Saturday, September 3, 2016

Gun Gun Gunawan, 39, memproduksi Sepeda Bambu untuk Pasar Asia, Amerika, dan Eropa

Melalui kerja keras dan analisa, Pak Gun Gun Gunawan, 39, bisa membalikkan fungsi harga bambu dari RP. 50.000 menjadi Rp. 7,5 juta per unit. Bahkan Rp. 30 juta untuk pasar Eropa. Padahal dulunya, ia hanyalah seorang KULI BANGUNAN.   Nilai-nilai estetika yang tinggi pun serta merta hadir saat karya Sepeda Bambu dari Haur Bike Nglasari melantunkan berbagai macam perepsi akan ramah lingkungan. Antusiasisme ratusan ribu pelanggan dari Benua Asia, Eropa, dan Amerika tidak pernah berhenti untuk mengisi seluruh daftar pesanan di sepanjang tahun 2009 s/d 2016.   Bagaimana cerita selanjutnya? Pastinya semua proses kerja dilakukan secara manual 90%. Dapat diperkirakan tenaga kerja dari Haur Bike memerlukan waktu selama 70 jam kerja atau 10 hari untuk menghasilkan 1 unit sepeda dari 1 orang pekerja. Jadi jumlah pengrajin sebanyak 40 orang dipastikan mampu menghasilkan 34 - 40 unit untuk tiap bulannya.
Gun Gun Gunawan, 39, memproduksi Sepeda Bambu untuk Pasar Asia,
Amerika, dan Eropa
Anyaman tradisional yang berasal dari bambu merupakan salah satu jenis dari berbagai macam hasta karya yang ada di Indonesia. Hal tersebut bisa terjadi karena ketersediaan bahan baku yang sangat melimpah.

Nilai-nilai estetika yang tinggi pun serta merta hadir pada suatu karya berbahan bambu saat melantunkan berbagai macam persepsi akan ramah lingkungan. Selain itu, fungsi dan manfaatnya memiliki begitu banyak keistimewaan. Mengingat rumah bambu juga tahan gempa.

Di lain sisi, identifikasi akan bambu juga memiliki ketidak istimewaan. Bambu seringkali diduga sebagai ornamen tradisional yang mencerminkan kesan kemiskinan dan keterbelakangan. Mungkin saja animo tersebut bisa terjadi karena kurang menyentuhnya perhatian yang Bambu miliki ke berbagai kelas KENDARAAN di masyarakat.

Adalah Pak Gun Gun Gunawan, 39, memutuskan bambu untuk diproyeksikan sebagai alat transportasi yang mumpuni. Berbekal pengalaman dan pengetahuan seadanya, ia sukses bersama Haur Bike Bandung guna mengeksplorasi potensi bambu menjadi lebih optimal dengan melahirkan sepeda berbahan bambu.

Selain tentang pilihan material, ada pesan khusus yang ingin Pak Gun Gun sampaikan melalui kreasinya, yaitu sebuah pesan narasi yang menawarkan pengalaman berbeda dibandingkan produk-produk masal yang mengikuti perkembangan teknologi canggih pada saat ini.

Membangun Usaha dari Nol.

Dapatkan produk ramah lingkungan membantu Indonesia mengurangi masalah kemiskinan? Ya, kata seorang wirausahawan lokal. Karena Pak Gun Gun Gunawan memproduksi sepeda bambu dengan berbahan lokal yang dipasok dari Purwokerto, Subang, Garut, dan Lembang.

Sempat ia mengungkapkan tentang ide pembuatan sepeda bambu berasal dari teman karibnya yang bernama Imam Soleh di tahun 2007. Kisah hidup sebelumnya merupakan perjalanan yang cukup sulit. Dua sahabat kental yang tidak pernah mengeluh ketika bekerja sebagai karyawan di perusahaan sablon, furnitur, hingga banting tulang sebagai kuli bangunan.

"Kata orang memang dasarnya tangan saya kreatif," terang Pak Gun Gun kepada Harian Kontan (05/01/2016). Saat bekerja mengais rezeki, tentu sepeda merupakan kendaraan yang mudah untuk ditemui. Apalagi saat itu sedang tren-tren nya sepeda Fixie.

Barang dagangan yang kiranya tidak pernah hilang dari ingatan. Hingga saatnya, mereka memiliki ide untuk menciptakan sepeda dari bahan yang bukan karbon dan graphite. Karena lapisan tersebut telah dinilai cukup mahal untuk dibeli. Pemesanannya pun harus diimpor dari luar negeri.

