Thursday, June 30, 2016

Punten: Tetap Tersenyum Untuk Kesehatan Kota & Kita, Bersama Jasa Kurir Sepeda

Sepeda selama ini hanya dikenal sebagai alat transportasi umum. Namun di tangan Pak Anugrah Nurrewa, 30, kendaraan roda dua tersebut dapat dikembangkan menjadi solusi untuk masyarakat perkotaan. Ya, setiap kayuhan sepeda dari Punten Courier selalu yang terbaik untuk Green Society di Kota Kembang, Bandung.
Punten: Tetap Tersenyum Untuk Kesehatan Kota & Kita, Bersama
Jasa Kurir Sepeda
Waduh! Saya cuma bisa bermimpi tentang bagaimana menemukan cara terbaik untuk tidak lelah. Bercerita mengenai jalur jalan di Bandung. Kondisi trek yang naik turun, 'Aneh' rasanya bila sepeda dinyatakan sebagai alat transportasi terbaik.

Namun 'Punten' telah membuktikan bahwa pendapat saya salah. Ada yang bilang, jasanya beda dengan yang lain. Ada pula yang kaget, ternyata cepat juga sampainya. Seorang biker terlihat sedang menggendong paket barang yang dia ambil dari kantornya di Jl. Muararejeun Baru 1 No. 39.

Ibu Maria Turepi Berkembang Bersama Choco Drink Hanya Dalam Tempo Waktu 9 Bulan

Diyakini, mitra mampu secepatnya balik modal dalam tempo waktu 2 bulan. Usahakan target penjualan 50 cup untuk perharinya dapat digapai dengan kisaran harga sebesar Rp 7.000 - Rp. 8.000 per gelasnya. Keuntungan yang ditawarkan pun tidaklah kecil, mitra akan meraih laba bersih sekitar Rp. 2,6 juta untuk setiap bulannya bila omsetnya Rp. 350.000 per hari dan Rp. 8,75 juta per bulan telah terpenuhi.
Ibu Marya Turepi Berkembang Bersama Choco Drink Hanya Dalam
Tempo Waktu 9 Bulan
Cokelat, salah satu makanan yang berasal dari Amerika Selatan, kini telah menjadi begitu popular di masyarakat Indonesia. Semua orang dari segala strata, baik itu tua maupun muda pastinya tidak akan pernah menolak jika disodori makanan berbahan baku cokelat.

Berbeda dari makanan cokelat kemasan pada umumnya, Choco Drink berhasil mengusung peluang usaha minuman dingin berbahan baku cokelat sebagai bisnis yang menjanjikan. Sang pemilik Ibu Maria Turepi langsung menawarkan kemitraan bagi siapa saja yang berkenan sejak awal tahun 2016.

Tuesday, June 28, 2016

Kisah Sukses Pak Ngatmin, 26, Bersama Biola Bambu. Padahal Ia Hanya Lulusan SD

Bermodalkan pengalam kerja akan seni kayu di Jepara pada tahun 1994. Iseng-iseng, Pak Ngatmin, 26, belajar secara otodidak dari You Tube. Kemudian ia melakukan eksperimen dengan menggunakan biola nganggur. Kini, jasa bengkel senantiasa memasok 20 - 25 biola pada setiap bulannya ke Jakarta, Tangerang, Depok, Bekasi, dan Bandung.
Kisah Sukses Pak Ngatmin, 26, Bersama Biola Bambu. Padahal Ia
Hanya Lulusan SD
Suara bersih dengan liukan khas musik gesek diantara jejeran sang surya. Merdunya melodi yang dimiliki dan hangatnya irama yang terdengar. Alat musik biola memang tidak akan pernah lepas dari nuansa alamiah.

Perlu keahlian yang cukup mapan bagi sang pembuat, walau sumber dayanya berasal dari sekumpulan kayu. Setidaknya sang perakit harus bisa menguasai alat musik tersebut di tangannya. Dan itu benar! Pak Ngatmin, 26, menjadikan dirinya mampu merambah kisah kesuksesan melalui usaha jual-beli Biola, setelah dia pun mahir membawakannya.

Pertahankan Resep Leluhur, Sekarang Omset Ibu Intan Rahmatillah Adalah Rp. 300 Juta/Bulan

Selain 'Rendang Nenek' menggunakan resep leluhur dan sensani khas wangi yang dihasilkan, cita rasa yang sangat lezat senantiasa dinilai cocok bagi lidah masyarakat kota Bandung maupun Jakarta. Bukan tidak mungkin bila produk sebanyak 20 kg per hari atau rata-rata 400 kg per bulan mampu tergapai. Itu semua belum termasuk jumlah 1 ton untuk setiap bulan Ramadhan. Kini dalam sebulan, omset penjualannya mencapai Rp. 100 juta per bulan. Terlebih pada musim hari raya besar. Jumlah sekitar Rp 300 juta per bulan bukan tidak mungkin adalah suatu hasil yang pastinya digapai.
Pertahankan Resep Leluhur, Sekarang Omset Ibu Intan Rahmatillah
Adalah Rp. 300 Juta/Bulan
Lauk yang sangat cocok jika disantap bersama nasi hangat. Rendang berasal dari kata 'merandang' yang berarti memasak santan perlahan hingga kering. Hidangan ini biasanya disajikan saat pesta pernikahan untuk budaya Melayu dan Hari Raya.

Penggemar masakan berjenis ini tak hanya masyarakat lokal, tetapi juga warga asing. Namun, kelezatan rendang tidak mudah untuk diperoleh secara instan. Proses mengolahnya pun memerlukan waktu agar bumbu balado-nya menyerap ke dalam daging. Bahkan, komposisi racikan bumbu dan proses memasak harus secara cermat dilakukan.

