Wednesday, January 18, 2017

Pernah terkena PHK, Kini Pak Thamrin Basuki Menjadi Penjual Mainan Kayu yang Sukses

Adalah Pak Thamrin Basuki, 40, pria yang pernah di PHK ini melihat mainan anak sebagai peluang usaha terbaik bagi masa depannya. 8 Tahun silam ia memulai usahanya dan saat ini, usahanya yang bernama Atham Toys mampu mencatat laba bersih sekitar Rp 80 juta per bulan, plus telah memiliki 5 pabrik dan 7 cabang, beserta ribuah sub cabang.
Pernah terkena PHK, Kini Pak Thamrin Basuki Menjadi Penjual Mainan
Kayu yang Sukses
Mainan berbahan kayu. Meskipun peminatnya banyak, tetapi pembuat mainan kayu kian sedikit. Hal tersebut bisa terjadi karena harga akan sumber daya kayu yang terus mengalami kenaikan. Sehingga, banyak usaha pabrikan yang sejenis, harus rela untuk gulung tikar.

Apalagi semakin gencarnya produksi mainan anak-anak berbahan plastik. Banyak distributor mainan berbahan kayu rela untuk pindah haluan dengan mengikuti trend sumber daya tersebut. Namun ternyata, kesempatan yang ada berhasil dijawab dengan baik oleh Pak Thamrin Basuki, 40, bersama usaha mainan kayunya, Atham Toys.

Monday, January 16, 2017

Si Anak Desa, Pak Iswandi Andi Mampu Bayar Kuliah dari Ternak Kelinci

 Perbedaan antara Beternak kelinci dibandingkan ternak kambing atau domba. Pertama: untuk kambing maupun domba itu perawatannya lebih lama, sedangkan kelinci itu lebih cepat. Kedua: dalam 1 bulan, kelinci sudah mampu menghasilkan anak sebanyak 4 hingga 12 ekor.
Si Anak Desa, Pak Iswandi Andi Mampu Bayar Kuliah dari Ternak Kelinci
Ia tertarik menekuni ternak kelinci atau kelinci pedaging, karena modal yang diperlukan sangat kecil dibandingkan ternak lainnya. Menghadapi sulitnya pakan rumput di musim kemarau, ia mengatasinya dengan memberikan pakan ampas tahu. Budidaya kelinci yang digeluti Pak Iswandi Andi sangat prospektif. Dari hasil ini, dia bisa membiayai kuliahnya, serta dapat membantu ekonomi keluarganya.

Menurut mahasiswa Unisla, budidaya kelinci sangat menjanjikan dibandingkan dengan ternak lainnya, seperti peternak kambing ataupun sapi. Selain karena lebih mudah, juga karena masa panennya lebih cepat.  Adapun jumlah modal awal sebesar Rp. 2,5 juta di tahun 2012. Juga sebagai dasar pertimbangan penting nya saat itu. Uang yang ada digunakan untuk membeli 25 ekor kelinci, sedangkan kandang dibuat oleh tahannya sendiri.

Saturday, January 14, 2017

Dari Kerajinan Logam, Ibu Mimik Sriningsih, 42, mampu menggaji 60 karyawan per bulan


Sudah 20 tahun lebih, Ibu Mimik Sriningsih, 42, menjadi wanita karir yang bergerak dalam bidang kerajinan logam. Tidak main-main, produk olahannya telah dipasarkan sampai ke negeri Belanda, Singapura, Malaysia, Inggris dan Negara Paman Sam, Amerika Serikat.

UNIK, tentunya sebuah kata yang wajib dinyatakan oleh setiap konsumen ketika sempat memperhatikan hasil produk kreasi nya. Aneka barang seni berbahan baku logam, aluminium, kuningan, dan tembaga mampu dirubahnya menjadi lampu hias hingga patung. Pokoknya, di Boyolali itu memang kemampuan para pengrajinnya untuk membuat hasil kerajinan dari logam sudah diwariskan secara turun temurun.

Thursday, January 12, 2017

PT Peksi Gunaraharja, Peternakan Burung Puyuh terbesar di DI Yogyakarta


Biasanya telur burung puyuh, buat teman masakan jenis apa yah? Telur puyuh biasanya menjadi teman makannya bubur ayam dan enggak cuma itu sih. Telur burung puyuh juga enak jadi campuran lauk apapun. Soalnya telur burung puyuh ini banyak gizinya, beberapa diantaranya mengandung protein, lemak, vitamin, dan mineral, selain itu mengandung koline yang dapat memperkuat daya ingat.

Eh, mau melihat peternakan burung puyuh ? Yuk, kita pergi menuju perusahaan bibit burung puyuh. Namanya PT Peksi Gunaraharja yang tedapat di Jl. Raya Cangkringan, Widodomartani, Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. . . . .Wuih. . . . .Banyak banget telur yang terdapat disana. Sebelum dijual ke pasar, biasanya telur-telur ini disortir terlebih dahulu, alias dipilih-pilih, mana kualitasnya yang bagus.

