Showing posts with label Blogspot. Show all posts
Showing posts with label Blogspot. Show all posts

Saturday, September 23, 2017

Modal awalnya Rp. 50 ribu. Kini Nenek asal Malang memiliki omset Rp. 50 Juta/bulan


Saat itu, mayoritas industri tekstil maupun jenis usaha lain tutup karena dampak krisis moneter. Namun, saat itu Nenek Endang Widati justru baru memulai usaha tekstilnya. Di tahun 1997 silam, beliau mulai mendirikan End's Collection embroidery dan handicraft.

Bermodalkan uang sebanyak Rp. 50 ribu saja dan 1 unit mesin jahit. Dia belikan kain untuk dijadikan sebuah bed cover dan pakaian. Saat mengawali usahanya itu, dia masih aktif sebagai PNS (Pegawai Negeri Sipil) di Badan Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) JawTim di Karang Ploso.

Sunday, September 17, 2017

Berbekal Kreativitas, Pak Sri Wahono dapat tumbuh makin Kuat dan Ekspansif bersama Acosys


Walau acapkali terlibat perjalanan karir yang mustahil, si Warga Desa yang berasal dari Lampung ini sekarang menjadi pengusaha yang sukses dan disegani. Perangkat lunak buatannya, yang diberi nama Acosys telah digunakan oleh "5000 perushaaan dan jumlah unit lebih dari 9000 an," terangnya kepada saya, Clenoro Suharto di Facebook (27/08/2017.

Sri Wahono lahir pada sebuah Kabupaten yang memang sudah terdengar maju, bila sedikit saja kita mau menelaah ejaan nama kota tersebut. Yakni di Metro pada tahun 1977. Pernah tercatat sebagai mahasiswa untuk jurusan Teknik Sipil, Universitas Lampung (UNILA). Astaga! Kok disiplin ilmunya berbeda.

Sunday, August 20, 2017

MiniMarket Pertama di Indonesia yang Alat Pembayarannya menggunakan Sampah


Permasalahan akan sampah di propinsi Jawa Barat, khususnya kota Bandung tampaknya telah menemukan solusi terbaik. Atas keprihatinan seorang Ibu yang terus berupaya mencari formula dalam mendorong penyelesaian akan sampah. Salah satunya melalui sistem yang biasanya dunia perbankan lakukan.

Kok bisa ?? . . . .Di kawasan jalan Tubagus Ismail XIV, Bandung ada sebuah toserba yang dikenal sebagai mini market sampah. Unik memang, bila kita telusuri lebih lanjut. Karena transaksi jual-beli  di minimarket tersebut menggunakan sampah sebagai alat transaksinya.

Wednesday, May 31, 2017

Sejarah Fruit Carving di Indonesia, bersama Pak Wetz Shinoda

Buah dan sayuran tidak hanya bisa dikonsumsi. Dengan sentuhan kreatif, buah dan sayur mayur dapat dijadikan hiasan untuk mempercantik hidangan ataupun meja makan. Seni mengukir buah dan sayur ini dinamakan Fruit Carving. Pak Wetz Shinoda adalah seorang pendiri IFC (Indonesian Fruit Carving). Lembaga pendidikan ini merupakan organisasi yang senantiasa menghasilkan seniman Fruit Carving yang handal dan profesional.

Seni pahat berbahan buah yang tentunya sehat dan segar. Aktivitas ini terkenal dengan sebutan, 'Fruit Carving.' Ragam bentuk bisa dikreasikan sesuai dengan daya imajinasi sang kreator. Penggunaan buah sebagai media seni, hingga kini sudah ada sejak 700 tahun lalu. Tepatnya di Sakoikoi, Thailand.

Fruit carving pertama kali ditemukan pada tahun 1364. Seorang seniman ulung bernama Nang Noppamart membuat dekorasi lampu perahu pada festival yang rutin dilakukan saat bulan pernama yang jatuh pada bulan Desember. Ia mengukir buah dan sayuran menjadi bunga hingga karya ukirannya terlihat seperti rangkaian bunga Lili yang sangat indah.

