Pages

Saturday, September 17, 2016

Tak Pernah meraih Gelar Insinyur, tapi karya Miniatur dari Pak Frans Sukarya dikenal oleh Dunia

Tidak memiliki latar belakang pendidikan sebagai Insinyur. Apalagi keterkaitannya dengan disiplim ilmu mengenai bangun membangun, bahkan perihal pengetahuan pada bidang desain dan arsitektur. Pak Frans Sukarya hanyalah seorang rakyat jelata yang berusaha menyalurkan hobinya sejak kecil.   Kerabat seprofesi dari Negara Cina, Jerman, dan Perancis sempat terpukau saat mereka berkunjung ke Taman Miniatur Kereta Api miliknya di Bandung. Bahkan tak segan mereka menyamaratan kualitas produknya dengan kapasitas mutu yang dihadirkan oleh Taman Miniatur di Look Model Railway, Jerman; Northlandz Model Railway, Belanda; Gainsborough model Railway, Inggris; Taman Miniatur Wunderland, Hamburg, Jerman; dan Toogenburg Model Railway, Swiss.
Tak Pernah meraih Gelar Insinyur, tapi karya Miniatur dari Pak Frans Sukarya
dikenal oleh Dunia
Saya kira ia awalnya tumbuh dari seorang yang pandai berimajinasi. Frans, panggilan akrab Pak Frans Sukarya, sosok yang cukup terkenal di Kota Pahlawan berkat keahliannya dalam membuat Miniatur Kereta Api. Hasil kreasinya terbukti telah banyak mengundang decak kagum.

Dirinya sewaktu keil memang seorang figur yang telaten, suka memanfaatkan waktu untuk rajin belajar, serta gemar sekali memperhatikan lokomotif-lokomotif yang terpajang di museum. Kemudian mencoba mewujudkan pengamatannya untuk membuat miniatur lokomotif pada tahun 1996.

Orangnya begitu ramah, ketika berbincang. Meski baru saja kenal, tetapi ketika ngobrol seperti sudah teman lama. Terkejut pastinya bila kita mengetahui latar belakang pendidikannya. Ternyata ia bukanlah seorang profesional yang bergelar insinyur. Apalagi keterkaitannya dengan disiplin ilmu mengenai bangun membangun, bahkan perihal pengetahuan pada bidang desain dan arsitektur.

Kualitas Internasional.

Pak Frans Sukarya sudah hampir 21 tahun menekuni pekerjaan ini. Bukan sembarang lokomotif, tapi dia memilih jenis lokomotif yang sering kali kita biasa lihat pada stasiun umumnya di Indonesia atau kereta-kereta milik PT KAI (Kereta Api Indonesia).

Anda bisa melihat secara langsung koleksi istimewa-nya di Floating Market dan Taman Miniatur Kereta Api. Tempat tersebut berada dekat dengan Pasar Lembang ke arah barat. Berlokasi di wilayah Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung. Atau tepatnya di Jl. Grand Hotel No. 33 E.

Fasilitas minuman segar pun dapat dikonsumsi secara gratis setelah anda bersedia membayar uang tiket seumlah RP. 15.000. Melangkah sedikit untuk masuk, fitur Taman Miniatur Kereta Api terbesar di Indonesia telah jelas tampak begitu megah diantara objek kunjungan lainnya. Tersusun sangat apik untuk bisa dikatakan menyerupai seluruh elemen yang dimiliki oleh stasiun-stasiun dari Bandung sampai dengan DKI Jakarta.

Pantas saja bila teman-temannya seprofesi dari Negara Cina, Jerman, dan Perancis sempat terpukau saat mereka berkunjung ke sana. Bahkan tak segan mereka menyamaratakan kualitas produknya dengan kapastias mutu yang dihadirkan oleh Taman Miniatur di Look Model Railway, Jerman; Northlandz Model Railway, Belanda; Gainsborough model Railway, Inggris; Taman Miniatur Wunderland, Hamburg, Jerman; dan Toogenburg Model Railway, Swiss.

Wow. . . . . . .Menarik banget kelihatannya bila Anda berkunjung kesana bersama teman, kerabat, dan keluarga. Berikut di bawah ini jadwal harian yang perlu anda ketahui.
1. Jam Buka 09.00 - 17.00, Hari Senin - Jumat, Harga Rp. 15 ribu.
2. Jam Buka 09.00 - 20.00, Hari Sabtu - Minggu, Harga Rp. 15 ribu.
3. Parkir Motor: Rp. 5 ribu.
4. Parkir Mobil: Rp. 30 ribu.