Saturday, June 25, 2016

Pak Budiono Bin Sukim, Sosok Tukang Otak-Otak Keliling Yang Sukses Menjadi Koki Di London

Pak Budiono Bin Sukim, 43, adalah seorang pria yang telah malang melintang di Benua Eropa dan Timur Tengah. Terhitung dalam kurun waktu selama 16 tahun, ia dipercaya untuk bekerja sebagai koki di berbagai hotel bintang lima di Eropa dan Timur Tengah. Tentu kecintaannya terhadap dunai masak telah membuat dia berkembang sampai puncaknya.
Pak Budiono Bin Sukim, Sosok Tukang Otak-Otak Keliling Yang
Sukses Menjadi Koki Di London
Di jaman yang serba maju seperti sekarang ini, memasak bukanlah hal khusus untuk wanita saja. Begitu banyak pria telah mencoba untuk mencari peruntungan pada profesi tersebut. Tak disangka, mereka malah mampu mendulang sukses dan membuka peluang untuk pria-pria lain mengikuti jalur karirnya di bidang kuliner.

"Bergelut di dunia kuliner adalah tujuan utama karena selain tidak bisa menahan lapar, tetapi juga kepedulian yang sangat besar terhadap makanan," begitu kiranya papar Top Chief dari Indonesia untuk Kerajaan Inggris kepada Harian Suara (11/05/16).

Bambu Spa Menawarkan Kecantikan BISA (Bersyukur, Ibadah, Senyum & Akal Sehat)

Wow! Bisnis yang juga menjanjikan untuk lapangan pekerjaan bagi masyarakat luas. Mulai menjalankan usahanya sejak tahun 2008, PT Jiva Bambu Spa milik dari Ibu Trisya Suherman telah tersebar di 2 propinsi dengan 7 cabangnya: Blok H, Depok, Sunter, Tangerang, Kebayoran Baru, dan Muara Bungo di Jambi, serta kantor pusat yang terletak di Cengkareng.
Bambu Spa Menawarkan Kecantikan BISA (Bersyukur, Ibadah, Senyum
& Akal Sehat)
Pada perempuan modern khususnya, ada satu hari bagi mereka untuk menikmati waktu istimewa atau yang mereka sebut 'me time.' Mereka biasanya pergi ke salon untuk merawat diri dari ujung kaki sampai ujung rambut.

Tentu, tampil cantik serta menarik merupakan dambaan setiap kaum hawa. Apalagi perihal tersebut sangat baik kiranya bila diimbangi oleh peningkatan kualitas penampilan fisik. Mengapa tidak mencoba Spa? Spa berasal dari Bahasa Latin, 'Salus Per Aquam' yang artinya sehat melalui air.

Thursday, June 23, 2016

Hanya Jualan Gerobak, Omzet Sebesar Rp. 400 Juta Perbulan Dapat Diraih Pak Jade Warsito

Bila pada Januari 2011, dia hanya mampu meraih omzet sebesar Rp. 200 juta, sekarang dia minimal memperleh omzet Rp. 400 juta. Pak Jade Warsito menjual booth-nya dari harga termurah Rp. 3,5 Juta sampai yang termahal Rp. 40 juta.

Hanya Jualan Gerobak, Omzet Sebesar Rp. 400 Juta Perbulan Dapat Diraih
Pak Jade Warsito
Melalui sedikit sentuhan beberapa alat sederhana, sang pengrajin mampu mengubah kayu bekas menjadi benda bernilai rupiah. Kualitas yang terbukti baik dan tahan lama, itulah yang dicari orang. Jadi, apa istimewanya menjadi pengrajin kayu? Kiranya kisah hidup dari Pak Jade Warsito akan memberitahukan manfaatnya.

Perihal perjalanan hidup yang jelas-jelas menggambarkan keadaan untuk sulit maju. Memiliki seorang Ayah yang hanya bekerja sebagai kuli penggarap sawah dan Ibu yang sudah meninggal sejak ia berusia 5 tahun. Pria kelahiran Kebumen 9 November 1972 tidak pernah bosan melihat oyek (makanan desa dari singkong) dan gaplek sebagai makanan keseharian.

Sampah Daun Berubah Menjadi Rp. 75 Juta Per Bulan, Ibu Siti Retnanik Telah Membuktikannya

Produk pertamanya yang dihasilkan adalah lusinan kartu ucapan berhiaskan Daun Kering yang berasal dari Modal uang sebesar Rp. 100 ribu. Setelah itu, ia mengikuti pameran di Den Haag, Belanda. Hasilnya, seorang pembeli dari Perancis bersedia memborong produk Bu Siti ke negaranya.
Sampah Daun Berubah Menjadi Rp. 75 Juta Per Bulan, Ibu Siti Retnanik
Telah Membuktikannya
Memanfaatkan dedaunan yang biasa kita lihat. Wow! Tangan Ibu Siti Retnanik telah merubah daun tak berguna menjadi kerajinan yang bernilai jual tinggi. Semua itu berawal dari usaha Bengkel Kriya Daun 9996 yang didirikan pada tanggal 9 September 1996.

Nanik nama panggilannya menuturkan perihal langkah awalnya kepada Harian Kompas. Usaha kreatif tersebut bermula dari memperhatikan kebiasaan suaminya. Pak Heri Wibawanto setiap harinya mengumpulkan daun-daun kering untuk ditaruh di tempat sampah agar membusuk di tanah dan kemudian dibakar.

Monday, June 20, 2016

Masyarakat Pengumpul Madu Memiliki Pendapatan Rp. 4 Milyar Untuk Sekali Musim Panen

Setiap Periau (Pengumpul madu hutan) menggunakan cara yang ramah lingkungan dalam tiap proses produksi madu. Melalui harga minimum per kilonya Rp. 85 ribu hingga Rp. 100 ribu, Masyarakat dari desa Leboyan dan Semangit mampu membeli speedboat 15 pk seharga Rp. 28 juta untuk sekali panen.
Masyarakat Pengumpul Madu Memiliki Pendapatan Rp. 4 Milyar
Untuk Sekali Musim Panen
Mengingat pertumbuhan angkatan kerja di Indonesia memiliki peningkatan dengan rata-rata sebesar 3 juta / tahun. Perlu kiranya bagi kita menilai bahwa investasi pada sektor swasta amat penting untuk digenjot.

