Friday, February 2, 2018

Hore! Kegiatan Malang Culinary Association (MCA) diliput oleh Koran Radar Malang

Selama ini, seni ukir lebih banyak digunakan dalam media berbahan kayu dan batu. Tapi, ada sesuatu yang unik yang dilakukan oleh Malang Carving Artist (MCA). Bahan yang diukir komunitas ini adalah buah-buahan, sayur, dan balok es. Komunitas Malang Carving Artist. Radar Malang, 29 Januari 2018.
Hore! Kegiatan Malang Culinary Association (MCA) diliput oleh Koran
Radar Malang

Anggota komunitas ini banyak yang berprofesi  sebagai chef. Lantaran, MCA berada di bawah naungan Indonesia Chef Association (MCA).

Sepengetahuan saya, komunitas seperti ini kali pertama ada di Malang Raya,” kata Dandung Santoso, penggagas komunitas MCA, saat ditemui di kediamannya di Desa Pesanggerahan, Kota Batu, Kamis malam (25/01/2018). Rumah Dandung memang jadi tempat favorit bagi berkumpulnya 30 anggota komunitas MCA.

Hampir setiap minggu anggota komunitas ini mengadakan agenda kumpul bersama. Tidak ada jadwal pasti. Maklum aja, selain chef, anggota komunitas ini juga berasal dari berbagai kalangan, seperti ibu rumah tangga, pelajar, juga wiraswata.

Hingga saat ini, ratusan karya sudah dibuat oleh anggota MCA. Buah dan sayur masih jadi sarana favorit untuk diukir. Beragam bentuk dan kreasi udah tertuang. Mulai bunga, gambar siluet, topeng barongan, naga, kupu-kupu, burung, udang, kuda laut, dan berbagai karakter lain.

"Saat ada kesempatan untuk berkumpul, pasti kami maksimalkan untuk silaturahmi dan berlatih bersama,” terang chef yang saat ini bekerja di salah satu hotel yang ada di Malang ini.

Meski bisa menuangkan kreatifitas ke semua buah, semangka, pepaya, butternut, melon, dan labu menjadi buah yang paling sering digunakan. Untuk sayuran, komunitas ini biasanya memanfaatkan wortel sebagai sarana. Tapi, biasanya sayur-sayuran seperti sawi juga digunakan sebagai garnish.

"Sementara ini kami masih fokus menguasai teknik mengukir di buah dan sayur. Rencana ke depan kami akan berlatih bersama mengukir balok es,” papar pria kelahiran 9 Juli 1977 ini. Dandung sapaan akrabnya menambahkan, sejatinya seni carving ini bermula dari Thailand. Dahulu kala, seni yang satu ini sering digunakan untuk menyajikan hidangan kepada raja.

Seiring berjalannya waktu, seni ini berkembang ke seluruh pelosok dunia. Di Indonesia sendiri baru booming sekitar 10 tahun belakangan. Karena berasal dari Thailand inilah yang membuat teknik yang kami gunakan khas,” tutur pria yang dikaruniai 2 orang anak ini.

Tidak hanya teknik, beragam peralatan yang digunakan untuk mengukir buah dan sayuran ini pun beraal dari Thailand. Meski begitu, saat ini Vietnam juga mulai menyediakan pisau khusus untuk carving.

Sedikitnya, ada 30 pisau yang digunakan. 12 diantaranya diterapkan khusus untuk membuat bentuk karakter seperti naga, topeng barongan, dan berbagai karakter lainnya. Sedangkan 10 pisau lainnya biasanya digunakan untuk mengukir buah dan sayur.

Satu set peralatan ini biasanya dibanderol dengan harga Rp. 2,5 juta. “Bisa dikatakan, carving memang hobi mahal. Sebab, peralatannya jarang tersedia di Indonesia. Andai kata ada, kualitasnya tidak sebaik dari Vietnam dan Thailand,” pungkasnya.

Komunitas ini baru terbentuk 3 bulan. Tapi, karena keterampilan anggota ia mengatakan komunitas ini sering mendapatkan undangan. “Kami sering diundang ke berbagai acara, mulai dari seminar, pelatihan, dan pameran,” kata Muhammad, salah satu pendiri komunitas MCA.


