Saturday, March 11, 2017

Aldo, Kuda milik Pak Asep Mayadi menyediakan Buku-Buku GRATIS untuk Masyarakat

Segarnya udara di Indonesia terlihat sangat berfalsafah. Tiap 3 kali seminggu, Pak Asep Mayadi, 27, biasa menjajakan ratusan buku bacaan GRATIS di sejumlah sekolah yang kebetulan dekat dengan tempat tinggalnya, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten.
Aldo, Kuda milik Pak Asep Mayadi menyediakan Buku-Buku
GRATIS untuk Masyarakat

Argumentasi kegiatan yang sangat mendeso di daerah Kabupaten Lebak, Banten. Punya cara unik guna memberikan edukasi bagi masyarakat di Indonesia. Bisa diikuti oleh beragam pengalaman kerja dari berbagai lulusan pendidikan. Perpustakaan tersebut bernama Kuda Pustaka 2, Rangkas Bitung.

Semuanya GRATIS. Padahal si anak kampung, bernama Pak Asep Mayadi hanyalah seorang warga desa yang pernah mengenyam pendidikan tertinggi untuk tingkat strata kelas 2 SMP (Sekolah Menengah Pertama). Maklum orang tuanya juga seorang kusir dari sebuah gerobak delman. Jadi profesi ini sudah pasti terwarisi sejak kecil.

Wednesday, March 8, 2017

Kisah Persahabatan Yukka Harlanda, 29, dan Putera Dwi Karunia, 29, untuk Kesuksesan Brodo

Brodo terinspirasi untuk membuat konsep sepatu yang elegan, memikat, inovatif, dan nyaman. Lantas Pak Yukka Harlanda, 29, mencoba mencari solusi dengan berkonsultasi sama sahabatnya, Pak Putera Dwi Karunia, 29. Ujarnya kepada Majalah Bintang (30/12/2016), "Kenapa nggak custom aja di Cibaduyut. Tinggal kasih desain, nanti mereka yang bikin." Dari situlah terbesit ide untuk mencoba dan ia baru tahu bahwa di Cibaduyut menyediakan pula order dalam bentuk pesanan sepatu.
Kisah Persahabatan Yukka Harlanda, 29, dan Putera Dwi Karunia,
29, untuk Kesuksesan Brodo

Dalam budaya masyarakat modern, sepatu merupakan kebutuhan utama untuk beraktivitas. Jika dilihat dari luar, sang pengguna tampak terlihat selalu mapan. Khasanah yang memberikan persepsi tersendiri bagi para penggunanya. Entah kesan elegan, gentle, matang dari pola desainnya, maupun kesan kuat dan tangguh.
Saat membuka usaha ini, Brodo telah menemukan ruang lingkup yang menjadikan sepatu tidak hanya sebagai alas kaki semata. Bagian gaya hidup metropolis guna menunjang penampilan. Ini benar-benar membuka peluang bagi para pebisnis lokal selayaknya mereka yang ikut meramaikan pasar sepatu di dalam negeri. Sang pemilik, Pak Muhammad Yukka Harlanda, 29, dan sahabatnya, Pak Putera Dwi Karunia, 29, memulai usaha ini sejak tahun 2007.

Saturday, March 4, 2017

"GnB," Gitar Berhiaskan Batik Khas Indonesia milik Pak Haryo Sasongko, 67,

Membatik diatas kain memang sudah lumrah. Tapi kini, batik juga bisa dilukis diatas gitar. Berbekal hobi dan kecintaan terhadap budaya Indonesia membuat Pak Haryo Sasongko, 67, berhasil memadukan batik dengan gitar. http://batikguitar.com/

Lagi-lagi, kita bicara tentang khasanah budaya yang mengilhami. Terasa selalu inspiratif, bahkan usaha jenis ini lebih mampu bertahan dalam menghadapi guncangan. Pasalnya tiap karya tidak semata-mata mencari target penjualan, tapi juga untuk menyalurkan jiwa seni.

Ya, itulah Pak Haryo Sasongko, 67. Kakek asal Yogyakarta yang berhasil menjadi pengusaha gitar batik elektrik bermerek "GnB Guitars." Gitar dan Batik, keduanya merupakan hasil apresiasi dan ekspresi akan nilai seni dan budaya. Inilah yang terjadi ketika dwi fungsi yang ada dipadukan.