Tidak terlupa juga, bila kegiatan pembangunan ekonomi harus bisa mewariskan kesejahteraan kepada generasi dan lingkungan. Dengan kata lain, kerjasama antara ilmu pengetahuan, teknologi, interaksi industri, serta perkembangan masyarakat global dapat memiliki peranan penting guna mengatasi perubahan iklim.

Limbah Kerang Yang Mendunia: Untungnya Rp. 15 Juta Per Bulan

Selain untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri yang diperuntukkan bagi wisatawan Bali, hasil kerajinan tangan masyarakat Pulau Serangan diekspor ke Yunani, Maladewa, Amerika Serikat, Jepang, dan Amerika Latin (Republik Dominika dan Panama). Kerajinan dijual dengan harga Rp. 20 ribu untuk aksesoris perhiasan, perkakas rumah tangga, gantungan kunci, bingkai foto, penutup lampu, manik-manik, dan Rp. 250 ribu untuk patung. Adapun limbah kerang didapat dengan harga Rp. 25.000/kilo untuk kerang kuning dan Rp. 30.000 untuk kerang hitam.
Limbah Kerang Yang Mendunia: Untungnya Rp. 15 Juta Per Bulan
Dampak melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ibarat dua sisi mata uang bagi para pelaku usaha. Di satu sisi, pelemahan rupiah bisa membuat pengusaha yang mengandalkan pasokan bahan baku impor, semakin sempoyongan. Di sisi lain, pelaku usaha yang mengandalkan pasar ekspor mampu meraup laba sebesar-besarnya dari selisih yang ada.

Efek positif dan efek negatif! Semuanya pernah dirasakan oleh pengusaha dari Bali, namanya Pak Imade Kanan Jaya. Omzet rata-rata usaha miliknya pernah meraih keuntungan sebesar Rp. 500 Juta/bulan, sebelum kejadian bom Bali. Setelah tragedi, angka tersebut mengalami penurunan yang sangat drastis yaitu Rp. 15 Juta/bulan. Papar pemilik Ayu & Bagus Collection kepada Neraca, "Sebelum bom Bali, karyawan banyak. Sekarang di kelompok ada 18 orang. Kita bekerja berdasarkan order."

Saturday, June 18, 2016

SINDOnews Memiliki Artikel-Artikel Terbaik Untuk Pengusaha Yang Mau Sukses

Bermodal Rp. 500 Ribu usaha Aldila sampai ke Roma; Gagal jadi karyawan, pria ini sukses bisnis online; Sentra kaus suci Bandung, pesangan seragam Rp. 20 miliar/bulan; Raup puluhan juta rupiah dari budidaya ikan botol bekas; Pengusaha Australia kepincut mangga Pasuruan; Pabrik keju Italia cari susu domba di Indonesia; Tukiman, lulusan SD yang jari Juragan Soto; dan banyak lagi, dan banyak lagi.
SINDOnews Memiliki Artikel-Artikel Terbaik Untuk Pengusaha
Yang Mau Sukses

Sumber berita yang menyajikan informasi terhangat. Dikemas dengan bahasa yang lugas, terpercaya, tanpa prasangka dan ringan. Semuanya tersaji 24 jam, dapat dinikmati melalui desktop, laptop hingga beragam gadget atau perangkat mobile lainnya.

Berdiri pada 4 Juli 2012, SINDOnews bersama PT. Media Nusantara Dinamis langsung memposisikan dirinya untuk menjadi yang terbaik. Dikelola secara profesional dengan melibatkan jurnalis-jurnalis berpengalaman di beragam multiplatform, baik online, radio, televisi, maupun cetak.

Si Kumis: Lebih Sehat Untuk Konsumen Bersama Produk Lokal Dan Transparansi Pasar

Berkat perencanaan- perencanaan yang lebih memfokuskan kepada marketplace guna pengantisipasian kenaikan harga pada bidang pertanian, peternakan dan perkebunan, Si Kumis <http://www.sikumis.com/> selalu yakin untuk mampu berjalan lebih baik.
Si Kumis: Lebih Sehat Untuk Konsumen Bersama Produk Lokal Dan
Transparansi Pasar

Geliat belanja dengan memanfaatkan internet, kian menjamur. Semua produk yang anda butuhkan dan inginkan, bisa kamu temukan secara online. Kemudahan belanja secara online semakin membuat cara ini digemari oleh masyarakat.

Lewat belanja online, para pelanggan tidak perlu capek-capek lagi untuk keliling toko. Semua tinggal pilih dan klik. Lantas: Jreng! Semua sudah bisa dimiliki dan tinggal tunggu sang pengantar untuk menyampaikannya. Adapun proses transaksi pun terbilang cukup mudah.

Friday, June 17, 2016

Cukup 4 Bulan Kerja! Pak Adang Wijaya: Sukses Bersama Green Nitrogen Dan Rp. 30 Juta / Bulan

Kini, Green Nitrogen memiliki outlet yang sudah menyebar di Bali hingga Medan dengan jumlah total SPBU sebanyak 300 buah dan Omzet sebesar Rp. 30 Juta / Bulan. Ongkos pengisian ban dikenakan biaya bagi motor Rp. 5.000 dan mobil RP. 10.000 selama jam kerja dari pukul 6 Pagi hingga 11 Malam.
Cukup 4 Bulan Kerja! Pak Adang Wijaya: Sukses Bersama Green
Nitrogen Dan Rp. 30 Juta / Bulan
Apa sih keunggulan antara angin biasa dengan Nitrogen dalam hal pengisian ban kendaraan? Katanya sih lebih mahal, tapi keunggulannya cukup banyak. Ban lebih jarang kempes & awet, pelek jadi tidak mudah karat, Ban untuk sepeda motor terasa lebih stabil, laju motor pun lebih ringan, dan banyak lagi.

Pak Adang Wijaya, sang penerbit ide. Melalui bendera Green Nitrogen, pria kelahiran Pemalang, 28 Februari 1970 mengolah dan melayani pengisian angin untuk ban kendaraan sejak 19 Mei 2011. “Dulu, sehari pernah dapat Rp 40 ribu. Pernah juga Rp 100 ribu per shift per hari. Tiga bulan pertama sulit banget. Orang belum familiar dengan nitrogen. Takut beracun, takut terbakar, dan susah cari,” Jelasnya kepada Harian Suara.