Selekasnya Pak Imam Soleh atau sering dipanggil Abah membangun usaha mereka dari nol. Memanfaatkan ruang tamu rumahnya seluas 4 x 3 meter persegi di kelurahan Padasuka, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung. Mereka memulai usaha penjualan sepeda bambu dengan modal awal sebesar Rp. 20 juta.

Kegigihan, Kerja Keras dan Analisa.

Kira-kira setelah satu tahun berjalan, Haur Bike (Sepeda Bambu) terlihat yakin untuk membuka usaha. Kemantapan pun semakin terasa saat mereka telah mencapai kesepakatan di bulan Juli 2009 dalam menentukan pilihan jenis bambu yang bisa masuk kriteria.

Bambu yang ada desa banyak dijual dengan harga murah. Padahal, jika dipoles sedikit saja bisa menghasilkan nilai jual yang tinggi. Adapun kualitas bambu yang akan digunakan lebih memprioritaskan pada: kepadatan tulang daging yang lebih banyak dari gabusnya, bila dibakar akan mengeluarkan minyak, kualitas bambu lebih dipilih pada mutu yang tidak mudah mengkerut, dan memiliki ruas buku yang tidak berjauhan (kira-kira 15-20 cm).

Melalui kegigihan dan kerja keras, jumlah pesanan terus mengalami peningkatan padahal awalnya hanya beberapa unit saja. Harian Republika (26/02/2015) memberitahukan bila proses pembuatan rangka sepeda dilakukan pada workshop yang terletak di Jl Laswi gg Babakan Garut No 94/120 rt 06 rw 10 kel cibangkong, Bandung, Jawa Barat, Indonesia.

Adapun proses pengerjaannya, sebagaimana diceritakan oleh Pria kelahiran 25 Desember 1976, adalah penebangan, sortir (pemilihan jenis bambu), pengawetan (prosesnya dilakukan tanpa bahan kimia), perawatan (heat treatment), pengesetan, penglilitan sambungan, dan glossing (pengecetan).

Proses Pembuatan Sepeda Bambu.

Bambu terkenal akan ketahanan maupun kekuatan bila telah melewati proses perhitungan secara seksama dari rasio bobotnya. Kulit luar dan dalam bambu yang berlapis-lapis membuatnya lebih fleksibel. Selain itu, lapisan yang ada berguna untuk meredam getaran ketika sampai ke permukaan jalanan.

Langkah pertama, pemilihan bahan bambu perlu dilakukan secara seksama berdasarkan rasio bobotnya. Kemudian, proses pemotongan dijalankan. Bila telah dirasa pas sesuai ukuran, tahap ketiga yang bisa dilakukan, yakni pengawetan atau heat treatment. Tahap ini berfungsi untuk mengurangi kadar gula dan kandungan air yang dimiliki, serta yang terpenting untuk menghindarkan bambu dari hewan yang berpotensi membuat terjadinya keropos guna memperkuat struktur bambu.

Kemudian proses penyambungan geometri kerangka akan terjadi setelah batangan bambu yang terseleksi dirakit dengan menggunakan tali rami bersama bahan perekat yang tidak memiliki campuran bahan kimia. Langkah kelima adalah menggabungkan kerangka yang telah terbentuk dengan berbagai komponen umumnya sepeda, seperti headset and steam (Pengunci antara tang dan leher angsa), seat post (tiang penahan sadel atau tempat duduk), bottom bracket (tengah crank yang berfungsi sebagai penyatu pedal kiri dengan kanan), dan rear hub (ruang untuk roda depan dan belakang yang bertugas untuk mengikat pelek atau velg).

Tidak terlupa pengukuran presisi juga diperlukan untuk mengecek tingkat kelurusan kemampuan fleksibilitas, dan berbagai pengukuran lainnya yang kiranya dibutuhkan. Tahap terakhir yakni pemilihan warna cat yang tidak merusak warna alami dari bambu, misalnya menggunakan cat glossy. Selain bermanfaat untuk menghindar air untuk bisa masuk ke serat bambu, cat tersebut diusahakan mampu mempertahankan nilai artistik yang telah dimiliki.

Tidak Kalah dengan Produk Luar Negeri dan Terbukti Pantas.