Thursday, May 18, 2017

Masyarakat Bhinneka Tunggal Ika menyalakan Lampion Nan Elok saat Hari Raya Waisak

Biasanya hanya 7 ribu, sekarang kedatangan Wisatawan ke Candi Borobudur bisa meningkat 2x lipat menjadi 14 ribu. Daya tarik dan juga magnet kesucian akan Hari Raya Waisak 2561 BE menjadi salah satu tolak ukurnya. Terlebih saat diterbangkan 1.999 buah lampion pada hari Kamis, 11 Mei 2017. Sungguh penjabaran yang sangat sempurna akan makna "Bhinneka Tunggal Ika."

Lantunan doa dipanjatkan saat berlangsungnya perayaan hari raya Waisak pada berbagai tempat di wilayah Indonesia. Ya, ribuan umat Budha dari berbagai daerah mengikuti satu per satu rangkaian Waisak. Sekitar pukul 4 Kamis dini hari, genta dibunyikan sebanyak 3 kali sebagai tanda dimulainya meditasi.

Tidak perduli mereka berasal dari mana, semuanya membaur menjadi satu. Bahkan sejak rangkaian Waisak dimulai, akhir pekan lalu. Banyak relawan membantu kegiatan Bakti Sosial Pengobatan Gratis Walubi, serta pula mereka sedia menjalani prosesi jalan kaki mengikuti kirab Waisak dari Candi Mendut ke Candi Borobudur pada hari Rabu (10/05/2017).

Wednesday, May 3, 2017

Hartomo K Alam Syahrir, Dulu jualan Motor Bekas. Kini Menghasilkan 10 Ribu Montir Handal

Indonesia memiliki gambaran pranata kehidupan, yakni negara yang lengkap secara sumber daya manusia dan sumber daya alam, maupun kemampuannya dalam memproduksi teknologi. Dalam hal ini tentunya dunia otomotif. Seharusnya generasi muda bisa menangkap peluang dan memanfaatkan potensi yang dimiliki tersebut guna membuka lapangan pekerjaan. Terbukti sudah bila HMTC (Hartomo Mechanical Training Centre) telah berhasil menjawabnya. Benar atau tidak ?? Silahkan anda langsung membacanya pada alamat berikut:

Harkat kebutuhan yang dapat dilihat dari angka penjualan kendaraan bermotor pada setiap tahunnya. Perkembangan dunia otomotif di Indonesia telah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Berkat meningkatnya volume permintaan akan kendaraan bermotor. Semua itu perlu diimbangi dengan layanan purna jual, bengkel service yang memadai, serta lengkapnya penjualan aksesoris.

Fakta menunjukkan akan layanan purna jual kendaraan bermotor di Indonesia pada tahun 2000'an masih minim. Jumlah bengkel dengan mekanik yang handal tidak sepadan dibanding jumlah kendaraan bermotor yang beredar. Tentu, perihal kesempatan berharga tersebut merupakan peluang usaha yang menguntungkan. Khususnya bagi mereka yang sangat menggemari dunia otomotif.

Thursday, April 27, 2017

Tri Haryanto Giatkan Minat Konsumen Indonesia untuk Membeli KEJU LOKAL

Naiknya keju impor justru menjadi angin segar bagi para pembuat keju lokal. Salah satunya adalah Pak Tri Haryanto. Sudah hampir 6,5 tahun beliau menjadi pembuat keju. Dapurnya berproduksi setiap 2 kali dalam sepekan. Sampai kini, ia bersama usahanya bernama the Trie's Cheese (http://www.triescheese.com/) membuat beragam jenis keju. Salah satu yang jadi andalannya, yakni keju khas Italia. Namanya Mozzarella.

Lezat banget pasti rasanya, apalagi jika sudah diolah menjadi cheese stick atau apapun yang memang sudah menjadi khasanahnya. Cese dan chiese, nada penyebutan kata yang berasal dari Bahasa Inggris. Keju itu rasanya gurih, terus memiliki kandungan gizi yang tinggi.

Patut disesali, harga keju di Supermarket Indonesia terbilang mahal. Yah, maklum saja keju-keju ini harus diimpor dari Belanda, Swiss, dan negara-negara yang terbukti sudah eksis sebagai penghasil keju. Namun jangan kecewa dulu kawan. Ternyata para pecinta keju bisa kok membuatnya sendiri di rumah.