PERSEMBAHAN: Semangka diukir menjadi tulisan. Jawa Pos Radar Malang
Hore! Kegiatan Malang Culinary Association (MCA) diliput oleh Koran
Radar Malang
PERSEMBAHAN: Semangka diukir menjadi tulisan. Jawa Pos Radar Malang


KREATIF: Anggota Komunitas Malang Carving Artist di sebuah acara sebelum dilakukan pengukiran buah-buahan.
Hore! Kegiatan Malang Culinary Association (MCA) diliput oleh Koran
Radar Malang
KREATIF: Anggota Komunitas Malang Carving Artist di sebuah acara sebelum dilakukan pengukiran buah-buahan.


SERU: Para angggota Komunita Malang Carving Artist saat berfoto bersama dengan buah hasil kreasi mereka beberapa waktu lalu.
Hore! Kegiatan Malang Culinary Association (MCA) diliput oleh Koran
Radar Malang
SERU: Para angggota Komunita Malang Carving Artist saat berfoto bersama dengan buah hasil kreasi mereka beberapa waktu lalu.


ARTISTIK: Semangka yang diukir berbentuk ikan ini tampak indah.
Hore! Kegiatan Malang Culinary Association (MCA) diliput oleh Koran
Radar Malang
ARTISTIK: Semangka yang diukir berbentuk ikan ini tampak indah.


MCA peduli anak yatim ....edukaih garnis k anak yatim di sma. Selamat pagi batu. . . .semoga bermanfaat.
Hore! Kegiatan Malang Culinary Association (MCA)
diliput oleh Koran Radar Malang
MCA peduli anak yatim ....edukaih garnis k anak yatim di sma. Selamat pagi batu. . . .semoga bermanfaat.


Alhamdulilah done …berbagi sedikit ilmu carving dengan adik adik smk kartika malang.. Dadi teringat ucapan chef @Clenoro Suharto bisakah anak pemulung ikut belajar carving karena pisau carcing itu mahal harganya???...alhamdulah bisa…karena ini td dr 26 siswa,20 anak orang tuanya ada yyg kerja pemulung serabutan kuli bangunan tukang becak dll…justru anak2, ini semangatnya luar biasa…
Hore! Kegiatan Malang Culinary Association (MCA)
diliput oleh Koran Radar Malang
Alhamdulilah done …berbagi sedikit ilmu carving dengan adik adik smk kartika malang.. Dadi teringat ucapan chef @Clenoro Suharto bisakah anak pemulung ikut belajar carving karena pisau carcing itu mahal harganya???...alhamdulah bisa…karena ini td dr 26 siswa,20 anak orang tuanya ada yyg kerja pemulung serabutan kuli bangunan tukang becak dll…justru anak2, ini semangatnya luar biasa…


Ucapan @Clenoro Suharto dadi motivasi q dan teman2 MCA untuk saling berbagi…seperti ucapan @Om Subhannn …adakalanya kita berbagi dengan ilmu yg kita miliki dan adakalanya kita mencari rejeki dengan ilmu yang di anugrahkan Allah Swt kepada kita…insha Allah kalau kita bisa menjalani ini semu ahidup akan seimbang…colek @chef subhan
Hore! Kegiatan Malang Culinary Association (MCA)
diliput oleh Koran Radar Malang
Ucapan @Clenoro Suharto dadi motivasi q dan teman2 MCA untuk saling berbagi…seperti ucapan @Om Subhannn …adakalanya kita berbagi dengan ilmu yg kita miliki dan adakalanya kita mencari rejeki dengan ilmu yang di anugrahkan Allah Swt kepada kita…insha Allah kalau kita bisa menjalani ini semu ahidup akan seimbang…colek @chef subha.




Selama ini, seni ukir lebih banyak digunakan dalam media berbahan kayu dan batu. Tapi, ada sesuatu yang unik yang dilakukan oleh Malang Carving Artist (MCA). Bahan yang diukir komunitas ini adalah buah-buahan, sayur, dan balok es. Komunitas Malang Carving Artist. Radar Malang, 29 Januari 2018.Selama ini, seni ukir lebih banyak digunakan dalam media berbahan kayu dan batu. Tapi, ada sesuatu yang unik yang dilakukan oleh Malang Carving Artist (MCA). Bahan yang diukir komunitas ini adalah buah-buahan, sayur, dan balok es. Komunitas Malang Carving Artist. Radar Malang, 29 Januari 2018.Selama ini, seni ukir lebih banyak digunakan dalam media berbahan kayu dan batu. Tapi, ada sesuatu yang unik yang dilakukan oleh Malang Carving Artist (MCA). Bahan yang diukir komunitas ini adalah buah-buahan, sayur, dan balok es. Komunitas Malang Carving Artist. Radar Malang, 29 Januari 2018.

