Pages

Sunday, December 17, 2017

Mukhsin, Pengrajin scroll scraw dari Tanjung Pinang, Riau


Tulisan pada artikel dibawah ini, saya ambil dari penyajian video yang ditayangkan oleh Metronews.com.

Memulai usaha seorang diri, Mukhsin telah menggeluti kerajinan scroll scraw, yakni kerajinan seni ukir yang dibuat menggunakan gergaji tipis. Pria berusia 34 tahun ini telah menggeluti kerajinan ini selama 14 tahun. Menamakan galerinya seni gurindam, mukhsin memilih teknik ini karena dapat menghemat waktu pengerjaan.

Dari kerajinan scroll scraw, ia telah menghasilkan berbagai karya seperti kaligrafi, papan nama, hingga gantungan kunci. Untuk membuat papan nama hanya diperlukan waktu selama 2 jam.  Untuk harga bapak jual, kisarannya dari berapa sampai berapa ??

“Biasanye yang kecil gini 50 ribu sampai 100 ribu. Umpamanya untuk toko, itu bisa sejuta.” Menggunakan kayu sebagai bahan utama, Mukhsin mengaku tidak kesulitan untuk mendapatkannya. Ia biasanya menggunakan kayu sisa penggunaan palet, kemudian diukir serta diberi cat atau dilapisi lem dan dibumbui pasir berwarna.

Dari Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, Panca Prama melaporkan untuk Metro TV.



Di tengah ketatnya usaha kerajinan tangan, seni kerajinan yang satu ini justru terus berkembang. Yakni kerajinan ukir scroll scraw yang dibuat menggunakan gergaji.


Di tengah ketatnya usaha kerajinan tangan, seni kerajinan yang satu ini justru terus berkembang. Yakni kerajinan ukir scroll scraw yang dibuat menggunakan gergaji.


Di tengah ketatnya usaha kerajinan tangan, seni kerajinan yang satu ini justru terus berkembang. Yakni kerajinan ukir scroll scraw yang dibuat menggunakan gergaji.



No comments:

Post a Comment

Waktu begitu cepat berlalu mengiring langkah dalam cerita. Terbayang selalu tatapanmu dalam lingkaran pemikiran positif ku. Para pembaca blog Warga Desa (https://warga-desa-worlds.blogspot.com) adalah teman yang terindah. Saya ucapkan banyak-banyak terima kasih kepada teman-teman yang telah memberikan komentar.