Thursday, April 27, 2017

Tri Haryanto Giatkan Minat Konsumen Indonesia untuk Membeli KEJU LOKAL

Naiknya keju impor justru menjadi angin segar bagi para pembuat keju lokal. Salah satunya adalah Pak Tri Haryanto. Sudah hampir 6,5 tahun beliau menjadi pembuat keju. Dapurnya berproduksi setiap 2 kali dalam sepekan. Sampai kini, ia bersama usahanya bernama the Trie's Cheese (http://www.triescheese.com/) membuat beragam jenis keju. Salah satu yang jadi andalannya, yakni keju khas Italia. Namanya Mozzarella.

Lezat banget pasti rasanya, apalagi jika sudah diolah menjadi cheese stick atau apapun yang memang sudah menjadi khasanahnya. Cese dan chiese, nada penyebutan kata yang berasal dari Bahasa Inggris. Keju itu rasanya gurih, terus memiliki kandungan gizi yang tinggi.

Patut disesali, harga keju di Supermarket Indonesia terbilang mahal. Yah, maklum saja keju-keju ini harus diimpor dari Belanda, Swiss, dan negara-negara yang terbukti sudah eksis sebagai penghasil keju. Namun jangan kecewa dulu kawan. Ternyata para pecinta keju bisa kok membuatnya sendiri di rumah.

Monday, April 24, 2017

Iwan Hoerditarto, Sang Gitaris yang bisa Mencuci SEPATU Kotor anda

Selain menawarkan kualitas, kenyamanan hasil kerja pun relatif sangat disukai oleh para pelanggan. RocKICKZ (http://www.rockickz.com) bergerak dalam bidang usaha jasa pencucian sepatu sejak tahun 2014 dan Pak Iwan Hoerditarto awalnya hanyalah seorang yang sangat sayang kepada tiap sepatu bekasnya. Namun saat ini, keuletan dan kegigihan kerjanya telah menuai hasil.

Kotor dan bingung membersihkannya, karena mungkin takut rusak. Apalagi memasuki musim penghujan. Sepatu yang kita kenakan riskan sekali kotor. Nah, bagi anda yang ingin terus sepatunya terlihat kinclong tapi tidak ada waktu untuk merawatnya. Tenang ada yang siap membantu. Siapa kira-kira ?

Ini bukanlah jasa laundry pakaian. Ini adalah jasa laundry sepatu yang kini mulai menjadi trend di kalangan anak muda dan pastinya jadi peluang bisnis juga yang menjanjikan. Khususnya trend sepatu sneaker dan running yang mulai kembali muncul pada tahun 2014.

Wednesday, April 19, 2017

Yasa Paramita Singgih mampu SUKSES karena Bisnisnya TIDAK PAKAI MODAL

Enggak Punya Pabrik dan Enggak Pakai Modal. Caranya bagaimana ?? Bisa dipercaya, dapat untung, bahkan mampu Sukses seperti sekarang. Pak Yasa Paramita Singgih memulai semua itu saat ia masih duduk di kelas 3 SMP atau Usia 15 Tahun.

Saya terlahir Bukan dari keluarga pebisnis, keluarga yang sederhana dan berkecukupan. Ayah saya bekerja sebagai karyawan, Ibu saya juga begitu, sedangkan kakak saya juga bekerja kantoran seperti kebanyakan orang. Saya anak ke 3 dari 3 bersaudara. Semuanya istilahnya generasi karyawan lah.

Pas saya menempuh pendidikan di tingkat SMP. Kebetulan saat itu Ayah saya jatuh sakit. Beliau tiba-tiba mengalami sakit berat karena terkena serangan jantung dan seiring permasalahan tersebut, keuangan ayah saya bisa dibilang pas-pasan. Langsung terbersit dalam benak saya, ayahku memiliki tanggung jawab hidup untuk selalu harus membiaya pendidikan saya sampai kuliah dan segala macem.

Friday, April 14, 2017

Pasar Terapung Lok Baintan. Kearifan Lokal dari Abad ke 16 yang Masih Ada

Biasanya aktivitas perdagangan di pasar terapung Lok Baintan, Banjar, Kalimantan Selatan sudah mulai ramai sejak 6 pagi. Sangat banyak pilihan produk yang bisa anda temukan disana. Rata-rata sih buah-buahan dan sayur-sayuran, makanan, serta kue kuliner khas daerah setempat pun kerap anda temukan. Menu andalannya yaitu Soto Banjar dan Ketupat Kadangan.

Nampak begitu rapi dan asri ketika konvoi perahu sebelum pukul 06:00 Pagi Waktu Indonesia Bagian Tengh berkunjung rutin. Mereka menjajakan berbagai barang dagangan, seperti: buah-buahan, sayur mayur, makanan tradisional, dan sebagainya. Perahu-perahu itu milik para pedagang dan buruh tani yang ikut memasarkan hasil pengolahan selama ini disana.

