaha Sayuran Organik di Yogyakarta mampu menyuplai ke 18 Supermarket di Pulau Jawa


ISTIMEWANYA, tidak hanya sekedar pemanfaatan lahan secara efisien saja, berbagai jenis sayuran tersebut ditanam secara organik. Artinya sayuran yang ditanam tumbuh tanpa menggunakan pupuk kimia.

Tercatat ada sekitar 34 jenis sayur mayur ditanam di lokasi tersebut. Mulai dari tomat, kangkung, brokoli, dan lain sebagainya.

Saturday, November 4, 2017

Indra Karyanto mengatakan, 'Ilmu Teknik Geodesi berhubungan erat dengan Hidroponik'

Suatu kebahagiaan tersendiri, ketika kerja keras yang telah dilakukan dapat menghasilkan sesuatu yagn berarti bagi kesehatan masyarakat. Aktivitas ini merupakan bagian tak terpisahkan dari persiapan dan manajemen kerja yang disiplin. Secara rutin untuk setiap harinya, Pak Indra Karyanto, ST, memeriksa kadar air, nutrisi tanaman, serta perkembangan tanaman. Alhasil, beliau saat ini telah banyak menolong para pedagang kecil di daerah Kabupaten Cepu, Blora, dan sekitarnya.

Memiliki lahan luas yang sedang nganggur, tampaknya sudah bukan menjadi masalah lagi. Karena kondisi tersebut sudah ada jawabannya jika anda hendak menggunakan lahan yang ada untuk berkebun atau sekedar bertanam sayuran. Entah itu hasilnya untuk anda konsumsi sendiri atau sekedar berbagi dengan tetangga.

Salah satu pola kerja pertanian yang menitik beratkan pada pemenuhan sumber air untuk tanaman, disebut Hidroponik. Tanpa menggunakan tanah, hidroponik menekankan pentingnya nutrisi yang cukup bagi air. Setelah sistem penanaman dengan pola Hidroponik dapat dikelola secara baik, stabil dan terus menerus, maka kinerja tersebut akan bisa menghasilkan pendapatan bagi mereka yang mengusahakannya.

Indra Karyanto. Dari Industri Migas ke Pertanian Hidroponik

Kegiatan Hidroponik di Desa Pojok Watu, Kabupaten Blora mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan lingkungan bagi masyarakat sekitar. Selamat berjuang Mas Indra Karyanto.
Indra Karyanto. Dari Industri Migas ke Pertanian
Hidroponik

Tidak banyak pekerja yang memilih menggeluti bidang lain setelah keluar dari pekerjaan. Apalagi bidang yang digeluti itu berbeda jauh dari latar belakang pendidikan. Namun, tidak demikian bagi Indra Karyanto. Setelah tak lagi bekerja di industri minyak dan gas (migas), dia memilih bercocok tanam dengan sistem hidroponik.

2 tahun lalu, Indra Karyanto masih bekerja di salah satu KSO Pertamina. Setelah mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) pada 2016, sarjana Teknik Geodesi UGM Yogyakarta itu menggunakan uang pesangon untuk modal merintis usaha baru, budi daya tanaman hidroponik.

Uang Pesangon Digunakan oleh Pak Indra Karyanto untuk Membuat Hidroponik


Lokasi Desa Ngadu, Kecamatan Sambong, tidak jauh dari jalan nasional Blora-Cepu. Dari Pasar Sambong ke arah selatan. Ketika memasuki desa tersebut lebih dalam lagi, tampak green house dengan ukuran yang cukup besar. Green house itu dipenuhi sayuran segar tumbuh subur, tertata rapi di sebuah paralon yang diletakkan bertingkat dengan model segitiga.

Seorang pria berkaus hitam terlihat serius mengecek satu persatu sayuran itu. Dia adalah Indra Karyanto, salah satu petani hidroponik. Lalu, dia mengajak memasuki green house tersebut. Di dalamnya terdapat sejumlah sayuran segar, salah stunya sawi yang siap dipanen. "ini sudah siap dipanen dan siap disetorkan ke bakul," uajrnya sembari menunjukkan sayuran dekat pintu masuk green house-nya.

Tuesday, October 17, 2017

Yuk! Ikuti Belanja Cantik atau Belantik di Kelurahan Merjosari, Malang

Komoditas tanaman yang ada di RW 11 Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kabupaten Malang, sangat beragam. Adapun desain untuk pola tanam sengaja dibentuk semenarik mungkin. Sering mereka menyebutnya pola tanam yang dilakukan, yakni 'Tematik.'

Warga RW 11 Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, membangun sebuah program kemasyarakatan yang sangat indah untuk diamati dan diperdengarkan. Yakni program Kampung Belantik (Belanja Petik) mandiri. Inisiatif warga tersebut sudah dimulai sejak tahun 2013.

