Tubuhnya tidak kekar, tidak pula berwajah sangar. Sebaliknya, Edy justru khas dengan wajah ramah. Namun, dia adalah sosok yang hobi menerima tantangan. Bedanya, tantangan yang diterimanya adalah yang menjurus ke hal positif.
Tantangan yang kini membuka jalan, penghasilan tersendiri baginya bermula pada Februari 2017. Kala itu, pria yang kesehariannya bekerja di sebuah kerajinan perak tak jauh dari kediamannya ini mendapat tantangan dari seorang temannya dari kalimantan.
B
esarnya perhatian masyarakat akan sesuatu yang berbeda dan menarik, tentunya menjadi sebuah harapan baru bagi para pengrajin. Adapun menyulap bahan seadanya menjadi karya yang unik, memang membutuhkan kreatifitas terbaik.
Hal itulah yang dilakukan oleh Pak Haryadi Chou, 38, seorang seniman asal Lampung. Tema yang beliau angkat secara keseluruhan yaitu incredible creation. Dengan penempatan bahan stik es krim yang pas, pria kelahiran 20 Maret 1979 ingin mengesankan bahwa kerajinan yang dibentuk adalah bagian dari bayangan masa depan masyarakat tradisional.
Kenalkan teman kita yang satu ini, Edi Santoso. Dia lahir pada tanggal 27 Oktober 1991. Kini warga desa yang tinggal di Kediri, rajin menghasilkan maha karya yang sangat berguna bagi masyarakat. Meskipun mengalami kekurangan fisik, tapi kenyataan tersebut sama sekali bukan halangan.
Hal ini seperti apa yang beliau utarakan di Facebook, sesaat tempo waktu perbincangan kami, Senin 20/10/2017. Lajang berusia 26 tahun mewujudkan keperduliannya terhadap limbah sampah dan barang bekas, dengan mendaur ulang komponen terbuang menjadi robot yang unik, serta juga ragam karya kerajinan yang sangat menarik.