Selama ini, seni ukir lebih banyak digunakan dalam media berbahan kayu dan batu. Tapi, ada sesuatu yang unik yang dilakukan oleh Malang Carving Artist (MCA). Bahan yang diukir komunitas ini adalah buah-buahan, sayur, dan balok es. Komunitas Malang Carving Artist. Radar Malang, 29 Januari 2018.Selama ini, seni ukir lebih banyak digunakan dalam media berbahan kayu dan batu. Tapi, ada sesuatu yang unik yang dilakukan oleh Malang Carving Artist (MCA). Bahan yang diukir komunitas ini adalah buah-buahan, sayur, dan balok es. Komunitas Malang Carving Artist. Radar Malang, 29 Januari 2018.Selama ini, seni ukir lebih banyak digunakan dalam media berbahan kayu dan batu. Tapi, ada sesuatu yang unik yang dilakukan oleh Malang Carving Artist (MCA). Bahan yang diukir komunitas ini adalah buah-buahan, sayur, dan balok es. Komunitas Malang Carving Artist. Radar Malang, 29 Januari 2018.

Selama ini, seni ukir lebih banyak digunakan dalam media berbahan kayu dan batu. Tapi, ada sesuatu yang unik yang dilakukan oleh Malang Carving Artist (MCA). Bahan yang diukir komunitas ini adalah buah-buahan, sayur, dan balok es. Komunitas Malang Carving Artist. Radar Malang, 29 Januari 2018.Selama ini, seni ukir lebih banyak digunakan dalam media berbahan kayu dan batu. Tapi, ada sesuatu yang unik yang dilakukan oleh Malang Carving Artist (MCA). Bahan yang diukir komunitas ini adalah buah-buahan, sayur, dan balok es. Komunitas Malang Carving Artist. Radar Malang, 29 Januari 2018.Selama ini, seni ukir lebih banyak digunakan dalam media berbahan kayu dan batu. Tapi, ada sesuatu yang unik yang dilakukan oleh Malang Carving Artist (MCA). Bahan yang diukir komunitas ini adalah buah-buahan, sayur, dan balok es. Komunitas Malang Carving Artist. Radar Malang, 29 Januari 2018.

Selama ini, seni ukir lebih banyak digunakan dalam media berbahan kayu dan batu. Tapi, ada sesuatu yang unik yang dilakukan oleh Malang Carving Artist (MCA). Bahan yang diukir komunitas ini adalah buah-buahan, sayur, dan balok es. Komunitas Malang Carving Artist. Radar Malang, 29 Januari 2018.Selama ini, seni ukir lebih banyak digunakan dalam media berbahan kayu dan batu. Tapi, ada sesuatu yang unik yang dilakukan oleh Malang Carving Artist (MCA). Bahan yang diukir komunitas ini adalah buah-buahan, sayur, dan balok es. Komunitas Malang Carving Artist. Radar Malang, 29 Januari 2018.Selama ini, seni ukir lebih banyak digunakan dalam media berbahan kayu dan batu. Tapi, ada sesuatu yang unik yang dilakukan oleh Malang Carving Artist (MCA). Bahan yang diukir komunitas ini adalah buah-buahan, sayur, dan balok es. Komunitas Malang Carving Artist. Radar Malang, 29 Januari 2018.

Selama ini, seni ukir lebih banyak digunakan dalam media berbahan kayu dan batu. Tapi, ada sesuatu yang unik yang dilakukan oleh Malang Carving Artist (MCA). Bahan yang diukir komunitas ini adalah buah-buahan, sayur, dan balok es. Komunitas Malang Carving Artist. Radar Malang, 29 Januari 2018.Selama ini, seni ukir lebih banyak digunakan dalam media berbahan kayu dan batu. Tapi, ada sesuatu yang unik yang dilakukan oleh Malang Carving Artist (MCA). Bahan yang diukir komunitas ini adalah buah-buahan, sayur, dan balok es. Komunitas Malang Carving Artist. Radar Malang, 29 Januari 2018.Selama ini, seni ukir lebih banyak digunakan dalam media berbahan kayu dan batu. Tapi, ada sesuatu yang unik yang dilakukan oleh Malang Carving Artist (MCA). Bahan yang diukir komunitas ini adalah buah-buahan, sayur, dan balok es. Komunitas Malang Carving Artist. Radar Malang, 29 Januari 2018.