Friday, April 7, 2017

Henny Widjaja, Sukses Jualan Abon Cabai bermerek Ninoy. Namun setelah 7 tahun. . ??

Tepatnya 9 tahun lalu, Ibu Henny Widjaja yang kala itu bekerja sebagai pegawai salon memberanikan diri berhenti dari pekerjaannya. Wanita kelahiran Jakarta, 21 Juli 1974 merasa pekerjaannya sebagai pegawai salon tidak mampu memenuhi biaya kebutuhan hidup yang semakin melambung tinggi. Tak ayal, ia terus berusaha merintis usaha yang sejatinya sama sekali belum dikenalnya, yakni Abon Cabe NINOY. Perjuangannya ternyata berbuah SUKSES. Namun. . . . . . . . ??

Awalnya semua ini dari mimpi. Ia pengen banget punya olahan makanan yang enggak ada saingannya, proses produksi pun dilakukan secara mandiri agar market pasarnya mudah untuk meluas dan perusahaannya gampang mempromosikannya. Hingga saat ini, ia memiliki produk yang lain daripada yang lain.

Saat pertama kali mengetahui, banyak konsumennya bertanya-tanya. Kok ?? Cemilan jenis ini berbahan cabai, kan biasanya abon terbuat dari serat daging. "Ya," jawab Ibu Henny Indarti Widjaja, 43. Ini dibuat dari cabe. So, mengapa enggak membuat abon dari bahan baku yang berbeda, selain daging. Kelebihan dari abon cabai, yakni mudah dibawa dan karakteristiknya yang kering, jadi itu awet. Bisa tahan sampai 1 tahun.

Saturday, March 25, 2017

Aldi Valchon penggagas Sepatu KELAS DUNIA berbahan Kain Jeans Bekas

Si pemilik, Pak Aldi Vachon mengaku tak menyangka bakal sukses di bisnis ini. Saat merintis bisnis sepatu FlameOn Footmate pada tahun 2010, Pria asal Bandung ini masih coba-coba. Ide memperlebar ruang gerak pasar FlameOn Footmate sejak ia menikahi isterinya tercinta, Ibu Ganea. Kisah cinta Aldi dan Kiko pun mampu mengkreasikan desain yang sangat lovely dan juga, romantis.

Kain moderen seperti jeans, selama ini dikenal sebagai bahan pakaian. Kalau sudah usang biasanya buru-buru dibuang. Ternyata di tangan seorang pengrajin asal Bandung, kain jeans tersebut bisa disulap menjadi sepatu Boots yang kuat dan bernilai ekonomi tinggi.

Ragam sepatu-sepatu ini begitu menarik, plus warnanya yang mempesona. Dijamin dapat menambah kepercayaan diri bagi para pemakainya. Bisnis inilah yang sedang digeluti oleh Pak Aldi Valchon sejak tahun 2008 lalu. Sebelumnya, ia sempat belajar pada pembuat boot terkenal di daerahnya, namanya Tegep Boot. Lantas tahun 2010 beliau mencoba untuk mengkreasikan ankle boots sendiri dengan jenis moccasin di daerah Mekarwangi, Kota Bandung.

Thursday, March 23, 2017

Ridwan Sururi Berhasil Meningkatkan Minat Baca Masyarakat, Karena Literasi GRATIS

Pak Ridwan Sururi tak hanya memberikan edukasi dan menanamkan budaya MEMBACA BUKU sejak dini. Kegiatan keliling rutinnya bersama kuda kesayangannya, Luna, setiap hari Selasa, Rabu, dan Kamis dipertemukan oleh pengabdian tanpa pamrih. Menawarkan ke sekolah-sekolah sebuah aktivitas Literasi GRATIS.

Aneh tapi nyata. Kiranya sekelumit ucapan yang perlu kita tuturkan tentang kisah yang satu ini. Yakni hubungan antara hewan dan manusia. Ternyata perpaduan tersebut bisa mencerdaskan suatu bangsa. Seorang warga desa bersama binatang peliharaannya berkeliling kampung guna membuka perpustakaan gratis.