Kampung di Kabupaten Malang ini terbilang unik. Yang mana setiap rumah warga ditanami berbagai macam tumbuhan. Program kampung belantik sendiri tercetus atas dasar inisiatif warga yang merasa bingung, karena letak rumah mereka yang jauh dari pasar induk. Maka program kampung belantik dapat terlaksana.

Tuesday, January 24, 2017

Pengabdian telah Menolong Ibu Diah Meidiantie saat mengembangkan Usaha Hidroponik nya

Bagi anda yang tinggal di perkotaan, saya kira kisah Ibu Diah Meidiantie dapat dijadikan inspirasi. Bermodalkan sepetak tanah, ruang yang sempit tersebut dapat dirubahnya menjadi lahan yang produktif berkat pola tanam Hidroponik. Yah, kira-kira tahun 2008 dia memulai dan tahun 2010, dia sudah bisa menuai hasil.
Pengabdian telah Menolong Ibu Diah Meidiantie saat mengembangkan
Usaha Hidroponik nya
Bagi anda yang tinggal di kota besar dan sulit sekali mendapatkan lahan yang cukup luas untuk menanam. Seringkali muncul pertanyaan di benak kita, apakah memungkinkan ?? Petakan tanah atau beberapa lahan sempit dapat dijadikan media penanaman untuk berbagai macam tanaman.

Rasa-rasanya pengen juga gitu yah !! Punya tanaman yang hijau-hijau, segar, dan kalau kita butuh bisa tinggal dipetik. Nah, melalui tangan seorang wanita yang tinggal di Bekasi, Jawa Barat, ruang yang sempit mampu menjadi lahan produktif setelah pada tahun 2008 ia mencoba berkebun dengan cara hidroponik.

Sunday, October 30, 2016

Setelah keliling Dunia, akhirnya Pak Venta Agustri bekerja selayaknya Warga Desa (World’s)

Apakah anda pernah menduga ?? Kok, pola penanaman hidroponik bisa memiliki hubungan yang sangat erat dengan penyelesaian akan permasalahan masyarakat di Gang Dolly. Itu tuh. . . .Wilayah prostitusi yang terdapat di Pasar Kembang, Surabaya dan telah ditutup secara total oleh Pemerintah Kota Surabaya sejak tahun 2014. Iya, (dengan hidroponik), kita tidak perlu mencangkul tanah. Menyiram pun tidak perlu bila sudah dibuat sistem penyiraman otomatis. Kita tinggal memberi pupuk yang tepat dan mengamati pertumbuhannya. Buat usia pekerja yang telah berumur tua, tentu enak, tidak harus keluar tenaga banyak dan tetap bersih saat berkebun. Pastinya, inilah salah satu solusi untuk memastikan tentang mudahnya mencari nafkah, selain pekerajaan yang berasal dari pelatihan untuk sektor menjahit, kerajinan, kesenian, dan banyak hal yang telah dipersiapkan oleh pemerintahan Kota Surabaya dalam hal perencanaan program kerja mereka. Pak Venta Agustri dengan senang hati memberikan ilmunya tanpa basa basi sedikitpun. Bahkan, dia ingin semakin banyak warga Surabaya yang bisa mengembangkan tanaman hidroponik di tempat tinggal mereka. Efektivitas kerja dari Hidroponik juga memungkinkan kinerjanya untuk dapat diaplikasikan pada daerah eks lokalisasi Dolly. . . .  . .Sungguh suatu kenyataan POSITIF yang sangat diharapkan oleh tiap Warga Negara Indonesia. . . .  . .Terima Kasih Pak Venta Agustri.
Setelah keliling Dunia, akhirnya Pak Venta Agustri bekerja
selayaknya Warga Desa (World’s)
Harumnya asap yang masih mengepul, hingga mengeluarkan aroma sedap dengan dominasi rempah-rempah bersama daun peterseli. Daun bumbu yang memiliki tekstur cukup mirip dengan daun oregano. Biasanya daun basil digunakan pada masakan Eropa dan sebagian Negara Asia Tenggara, seperti Laos, Thailand, dan Vietnam.

Seringkali juga daun basil digunakan untuk penambah rasa pada pasta, salah satu ciri khas masakan dari Italia. Di Negara asalnya, India, basil biasa disebut tlasi atau tulasi. Sedangkan di Thailand, basil lazim disebut Thai Basil. Adapun  di Negara kita, basil kerap dijadikan lalapan atau campuran sayur bayam guna menyelaraskan aroma masakan.

Friday, June 17, 2016

"2 Tahun Saja Untuk Belajar": Ibu Bertha Suranto Mampu Meraih Laba Dari Hidroponik

Ha! Cukup 2 (dua) TAHUN KURANG, si Ibu yang takut sama cacing sudah bisa dikatakan Sangat Ahli dalam bidang tanaman Hidroponik. Ya, sayuran Hidroponik memiliki kelebihan dibandingkan sayuran yang ditanam secara konvensional. Rasanya lebih sehat dan lebih segar.
"2 Tahun Saja Untuk Belajar": Laba Dari Hidroponik Bersama Ibu
Bertha Suranto

Senang sekali rasanya bila saya kembali menulis artikel tentang Hidroponik. Karena artikel pertama saya tentang hidroponik telah dibaca oleh 15.000 orang lebih dalam kurun waktu hanya 2 hari. Melalui kinerja Facebook beserta kolomnya, target tersebut dapat dengan mudah tercapai.