Melalui proses kerja di atas, Haur Bike Bandung menegaskan telah berhasil mengkreasikan bambu seberat 1,8 - 2,5 kilogram dengan daya angkut mencapai 5 kuintal atau 500 kg. Seraya ia pun mendeklarasikan hasil kerjanya dengan mengatakan, "Ini merupakan karya seni pilihan. Bukan hanya keunikannya saja, tapi jelas fungsinya dan manfaatnya. Bisa dipergunakan untuk mengikuti kejuaraan balap sepeda tingkat dunia."

Kenyataannya, sepeda bambu yang diproduksi jelas-jelas tak kalah bersaing dengan produk luar negeri. Sebut saja konsumen dari Negara Perancis, Belgia, Jerman, Belanda, dan Austria untuk Benua Eropa. Brazil, Amerika Serikat dan Kanada untuk Benua Amerika. Serta Australia, Thailand, Vietnam, Filipina, Malaysia, Korea Selatan, dan Jepang untuk wilayah kontinen Asia. Tidak terlupa, kota besar seperti Jakarta dan Bandung sebagai perwakilan dari pasar dalam negeri.

Pelanggan dari Negara-Negara tersebut mendapatkan garansi pembelian selama 5 tahun. Harga jualnya pun cukup terjangkau bagi kurs mata uang mereka, yakni Rp. 7,5 juta per unit untuk komposisi desain yang standar. Harga sekitar belasan juta hingga puluhan juta untuk konfigurasi sepeda dengan komponen yang lebih baik. Dapat diperkirakan tenaga kerja dari Haur Bike Bandung memerlukan waktu selama 70 jam kerja atau 10 hari untuk menghasilkan 1 unit sepeda dari 1 orang pekerja. Jadi jumlah pengrajin sebanyak 40 orang dipastikan mampu menghasilkan 34 - 40 unit untuk tiap bulannya.

Ungkapnya tentang problematika pasar yang pernah dihadapi saat permintaan pesanan sepeda dari Eropa memberikan persyaratan yang cukup rumit. Entah bahan kimia yang digunakan harus steril dan bahan-bahan yang diproduksi harus ramah lingkungan. Pokoknya semua komponen harus menyesuaikan dengan prosedur standar keamanan yang mereka miliki. Maka tidak bingung bila harga 1 sepeda yang dikirim bisa mencapai Rp. 30 juta, bahkan lebih mahal lagi.

Berdasarkan jerih payah dari tahun 2007 dan mulai memproduksi lebih banyak pada 2 tahun setelahnya, sudah ratusan tipe dan jenis sepeda yang telah dihasilkan, contohnya sepeda balap, sepeda lipat, fixie, MTB, sepeda gunung, sampai dengan sepeda hardtail. Hasil pendapatannya pun cukup lumayan, omzet sekitar ratusan juta rupiah merupakan angka yang wajar untuk dapat diraih pada hitungan setiap bulannya.

Kisah Akhir yang tidak pernah Berhenti untuk terus Berkreasi.

Bagi anda yang berminat untuk melakukan kerjasama kiranya Pak Gun Gun Gunawan secara langsung memberitahu kepada saya melalui Facebook chatting, "Kami dari HAUR belum bekerjasama dengan pihak manapun ,, hanya dengan media saja kami membuka diri untuk bekerjasama," ujarnya kepada saya pada Selasa, 6 September 2016.

Melalui alamat workshop yang telah disebutkan diatas, anda diperbolehkan untuk melihat berbagai karya istimewa lainnya dari Pak Gunawan dan Pak Imam dalam mengembalikan fitrah desa berdasarkan potensi yang dimiliki. Seperti halnya barang-barang kebutuhan untuk kantor, hotel, dan kafe. Mereka pun berhasil menyulap batang bambu menjadi aneka alat musik: calung, angklung, biola, seruling, gitar, dan karinding, hingga kaus baju, serta makanan ringan yang sering orang sebut, keripik.

Semangat berkreasi dan berinovasi yang kedua sahabat karib tersebut lakukan masih akan terus berkembang tiap waktu. Terkejut mungkin kita semua, karena dalam waktu dekat Haur Bike Bandung berniat meluncurkan mobil golf bertenaga listrik. Sebuah proyek yang bekerjasama dengan salah satu pengurus tempat latihan golf di kabupaten Bandung. Ujarnya kepada saya (07/09/2016), “Sekarang yg di buat baru prototyfe saja ,, apa bila sample ini di ACC maka akan di produksi masal.”