"2 Tahun Saja Untuk Belajar": Ibu Bertha Suranto Mampu Meraih Laba Dari Hidroponik

Ha! Cukup 2 (dua) TAHUN KURANG, si Ibu yang takut sama cacing sudah bisa dikatakan Sangat Ahli dalam bidang tanaman Hidroponik. Ya, sayuran Hidroponik memiliki kelebihan dibandingkan sayuran yang ditanam secara konvensional. Rasanya lebih sehat dan lebih segar.
"2 Tahun Saja Untuk Belajar": Laba Dari Hidroponik Bersama Ibu
Bertha Suranto

Senang sekali rasanya bila saya kembali menulis artikel tentang Hidroponik. Karena artikel pertama saya tentang hidroponik telah dibaca oleh 15.000 orang lebih dalam kurun waktu hanya 2 hari. Melalui kinerja Facebook beserta kolomnya, target tersebut dapat dengan mudah tercapai.

Memang judulnya cukup menarik sih: Bermodalkan Tanaman Kangkung, Pak Charlie Tjendapati Raih Omset Rp. 97,2 Juta. Suatu kenyataan manis yang sangat didambakan oleh masyarakat Indonesia saat ini. Karena modalnya berasal dari apa saja yang mereka lihat pada alam sekitar.

Wednesday, June 15, 2016

Pak Honorius Rachmantio: Pengusaha Keju Yang Sukses Di Internasional, Berkat 90% Buruh Lokal

Kenyataan krisis moneter pada tahun 1998 adalah masalah yang tidak diinginkan oleh juta pengusaha pada saat itu. Namun Pak Honorius Rachmantio mampu menggunakan intuisi bisnisnya guna meolong para peternak Sapi dan 90% Buruh lokal dari Sukabumi. Alhasil, Keju Baros mampu meraih sukses di Dunia Internasional.
Pak Honorius Rachmantio: Pengusaha Keju Yang Sukses Di Internasional,
Berkat 90% Buruh Lokal

Bukan kegiatan yang mudah memang. Namun, tekad dan keseriusan yang kuat telah terbukti mampu menjawab segalanya. Itulah prinsip hidup yang di pegang oleh seorang pria kelahiran Tangkil, Cirebon.


Memiliki invovasi dalam mengembangkan suatu produk, ada kiranya kita mengakui setiap hasil kerja yang dimiliki oleh Pak Honorius Rachmantio, 79. Mahasiswa yang pernah mengenyam pendidikan di Technical University, salah satu Universitas yang kala itu berada di wilayah Jerman Barat.

Mengintip Empuknya Bisnis Sandal Bersama Pak Sigit Dari Malang

Melalui harga perpasang rata-rata Rp. 35 ribu s/d Rp. 45 ribu, kini Pak Sigit, 40, mampu mencukupi permintaan produsen sebanyak 200 buah per bulan.
Mengintip Empuknya Bisnis Sandal Bersama Pak Sigit Dari Malang

Selain memang nyaman dipakai sebagai teman terbaik untuk melangkah, model alas kaki yang satu ini memang sangat diminati oleh berbagai lapisan masyarakat. Mungkin saja identifikasi bentuknya yang mirip dengan sepatu.

Alas kaki yang menggunakan tali berbentuk huruf V sebagai penjepitnya. Sederhana, toh? Banyak orang desa bisa membuatnya. Namun tetap, siapa sangka ‘hanya’ dengan berjualan sandal, kehidupan Pak Sigit, 40, terlihat lebih mencukupi. Saya kira idiom berikut mampu mewakilinya, “Being low on the heel doesn’t mean you have to be low on the fashion radar.”

Thursday, June 9, 2016

Dahulu Makan Roti Basi: Kini! Pak Tirta Mandira Hudi Memiliki 20 Toko Pencucian Sepatu

Setelah 6 tahun, omzet setiap gerai Shoes and Care (SAC) bisa mencapai angka Rp. 30 - 60 juta per bulan, melalui tarif jasa sebesar Rp. 30.000 s/d Rp. 15.000 per pasang.
Dahulu Makan Roti Basi: Kini! Pak Tirta Mandira Hudi Memiliki 20
Toko Pencucian Sepatu

Saat kehidupan perkotaan dianggap penting pada awal tahun 1980’an, sepatu telah terpilih sebagai bagian nilai paling sakral dari gaya hidup. Kemanapun warga mereka melangkah, alas kaki yang dikatakan sepatu acapkali menunjang penampilan seseorang. Tentu perawatan untuk kebersihan sepatu merupakan perihal terfavorit untuk menjadi kebiasaan yang wajib.

Masalahnya, ketika sebagian orang berusaha membersihkan debu dan noda yang menempel. Kenyataan tersebut bukanlah pekerjaan yang mudah. Bahkan terkadang, sepatu yang kotor sulit untuk dibersihkan dan tak cukup hanya menggunakan sikat pembersih.

Sukma Kuncoro Punya Omzet Rp. 30 Juta/Bulan, Karena Pengolahan Eceng Gondok

Bermodalkan Eceng Gondok dan penjualan produk seharga : Rp. 3.000 - Rp. 14 Juta, Pak Sukma Kuncoro mampu memperoleh omzet sebesar Rp. 30 juta/bulan.
Sukma Kuncoro Punya Omzet Rp. 30 Juta/Bulan, Karena
Pengolahan Eceng Gondok
Keberhasilan Pak Sukma Kuncoro dalam merubah sisi negatif dari tanaman Eceng Gondok.


Saya tidak pernah bisa untuk habis berpikir. Kumpulan tanaman yang biasanya tergenang di parit-parit mampu memberikan banyak kegunaan positif bagi masyarakat. Bahkan konon, sejak dahulu tanaman Eceng Gondok disebut sebagai tanaman yang merugikan atau Gulma.