Selama ini, seni ukir lebih banyak digunakan dalam media berbahan kayu dan batu. Tapi, ada sesuatu yang unik yang dilakukan oleh Malang Carving Artist (MCA). Bahan yang diukir komunitas ini adalah buah-buahan, sayur, dan balok es. Komunitas Malang Carving Artist. Radar Malang, 29 Januari 2018.Selama ini, seni ukir lebih banyak digunakan dalam media berbahan kayu dan batu. Tapi, ada sesuatu yang unik yang dilakukan oleh Malang Carving Artist (MCA). Bahan yang diukir komunitas ini adalah buah-buahan, sayur, dan balok es. Komunitas Malang Carving Artist. Radar Malang, 29 Januari 2018.Selama ini, seni ukir lebih banyak digunakan dalam media berbahan kayu dan batu. Tapi, ada sesuatu yang unik yang dilakukan oleh Malang Carving Artist (MCA). Bahan yang diukir komunitas ini adalah buah-buahan, sayur, dan balok es. Komunitas Malang Carving Artist. Radar Malang, 29 Januari 2018.




No comments:

Post a Comment

Waktu begitu cepat berlalu mengiring langkah dalam cerita. Terbayang selalu tatapanmu dalam lingkaran pemikiran positif ku. Para pembaca blog Warga Desa (https://warga-desa-worlds.blogspot.com) adalah teman yang terindah. Saya ucapkan banyak-banyak terima kasih kepada teman-teman yang telah memberikan komentar.

Label

Agama Air Minum Alat Musik Alumunium Angklung Artis Asmara Automotif Bahan Bakar Bali Bambu Bandung Bank Bank Sampah Barang Bekas Batam Batik Becak Beras Besakih Biola Blogspot Boneka Buah-buahan Budaya dan Tradisi Buka Lapak Buku Bunga Burger Burung Cafe Charlie Tjendapati CNBC Cobek Dandung Santoso Daur Ulang Desa Desain Dodol E-mail Eceng Gondok Edie Juandie Ekonomi dan Perdagangan Es Krim Facebook Flipboard Flora dan Fauna Fruit Carving Furnitur Gadget Gamelan Garam Gerai Gerobak Gitar Google Plus Gula Hari Raya Harian Merdeka Haryadi Chou Hewan Hiburan dan Wisata Hidayah Anka Hidroponik Hijab Hotel http://www.duahari.com Hukum dan Politik Indra Karyanto Instagram Internet Internet Marketing ITB Jagung Jajanan Jamu Jamur Tiram Jangkrik Jawa Barat Jawa Tengah Jawa Timur Jepang Kain dan Pakaian Kaleng Kalimantan Kamera Kapal Laut Karaoke Kartun Kecantikan Kecap Keju Kelautan Kelinci Kemasyarakatan Kendaraan Kerajinan Kereta Kertas Kiat dan Tip Kisah Hidup Koki Komputer dan Teknologi Kopi Koran Kuda Pustaka Kuliner Kulit Kumpulan Kurir LA Time Laptop Si Unyil Lidah Buaya Linkedin Liputan 6 Logam Lukisan Kayu Madu Mahasiswa Mainan Anak-Anak Makanan dan Minuman Malang Martabak Masyarakat dan Persoalannya Matras Melukis & Menggambar Metro TV Mineral Miniatur Minyak Atsiri Mitra Mobil Motor Musik Nana Mulyana Narapidana Net TV Ngatmin Biola Bambu Obat dan Kesehatan Olah Raga Ondel-Ondel Online Organik Organisasi Sosial Pameran Panama Papers Pantang Menyerah Papan Selancar Paper Quilling Pariwisata Peluang Usaha Pemulung Pencucian Pendidikan Penelitian Penemuan Penyanyi Penyiar Peralatan Perhiasan Perikanan Permainan Perpustakaan Pertanian dan Perkebunan Perumahan Peternakan Pinterest Plastik Proses Produksi Psikologi dan Mental Putu Gede Asnawa Dikta Puyuh Radio Rancangan Rendang Resep dan Masakan Restoran Robot Roti Salak Sambal Sampah Sandal Sapi Sayur Mayur Sejarah dan Peradaban Sekolah Semarang Seni Seni Pahat Sepatu Sepeda Sindo News Slamet Triamanto Spa Strikingly Suprapto Surabaya Surat Kabar Tahun Baru Tas Tattoo Techno Park Teh Tekhnologi Televisi Telur Terrarium Tukang Cukur Tumang Twitter Venta Agustri Vespa Wanita dan Keindahan Wawancara Wayang Website Wetz Shinoda What's Up Wine Wordpress Yoga Yogyakarta You Tube