Wednesday, March 1, 2017

Nikmatnya Perjuangan Usaha bersama Pak Tri Sumono, 43. Anak Desa dari Yogyakarta

Usaha anda saat ini ada berapa sih Pak ?? Jawab Pak Tri Sumono, 43, "Usaha saya ada berapa, Kopi Jahe, Sari Beras Merah, jasa pengemasan, pengadaan ATK, kontrakan, sembako, service untuk perbaikan mesin-mesin cetak, pertanian, property, sama peternakan Mas. Omzet per bulan kira-kira 1 Milyar lebih dikit. Ya, lebih dari 500 kan sedikit."

Anak desa yang hanya lulusan SMA tanpa keahlian. Namun tidak membuatnya terkungkung pada keputusasaan. Di tahun 1993, pria yang bernama Pak Tri Sumono nekat merantau ke Jakarta dengan mengikuti pamannya. Meski hanya berbekal kaus, tas ransel, serta ijazah SMA yang baru ia peroleh.

Sesampainya di kota metropolitan, dia mencari pekerjaan apa saja tanpa pilah pilih. Selama 6 bulan mengais rezeki sebagai kuli bangunan di Ciledug, Jakarta Selatan. Selang beberapa bulan berganti profesi menjadi tukang sapu pada Kantor Kompas Gramedia yang terletak di Pal Merah, Jakarta Barat. Jelasnya kepada Harian Kompas (13/02/2012), "Pekerjaan sebagai tukang sapu lebih mudah ketimbang jadi buruh bangunan."

Sunday, February 26, 2017

Pak Abdullah, 37, adalah seorang Guru IPS dan PKn yang bekerja sebagai Pengrajin

Tiap harinya si Anak Desa bekerja sebagai guru IPS dan PKn pada suatu Madrasah di Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, Bangten. Meniti perjalanan usaha pada awal tahun 2016, kini karyanya sudah sering dihadirkan pada berbagai pameran yang di adakan oleh Diskopperindag Kabupaten Serang.

Inovasi anyaman dengan sentuhan alami terpampang begitu memikat diantara simpuh tangan yang sedang bekerja. Mencari sesuap nasi, itu pasti. Tetapi mengangkat harkat pengrajin melalui pengelolaan sumber daya seadanya akan menjadi nilai ekonomi yang sangat faktual bagi kemajuan masyarakat.

"Awalnya saya lihat di youtube tutorial anyaman koran setelah itu saya explor sendiri dan ya bisa di katakan otodidak," tulis Pak Abdullah, 37, kepada saya, Clenoro Suharto di Facebook (19/02/2017). Beliau sampai saat ini bekerja sebagai seorang tenaga pengajar honorer pada suatu Madrasah di Kecamatan Tirtayasa.

Thursday, February 23, 2017

Ibu Sunani, 44, dari RAJIN LATIHAN hingga menjadi Pengusaha Aloe Vera yang Sukses

Waktu senggang ketika masih duduk di bangku sekolah, Ibu Sunani, 44, tidak pernah membiarkan dapurnya sepi akan kegiatan pelatihan masak memasak. Ia begitu telaten mempraktekan satu per satu ilmu yang pernah diraih. Keluwesan dan ketekunan inilah yang membuat Usahanya, I Sun Vera bisa seperti sekarang.

Ibu Sunani, 44, sudah biasa hidup jauh dari orang tua kandung sejak usia yang masih sangat belia. Mereka mengirim beliau ke tempat tinggal adiknya di Pontianak. Saat itu umurnya masih berusia 5 tahun. Riang selalu keadaannya, dimana berbagai saudaranya dari ragam daerah juga ikut ngumpul pada 1 rumah indah masa kecilnya.

Tumbuh di lingkungan yang selalu positif membuat I Sun, panggilan kesehariannya, enggan untuk bermasal-malasan. Ia berkembang dengan sangat baik, terlebih saat aktivitas keseharian tantenya sebagai penjual kue mengajaknya untuk rajin membantu. Disitu, ia sudah mulai belajar banyak tentang bagaimana membuat kue, mengolah, mendesain, serta cara mendistribusikan suatu produk. Tidak terlupa akan sisi tanggung jawab dan ketekunan yang juga diemban.