Tuesday, January 10, 2017

Hobi akan Miniatur Kereta Api ?? Ke Toko Milik Pak Ahmad Afiff, 42, Aja Yuk. . . .


Tergantung pemesanan, produk Bios Shop bisa berfungsi sebagai sekedar pajangan ataupun mainan. Sejauh ini mayoritas pembeli datang dari kalangan menengah ke atas. Harganya relatif mahal karena banyak produknya adalah barang impor.

Usaha yang sangat menjanjikan ini bermula dari hobi. Kegemaran mengoleksi miniatur kereta api sejak 1992 cukup menggugah Pak Ahmad Afiff, 42, untuk tergerak lebih perduli. Alasannya jumlah toko miniatur di Jakarta belum banyak. Selain itu, hobinya tersebut senantiasa harus menipiskan jumlah koceknya.

Sunday, January 8, 2017

Inilah cara Salacca Wine meningkatkan taraf ekonomi Warga di Kabupaten Karangasem, Bali

Untuk langkah pengembangan investasi, CV Dukuh Lestari diperkirakan mengeluarkan modal awal sekitar Rp. 500 ribu rupiah saja. Lalu Dana sebesar Rp. 60 juta digelontorkan untuk membeli: berbagai perangkat pabrik yang terletak di Desa Sibetan, pendirian gedung, alat tes alkohol, alat tes kandungan kadar gula atau Refraktometer, dsb.
Inilah cara Salacca Wine meningkatkan taraf ekonomi Warga di Kabupaten
Karang Asem, Bali
Daerah ini merupakan salah satu penghasil buah salak terbesar di pulau Dewata. Kurang lebih memiliki 8 juta pohon salak. Bisa dibayangkan, potensinya yang sedemikian lumayan melimpah pada setiap musim panen sebanyak 2 kali dalam setahun. Rata-rata jumlah hasil panen sebanyak 6 ton per Ha.

Banyak para turis mancanegara yang pernah datang ke Kabupaten Karangasem, Bali, Indonesia menyatakan bila salak disana memiliki khasanah citarasa unik dengan aroma manis yang alami. Atas dasar itulah, CV Dukuh Lestari sejak 1996 memiliki ide untuk mengolah salak menjadi wine lokal. Alasan lain, buah lokal memiliki harga jual yang sangat murah, terutama saat musim panen tiba.

Saturday, January 7, 2017

Karya Kerajinan Desa Tumang, Boyolali, sudah Terkenal hingga 3 Benua


Menelusuri perjalanan ke Desa Tumang, Banaran, Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah, banyak ditemui home industry yang memajang hasil karya para pengrajin tembaga. Potret aktivitas pengrajin pun mudah ditemui saat mereka menuangan kreativitas pada lempengan-lempengan logam berwarna kemerahan.

Sejak tahun 70-an tembaga di desa Tumang bersifat fungsional untuk kehidupan sehari-hari mereka. Seiring pula perkembangan jaman dan peningkatan kreativitas warganya, pada tahun 80-an tembaga-tembaga tersebut diolah menjadi berbagai macam kreasi untuk interior dan eksterior rumah, hotel, bahkan instalasi pemerintah.

Thursday, January 5, 2017

Ibu Heryanti Simarmata, 46, mengolah Limbah Rumah Tangga bersama Anak-Anak Putus Sekolah

Ada banyak cara untuk bisa bertemu, dan kita dipertemukan dengan
rasa cinta kita terhadap lingkungan.

Awalnya sampah-sampah tersebut hanya dikumpulkan oleh para petugas pembersih hingga menggunung. Dibiarkan begitu saja, tanpa anda reaksi yang lebih persuasif. Bisa dibayangkan seperti apa kerusakan yang ditimbulkan bila limbah yang ada tidak dikelola dengan baik.

Jadi, gimana dong penanganannya ? Entar dulu, saya mikir dulu. Oh ya, ada jawabannya, yakni kita mencoba untuk melakukan daur ulang akan sampah-sampah itu. Bisa dipastikan juga bila solusi tersebut memang sudah memasyarakat di Indonesia sejak tahun 2005. Tapi siapa yah orang yang mau menjelaskan ?? Dari proses, hingga menjadi barang jadi yang sangat bermanfaat bagi gaya hidup di masyarakat.

Wednesday, January 4, 2017

Hasil penjualan kelinci Ibu-Ibu Rumah Tangga di Blitar, mencapai jutaan rupiah per bulan


Jenis hewan ternak yang dikatakan kelinci, memang belum selaris ternak kambing ataupun sapi. Lagi pula, konsumen yang suka untuk menyantap olahan daging kelinci juga belum sebanyak para penggemar makanan berjenis daging kambing dan sapi.