Buku adalah jendela dunia. Namun sayangnya masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mendapatkan fasilitas layak untuk membaca. Hal itulah yang membuat Pak Ridwan Sururi, seorang petani dari desa Serang, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, Jawa Tengah bersedia mendirikan Kuda Pustaka bagi warga di pelosok-pelosok desa.

Tuesday, March 21, 2017

Kiat Sukses menjadi Presenter Profesional, ditulis oleh Pak Yasir Den Has

Aktivitas sederhana Pak Yasir Den Has, 73, berpegangan tangan begitu erat guna meraih proporsi nilai yang tepat bagi mekanisme kinerja yang telah diaplikasikan. Walau TVRI saat itu hanyalah satu-satunya media penyiaran visual, namun siapa yang bisa menyangkal bila mereka telah memberikan yang terbaik bagi kita semua. Dasar-dasar program penyiaran televisi yang mereka emban terus bergerak begitu deras untuk memberikan jaminaan 100% bagi masa depan suatu bangsa.
Kiat Sukses menjadi Presenter Profesional, ditulis oleh Pak Yasir
Den Has

Perbaikan akan kualitas terus mewarnai perkembangan program pertelevisian di Negara kita. Menawarkan begitu banyak kesempatan bagi anda yang ingin berkarir dan menempatkan posisi yang sangat strategis untuk berbagai tujuan positif. Apalagi kalau kamu sudah pengen banget dapat kerja yang ada hubungannya dengan dunia broadcasting.

Kalau alasannya begitu, langkah pertama untuk mewujudkan cita-cita kamu. Ya, tentunya perlu banyak belajar. Sekaligus rajin untuk selalu latihan. Kiranya buku yang ditulis oleh seorang maestro di bidangnya pantas dijadikan bahan panduan oleh siapa saja. Rajutan penjelasanannya sangat menarik, mudah dicerna, menggunakan perilaku bahasa yang sangat comfortable, serta ragam khasanah penjelasan berasal dari pengalamannya di dunia pertelevisian selama 50 tahun lebih.

Thursday, February 23, 2017

Ibu Sunani, 44, dari RAJIN LATIHAN hingga menjadi Pengusaha Aloe Vera yang Sukses

Waktu senggang ketika masih duduk di bangku sekolah, Ibu Sunani, 44, tidak pernah membiarkan dapurnya sepi akan kegiatan pelatihan masak memasak. Ia begitu telaten mempraktekan satu per satu ilmu yang pernah diraih. Keluwesan dan ketekunan inilah yang membuat Usahanya, I Sun Vera bisa seperti sekarang.

Ibu Sunani, 44, sudah biasa hidup jauh dari orang tua kandung sejak usia yang masih sangat belia. Mereka mengirim beliau ke tempat tinggal adiknya di Pontianak. Saat itu umurnya masih berusia 5 tahun. Riang selalu keadaannya, dimana berbagai saudaranya dari ragam daerah juga ikut ngumpul pada 1 rumah indah masa kecilnya.

Tumbuh di lingkungan yang selalu positif membuat I Sun, panggilan kesehariannya, enggan untuk bermasal-malasan. Ia berkembang dengan sangat baik, terlebih saat aktivitas keseharian tantenya sebagai penjual kue mengajaknya untuk rajin membantu. Disitu, ia sudah mulai belajar banyak tentang bagaimana membuat kue, mengolah, mendesain, serta cara mendistribusikan suatu produk. Tidak terlupa akan sisi tanggung jawab dan ketekunan yang juga diemban.

Sunday, February 5, 2017

Ve Travel Trans, Jasa SEWA MOTOR yang Paling Aman dan Murah di Yogyakarta

Berbagai Kelebihan yang akan anda dapatkan dari jasa rental sepeda motor Ve Travel Trans (https://vetraveltrans.blogspot.co.id). Melalui layanan mereka, Anda dapat menjangkau berbagai daerah yang jarang atau tidak bisa dilalui oleh kendaraan umum maupun daerah yang tidak bisa di lewati oleh kendaraan roda empat. Sehingga waktu liburan yang terbatas di Yogyakarta dapat Anda gunakan semaksimal mungkin.
Ve Travel Trans, Jasa SEWA MOTOR yang Paling Aman dan Murah
di Yogyakarta
Halo sobat, mau menikmati liburan, tugas kerja, atau sekedar menghabiskan waktu ketika berada di Yogyakarta. Silahkan anda menggunakan Jasa Penyewaan Motor “Ve Travel Trans.” Sebuah perusahaan yang berdiri, “Baru juga .sekitar 6 bulan,” ujar pemiliknya, Ibu Iin Kersen Art kepada saya Clenoro Suharto di Facebook (Rabu, 26/01/2017).