Monday, February 20, 2017

Inovasi Terbaru akan Martabak dari Pak Agus Kristanto. Yakni berlapiskan Petai dan Jengkol

So, bagaimana dengan martabak yang satu ini. Martabak Petai ?? Adalah karya dari Martabak Dodok milik Pak Agus Kristianto. Kedai yang telah berdiri sejak Desember 2015 ini memang menyajikan menu-menu yang unik, seperti martabak petai, martabak manis cokelat dengan koin emas, martabak sate, dan banyak lagi. Pak Agus mengakui bila penerbitan martabak jengkol sendiri, karena melihat peminat martabak petai yang semakin hari semakin bertambah.

Bagaimana yah ?? Saya mau menjelaskan. Jujurnya saya berniat membuat artikel ini, karena tuntutan akan kekayaan suatu penulisan. Belum pernah gituh. Dan setelah saya telusuri lebih lanjut, tampaknya analisis saya selama ini tentang komoditi yang satu ini, kurang tepat.

Ada nih pembaca setia blog Warga Desa. Tepatnya di Jakarta Barat. Salah seorang pengusaha justru mendapatkan untung jutaan rupiah berkat jualan Martabak Telur berlapiskan petai. Wah, melihat fotonya saja sudah sukses untuk menerbitkan selera makan. Berlokasi di Jalan Lapangan Bola, Kebun Jeruk, Jakarta Barat. Kedai Martabak Dodo berhasil mendapatkan perhatian dari para pemburu kuliner.

Friday, February 17, 2017

Rp 300 Juta per Bulan, karena Minen Leather tercipta dari teknik Handmade Skill

Ya, Minen Leather merupakan salah satu merek sepatu dari Bandung yang diolah dengan menggunakan teknik Handmade Skill. Pak Ricky Dermawan adalah pemilik dan pendirinya. Kediamannya yang terdapat di Cigadung, Bandung, Jawa Barat dijadikan sebagai tempat sentra produki sepatu. 80 pasang sepatu kulit per bulan menggunakan bahan terbaik yang berasal dari sentra penghasil kulit di Surabaya dan Yogyakarta bersama 10 orang karyawan.

Memiliki lebih banyak pilihan. Sepatu bagi masyarakat moderen merupakan aksesoris yang tak bisa dipisahkan. Berguna untuk menunjang aktivitas maupun gaya berbusana. Hingga kemudian kegemaran mengoleksi sepatu sejak muda mengantarkan Pak Ricky Dermawan sebagai pengusaha yang mumpuni.

Lebih mempriotaskan pasar pada kalangan premium, laki-laki lulusan S2 untuk Fakultas Seni Rupa di ITB ini mengusung merek Minen Leather sebagai produk fashion buatannya. Minen diambil dari nama keluarga besarnya. Merintis usaha produksi sejak tahun 2003, Ricky mencoba membuat sepatu sendiri untuk aktivitas kesehariannya.

Wednesday, February 15, 2017

Budiarso Aksa merubah Kulit Telur menjadi Kerajinan Ukir yang Sangat Cantik

Anak desa dari Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, bernama Pak Budiarso Aksa. Ia memanfaatkan limbah cangkang telur untuk dijadikan sebagai karya seni yang unik dan artistik. Bayangin aja, gimana sulitnya hal tersebut untuk dikerjakan. Udah gitu kulit-kulit telur tersebut dilukis, disesuaikan dengan kebutuhan tampilan warna, lantas dibentuk menjadi hiasan yang cantik banget. Pak Budiarso mengaku, untuk melukis 1 butir telur memerlukan waktu selama 8 hari hingga 1 bulan lamanya.

Ketika umumnya orang melakukan kegiatan memasak di dapur, kira-kira apa yang biasa kita perhatikan ?? Setelah kegiatan dapur selesai, banyak sekali terlihat sisa kotoran yang berserakan di tempat sampah, khususnya disini, cangkang-cangkang telur yang sudah tak berbentuk.

Dianggap tidak berguna, karena memang mereka belum mengerti. Jadi kalau sudah tahu, sang pemasak pun tidak serta merta membuang seenaknya bahan baku yang tak berguna tersebut. Apalagi setelah mereka mengetahui bila kulit-kulit sampah telur bisa digunakan sebagai media ukir dan bahkan bisa disulap menjadi sebuah karya seni kaligrafi dengan nilai sangat indah.

