Pages

Wednesday, June 15, 2016

Mengintip Empuknya Bisnis Sandal Bersama Pak Sigit Dari Malang

Melalui harga perpasang rata-rata Rp. 35 ribu s/d Rp. 45 ribu, kini Pak Sigit, 40, mampu mencukupi permintaan produsen sebanyak 200 buah per bulan.
Mengintip Empuknya Bisnis Sandal Bersama Pak Sigit Dari Malang

Selain memang nyaman dipakai sebagai teman terbaik untuk melangkah, model alas kaki yang satu ini memang sangat diminati oleh berbagai lapisan masyarakat. Mungkin saja identifikasi bentuknya yang mirip dengan sepatu.

Alas kaki yang menggunakan tali berbentuk huruf V sebagai penjepitnya. Sederhana, toh? Banyak orang desa bisa membuatnya. Namun tetap, siapa sangka ‘hanya’ dengan berjualan sandal, kehidupan Pak Sigit, 40, terlihat lebih mencukupi. Saya kira idiom berikut mampu mewakilinya, “Being low on the heel doesn’t mean you have to be low on the fashion radar.”

Memulai karir usahanya sebagai penyalur kebutuhan sayur mayur di beberapa Hotel. Pria kelahiran Banyuwangi dalam sekejap harus mengalami kepailitan karena peristiwa Bom Bali 2 pada 2005. “Dulu saya sempat menganggur dan sempat membuat usaha kuliner namun kurang berhasil, namun karena terbentur harus memenuhi kebutuhan keluarga akhirnya saya mecoba membuat usaha sandal ukir ini,” Terangnya mengenai langkah selanjutnya kepada Cendana News, Juli 2015.

6 Tahun telah berlalu, kini lulusan dari Universitas Widyagama untuk Fakultas Ekonomi bangkit kembali dengan usaha barunya, yaitu penjual Sandal Jepit Ukir. Ia mengaku ide kreatifnya berawal pada tahun 2011 ketika dia melihat bahwa sandal adalah salah satu kebutuhan pokok bagi masyarakat Indonesia dan perlengkapan yang sangat diperlukan untuk aktivitas mereka sehari-hari. Ia kemudian menambakan keterangannya kepada Harian Merdeka, 1 Oktober 2015, “Tapi sandal yang bagaimana? Sandalnyapun harus menarik dan berbeda dengan sandal yang lain karena kalau membuat sandal seperti pada umumnya saya akan kalah bersaing. Dari situ akhirnya saya mencoba berinovasi untuk membuat sendiri usaha sandal ukir dengan modal yang tidak terlalu besar."

Berbeda dengan sandal-sandal di pasaran. Kreasi sandal milik warga di Perumahan Sawojajar, Malang tergolong eksklusif, menarik, anggun, dan lebih memiliki nilai jual. Gambar dan tulisan pada sandal didesain langsung oleh Pak Sigit menggunakan tangan. Tidak ketinggalan untuk bagian tapak kaki, lapisan bawah menampilkan gambar yang juga sangat menarik. Semua itu terbentuk melalui guratan lukisan dari bantuan peralatan soldernya.

Ia mempekerjakan 1 orang untuk menghasilkan 30 pasang sandal perharinya. Awal promosinya hanya dari mulut ke mulut. Namun demikian, ia tidak pernah patah arang dan terus berinovasi hingga sampai suatu waktu, usahanya berjalan sukses hingga sekarang. Melalui harga perpasang rata-rata Rp. 35 ribu s/d Rp. 45 ribu, kini Pak Sigit mampu mencukupi permintaan produsen sebanyak 200 buah per bulan untuk daerah Museum Angkut, Jatim Park, Singkawang, Jember, Blitar hingga Lombok.

"Dulu pertama kali motif yang saya buat adalah motif bunga, karena dulu sandalnya memang diperuntukan untuk perempuan, namun sekarang juga sudah tersedia sandal ukir untuk laki-laki dengan berbagai motif seperti tengkorak, singa,suku Indian, bola dan motif lain," ungkapnya, sambil ia menerangkan bahwa semura proses kinerja terasa lebih cepat saat ini karena semuanya telah dibantu oleh Mesin yang baru dibeli.





Melalui harga perpasang rata-rata Rp. 35 ribu s/d Rp. 45 ribu, kini Pak Sigit, 40, mampu mencukupi permintaan produsen sebanyak 200 buah per bulan.Melalui harga perpasang rata-rata Rp. 35 ribu s/d Rp. 45 ribu, kini Pak Sigit, 40, mampu mencukupi permintaan produsen sebanyak 200 buah per bulan.Melalui harga perpasang rata-rata Rp. 35 ribu s/d Rp. 45 ribu, kini Pak Sigit, 40, mampu mencukupi permintaan produsen sebanyak 200 buah per bulan.










No comments:

Post a Comment

Waktu begitu cepat berlalu mengiring langkah dalam cerita. Terbayang selalu tatapanmu dalam lingkaran pemikiran positif ku. Para pembaca blog Warga Desa (https://warga-desa-worlds.blogspot.com) adalah teman yang terindah. Saya ucapkan banyak-banyak terima kasih kepada teman-teman yang telah memberikan komentar.