Facebook: https://www.facebook.com/Pembuat-sepeda-bambu-HAUR-502255679800652/



















Melalui kerja keras dan analisa, Pak Gun Gun Gunawan, 39, bisa membalikkan fungsi harga bambu dari RP. 50.000 menjadi Rp. 7,5 juta per unit. Bahkan Rp. 30 juta untuk pasar Eropa. Padahal dulunya, ia hanyalah seorang KULI BANGUNAN.   Nilai-nilai estetika yang tinggi pun serta merta hadir saat karya Sepeda Bambu dari Haur Bike Nglasari melantunkan berbagai macam perepsi akan ramah lingkungan. Antusiasisme ratusan ribu pelanggan dari Benua Asia, Eropa, dan Amerika tidak pernah berhenti untuk mengisi seluruh daftar pesanan di sepanjang tahun 2009 s/d 2016.   Bagaimana cerita selanjutnya? Pastinya semua proses kerja dilakukan secara manual 90%. Dapat diperkirakan tenaga kerja dari Haur Bike memerlukan waktu selama 70 jam kerja atau 10 hari untuk menghasilkan 1 unit sepeda dari 1 orang pekerja. Jadi jumlah pengrajin sebanyak 40 orang dipastikan mampu menghasilkan 34 - 40 unit untuk tiap bulannya.Melalui kerja keras dan analisa, Pak Gun Gun Gunawan, 39, bisa membalikkan fungsi harga bambu dari RP. 50.000 menjadi Rp. 7,5 juta per unit. Bahkan Rp. 30 juta untuk pasar Eropa. Padahal dulunya, ia hanyalah seorang KULI BANGUNAN.   Nilai-nilai estetika yang tinggi pun serta merta hadir saat karya Sepeda Bambu dari Haur Bike Nglasari melantunkan berbagai macam perepsi akan ramah lingkungan. Antusiasisme ratusan ribu pelanggan dari Benua Asia, Eropa, dan Amerika tidak pernah berhenti untuk mengisi seluruh daftar pesanan di sepanjang tahun 2009 s/d 2016.   Bagaimana cerita selanjutnya? Pastinya semua proses kerja dilakukan secara manual 90%. Dapat diperkirakan tenaga kerja dari Haur Bike memerlukan waktu selama 70 jam kerja atau 10 hari untuk menghasilkan 1 unit sepeda dari 1 orang pekerja. Jadi jumlah pengrajin sebanyak 40 orang dipastikan mampu menghasilkan 34 - 40 unit untuk tiap bulannya.Melalui kerja keras dan analisa, Pak Gun Gun Gunawan, 39, bisa membalikkan fungsi harga bambu dari RP. 50.000 menjadi Rp. 7,5 juta per unit. Bahkan Rp. 30 juta untuk pasar Eropa. Padahal dulunya, ia hanyalah seorang KULI BANGUNAN.   Nilai-nilai estetika yang tinggi pun serta merta hadir saat karya Sepeda Bambu dari Haur Bike Nglasari melantunkan berbagai macam perepsi akan ramah lingkungan. Antusiasisme ratusan ribu pelanggan dari Benua Asia, Eropa, dan Amerika tidak pernah berhenti untuk mengisi seluruh daftar pesanan di sepanjang tahun 2009 s/d 2016.   Bagaimana cerita selanjutnya? Pastinya semua proses kerja dilakukan secara manual 90%. Dapat diperkirakan tenaga kerja dari Haur Bike memerlukan waktu selama 70 jam kerja atau 10 hari untuk menghasilkan 1 unit sepeda dari 1 orang pekerja. Jadi jumlah pengrajin sebanyak 40 orang dipastikan mampu menghasilkan 34 - 40 unit untuk tiap bulannya.



Sumber Penulisan:
http://peluangusaha.kontan.co.id/news/sepeda-bambu-gun-gun-melaju-sampai-eropa
http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/daerah/15/02/26/nkcky4-sepeda-bambu-bikinan-bandung-berdaya-angkut-500-kg
http://bogor.tribunnews.com/2015/10/22/sepeda-bambu-dari-bogor-harga-termurahnya-rp-75-juta
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/10/17/062000026/Sepeda.Bambu.asal.Bogor.Diminati.Pasar.Eropa.dan.Amerika
http://entrepreneur.bisnis.com/read/20160110/263/507897/sepeda-bambu-buatan-bandung-ini-diburu-pembeli-dari-eropa-dan-amerika
http://pedalku.com/baca/2013/07/06/haur-bike-sepeda-bambu-buatan-urang-bandung/
http://www.cirebontrust.com/ditolak-pemerintah-sepeda-bambu-karya-anak-bangsa-ini-siap-diklaim-malaysia-dan-korsel.html
http://amazingbandung.com/2015/11/09/olahan-bambu-lokal-kelas-dunia/
http://tarulagaunique.blogspot.co.id/2013/07/sepada-bambu-haur-hadirkan-kesan-antik.html
http://sinarsejahterakarawang.blogspot.co.id/2016/03/bukan-hanya-bambu-runcing.html
http://destinasianews.com/index.php/life-style/community-hobby-komunitas-hobi-destinasia/360-keren-sepeda-haur-berdaya-angkut-5-kuintal
http://suakaonline.com/3569/2014/08/27/sepeda-bambu-transportasi-ramah-lingkungan/
http://www.zimbio.com/pictures/ETCoThri1UG/Indonesian+Craftsmen+Use+Bamboo+Make+Eco+Bike/EUv-iiPMLZO/Gun+Gun+Gunawan



