Showing posts with label Kaleng. Show all posts
Showing posts with label Kaleng. Show all posts

Sunday, February 11, 2018

Kaleng Bekas diubah jadi Lukisan, Ibunda Rosi Haryati telah memulainya sejak tahun 2010


Berangkat dari keperdulian Ibunda Rosi Haryati pada lingkungan, ia bersama semua anggota keluarga membuat outlet Sanggar Kaleng. Outlet ini memiliki galeri yang beralamat di Jl. Pulo Gadung Rt 1 Rw 1 No. 42. Usaha ini dirintis mulai tahun 2011.

Meskipun bahannya murah dan kesannya sederhana, namun ternyata butuh pendidikan khusus agar bisa menghasilkan karya bernilai jual tinggi. Proses pelatihan yang intensif memerlukan waktu selama 1 tahun, isinya tentang pengelolaan bahan berupa kaleng bekas yang diubah menjadi lukisan dengan menggunakan teknik emboss painting.

Sunday, December 31, 2017

Catur, Pengrajin Gitar berbahan Kaleng Bekas


Halo Mas Catur, lagi ngapain nih.
Ini lagi nyoba-nyoba gitar.
Gitarnya unik banget Mas. Dari apa ini ?
Itu dari kaleng biskuit. Kalau itu ? Ini sumber suaranya dari tempat makan kucing, terus ditutup pakai tutup tong sampah.

Tempat makan kucing dan tutup tong sampah.
Nah para pemirsa, mau tahu informasi lebih jauh tentang gitar unik ini. Ikuti terus, hanya di Berani beda.

Monday, November 13, 2017

Edi Santoso, Ubah Sampah Jadi Karya yang Sangat Berharga

Produk miniatur dari Pak Edi Santoso sangat baik. Sumber daya nya adalah sampah dan barang bekas. Tentu, hal tersebut sangat memiliki kontribusi yang positif bagi kita semua, tentunya para pembaca Blog Warga Desa (World's).

Kenalkan teman kita yang satu ini, Edi Santoso. Dia lahir pada tanggal 27 Oktober 1991. Kini warga desa yang tinggal di Kediri, rajin menghasilkan maha karya yang sangat berguna bagi masyarakat. Meskipun mengalami kekurangan fisik, tapi kenyataan tersebut sama sekali bukan halangan.

Hal ini seperti apa yang beliau utarakan di Facebook, sesaat tempo waktu perbincangan kami, Senin 20/10/2017. Lajang berusia 26 tahun mewujudkan keperduliannya terhadap limbah sampah dan barang bekas, dengan mendaur ulang komponen terbuang menjadi robot yang unik, serta juga ragam karya kerajinan yang sangat menarik.

Saturday, October 8, 2016

Miniatur Lokomotif dari Sampah! Pak Sulkan, 61, Telah Membuatnya dengan Sangat Baik

Cita-cita menjadi masinis yang kandas, ternyata justru mengantarkan Sulkan menjadi pebisnis. Perajin miniatur lokomotif, bahkan sudah mematenkan kerajinannya yang unik. Miniatur lokomotif karya Sulkan (61) ini terlihat terpajang rapi di ruang tamu rumahnya, Jalan Pakis 103, Kabupaten Malang.
Miniatur Lokomotif dari Sampah! Pak Sulkan, 50, Telah Membuatnya
dengan Sangat Baik
Impian untuk membuat miniatur diawali dari hobinya sejak 2007. Tidak memiliki background sebagai lulusan insinyur dari bidang tekhnik. Si wong deso hanyalah sosok umumnya pekerja yang pernah menimba pengalaman dalam profesinya sebagai pengrajin kayu.

Tidak jauh memang logika kerjanya. Membentuk sesuatu yang masih samar, hingga kemudian pilihan hasil terbaik menjadi prioritas. Uniknya lagi, bahan baku yang diperoleh berasal dari limbah sampah. Sebut saja: knope tutup panci, botol parfum, peralatan listrik bekas, handle microphone, kaleng susu bekas atau omplong, PCB elektro bekas, dan pipa pvc yang senantiasa digunakan untuk roda miniatur.