Para nelayan di laut menyatakan bahwa tanaman yang memiliki nama lain ‘Eichornia Crassipes’ acapkali menyulitkan mereka saat mencari ikan. Petani pun tidak ketinggalan untuk mengeluh karena kumpulan eceng gondok adalah tempat terbaik untuk menjadi sarang bagi tikus-tikus di sawah. Untuk persoalan banjir di kota-kota, Pemerintah pastinya akan menyalahkan eceng gondok sebagai salah satu faktor penyebab tergenangnya air karena saluran yang selalu tersumbat.

Hanya Tukang Cukur, Tapi Pak Nikasius Dirgahayu Memiliki Omzet Rp. 10-15 Juta Per Bulan

Datang dari rumah ke rumah berdasarkan pesanan melalui telepon, Pak Nikasius Dirgahayu memanfaatkan juga fasilitas yang dimiliki oleh media online seperti Twitter dan Instagram untuk memperoleh pelanggan sebanyak-banyaknya. Semua itu dimulai sejak tahun 2012 dengan modal awal sebesar Rp. 2 juta.
Hanya Tukang Cukur, Tapi Pak Nikasius Dirgahayu Memiliki Omzet
Rp. 10-15 Juta Per Bulan
Sepintas tak bisa terbayang, seorang yang awalnya hanya bercita-cita menjadi tukang cukur. Saat ini, Pak Nikasius Dirgahayu telah dinyatakan sebagai Jutawan oleh berbagai media di Indonesia. Bermula dari iseng-iseng berkat dorongan teman-temannya di kuliah dan sedikit banyak mempelajari teknik mencukur melalui YouTube. Autodidak kah?

Memulai usahanya dengan modal awal sebesar Rp. 2 juta sejak tahun 2012, teman-temannya sering memanggil namanya Nick, memanfaatkan fasilitas media online seperti Twitter dan Instagram untuk memperoleh pelanggan sebanyak-banyaknya. Dia menjelaskan pula tentang sistem kerja "nick Barbership' kepada Harian Detik (01/04/2016), "Kalau saya karena jualan jasa ya sambil ngobrol, konsepnya lebih santai, jadi orang nggak cuma potong rambut selesai."

Berkat Ketekunan! Pak Shalomnan Nagana Mampu Meraih Sukses Sebagai Penjual Papan Selancar

Melalui nama toko dengan sebutan kata dari Bahasa Indonesia, Pak Shalomnan Nagana  mampu meraih omzet sebesar Rp. 400 juta/bulan dengan rincian penjualan produk sebanyak 100 buah untuk hitungan per bulannya.
Berkat Ketekunan! Pak Shalomnan Nagana Mampu Meraih Sukses Sebagai
Penjual Papan Selancar
Di puncak air yang mengalir deras, seorang wisatawan mengatakan, akhirnya ia menemukan pantai yang dicari untuk mengasah kemampuan selancarnya. Sebagai peselancar pemula, biasanya ia mencari pantai berombak landai dengan gugusan pantai panjang tanpa karang di dasarnya.

Meski tidak jarang terjungkal hingga tergulung sampai ujung seluncur, tidak ada raut kapok. Dengan wajah cerah, sang turis kembali ke puncak dan menantang lajunya ombak. Itulah pemandangan unik dari para penikmat olahraga selancar di Bali, Indonesia.

Tuesday, June 7, 2016

Pak Hendi Rahmat Membuat Masyarakat kota Lebih Sehat Bersama Westbike Messenger Service

Hujan jalan terus ketika salah satu kurir wanita dari Westbike Messenger Service (WMS) yang masih kuliah di Bina Nusantara, Echa berbicara pada Media Indoensia, 15 Februari 2015, "Setelah selesai mengantar barang pelanggan, kami langsung kumpul di sini sambil menunggu pengiriman selanjutnya," Tidak merasa lelah, Echa menambahkan keterangannya bersama sekelumit tawa yang segar dan sehat, "Kemarin saya baru saja jatuh karena ngelewatin genangan air yang terbanya ada lubang lumayan dalam."
Pak Hendi Rahmat Membuat Masyarakat kota Lebih Sehat Bersama
Westbike Messenger Service
Masih teringat pada kenyataan akan tumbuhnya beragam jenis usaha terkait sepeda di awal tahun 2010. Adanya suatu kegiatan yang mempergunakan slogan Hari Tanpa Kendaraan (Car Free Day), ratusan ribu orang mengayuh sepeda bermotif warna-warni di sepanjang Jalan Raya Jakarta.

Budaya baru bagi masyarakat pada saat itu, serta ajang bersosialisasi dengan teman maupun keluarga dan juga, sebagai sarana kesehatan jasmani yang bebas dari polusi. Kenyataan tersebut membuat Hendir Rahmat berani membuka jalur pertama kalinya pada Oktober 2013 bersama Duenno Ludissa sebagai partner pertamanya.

Pak Arif Rahwidi Mampu Menghasilkan 500 Wayang Untuk Pasar Amerika Dan Jepang

Di Karanganyar misalnya, pengrajin bernama Arif Rahwidi menerangkan jika ia mampu menghasilkan 500 buah wayang untuk setiap bulannya. Melalui bahan baku kayu yang menarik serta desain batik yang mumpuni, usaha rumahan yang bertempat di Desa Benowo RT 04/RW 08 telah berhasil mengirim pesanan berua ekspor ke 2 (dua) benua, Amerika Serikat dan Jepang.
Pak Arif Rahwidi Mampu Menghasilkan 500 Wayang Untuk Pasar
Amerika Dan Jepang
Berbagai produk dari luar negeri memang sudah hadir untuk berperan di negeri ini. Namun tetap, tidak sedikit kerajinan lokal mampu menjawabnya. Tidah hanya bertahan, mereka bahkan sukses mengekspor kerajinan khas Indonesia di berbagai Negara dengan hasil yang menawan.