Namun, siapa sangka bila budidaya kelinci memiliki kemampuan perkembangbiakan yang lebih cepat dibandingkan kambing dan sapi. Untuk setahunnya, kelinci dapat bereproduksi empat sampai 7 kali. Sekali beranak saja, mereka mampu menghasilkan 4 hingga 11 ekor anak per kelahiran. Untuk pola makannya, hewan jinak ini hanya makan sebanyak 2x sehari, yani polar untuk pagi hari dan rumput pada sore hari.

Monday, January 2, 2017

20 detik setelah Tahun Baru 2017, Ayuka Naomi dinyatakan sebagai Wisatawan Pertama


Selalu ada yang pertama untuk banyak hal, termasuk menjadi wisatawan mancanegara pertama yang menginjakkan kakinya di tanah ibu pertiwi pada tahun 2017. Para pejabat PT Angkasa Pura II menyambut kedatangan turis pertama tahun ini di bandara Soetta (Soekarno-Hatta), Kec. Tangerang, Banten, Senin, 1 Januari 2017.

Turis yang beruntung adalah Ayuka Naomi, wanita asal Jepang ini tiba di terminal 2D dengan menumpang pesawat ANA Airlines rute Jepang-Jakarta yang mendarat 20 detik setelah tanda waktu tahun baru 2017 bergulir. Begitu turun melalui pintu kedatangan, Ayuka langsung dikejutkan oleh sambutan tiupan terompet dan kalungan bunga dari 2 Putri Pariwisata Indonesia, selain beberapa staf bersama anggota Dewan Komisaris.

Label

Agama Air Minum Alat Musik Alumunium Angklung Artis Asmara Automotif Bahan Bakar Bali Bambu Bandung Bank Bank Sampah Barang Bekas Batam Batik Becak Beras Besakih Biola Blogspot Boneka Buah-buahan Budaya dan Tradisi Buka Lapak Buku Bunga Burger Burung Cafe Charlie Tjendapati CNBC Cobek Dandung Santoso Daur Ulang Desa Desain Dodol E-mail Eceng Gondok Edie Juandie Ekonomi dan Perdagangan Es Krim Facebook Flipboard Flora dan Fauna Fruit Carving Furnitur Gadget Gamelan Garam Gerai Gerobak Gitar Google Plus Gula Hari Raya Harian Merdeka Haryadi Chou Hewan Hiburan dan Wisata Hidayah Anka Hidroponik Hijab Hotel http://www.duahari.com Hukum dan Politik Indra Karyanto Instagram Internet Internet Marketing ITB Jagung Jajanan Jamu Jamur Tiram Jangkrik Jawa Barat Jawa Tengah Jawa Timur Jepang Kain dan Pakaian Kaleng Kalimantan Kamera Kapal Laut Karaoke Kartun Kecantikan Kecap Keju Kelautan Kelinci Kemasyarakatan Kendaraan Kerajinan Kereta Kertas Kiat dan Tip Kisah Hidup Koki Komputer dan Teknologi Kopi Koran Kuda Pustaka Kuliner Kumpulan Kurir LA Time Laptop Si Unyil Lidah Buaya Linkedin Liputan 6 Logam Lukisan Kayu Madu Mahasiswa Mainan Anak-Anak Makanan dan Minuman Malang Martabak Masyarakat dan Persoalannya Matras Melukis & Menggambar Metro TV Mineral Miniatur Minyak Atsiri Mitra Mobil Motor Musik Nana Mulyana Narapidana Net TV Ngatmin Biola Bambu Obat dan Kesehatan Olah Raga Ondel-Ondel Online Organik Organisasi Sosial Pameran Panama Papers Pantang Menyerah Papan Selancar Paper Quilling Pariwisata Peluang Usaha Pemulung Pencucian Pendidikan Penelitian Penemuan Penyanyi Penyiar Peralatan Perhiasan Perikanan Permainan Perpustakaan Pertanian dan Perkebunan Perumahan Peternakan Pinterest Plastik Proses Produksi Psikologi dan Mental Putu Gede Asnawa Dikta Puyuh Radio Rancangan Rendang Resep dan Masakan Restoran Robot Roti Salak Sambal Sampah Sandal Sapi Sayur Mayur Sejarah dan Peradaban Sekolah Semarang Seni Seni Pahat Sepatu Sepeda Sindo News Slamet Triamanto Spa Strikingly Suprapto Surabaya Surat Kabar Tahun Baru Tas Tattoo Techno Park Teh Tekhnologi Televisi Telur Terrarium Tukang Cukur Tumang Twitter Venta Agustri Vespa Wanita dan Keindahan Wawancara Wayang Website Wetz Shinoda What's Up Wine Wordpress Yoga Yogyakarta You Tube