Yg penting melakukan peluang usaha dengan langkah kecil saja,” tambahnya. Harga penyewaan yang dikenakan murah banget loh, hanya Rp. 60 ribu per 24 jam. Cocok sekali tarif tersebut dengan kantong anak muda. Bahkan, anda tidak perlu datang ke kantor untuk mendaftarkan nama anda. Cukup calling melalui Handphone, WA, BBM, serta SMS, anda akan dijemput langsung dengan motor sewaan di stasiun, terminal, hotel, dan Bandar udara.

Friday, February 3, 2017

Apa sih Rahasianya ?? Sepatu karya Ibu Nikma Basyar. Cukup 1 Tahun Kerja untuk bisa Ekspor

Memulai bisnis dengan modal seadanya, yakni Rp 500 ribu ketika membangun brand sepatu yang berasal dari namanya sendiri, Nikma Basyar. Kok bisa yah ?? Usaha home industry yang terletak di Desa Terik, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo makin tumbuh berkembang pesat sejak tahun 2014. Padahal semua itu berasal dari angan-angan untuk mempunyai sepatu yang sesuai dan bagus.
Apa sih Rahasianya ?? Sepatu karya Ibu Nikma Basyar bisa Ekspor, setelah
1 Tahun Kerja
Sekitar 12, 5 kilometer ke arah barat kota Sidoarjo, Jawa Timur, tepatnya di Desa Terik, Kecamatan Krian terdapat sebuah usaha pembuatan berbagai barang yang berhubungan dengan fashion. Dari tempat industri rumahan inilah Ibu Nikma Basyar, 36, membuat kerajinan sepatu yang memiliki kualitas ekspor.

Alasannya berbisnis sepatu handmade, karena pada awalnya ia mengalami kesulitan saat kepingin punya sepatu yang sesuai keinginan. Penyebab utamanya, yakni ukuran kakinya yang kecil, dibawah 34. Udah coba cari-cari ke banyak tempat, enggak ketemu juga. Adapun toko langganan, dia harus memesannya terlebih dahulu akan size tersebut. Udah gitu, model sepatu yang dihasilkan kerap kurang sesuai selera.

Saturday, January 14, 2017

Dari Kerajinan Logam, Ibu Mimik Sriningsih, 42, mampu menggaji 60 karyawan per bulan


Sudah 20 tahun lebih, Ibu Mimik Sriningsih, 42, menjadi wanita karir yang bergerak dalam bidang kerajinan logam. Tidak main-main, produk olahannya telah dipasarkan sampai ke negeri Belanda, Singapura, Malaysia, Inggris dan Negara Paman Sam, Amerika Serikat.

UNIK, tentunya sebuah kata yang wajib dinyatakan oleh setiap konsumen ketika sempat memperhatikan hasil produk kreasi nya. Aneka barang seni berbahan baku logam, aluminium, kuningan, dan tembaga mampu dirubahnya menjadi lampu hias hingga patung. Pokoknya, di Boyolali itu memang kemampuan para pengrajinnya untuk membuat hasil kerajinan dari logam sudah diwariskan secara turun temurun.