Berlokasi di sebuah desa Binangan, Kecamatan Sungai Tabuk, Banjar, Kalimantan Selatan. Sering pelancong menyebutnya Pasar terapung Lok Baintan. Untuk menuju lokasi pasar terapung, kita bisa menggunakan angkutan sungai seperti kelotok dan jukung atau perahu kecil dengan kapasitas jumlah penumpang sekitar 8 hingga 18 orang. Suasana pasar memberikan sebuah kehangatan yang sangat menakjubkan bagi para penggemar fotografi landscape dan human interest.

Sunday, April 9, 2017

Stefanus Sujatmiko Berhasil Merakit Bonggol Jagung untuk Tingkat Pasar di 5 Benua

Di tangan seorang kreatif seperti Pak Stefanus Indri Sujatmiko, sampah pun bisa diubah menjadi berlian. Kerajinan-kerajinan yang beliau hasilkan bersumber dari Bonggol Jagung. Pembuatan karya-karya ini sangat rumit. Akan tetapi hanya dalam waktu 2 tahun, usahanya bernama CV Giowari Putra Craft telah berhasil mengekspor produknya ke 5 (Lima) Benua.

Jenis makanan yang dulunya terkenal dengan nama Pop Corn. Sedari dulu juga bonggol atau batang buah jagung akan selalu dibuang. Hanya dipergunakan biji-biji kecil pada buah tersebut dan kemudian dimasak untuk menjadi makanan favorit bagi para wisatawan lokal, maupun luar negeri.

Lantas tentunya anda tidak akan pernah bisa menyangka bila karya-karya cantik olahan Pak Stefanus Indri Sujatmiko bersumber dari komoditi yang semula dipandang sebelah mata. Bonggol Jagung baginya merupakan sumber daya yang sangat berharga bagi kemajuan masyarakat. Ide dan kreatifitas, serta inovasi seadanya sebagai upaya untuk mengembangkan dunia kerajinan.

Friday, April 7, 2017

Henny Widjaja, Sukses Jualan Abon Cabai bermerek Ninoy. Namun setelah 7 tahun. . ??

Tepatnya 9 tahun lalu, Ibu Henny Widjaja yang kala itu bekerja sebagai pegawai salon memberanikan diri berhenti dari pekerjaannya. Wanita kelahiran Jakarta, 21 Juli 1974 merasa pekerjaannya sebagai pegawai salon tidak mampu memenuhi biaya kebutuhan hidup yang semakin melambung tinggi. Tak ayal, ia terus berusaha merintis usaha yang sejatinya sama sekali belum dikenalnya, yakni Abon Cabe NINOY. Perjuangannya ternyata berbuah SUKSES. Namun. . . . . . . . ??

Awalnya semua ini dari mimpi. Ia pengen banget punya olahan makanan yang enggak ada saingannya, proses produksi pun dilakukan secara mandiri agar market pasarnya mudah untuk meluas dan perusahaannya gampang mempromosikannya. Hingga saat ini, ia memiliki produk yang lain daripada yang lain.

Saat pertama kali mengetahui, banyak konsumennya bertanya-tanya. Kok ?? Cemilan jenis ini berbahan cabai, kan biasanya abon terbuat dari serat daging. "Ya," jawab Ibu Henny Indarti Widjaja, 43. Ini dibuat dari cabe. So, mengapa enggak membuat abon dari bahan baku yang berbeda, selain daging. Kelebihan dari abon cabai, yakni mudah dibawa dan karakteristiknya yang kering, jadi itu awet. Bisa tahan sampai 1 tahun.

Wednesday, April 5, 2017

Zaenal Mukhlisin Pengrajin SANDAL Jepit UKIR dari Kabupaten Pati, Jawa Tengah

Sandal jepit produksinya bisa diubah tampilannya menjadi sangat unik. Pak Zaenal Mukhlisin, warga Desa Tayu Wetan, Kecamatan Tayu, Pati, Jawa Tengah adalah empunya. Tak hanya untuk cowok, banyak motif gambar yagn sesuai selera wanita pun hair. Bisnis yang telah ia geluti sejak tahun 2010. Saat ini produk kreatifnya telah dipasarkan lewat media online yang pada awalnya masih dari mulut ke mulut.
Zaenal Mukhlisin Pengrajin SANDAL Jepit UKIR dari Kabupaten
Pati, Jawa Tengah

Alas kaki yang satu ini sudah begitu akrab dengan kaki orang Indonesia. Ringan dan nyaman saat dipakai, membuat masyarakat memilih sandal jenis ini guna sedianya mengisi waktu santai. Selain murah sandal ini juga sangat bersahabat saat digunakan bagi segala keperluan.

Peluang bisnis yang sangat menjanjikan, karena produk jenis ini tak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Tapi tahu kah anda, ide penciptaan sandal kreatif berikut justru datang nasib sial. Adalah Pak Zaenal Mukhlisin, warga Desa Tayu Wetan, Kecamatan Tayu, Pati, Jawa Tengah.