Di Karanganyar misalnya, pengrajin bernama Arif Rahwidi menerangkan jika ia mampu menghasilkan 500 buah wayang untuk setiap bulannya. Melalui bahan baku kayu yang menarik serta desain batik yang mumpuni, usaha rumahan yang bertempat di Desa Benowo RT 04/RW 08 telah berhasil mengirim pesanan berua ekspor ke 2 (dua) benua, Amerika Serikat dan Jepang.

Pak Rudi Hantoro, 65, Berhasil Menyekolahkan Anaknya di Universitas Indonesia Karena Becak Karaoke

Opsi baru kiranya bagi masyarakat yang doyan karaoke, "Ini adalah karaoke untuk semua orang, sopir bus dan ibu rumah tangga, mahasiswa dan sopir taksi," ungkap pria 65 tahun yang berhasil mengkuliahkan anaknya sampai lulusan dari Universitas Indonesia dan Universitas Guna Dharma berkat usaha becak musik kepada Japan Times.
Pak Rudi Hantoro, 65, Berhasil Menyekolahkan Anaknya di Universitas
Indonesia Karena Becak Karaoke
Seorang tua berusaha mengurangi kota Jakarta dengan suara keras dari musik karaokenya sejak tahun 2012. Terlintas berjalan diantara deretan warung makan, bersama beberapa penari dan penyanyi yang terlihat begitu antusias meramaikan suasan.

"Biasanya di terminal, halte atau perkambaungan. Ya tempat yang biasa rame orang aja," Pak Rudi Hantoro seraya berkata kepada Harian Merdeka, Selasa, 17 Mei 2016, sambil mengayuh sebuah sepeda becak pedal yang dilengkapi oleh gerobak karaoke keliling miliknya.

Sunday, June 5, 2016

Pak Tantyo Bangun Berjalan Sukses Bersama Kecipir.com Untuk Harga Murah Dan Petani

Tantyo Bangun berusaha memberikan solusi untuk menyelesaikan permasalah yang ada dengan membuat Kecipir.com. Usaha yang bergerak dalam bidang pendistribusian sayur mayur dan bertugas untuk mengurangi peran dari rantai distribusi yang membuat harga menjadi mahal setelah sampai ke tangan konsumen. Kira-kira tahun 2013, usaha tersebut awal beroperasi di kawasan Jabodetabek.
Pak Tantyo Bangun Berjalan Sukses Bersama Kecipir.com Untuk Harga
Murah Dan Petani
Awal idenya bisa dikatakan cukup sederhana! Sayuran yang telah diserahkan oleh Petani kepada distributor. Kok, bisa naik harganya menjadi Rp. 4.000 setelah dibeli Konsumen di Kota. Sedangkan harga awalnya hanya berkisar Rp. 1.500.

Jadi gimana dong? Kita pastinya akan teralu percaya jika kemajuan teknologi pasti mampu meningkatkan efektifitas dari semua perjalanan ekonomi suatu masyarakat. "Saat itu kami mengkomunikasikan pertanian terpadu di wilayah Gunung Halimun - Salak. Setelah beberapa lama kami melihat bahwa akses pasar menjadi salah satu masalah besar untuk pertanian organik. Kemudian kami memikirkan caranya, yakni dengan membuat platform yang membantu distribusi langsung hasil pertanian organik," ungkap pendiri dari layanan serupa e-commerce.

Dyah Shinta Mengembangkan Alas Yoga Terbaik: "LANA"

Lana ditemukan secara cerdas pada tahun 2014, produk tersebut menempuh berbagai riset dan survei serta kemudian diolah oleh sebuah pabrik di kawasan Bandung, Jawa Barat. "Order pertama ketika itu sekitar 200 alas Yoga," ujar Shinta kepada Harian Kontan.
Dyah Shinta Mengembangkan Alas Yoga Terbaik: "LANA"
Tua dan muda telah siap untuk berlatih. Mereka duduk berkumpul dan seketika ruangan terlihat lebih cerah. Satu per satu mulai menggelar matras sebagai alas untuk menjalankan olah tubuh. Ternyata mereka sedang bersiap-siap sebelum latihan Yoga.

Hari demi hari terus berlanjut, bulan ke bulan semakin menapak. Sang Guru, Ibu Dyah Shinta akhirnya memutuskan untuk mengembangkan pengalaman yang ia miliki. Memproduksi Matras dengan merek buatannya sendiri adalah ide yang sangat cemerlang.

Wae Rebo Menghadirkan Alam Sebenarnya Untuk Para Wisatawan

Oh ya, bila anda ingin menginap? Anda akan dikenakan biaya sebesar Rp. 325.000 per malam. Bila anda tidak menginap, anda tetap dikenakan biaya sebesar Rp. 200.000 per orang. Bagi yang ingin menginap, tentu akan mendapatkan pengalaman yang lebih seru dan mengesankan. Rumah adat Mbaru Niang tak pelak menyediakan acara khusus untuk para wisatawannya.
Wae Rebo Menghadirkan Alam Sebenarnya Untuk Para Wisatawan
Adakah keinginan dari anda untuk mendapatkan pengalaman unik sekaligus berbeda dari liburan sebelumnya? Berikut kampung adat yang sangat unik, namanya adalah Wae Rebo. Tepatnya wilayah wisata ini berada di Kecamatan Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai, Propinsi Nusa Tenggara Timur.

Berada di ketinggian 1.200 m di atas permukaan air laut, kampung adat Wae Rebo acapkali mengundang turis lokal maupun internasional berkunjung untuk setiap harinya. Pada tahun 2015 saja, mereka sudah dikunjungi oleh 4 ribu wisatawan. Pantas bila UNESCO memberikan penghargaan atas keunikan arsitektur yang dimiliki pada tahun 2012.