Thursday, September 22, 2016

Di tangan Pak Agung Nugroho, 23! Kaleng Bekas Bisa Datangkan Rp. 350 ribu sehari

Pria asal Kabupaten Pati ini tidak ada background seni sama sekali untuk membangun usahanya. Apalagi terhitung bila proses pembuatan dan pendesainan miniatur tidaklah mudah. Jadi dia hanya berbekal pengalaman pada masa perantauan di Tangerang. Lalu Agung Nugroho, 23, mencoba mengisi waktu yang ada dengan mengotak-atik kaleng minuman bekas sampai dengan botol plastik.   Berbaur bersama sejumlah peralatan sederhana, seperti tang, lem, cutter, dan gunting. Tampak ia rajin mengutak atik dan serius menjalani berbagai percobaan. Hingga hasilnya, ia mendapatkan pesanan dari  teman, serta pembeli dari berbagai daerah, seperti Jakarta, Semarang, dan beberapa tempat di Pulau Sumatera.
Kita patut hadir untuk orang-orang kreatif di Indonesia. Agar supaya karya-karya mereka lebih baik dan berperan efektif guna pengembangan sektor ekonomi di masyarakat. Maksud ini juga memiliki tujuan untuk menghindarkan generasi dari kegiatan dan pengaruh yang sifatnya negatif.

Proses kreatif yang ada bisa dimulai dari lingkungan terdekat. Terutama dalam hal ini, pengelolaan akan sampah dapat dijadikan pembuktiannya. Salah satu diantaranya adalah Pak Agung Nugroho, 23. Secara mandiri, pria dari Kabupaten Pati ini mampu merubah wadah minuman bekas menjadi miniatur helikopter, pesawat, motor vespa, dan becak, serta kapal laut.

Monday, August 15, 2016

Anak Tidak Pernah Sekolah Berhasil Mengkreasikan Miniatur Vespa dari Limbah Sampah

Anak Tidak Pernah Sekolah Berhasil Mengkreasikan Miniatur Vespa dari
Limbah Sampah
Kumpulan sampah kaleng. Apa yang sempat terlintas dari pikiran kita saat melihatnya? Dibuat begitu saja atau mengumpulkan sebanyak-banyaknya untuk dijual kepada pengumpul dan mereka lah yang akan mengembalikan barang tersebut ke pabriknya untu diolah kembali.

Mungkin proses ekonomi yang ada akan selalu dikatakan benar. Namun, setelah anda memperhatikan keberhasilan yang bisa dicapai oleh Pak Ujang Mulyadin, 41, dalam mengolah limbah kaleng. Sikap skeptis (ragu-ragu) yang berasal dari kurangnya informasi akan selekasnya anda tinggalkan untuk kemudian menghasilkan karya yang mumpuni.

Saturday, July 2, 2016

Mas Gilang Bogy, 22, Bekerja Untuk Coca-Cola Selama 1 Bulan: Kini! Ia Terkenal Di Dunia

Tak terlepas! Tokoh-tokoh penting seperti Presiden Joko Widodo, Bruce Lee, Michael Jackson, John Lennon, Cold Play, hingga penyanyi Raisa pun sempat mengisi daftar karya-nya. Bahkan salah satu perusahaan dari India sempat mengajak dia untuk bekerjasama. Namun lucunya, semua cita-cita tersebut harus gagal karena Pak Gilang Bogy, 22, belum memiliki account di PayPal maupun rekening Bank.
Mas Gilang Bogy, 22, Bekerja Untuk Coca-Cola Selama 1 Bulan: Kini!
Ia Terkenal Di Dunia
Berbekal peralatan sederhana, seorang mahasiswa jurusan Manajemen dari Universitas Negeri Solo (UNS) telah mampu membuat karya seni yang menakjubkan. Bahkan kini, hasil coretan tangannya telah banyak digemari oleh banyak orang di dunia.

Gilang Bogy, 22, langsung menarik antusiasme masyarakat di dunia maya. Karena ia telah ikut meramaikan Piala Eropa 2016. Tidak hanya sebagai penonton, hasil karya gambarnya ditaruh secara unik untuk seluruh kaleng penjualan produk Coca-Cola pada perhelatan pesta akbar tersebut.