Wednesday, November 9, 2016

8 Tahun Kerja! Rendang buatan Pak Amril Restumande, 47, Sudah berada di 4 (Empat) Benua

Berbekal resep yang pernah diberikan oleh orang tua sejak menempuh pendidikan di SMA. Pak Amril Restumande, 47, berani Rugi pada awalnya, bahkan pernah masakannya hangus dan harus membeli persediaan makanan dari restoran padang lainnya. Hingga 5 tahun kemudian, CV Rendang Padang Restu Mande memiliki agen penjualan sebanyak 200 reseller yang tersebar di seluruh nusantara dan mampu menjual secara retail di 3 benua pada 3 tahun berikutnya. Semua kesuksesan ini bisa terjadi karena kerjasamanya dengan kelompok Jemaah haji yang akan berangkat ke Mekkah. Awalnya sekedar kartu nama, kemudian proses terpenting adalah kualitas pengolahan dan kelezatan dari masakan rendang lah yang menentukan.
8 Tahun Kerja! Rendang buatan Pak Amril Restumande, 47,
Sudah berada di 6 (Enam) Benua
Hidangan ini terinspirasi dari kedatangan pedagang Gujarat di pantai barat Sumatera. Kala itu banyak orang India yang sempat menetap di daerah Minang pada abad ke 14. Secara tradisional daging yang digunakan adalah daging kerbau dan awalnya, rendang hanya dibungkus oleh lembaran daun pisang.

Lalu perkembangan akan bumbu dan rempah-rempah meminta perannya ditemani oleh irisan mentimun, rebusan daun singkong, serta rasa pedas yang memikat. Kata “merandang” pun muncul seketika dengan perlahan saat Isabella Bird di tahun 1883 mencatat, dedak rendang dibuat dari kacang bersama santan untuk dimasak hingga kering.

Monday, October 24, 2016

Bonggol Jagung bermanfaat sebagai sumber Kerajinan bagi Masyarakat BUMI (Buku Manusia)

Rangkaian uji coba telah dilakukan selama 2 tahun dan Pak Edie Juandie, 58, akhirnya berhasil menemukan cara terbaik dalam mengolah sampah bonggol jagung. Udah gitu! Sumbernya berasal dari pasar terdekat. Wow. . .  .???? Bahkan saat ini, pasar ekspornya telah sampai ke 3 benua, seperti: Singapura, Malaysia, Jepang, Amerika Serikat, Perancis, dan Belanda. Dan uniknya lagi, selama menjalankan usaha kerajinan berbahan bonggol jagung, Pak Edie tidak pernah menemukan adanya Negara lain yang mengkaryakan bongol jagung untuk menjadi ragam kerajinan.
Bonggol Jagung bermanfaat sebagai sumber Kerajinan bagi Masyarakat
BUMI (Buku Manusia)
Survei telah membuktikan bahwa tidak ada jalan pintas menuju keberhasilan. Kemampuan untuk menyadari dan mengatasi segala aral rintang yang akan dihadapi seringkali harus datang bersama kemauan keras untuk belajar. Tentu, sikap optimis wajib untuk selalu hadir disana.

Khasanah perilaku penjelasan yang tampaknya memiliki kemiripan bait dengan kisah perjalanan usaha dari Pak Edie Juandie, 58. Mantan lulusan Itenas yang tidak memiliki pekerjaan setelah berhenti dari perusahaan pipa terkemuka. Jiwa kreatif selekasnya mendorong keputusan dia untuk lebih mandiri, daripada sekedar menggunakan pengalamannya untuk asik mengerjakan laporan di kantor.

Thursday, September 15, 2016

Nggodhog Wedang Teh bersama 50 jenis Racikan dari Kedai Teh Laresolo, Mengapa Tidak ????

Sangat sulit kiranya menyediakan 50 jenis teh yang berasal dari berbagai lapisan wilayah pada 1 (satu) tempat kedai minum. Akan tetapi, Pak Bambang Laresolo, 51, mampu menyajikan kenyataan tersebut. Memang tidak mudah sih awalnya. Identifikasi perilaku yang ada harus benar-benar perhatian pada berbagai tahapan yang diperlukan.   Berangkat dari keluarga desa! Teh bermerek 999, teh gopek, dan teh cap sepeda balap dinyatakan oleh Bambang kecil sebagai komposisi kekayaan alam terbaik untuk nya dalam mengenal ritual tradisi meminum teh. Sederhana sekali, ternyata. Itulah yang kemudian disebut sukses, karena terciptanya harmonisasi antara pengetahuan, bisnis, loyalitas, keluarga, kerja dan konsep.   Alumnus D3-UGM makin konsisten untuk serius bekerja saat Kedai Teh Laresolo terbentuk pada pertengahan 2010 di komplek Agripark, Bogor. Tidak segan, ia pun rajin melewatkan perguliran waktu dengan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang berbagai rupa informasi yang berhubungan dengan fungsi, manfaat, sejarah teh dan filosofinya. Jadi wajarlah bila rata-rata omzet yang dapat digapai oleh Kedai Teh Laresolo, yaitu: Rp. 2 juta / hari.
Nggodhog Wedang Teh bersama 50 jenis Racikan dari Kedai Teh Laresolo,
Mengapa Tidak ????
Terlintas di benak kita tentang kedai teh. Bisa dibilang salah satu persinggahan istimewa yang menjanjikan dan tentunya senantiasa menghadirkan; suasana yang apik, olahan yang sangat berkaitan dengan tradisi Indonesia, serta cita rasa yang benar-benar alami saat dituai.

