Pages

Saturday, September 30, 2017

Eko Setiawan Modalnya '0' (Nol) Rupiah Saat Awal Merintis Usaha Jual-Beli Online

Merintis bisnis online dirasakan lebih mudah dan ramah, jika dibandingkan dengan bisnis secara konvesional (offline). Salah satu buktinya dapat anda ketahui dari kisah perjalanan karir bisnis Pria asal Lampung ini. Mas Eko Setiawan, pria kelahiran 10 Juli 1996 memiliki usia yang masih sangat muda, namun catatan prestasi di bidang jual-beli online patut diberikan apresiasi.


Cukup banyak kisah sukses dari dunia online. Kita pun bisa meraih hal yang sama jika mau bersungguh-sungguh mempelajari cara mendapatkan penghasilan dari internet secara benar. Kesungguhan kita tentu tidak akan sia-sia, karena dunia online akan terus berkembang, seing berjalannya masa depan waktu.

Pasarnya yang tidak terbatas seraya dipergunakan secara sangat baik oleh Warga Desa (World's) yang satu ini. Memiliki pengetahuan yang seadanya pada awalnya tentang dunia internet ataupun bisnis online, pria bernama Mas Eko Setiawan, 21, berhasil merealisasikan ide dan mengatasi tantangan yang ada. Usianya masih muda banget loh, udah gitu asalnya dari Kampung asli, yakni Kabupaten Liwa, Lampung.

Saturday, September 23, 2017

Modal awalnya Rp. 50 ribu. Kini Nenek asal Malang memiliki omset Rp. 50 Juta/bulan


Saat itu, mayoritas industri tekstil maupun jenis usaha lain tutup karena dampak krisis moneter. Namun, saat itu Nenek Endang Widati justru baru memulai usaha tekstilnya. Di tahun 1997 silam, beliau mulai mendirikan End's Collection embroidery dan handicraft.

Bermodalkan uang sebanyak Rp. 50 ribu saja dan 1 unit mesin jahit. Dia belikan kain untuk dijadikan sebuah bed cover dan pakaian. Saat mengawali usahanya itu, dia masih aktif sebagai PNS (Pegawai Negeri Sipil) di Badan Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) JawTim di Karang Ploso.

Sunday, September 17, 2017

Berbekal Kreativitas, Pak Sri Wahono dapat tumbuh makin Kuat dan Ekspansif bersama Acosys


Walau acapkali terlibat perjalanan karir yang mustahil, si Warga Desa yang berasal dari Lampung ini sekarang menjadi pengusaha yang sukses dan disegani. Perangkat lunak buatannya, yang diberi nama Acosys telah digunakan oleh "5000 perushaaan dan jumlah unit lebih dari 9000 an," terangnya kepada saya, Clenoro Suharto di Facebook (27/08/2017.

Sri Wahono lahir pada sebuah Kabupaten yang memang sudah terdengar maju, bila sedikit saja kita mau menelaah ejaan nama kota tersebut. Yakni di Metro pada tahun 1977. Pernah tercatat sebagai mahasiswa untuk jurusan Teknik Sipil, Universitas Lampung (UNILA). Astaga! Kok disiplin ilmunya berbeda.

Wednesday, September 13, 2017

Pengalaman Seorang Fotografer Dalam Sebuah Pameran Lukisan


Ada banyak hal menarik yang dapat tiap tamu temui pada perhelatan sederhana ini. Yakni, pameran sebagai proses untuk menindaklanjuti ekspektasi pengalaman melalui pagelaran seni. Mengalami jatuh bangun setelah lulus SMA (Sekolah Menengah Atas), namun selalu berhasil melewati rintangan.

Bakat seni pria kelahiran Jakarta, 23 Januari 1952 ini memang sudah muncul sejak duduk di bangku sekolah menengah. Kala itu, ia tidak melanjutkan jenjang pendidikannya ke Universitas. Jadi langsung menimba ilmu di lapangan. Saat terjun ke dunia kerja, ia lebih banyak memilih job sebagai fotografer.

Wednesday, September 6, 2017

Belalang Kayu, apa tuh ??. . . Berbahaya, Namun dapat diolah menjadi Kerupuk


Selama ini, belalang kayu hanya dimanfaatkan sebagian kecil masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Memang, belum mempunyai nilai tambah yang besar, karena masih terbatas dari segi harga maupun jumlah produksi. Kini di tangan mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), belalang bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk membuat kerupuk.

Belalang kayu merupakan serangga herbivora berwarna cokelat yang termasuk ordo Orthoptera, dan banyak ditemui pada pohon turi, ketela, jati, dan sebagainya. Belalang bisa diolah menjadi kerupuk.

Cantik Buahnya, Manis Bisnisnya (Fruit Carving)


Anda pasti pernah melihat tampilan buah segar yang diukir hingga menjadi sangat cantik, indah, dan menarik. Seni menghidangkan makanan dengan keindahan ini muncul berkat keterampilan para pemahat buah.

Kini, profesi ini kian dibutuhkan oleh industri makanan dan minuman. Pamornya semakin bersinar beberapa tahun terakhir seiring dengan terus berkembangnya bisnis kuliner. Sesuai namanya, fruit carving adalah hasil seniman yang punya keahlian mengukir buah. Mereka bertugas mengukir tampilan buah yang secantik mungkin, sehingga bisa menerbitkan selera orang yang melihatnya.

Sunday, September 3, 2017

Anton Prasetyawan, Anak Desa yang Berhasil merubah Bambu menjadi sekuat Baja


Bambu bisa dikatakan tanaman yang mudah ditemukan pada berbagai pelosok pulau di Nusantara. Tanaman ini merupakan komoditas andal yang siap memajukan seluruh desa di Indonesia. Apalagi setelah kita mengetahui bahwa Negara kita memilii 12 persen ragam bambu dunia.

Jenis tanaman ini sangat mudah ditanam dan cepat tumbuh. Baik dengan sistem stek, cangkok, ataupun kultur jaringan. Caranya, bambu dipotong sekitar 10 cm dari ruas atas dan bawah. Lalau ditancapkan ke dalam tanah. Maka dalam beberapa minggu, akan tumbuh tunas di bagian buku-bukunya.