Sunday, April 2, 2017

Stefanus Martin membuat Miniatur Bus secara Manual dan TANPA CETAKAN

Tiap proses pengolahan memerlukan ketelitian, disiplin, talenta, serta kecermatan. Pak Stefanus Martin telah membuktikan hasilnya bersama SM Art Miniature Bus Carosserie. Ia memulai semua ini sejak tahun 2013 Enggak sedikit pelanggannya hingga saat ini merupakan para pensiunan supir dan konduktur bus. Mereka menjadi pelanggan setia, karena bukti hasil karya Miniatur Bus dari Pak Stefanus yang sangat mirip dengan aslinya.

Sebagai salah satu alat transportasi, keberadaan bus antar kota dan antar propinsi ternyata masih menjadi menu favorit dan pilihan utama bagi sebagian besar orang yang mau bepergian ke luar kota. Selain tarif yang relatif lebih murah dibandingkan dengan pesawat, sensasi dan pengalaman menaiki bus antar kota antar propinsi juga menjadi daya tarik tersendiri.

Hal ini lah yang menjadi inspirasi bagi Pak Stefanus Martin untuk membuat miniatur bus antar kota dan propinsi yang sangat mirip dengan aslinya. Sudah 5 tahun pembuat miniatur bus yang diberi nama S.M Art Miniature Bus ini menggeluti usaha ini. Berbagai model bus antar daerah pun sudah dibuatnya. Ketertarikan ia dengan bus juga dipengaruhi oleh cita-citanya pada masa lampau, yakni keinginan untuk memiliki sebuah bus umum standar.

Label

Agama Air Minum Alat Musik Alumunium Angklung Artis Asmara Automotif Bahan Bakar Bali Bambu Bandung Bank Bank Sampah Barang Bekas Batam Batik Becak Beras Besakih Biola Blogspot Boneka Buah-buahan Budaya dan Tradisi Buka Lapak Buku Bunga Burger Burung Cafe Charlie Tjendapati CNBC Cobek Dandung Santoso Daur Ulang Desa Desain Dodol E-mail Eceng Gondok Edie Juandie Ekonomi dan Perdagangan Es Krim Facebook Flipboard Flora dan Fauna Fruit Carving Furnitur Gadget Gamelan Garam Gerai Gerobak Gitar Google Plus Gula Hari Raya Harian Merdeka Haryadi Chou Hewan Hiburan dan Wisata Hidayah Anka Hidroponik Hijab Hotel http://www.duahari.com Hukum dan Politik Indra Karyanto Instagram Internet Internet Marketing ITB Jagung Jajanan Jamu Jamur Tiram Jangkrik Jawa Barat Jawa Tengah Jawa Timur Jepang Kain dan Pakaian Kaleng Kalimantan Kamera Kapal Laut Karaoke Kartun Kecantikan Kecap Keju Kelautan Kelinci Kemasyarakatan Kendaraan Kerajinan Kereta Kertas Kiat dan Tip Kisah Hidup Koki Komputer dan Teknologi Kopi Koran Kuda Pustaka Kuliner Kulit Kumpulan Kurir LA Time Laptop Si Unyil Lidah Buaya Linkedin Liputan 6 Logam Lukisan Kayu Madu Mahasiswa Mainan Anak-Anak Makanan dan Minuman Malang Martabak Masyarakat dan Persoalannya Matras Melukis & Menggambar Metro TV Mineral Miniatur Minyak Atsiri Mitra Mobil Motor Musik Nana Mulyana Narapidana Net TV Ngatmin Biola Bambu Obat dan Kesehatan Olah Raga Ondel-Ondel Online Organik Organisasi Sosial Pameran Panama Papers Pantang Menyerah Papan Selancar Paper Quilling Pariwisata Peluang Usaha Pemulung Pencucian Pendidikan Penelitian Penemuan Penyanyi Penyiar Peralatan Perhiasan Perikanan Permainan Perpustakaan Pertanian dan Perkebunan Perumahan Peternakan Pinterest Plastik Proses Produksi Psikologi dan Mental Putu Gede Asnawa Dikta Puyuh Radio Rancangan Rendang Resep dan Masakan Restoran Robot Roti Salak Sambal Sampah Sandal Sapi Sayur Mayur Sejarah dan Peradaban Sekolah Semarang Seni Seni Pahat Sepatu Sepeda Sindo News Slamet Triamanto Spa Strikingly Suprapto Surabaya Surat Kabar Tahun Baru Tas Tattoo Techno Park Teh Tekhnologi Televisi Telur Terrarium Tukang Cukur Tumang Twitter Venta Agustri Vespa Wanita dan Keindahan Wawancara Wayang Website Wetz Shinoda What's Up Wine Wordpress Yoga Yogyakarta You Tube