Saturday, June 4, 2016

Hijrah Purnama Putra Berhasil Mengolah Sampah Untuk Menjadi Kerajinan Bagi Masyarakat

Sejak tahun 2011, Hijrah Purnama Putra menghasilkan beragam produk olahan yang mampu menembuh pasar lokal dari Aceh hingga Papua. "Kita mulai kumpulkan kemasan plastik sejak tahun 2005, awalnya dari burjo yang menjual mi instan kemasan plastik. Nah baru tahun 2009 bisa dimanfaatkan untuk tas yang saat itu akan dipakai seminar," tutur Dosen Teknik Lingkungan di UII, Yogyakarta kepada KR Jogja, Jumat 11 Maret 2016.
Hijrah Purnama Putra Berhasil Mengolah Sampah Untuk Menjadi Kerajinan
Bagi Masyarakat
Pernahkah anda berfikir tentang bagaimana caranya mengolah limbah sampah menjadi beragam suvenir dan kerajinan. Bahkan menjadi sumber penghidupan yang mampu menghasilkan puluhan juta rupiah untuk tiap bulan bagi masyarakat.

Sejak tahun 2011, Hijrah Purnama Putra, 33, menghasilkan beragam produk olahan yang mampu menembuh pasar lokal dari Aceh hingga Papua. "Kita mulai kumpulkan kemasan plastik sejak tahun 2005, awalnya dari burjo yang menjual mi instan kemasan plastik. Nah baru tahun 2009 bisa dimanfaatkan untuk tas yang saat itu akan dipakai seminar," tutur Dosen Teknik Lingkungan di UII, Yogyakarta kepada KR Jogja, Jumat 11 Maret 2016.

Ibu Megga Oktavia, Membuat Kita Pasti Melirik Usaha Seblak Riweuh

Makanan yang biasanya dibuat dari olahan kerupuk kuning bersama sambal dan telur. Kini telah dikembangkan secara rasional oleh pedagang dari Bintaro, Tangerang, Dia melihat potensi pasar yang sangat baik untuk makanan jenis ini. Hingga pada akhir tahun 2015, Ibu Mega Oktavia mulai membuka ruang kemitraan bagia para pedagang yang mau bekerjasama.
Ibu Megga Oktavia, Membuat Kita Pasti Melirik Usaha Seblak Riweuh
Kata 'Seblak,' seringkali muncul ke permukaan selera konsumen saat mereka berniat mencicipi makanan yang bercita rasa gurih dan pedas. "Itu lo makanan khas Bandung," celetukan dari para penikmat kuliner di media sosial.

Makanan yang biasanya dibuat dari olahan kerupuk kuning bersama sambal dan telur. Kini telah dikembangkan secara rasional oleh pedagang dari Bintaro, Tangerang, Dia melihat potensi pasar yang sangat baik untuk makanan jenis ini. Hingga pada akhir tahun 2015, Ibu Mega Oktavia mulai membuka ruang kemitraan bagia para pedagang yang mau bekerjasama.

Mendapatkan Uang Miliaran Sebelum Usia 30

Mengingat kamu ingin menjadi miliarder sebelum berusia 30 tahun, oleh sebab itu pasanglah target yang fantastis. Masa muda itu waktunya try things earlier, jadi jangan taku untuk mengambil posisi yang tepat. Pikir-pikir, saat anda sudah menikah nanti tentu tanggungannya semakin besar. Keputusan apapun yang diambil akan berpengaruh besar terhadap keluarga.
Mendapatkan Uang Miliaran Sebelum Usia 30
Mengatur kinerja dan menyimpan uang bukanlah hal yang sulit namun juga tidak mudah. Banyak orang kaya di dunia memiliki pandangan dan jalan tersendiri guna mengelola uang hingga bisa menumpuk.

Mengingat kamu ingin menjadi miliarder sebelum berusia 30 tahun, oleh sebab itu pasanglah target yang fantastis. Masa muda itu waktunya try things earlier, jadi jangan taku untuk mengambil posisi yang tepat. Pikir-pikir, saat anda sudah menikah nanti tentu tanggungannya semakin besar. Keputusan apapun yang diambil akan berpengaruh besar terhadap keluarga.

Thursday, June 2, 2016

Rahmad Khairul Huda, Sang Pemilik Bek Gun's Telah Memiliki 25 Mitra Di 4 Propinsi

Terhitung kini Pak Rahmad telah memiliki 25 mitra di 4 propinsi, yakni: Mataram, Palembang, Surabaya, Gresik, Sidoarjo, dan DKI Jakarta. Usahanya tersebut menyediakan menu nasi ayam dengan harga Rp. 15.000 dan nasi bebek untuk satu porsinya Rp. 16.000. "Tapi di luar Pulau Jawa di kisaran Rp. 25.000 per porsi karena harga bahan baku  di sana memang lebih mahal," ungkap Pak Rahmad kepada Harian Kontan, Selasa, 24 Mei 2016.
Rahmad Khairul Huda, Sang Pemilik Bek Gun's Telah Memiliki 25 Mitra
Di 4 Propinsi
Rahmad Khairul Huda, sang pemilik Bek Gun's! merintis usahanya sejak tahun 2012 di Gresik, Jawa Timur. Jenis bisnis kuliner yang bergerak dalam bidang makanan untuk jenis olahan Bebek. Tentu investasi yang sangat menggiurkan karena hidangan yang sangat menjanjikan.

Terhitung kini Pak Rahmad telah memiliki 25 mitra di 4 propinsi, yakni: Mataram, Palembang, Surabaya, Gresik, Sidoarjo, dan DKI Jakarta. Usahanya tersebut menyediakan menu nasi ayam dengan harga Rp. 15.000 dan nasi bebek untuk satu porsinya Rp. 16.000. "Tapi di luar Pulau Jawa di kisaran Rp. 25.000 per porsi karena harga bahan baku  di sana memang lebih mahal," ungkap Pak Rahmad kepada Harian Kontan, Selasa, 24 Mei 2016.

Harian Jadi Berita Telah Mampu Membentuk Karakter Suatu Bangsa

Guna menciptakan suasana pembelajaran yang efektif dan efisien, ada kiranya kita mampu mengobservasi secara langsung proses kegiatan belajar mengajar yang benar. Materi, konsep, teori, cara berbahasa, sikap pengajar, dan kebutuhan yang sesuai adalah elemen yang wajib dimiliki oleh suatu kelas.

Tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Jadi Berita telah mengakomodir berbagai pertanyaan tentang bagaimana menerapkan pendidikan yang benar kepada masyarakat. Perkembangan teknologi informasi dianggap sebagai salah satu dampak positif yang mampu secara cepat mendorong peningkatan akses pendidikan.

Wednesday, June 1, 2016

Usaha Ibu Priscilla Aliwarga Menggapai Mimpi "Asia Tenggara" Melalui Yoga

Pemilik Cuca Yoga Mat merintis usahanya pada tahun 2012. Dia mengawali mimpinya dengan melakukan survei dan riset guna mencari bahan baku yang tepat. Pabrik asal Taiwan menyetujui hasil analisa tersebut dan "Matras ini membuat dari Thermoplastic Elastomer atau TPE yang 100% bebas campuran beracun, bebas dari materi PVC dan bebas dari Chloride," jelas Priscilla kepada Lensa Indonesia.
Usaha Ibu Priscilla Aliwarga Menggapai Mimpi "Asia Tenggara"
Melalui Yoga
Hari terlihat sangat cerah. Satu per satu handai tolan pun sudah siap untuk berlatih. Handuk dan botol minum hadir sebagai pelengkap. Sesekali mereka saling bertegur sapa atau hanya sekedar cipika cipiki, ada juga yang berkeliling meski hanya menyapa.

Setelah dirasa cukup, semua kembali ke tempat masing-masing sambil menunggu aba-aba dari guru Yoga. Gerakan demi gerakan diperagakan, diikuti semua tak terkecuali si Gendut yang bertumbuh gempal. Meski baru gerakan awal, tak jarang nafasnya terengah-engah, keringat mengucur di wajah, simbil perjuangan manusia guna menurunkan berat badannya.

Sing Mahadi dan Arlyna Pandjaitan Menyelamatkan Kota Melalui Ide, "Grow Little Garden"

Pak Sing Mahadi, 42, dan Ibu Arlyna Pandjaitan, 36, melahirkan ide bisnis ini sejak Januari 2014. Karya mereka yang bernama Grow Little Garden digang-gadang menjadi pelopor usaha taman mini indoor pertama di Indonesia. Konsep dasar Grow Little Garden adalah mengajak masyarakat memelihara tanaman di waktu luangnya guna meningkatkan well-being of circumstance.
Sing Mahadi dan Arlyna Pandjaitan Menyelamatkan Kota Melalui
Ide, "Grow Little Garden"
Istimewanya kehidupan perkotaan ternyata masih identik dengan permasalahan polusi. Perlu kiranya untuk kita mencari solusi yang terbaik. yaitu suatu jawaban yang efektif dan efisien guna memfungsikan apa yang dimiliki.

Saat ini, segala hal yang berhubungan dengan eco-green sedang jadi perbincangan. Selain mampu membuat kesejukan, eco-green juga dapat membuat tempat tinggal anda lebih enak dipandang oleh mata. Terlebih jika tekhnologi yang serba milenium menyatakan jika mereka memerlukan kawan terbaik.

Label

Agama Air Minum Alat Musik Alumunium Angklung Artis Asmara Automotif Bahan Bakar Bali Bambu Bandung Bank Bank Sampah Barang Bekas Batam Batik Becak Beras Besakih Biola Blogspot Boneka Buah-buahan Budaya dan Tradisi Buka Lapak Buku Bunga Burger Burung Cafe Charlie Tjendapati CNBC Cobek Dandung Santoso Daur Ulang Desa Desain Dodol E-mail Eceng Gondok Edie Juandie Ekonomi dan Perdagangan Es Krim Facebook Flipboard Flora dan Fauna Fruit Carving Furnitur Gadget Gamelan Garam Gerai Gerobak Gitar Google Plus Gula Hari Raya Harian Merdeka Haryadi Chou Hewan Hiburan dan Wisata Hidayah Anka Hidroponik Hijab Hotel http://www.duahari.com Hukum dan Politik Indra Karyanto Instagram Internet Internet Marketing ITB Jagung Jajanan Jamu Jamur Tiram Jangkrik Jawa Barat Jawa Tengah Jawa Timur Jepang Kain dan Pakaian Kaleng Kalimantan Kamera Kapal Laut Karaoke Kartun Kecantikan Kecap Keju Kelautan Kelinci Kemasyarakatan Kendaraan Kerajinan Kereta Kertas Kiat dan Tip Kisah Hidup Koki Komputer dan Teknologi Kopi Koran Kuda Pustaka Kuliner Kulit Kumpulan Kurir LA Time Laptop Si Unyil Lidah Buaya Linkedin Liputan 6 Logam Lukisan Kayu Madu Mahasiswa Mainan Anak-Anak Makanan dan Minuman Malang Martabak Masyarakat dan Persoalannya Matras Melukis & Menggambar Metro TV Mineral Miniatur Minyak Atsiri Mitra Mobil Motor Musik Nana Mulyana Narapidana Net TV Ngatmin Biola Bambu Obat dan Kesehatan Olah Raga Ondel-Ondel Online Organik Organisasi Sosial Pameran Panama Papers Pantang Menyerah Papan Selancar Paper Quilling Pariwisata Peluang Usaha Pemulung Pencucian Pendidikan Penelitian Penemuan Penyanyi Penyiar Peralatan Perhiasan Perikanan Permainan Perpustakaan Pertanian dan Perkebunan Perumahan Peternakan Pinterest Plastik Proses Produksi Psikologi dan Mental Putu Gede Asnawa Dikta Puyuh Radio Rancangan Rendang Resep dan Masakan Restoran Robot Roti Salak Sambal Sampah Sandal Sapi Sayur Mayur Sejarah dan Peradaban Sekolah Semarang Seni Seni Pahat Sepatu Sepeda Sindo News Slamet Triamanto Spa Strikingly Suprapto Surabaya Surat Kabar Tahun Baru Tas Tattoo Techno Park Teh Tekhnologi Televisi Telur Terrarium Tukang Cukur Tumang Twitter Venta Agustri Vespa Wanita dan Keindahan Wawancara Wayang Website Wetz Shinoda What's Up Wine Wordpress Yoga Yogyakarta You Tube