Jenis Miniatur lainnya juga ia produksi.

Hasil karyanya cukup banyak dikenal oleh kalangan pecinta miniatur. Harga-nya pun memilii nilai angka yang sedang-sedang saja, yakni: Rp. 400 ribu - Rp. 800 ribu untuk kategori Kereta gerbong dan Rp. 400 ribu untuk Kereta inspeksi jenis RAILONE, serta Rp. 500 ribu hingga jutaan rupiah untuk Kereta Lokomotif.

Selain membuat miniatur untuk dijual sendiri pada bengkel di Cibadak No. 248, Bandung, Pak Frans juga memproduksi miniatur berjenis mobil, bus, truk, kendaraan polisi, pos polisi, kilang minyak hingga menerima pesanan untuk pembuatan taman. Khusus miniatur Mobil Mercy tahun 1886 dipatok seharga Rp. 2.000.000. Pokoknya, setiap bahan rakitan mengandung besi yang dicampur oleh aluminium, magnesium, alloy, dan zin. Tidak mahal, toh ????



Tidak memiliki latar belakang pendidikan sebagai Insinyur. Apalagi keterkaitannya dengan disiplim ilmu mengenai bangun membangun, bahkan perihal pengetahuan pada bidang desain dan arsitektur. Pak Frans Sukarya hanyalah seorang rakyat jelata yang berusaha menyalurkan hobinya sejak kecil.   Kerabat seprofesi dari Negara Cina, Jerman, dan Perancis sempat terpukau saat mereka berkunjung ke Taman Miniatur Kereta Api miliknya di Bandung. Bahkan tak segan mereka menyamaratan kualitas produknya dengan kapasitas mutu yang dihadirkan oleh Taman Miniatur di Look Model Railway, Jerman; Northlandz Model Railway, Belanda; Gainsborough model Railway, Inggris; Taman Miniatur Wunderland, Hamburg, Jerman; dan Toogenburg Model Railway, Swiss.Tidak memiliki latar belakang pendidikan sebagai Insinyur. Apalagi keterkaitannya dengan disiplim ilmu mengenai bangun membangun, bahkan perihal pengetahuan pada bidang desain dan arsitektur. Pak Frans Sukarya hanyalah seorang rakyat jelata yang berusaha menyalurkan hobinya sejak kecil.   Kerabat seprofesi dari Negara Cina, Jerman, dan Perancis sempat terpukau saat mereka berkunjung ke Taman Miniatur Kereta Api miliknya di Bandung. Bahkan tak segan mereka menyamaratan kualitas produknya dengan kapasitas mutu yang dihadirkan oleh Taman Miniatur di Look Model Railway, Jerman; Northlandz Model Railway, Belanda; Gainsborough model Railway, Inggris; Taman Miniatur Wunderland, Hamburg, Jerman; dan Toogenburg Model Railway, Swiss.Tidak memiliki latar belakang pendidikan sebagai Insinyur. Apalagi keterkaitannya dengan disiplim ilmu mengenai bangun membangun, bahkan perihal pengetahuan pada bidang desain dan arsitektur. Pak Frans Sukarya hanyalah seorang rakyat jelata yang berusaha menyalurkan hobinya sejak kecil.   Kerabat seprofesi dari Negara Cina, Jerman, dan Perancis sempat terpukau saat mereka berkunjung ke Taman Miniatur Kereta Api miliknya di Bandung. Bahkan tak segan mereka menyamaratan kualitas produknya dengan kapasitas mutu yang dihadirkan oleh Taman Miniatur di Look Model Railway, Jerman; Northlandz Model Railway, Belanda; Gainsborough model Railway, Inggris; Taman Miniatur Wunderland, Hamburg, Jerman; dan Toogenburg Model Railway, Swiss.










No comments:

Post a Comment

Waktu begitu cepat berlalu mengiring langkah dalam cerita. Terbayang selalu tatapanmu dalam lingkaran pemikiran positif ku. Para pembaca blog Warga Desa (https://warga-desa-worlds.blogspot.com) adalah teman yang terindah. Saya ucapkan banyak-banyak terima kasih kepada teman-teman yang telah memberikan komentar.