Memang judulnya cukup menarik sih: Bermodalkan Tanaman Kangkung, Pak Charlie Tjendapati Raih Omset Rp. 97,2 Juta. Suatu kenyataan manis yang sangat didambakan oleh masyarakat Indonesia saat ini. Karena modalnya berasal dari apa saja yang mereka lihat pada alam sekitar.

Friday, May 27, 2016

Bermodal Tanaman Kangkung, Pak Charlie Tjendapati Raih Omset Rp. 97,2 Juta

Pak Charlie menganggap bisnis yang ia geluti sekarang sangat menjanjikan. Dia pun kerap diundang untuk berbagai penyuluhan di berbagai tempat seputaran Jawa Barat untuk sekedar sharing dan bertukar pengalaman.

Nilai jual yang tidak terlalu mahal di pasaran hanya Rp. 1.000 s/d Rp. 2.000 per ikat. Namun mampu meraih keuntungan sebesar Rp. 97,2 juta per bulannya. Selamat Pagi, Kawan! Kata Charlie Tjendapati.

Lingkungan lahan yang sejuk dan asri di wilayah Bandung, Jawa Barat tak membuat dia dapat berdiam diri menikmati apa yang telah terjadi. Perihal tumbuhan ini membuat dirinya terpikir untuk membangun sebuah tempat pengelolaan perkebunan berjenis Hidroponik.

Label

Agama Air Minum Alat Musik Alumunium Angklung Artis Asmara Automotif Bahan Bakar Bali Bambu Bandung Bank Bank Sampah Barang Bekas Batam Batik Becak Beras Besakih Biola Blogspot Boneka Buah-buahan Budaya dan Tradisi Buka Lapak Buku Bunga Burger Burung Cafe Charlie Tjendapati CNBC Cobek Dandung Santoso Daur Ulang Desa Desain Dodol E-mail Eceng Gondok Edie Juandie Ekonomi dan Perdagangan Es Krim Facebook Flipboard Flora dan Fauna Fruit Carving Furnitur Gadget Gamelan Garam Gerai Gerobak Gitar Google Plus Gula Hari Raya Harian Merdeka Haryadi Chou Hewan Hiburan dan Wisata Hidayah Anka Hidroponik Hijab Hotel http://www.duahari.com Hukum dan Politik Indra Karyanto Instagram Internet Internet Marketing ITB Jagung Jajanan Jamu Jamur Tiram Jangkrik Jawa Barat Jawa Tengah Jawa Timur Jepang Kain dan Pakaian Kaleng Kalimantan Kamera Kapal Laut Karaoke Kartun Kecantikan Kecap Keju Kelautan Kelinci Kemasyarakatan Kendaraan Kerajinan Kereta Kertas Kiat dan Tip Kisah Hidup Koki Komputer dan Teknologi Kopi Koran Kuda Pustaka Kuliner Kumpulan Kurir LA Time Laptop Si Unyil Lidah Buaya Linkedin Liputan 6 Logam Lukisan Kayu Madu Mahasiswa Mainan Anak-Anak Makanan dan Minuman Malang Martabak Masyarakat dan Persoalannya Matras Melukis & Menggambar Metro TV Mineral Miniatur Minyak Atsiri Mitra Mobil Motor Musik Nana Mulyana Narapidana Net TV Ngatmin Biola Bambu Obat dan Kesehatan Olah Raga Ondel-Ondel Online Organik Organisasi Sosial Pameran Panama Papers Pantang Menyerah Papan Selancar Paper Quilling Pariwisata Peluang Usaha Pemulung Pencucian Pendidikan Penelitian Penemuan Penyanyi Penyiar Peralatan Perhiasan Perikanan Permainan Perpustakaan Pertanian dan Perkebunan Perumahan Peternakan Pinterest Plastik Proses Produksi Psikologi dan Mental Putu Gede Asnawa Dikta Puyuh Radio Rancangan Rendang Resep dan Masakan Restoran Robot Roti Salak Sambal Sampah Sandal Sapi Sayur Mayur Sejarah dan Peradaban Sekolah Semarang Seni Seni Pahat Sepatu Sepeda Sindo News Slamet Triamanto Spa Strikingly Suprapto Surabaya Surat Kabar Tahun Baru Tas Tattoo Techno Park Teh Tekhnologi Televisi Telur Terrarium Tukang Cukur Tumang Twitter Venta Agustri Vespa Wanita dan Keindahan Wawancara Wayang Website Wetz Shinoda What's Up Wine Wordpress Yoga Yogyakarta You Tube