Pages

Saturday, September 23, 2017

Modal awalnya Rp. 50 ribu. Kini Nenek asal Malang memiliki omset Rp. 50 Juta/bulan


Saat itu, mayoritas industri tekstil maupun jenis usaha lain tutup karena dampak krisis moneter. Namun, saat itu Nenek Endang Widati justru baru memulai usaha tekstilnya. Di tahun 1997 silam, beliau mulai mendirikan End's Collection embroidery dan handicraft.

Bermodalkan uang sebanyak Rp. 50 ribu saja dan 1 unit mesin jahit. Dia belikan kain untuk dijadikan sebuah bed cover dan pakaian. Saat mengawali usahanya itu, dia masih aktif sebagai PNS (Pegawai Negeri Sipil) di Badan Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) JawTim di Karang Ploso.

Walaupun usaha sudah mulai berjalan, tapi mayoritas tenaga dan pikirannya masih tercurah kepada pekerjaan tetapnya. Sekalipun begitu, wirausahanya tetap tak ditinggal. Pekerjaan sebagai PNS di BPTP JawTim dan wirausaha End's collection embroidery dan handicraft, berjalan seiringan. Sayangnya saat itu, usahanya tersebut belum menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan hingga tahun 2009.

Keadaan yang tentunya membuat dirinya khawatir. Apalagi pada tahun 2010, beliau akan memasuki masa pensiun. Sungguh bukan tanpa alasan, bila beliau pensiun, untuk biaya hidup hanya mengandalkan uang pensiun saja, tidaklah cukup.

Lambat laun, rasa khawatir selama ini akhirnya sirna. Ketika memasuki masa awal pensiun, dia memberanikan diri lebih menseriuskan usaha itu dan hal itu juga berasal dari dorongan suami dan anak.

Terbukti memang motivasi tersebut dikeesokan hari. Usaha tekstilnya terus menunjukkan grafik kenaikan. Hingga saat ini, dia mempunyai omset Rp. 50 juta per bulan (margin = 30%) dari modal awal Rp. 50 ribu.

Bahkan lantaran pesanan terus berdatangan, dia sekarang harus dibantu 15 karyawan dengan dilengkapi oleh 16 mesin jahit. Menurut kabar terakhir, dia sudah membuka outlet sendiri yang tidak jauh dari rumah.

Lebih indahnya lagi, Nenek Endang berhasil mengantarkan kedua anaknya lulus sarjana. Serta pada tahun berikutnya ia bisa berangkat naik haji, berkat keuntungan dari usaha tekstilnya itu.

Enggak berhenti loh . . . .

Hasil karyanya seperti bed cover, taplak meja, selimut dan sebagainya, bahkan sudah meluas hingga ke luar Pulau Jawa, yakni Sumatera, Batam, serta Kalimantan. Prestai itu belum termasuk kota-kota lain di Jawa. Dia pun sudah berang-ancang untuk melebarkan sayapnya ke luar negeri.

Nenek Endang, 62, pun makin yakin, kesuksesan yang diraih tidak memandang umur. Saat muda bahkan masa pensiun di usia senja pun, bukan halangan untuk meraih kesuksesan berwirausaha.

Tentunya pekerjaan yang ditekuni juga harus disesuaikan dengan usia dan tenaga. Kalau masa pensiun atau saat tua, pekerjaan yang paling pas yakni seperti menjahit, memasak, membuat kerajinan, dan aktivitas ringan lainnya.

Blog: http://endscollection.blogspot.co.id/
Facebook: https://www.facebook.com/ends.embroiderynhandicraft
Alamat: Jl. Raya Mendit Barat, Perumahan Bumi Mangliawan No. 20, desa Mangliawan,kecamatan Pakis, kabupaten Malang.
Telepon: 081-235-92257 atau pin BB: 2779614D



Pensiun, bukan berarti akhir dari segalanya. Bahkan tidak menutup kemungkinan justru masa pensiun, seseorang telah menemukan dunia yang sebenarnya. Seperti Nenek Endang Widati, usaha tekstil yang digeluti wanita paruh baya ini semakin sukses ketika ia pensiun. Bermodalkan awal Rp. 50 ribu, sekarang beromzet Rp. 50 juta sebulan.Pensiun, bukan berarti akhir dari segalanya. Bahkan tidak menutup kemungkinan justru masa pensiun, seseorang telah menemukan dunia yang sebenarnya. Seperti Nenek Endang Widati, usaha tekstil yang digeluti wanita paruh baya ini semakin sukses ketika ia pensiun. Bermodalkan awal Rp. 50 ribu, sekarang beromzet Rp. 50 juta sebulan.Pensiun, bukan berarti akhir dari segalanya. Bahkan tidak menutup kemungkinan justru masa pensiun, seseorang telah menemukan dunia yang sebenarnya. Seperti Nenek Endang Widati, usaha tekstil yang digeluti wanita paruh baya ini semakin sukses ketika ia pensiun. Bermodalkan awal Rp. 50 ribu, sekarang beromzet Rp. 50 juta sebulan.

Pensiun, bukan berarti akhir dari segalanya. Bahkan tidak menutup kemungkinan justru masa pensiun, seseorang telah menemukan dunia yang sebenarnya. Seperti Nenek Endang Widati, usaha tekstil yang digeluti wanita paruh baya ini semakin sukses ketika ia pensiun. Bermodalkan awal Rp. 50 ribu, sekarang beromzet Rp. 50 juta sebulan.Pensiun, bukan berarti akhir dari segalanya. Bahkan tidak menutup kemungkinan justru masa pensiun, seseorang telah menemukan dunia yang sebenarnya. Seperti Nenek Endang Widati, usaha tekstil yang digeluti wanita paruh baya ini semakin sukses ketika ia pensiun. Bermodalkan awal Rp. 50 ribu, sekarang beromzet Rp. 50 juta sebulan.Pensiun, bukan berarti akhir dari segalanya. Bahkan tidak menutup kemungkinan justru masa pensiun, seseorang telah menemukan dunia yang sebenarnya. Seperti Nenek Endang Widati, usaha tekstil yang digeluti wanita paruh baya ini semakin sukses ketika ia pensiun. Bermodalkan awal Rp. 50 ribu, sekarang beromzet Rp. 50 juta sebulan.


No comments:

Post a Comment

Waktu begitu cepat berlalu mengiring langkah dalam cerita. Terbayang selalu tatapanmu dalam lingkaran pemikiran positif ku. Para pembaca blog Warga Desa (https://warga-desa-worlds.blogspot.com) adalah teman yang terindah. Saya ucapkan banyak-banyak terima kasih kepada teman-teman yang telah memberikan komentar.