No comments:

Post a Comment

Waktu begitu cepat berlalu mengiring langkah dalam cerita. Terbayang selalu tatapanmu dalam lingkaran pemikiran positif ku. Para pembaca blog Warga Desa (https://warga-desa-worlds.blogspot.com) adalah teman yang terindah. Saya ucapkan banyak-banyak terima kasih kepada teman-teman yang telah memberikan komentar.

Label

Agama Air Minum Alat Musik Alumunium Angklung Artis Asmara Automotif Bahan Bakar Bali Bambu Bandung Bank Bank Sampah Barang Bekas Batam Batik Becak Beras Besakih Biola Blogspot Boneka Buah-buahan Budaya dan Tradisi Buka Lapak Buku Bunga Burger Burung Cafe Charlie Tjendapati CNBC Cobek Dandung Santoso Daur Ulang Desa Desain Dodol E-mail Eceng Gondok Edie Juandie Ekonomi dan Perdagangan Es Krim Facebook Flipboard Flora dan Fauna Fruit Carving Furnitur Gadget Gamelan Garam Gerai Gerobak Gitar Google Plus Gula Hari Raya Harian Merdeka Haryadi Chou Hewan Hiburan dan Wisata Hidayah Anka Hidroponik Hijab Hotel http://www.duahari.com Hukum dan Politik Indra Karyanto Instagram Internet Internet Marketing ITB Jagung Jajanan Jamu Jamur Tiram Jangkrik Jawa Barat Jawa Tengah Jawa Timur Jepang Kain dan Pakaian Kaleng Kalimantan Kamera Kapal Laut Karaoke Kartun Kecantikan Kecap Keju Kelautan Kelinci Kemasyarakatan Kendaraan Kerajinan Kereta Kertas Kiat dan Tip Kisah Hidup Koki Komputer dan Teknologi Kopi Koran Kuda Pustaka Kuliner Kumpulan Kurir LA Time Laptop Si Unyil Lidah Buaya Linkedin Liputan 6 Logam Lukisan Kayu Madu Mahasiswa Mainan Anak-Anak Makanan dan Minuman Malang Martabak Masyarakat dan Persoalannya Matras Melukis & Menggambar Metro TV Mineral Miniatur Minyak Atsiri Mitra Mobil Motor Musik Nana Mulyana Narapidana Net TV Ngatmin Biola Bambu Obat dan Kesehatan Olah Raga Ondel-Ondel Online Organik Organisasi Sosial Pameran Panama Papers Pantang Menyerah Papan Selancar Paper Quilling Pariwisata Peluang Usaha Pemulung Pencucian Pendidikan Penelitian Penemuan Penyanyi Penyiar Peralatan Perhiasan Perikanan Permainan Perpustakaan Pertanian dan Perkebunan Perumahan Peternakan Pinterest Plastik Proses Produksi Psikologi dan Mental Putu Gede Asnawa Dikta Puyuh Radio Rancangan Rendang Resep dan Masakan Restoran Robot Roti Salak Sambal Sampah Sandal Sapi Sayur Mayur Sejarah dan Peradaban Sekolah Semarang Seni Seni Pahat Sepatu Sepeda Sindo News Slamet Triamanto Spa Strikingly Suprapto Surabaya Surat Kabar Tahun Baru Tas Tattoo Techno Park Teh Tekhnologi Televisi Telur Terrarium Tukang Cukur Tumang Twitter Venta Agustri Vespa Wanita dan Keindahan Wawancara Wayang Website Wetz Shinoda What's Up Wine Wordpress Yoga Yogyakarta You Tube