Friday, May 27, 2016

Ibu Noviarti Muhidir Menerima Rp. 20 Juta Per Bulan Karena Kaleng Bekas

Jiwa yang akrab dengan detail tanpa basa basi, cerdas, lincah, tetapi jenaka. Ketegasan Bu Noviarti Muhidir itulah yang mampu menghadirkan berbagai senyuman untuk para pembaca. Tentu perihal tersebut memerlukan sedikit keahlian yang mumpuni dan wanita yang pernah menjadi anggota dari Tim Basket DKI Jakarta pada era 1990-an sangat mencintai seni lukis.
Ibu Noviarti Muhidir Menerima Rp. 20 Juta Per Bulan Karena
Kaleng Bekas
Barang nonorganik umumnya hanya terbuang menjadi sampah dan dilupakan. Namun dengan berbagai ide kreatif, sampah yang menumpuk bisa disulap menjadi barang yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Ember bekas, misalnya, dapat dikemas menjadi sebuah lampu yang sangat indah melalui sedikit tambahan warna pada posturnya. Kemudian, kaleng krupuk pun sanggup untuk dipertontonkan di ruang tamu bila coraknya suadah bisa dikatakan pantas.

Label

Agama Air Minum Alat Musik Alumunium Angklung Artis Asmara Automotif Bahan Bakar Bali Bambu Bandung Bank Bank Sampah Barang Bekas Batam Batik Becak Beras Besakih Biola Blogspot Boneka Buah-buahan Budaya dan Tradisi Buka Lapak Buku Bunga Burger Burung Cafe Charlie Tjendapati CNBC Cobek Dandung Santoso Daur Ulang Desa Desain Dodol E-mail Eceng Gondok Edie Juandie Ekonomi dan Perdagangan Es Krim Facebook Flipboard Flora dan Fauna Fruit Carving Furnitur Gadget Gamelan Garam Gerai Gerobak Gitar Google Plus Gula Hari Raya Harian Merdeka Haryadi Chou Hewan Hiburan dan Wisata Hidayah Anka Hidroponik Hijab Hotel http://www.duahari.com Hukum dan Politik Indra Karyanto Instagram Internet Internet Marketing ITB Jagung Jajanan Jamu Jamur Tiram Jangkrik Jawa Barat Jawa Tengah Jawa Timur Jepang Kain dan Pakaian Kaleng Kalimantan Kamera Kapal Laut Karaoke Kartun Kecantikan Kecap Keju Kelautan Kelinci Kemasyarakatan Kendaraan Kerajinan Kereta Kertas Kiat dan Tip Kisah Hidup Koki Komputer dan Teknologi Kopi Koran Kuda Pustaka Kuliner Kumpulan Kurir LA Time Laptop Si Unyil Lidah Buaya Linkedin Liputan 6 Logam Lukisan Kayu Madu Mahasiswa Mainan Anak-Anak Makanan dan Minuman Malang Martabak Masyarakat dan Persoalannya Matras Melukis & Menggambar Metro TV Mineral Miniatur Minyak Atsiri Mitra Mobil Motor Musik Nana Mulyana Narapidana Net TV Ngatmin Biola Bambu Obat dan Kesehatan Olah Raga Ondel-Ondel Online Organik Organisasi Sosial Pameran Panama Papers Pantang Menyerah Papan Selancar Paper Quilling Pariwisata Peluang Usaha Pemulung Pencucian Pendidikan Penelitian Penemuan Penyanyi Penyiar Peralatan Perhiasan Perikanan Permainan Perpustakaan Pertanian dan Perkebunan Perumahan Peternakan Pinterest Plastik Proses Produksi Psikologi dan Mental Putu Gede Asnawa Dikta Puyuh Radio Rancangan Rendang Resep dan Masakan Restoran Robot Roti Salak Sambal Sampah Sandal Sapi Sayur Mayur Sejarah dan Peradaban Sekolah Semarang Seni Seni Pahat Sepatu Sepeda Sindo News Slamet Triamanto Spa Strikingly Suprapto Surabaya Surat Kabar Tahun Baru Tas Tattoo Techno Park Teh Tekhnologi Televisi Telur Terrarium Tukang Cukur Tumang Twitter Venta Agustri Vespa Wanita dan Keindahan Wawancara Wayang Website Wetz Shinoda What's Up Wine Wordpress Yoga Yogyakarta You Tube