Saturday, February 11, 2017

Rp. 40 Milyar per tahun adalah Omzet usaha Ikan Tuna milik Pak Nurhadi

Awalnya penghasilan Pak Nurhadi hanya Rp. 5 – 10 juta per bulan. Berkat perkembangan usaha pada beberapa tahun kemudian, beliau berhasil mengantongi pendapatan kotor selama per tahun dengan jumlah Rp. 40 milyar. Bagaimana itu semua bisa terjadi ?? Mari kita sama-sama mengetahuinya.

Siapa yang tidak akan berbangga. Kekayaan biota laut dari perairan Indonesia ibarat surga yang kerap dirindukan. Adalah komoditas ikannya yang sukses diternak dan banyak diminati oleh berbagai pasar di luar negeri. Pada tahun 2014 saja, volume ekspor ikan dari Negara kita ke Benua Eropa mencapai 89.544 ton atau setara dengan USD 4,64 miliar.

Hasil yang juga didukung juga oleh kinerja pemerintah akan pemberantasan praktek illegal fishing. Dukungan dari pihak internasional pun mengalir deras. Sudah barang tentu, banyak usaha sejenis menerima dampak dan manfaat positif tersebut. Salah satunya Pak Nurhadi, mantan pegawai yang mampu melihat elektabilitas permintaan masyarakat akan usaha jenis ini, jual-beli Ikan Tuna.

Label

Agama Air Minum Alat Musik Alumunium Angklung Artis Asmara Automotif Bahan Bakar Bali Bambu Bandung Bank Bank Sampah Barang Bekas Batam Batik Becak Beras Besakih Biola Blogspot Boneka Buah-buahan Budaya dan Tradisi Buka Lapak Buku Bunga Burger Burung Cafe Charlie Tjendapati CNBC Cobek Dandung Santoso Daur Ulang Desa Desain Dodol E-mail Eceng Gondok Edie Juandie Ekonomi dan Perdagangan Es Krim Facebook Flipboard Flora dan Fauna Fruit Carving Furnitur Gadget Gamelan Garam Gerai Gerobak Gitar Google Plus Gula Hari Raya Harian Merdeka Haryadi Chou Hewan Hiburan dan Wisata Hidayah Anka Hidroponik Hijab Hotel http://www.duahari.com Hukum dan Politik Indra Karyanto Instagram Internet Internet Marketing ITB Jagung Jajanan Jamu Jamur Tiram Jangkrik Jawa Barat Jawa Tengah Jawa Timur Jepang Kain dan Pakaian Kaleng Kalimantan Kamera Kapal Laut Karaoke Kartun Kecantikan Kecap Keju Kelautan Kelinci Kemasyarakatan Kendaraan Kerajinan Kereta Kertas Kiat dan Tip Kisah Hidup Koki Komputer dan Teknologi Kopi Koran Kuda Pustaka Kuliner Kumpulan Kurir LA Time Laptop Si Unyil Lidah Buaya Linkedin Liputan 6 Logam Lukisan Kayu Madu Mahasiswa Mainan Anak-Anak Makanan dan Minuman Malang Martabak Masyarakat dan Persoalannya Matras Melukis & Menggambar Metro TV Mineral Miniatur Minyak Atsiri Mitra Mobil Motor Musik Nana Mulyana Narapidana Net TV Ngatmin Biola Bambu Obat dan Kesehatan Olah Raga Ondel-Ondel Online Organik Organisasi Sosial Pameran Panama Papers Pantang Menyerah Papan Selancar Paper Quilling Pariwisata Peluang Usaha Pemulung Pencucian Pendidikan Penelitian Penemuan Penyanyi Penyiar Peralatan Perhiasan Perikanan Permainan Perpustakaan Pertanian dan Perkebunan Perumahan Peternakan Pinterest Plastik Proses Produksi Psikologi dan Mental Putu Gede Asnawa Dikta Puyuh Radio Rancangan Rendang Resep dan Masakan Restoran Robot Roti Salak Sambal Sampah Sandal Sapi Sayur Mayur Sejarah dan Peradaban Sekolah Semarang Seni Seni Pahat Sepatu Sepeda Sindo News Slamet Triamanto Spa Strikingly Suprapto Surabaya Surat Kabar Tahun Baru Tas Tattoo Techno Park Teh Tekhnologi Televisi Telur Terrarium Tukang Cukur Tumang Twitter Venta Agustri Vespa Wanita dan Keindahan Wawancara Wayang Website Wetz Shinoda What's Up Wine Wordpress Yoga Yogyakarta You Tube