Catatan perjalanannya sekilas terlihat identik dengan perilaku umumnya kita. “Maaf yang ada cuma teh,” saat sang Ibu Rumah Tangga di tahun 80’an bergegas menghampiri para tamu yang datang. Kemudian dibuatkanlah sebuah Kedai Teh Lare Solo oleh Pak Bambang Mukhtar setelah ia belajar sekian lama mengenai sejarah teh dan filosofinya.

Label

Agama Air Minum Alat Musik Alumunium Angklung Artis Asmara Automotif Bahan Bakar Bali Bambu Bandung Bank Bank Sampah Barang Bekas Batam Batik Becak Beras Besakih Biola Blogspot Boneka Buah-buahan Budaya dan Tradisi Buka Lapak Buku Bunga Burger Burung Cafe Charlie Tjendapati CNBC Cobek Dandung Santoso Daur Ulang Desa Desain Dodol E-mail Eceng Gondok Edie Juandie Ekonomi dan Perdagangan Es Krim Facebook Flipboard Flora dan Fauna Fruit Carving Furnitur Gadget Gamelan Garam Gerai Gerobak Gitar Google Plus Gula Hari Raya Harian Merdeka Haryadi Chou Hewan Hiburan dan Wisata Hidayah Anka Hidroponik Hijab Hotel http://www.duahari.com Hukum dan Politik Indra Karyanto Instagram Internet Internet Marketing ITB Jagung Jajanan Jamu Jamur Tiram Jangkrik Jawa Barat Jawa Tengah Jawa Timur Jepang Kain dan Pakaian Kaleng Kalimantan Kamera Kapal Laut Karaoke Kartun Kecantikan Kecap Keju Kelautan Kelinci Kemasyarakatan Kendaraan Kerajinan Kereta Kertas Kiat dan Tip Kisah Hidup Koki Komputer dan Teknologi Kopi Koran Kuda Pustaka Kuliner Kumpulan Kurir LA Time Laptop Si Unyil Lidah Buaya Linkedin Liputan 6 Logam Lukisan Kayu Madu Mahasiswa Mainan Anak-Anak Makanan dan Minuman Malang Martabak Masyarakat dan Persoalannya Matras Melukis & Menggambar Metro TV Mineral Miniatur Minyak Atsiri Mitra Mobil Motor Musik Nana Mulyana Narapidana Net TV Ngatmin Biola Bambu Obat dan Kesehatan Olah Raga Ondel-Ondel Online Organik Organisasi Sosial Pameran Panama Papers Pantang Menyerah Papan Selancar Paper Quilling Pariwisata Peluang Usaha Pemulung Pencucian Pendidikan Penelitian Penemuan Penyanyi Penyiar Peralatan Perhiasan Perikanan Permainan Perpustakaan Pertanian dan Perkebunan Perumahan Peternakan Pinterest Plastik Proses Produksi Psikologi dan Mental Putu Gede Asnawa Dikta Puyuh Radio Rancangan Rendang Resep dan Masakan Restoran Robot Roti Salak Sambal Sampah Sandal Sapi Sayur Mayur Sejarah dan Peradaban Sekolah Semarang Seni Seni Pahat Sepatu Sepeda Sindo News Slamet Triamanto Spa Strikingly Suprapto Surabaya Surat Kabar Tahun Baru Tas Tattoo Techno Park Teh Tekhnologi Televisi Telur Terrarium Tukang Cukur Tumang Twitter Venta Agustri Vespa Wanita dan Keindahan Wawancara Wayang Website Wetz Shinoda What's Up Wine Wordpress Yoga Yogyakarta You Tube