Pages

Tuesday, June 7, 2016

Pak Rudi Hantoro, 65, Berhasil Menyekolahkan Anaknya di Universitas Indonesia Karena Becak Karaoke

Opsi baru kiranya bagi masyarakat yang doyan karaoke, "Ini adalah karaoke untuk semua orang, sopir bus dan ibu rumah tangga, mahasiswa dan sopir taksi," ungkap pria 65 tahun yang berhasil mengkuliahkan anaknya sampai lulusan dari Universitas Indonesia dan Universitas Guna Dharma berkat usaha becak musik kepada Japan Times.
Pak Rudi Hantoro, 65, Berhasil Menyekolahkan Anaknya di Universitas
Indonesia Karena Becak Karaoke
Seorang tua berusaha mengurangi kota Jakarta dengan suara keras dari musik karaokenya sejak tahun 2012. Terlintas berjalan diantara deretan warung makan, bersama beberapa penari dan penyanyi yang terlihat begitu antusias meramaikan suasan.

"Biasanya di terminal, halte atau perkambaungan. Ya tempat yang biasa rame orang aja," Pak Rudi Hantoro seraya berkata kepada Harian Merdeka, Selasa, 17 Mei 2016, sambil mengayuh sebuah sepeda becak pedal yang dilengkapi oleh gerobak karaoke keliling miliknya.

Opsi baru kiranya bagi masyarakat yang doyan karaoke, "Ini adalah karaoke untuk semua orang, sopir bus dan ibu rumah tangga, mahasiswa dan sopir taksi," ungkap pria 65 tahun yang berhasil mengkuliahkan anaknya sampai lulusan dari Universitas Indonesia dan Universitas Guna Dharma berkat usaha becak musik kepada Japan Times.

Tarif yang dikenakan oleh gerobak berjudul 'Pencair Galau, Pengusir Risau' masih bisa dikatakan wajar - 3 (tiga) lagu untuk Rp. 5.000 atau 10 lagu dikenakan biaya sebesar Rp. 15.000, dan setiap harinya, Pak Rudi memperoleh pendapatan sebesar Rp. 100 ribu - Rp. 150 ribu. Setiap pelanggan bisa memesan lagu berdasarkan pilihan, yaitu: lagu klasik berbahasa Inggris, rock Indonesia, serta berbagai jenis lagu pop lokal.

Opsi baru kiranya bagi masyarakat yang doyan karaoke, "Ini adalah karaoke untuk semua orang, sopir bus dan ibu rumah tangga, mahasiswa dan sopir taksi," ungkap pria 65 tahun yang berhasil mengkuliahkan anaknya sampai lulusan dari Universitas Indonesia dan Universitas Guna Dharma berkat usaha becak musik kepada Japan Times.
Pak Rudi Hantoro, 65, Berhasil Menyekolahkan Anaknya di Universitas
Indonesia Karena Becak Karaoke


Keceriaan Becak Karaoke, sekaligus menyuarakan semangat Go Green

Ya, kondisi jarak tempuh memang menjadi tantangan bagi Pak Rudi. Selain kondisi fisiknya yang sudah tua, dia pun harus sering beristirahat kala merasa capek. "Kalau malam libur bisa sampai jam 03.00 WIB. Kalau hari biasa sampai tengah malam saja," jelas Rudi. Namun tetap, dia sempat terjatuh beberapa kali karena harus terus mengayuh becak sepeda dengan bobotnya yang sangat berat.

Walau bagaimanapun, baik kiranya untuk kita menyuarakan semangat Go Green bersama Pak Rudi Hantoro, 65. Selain lebih sehat, penggunaan sepeda sangat ramah lingkungan. Tak ada polusi yang menyebabkan kualitas udara semakin memburuk.




Opsi baru kiranya bagi masyarakat yang doyan karaoke, "Ini adalah karaoke untuk semua orang, sopir bus dan ibu rumah tangga, mahasiswa dan sopir taksi," ungkap pria 65 tahun yang berhasil mengkuliahkan anaknya sampai lulusan dari Universitas Indonesia dan Universitas Guna Dharma berkat usaha becak musik kepada Japan Times.Opsi baru kiranya bagi masyarakat yang doyan karaoke, "Ini adalah karaoke untuk semua orang, sopir bus dan ibu rumah tangga, mahasiswa dan sopir taksi," ungkap pria 65 tahun yang berhasil mengkuliahkan anaknya sampai lulusan dari Universitas Indonesia dan Universitas Guna Dharma berkat usaha becak musik kepada Japan Times.






No comments:

Post a Comment

Waktu begitu cepat berlalu mengiring langkah dalam cerita. Terbayang selalu tatapanmu dalam lingkaran pemikiran positif ku. Para pembaca blog Warga Desa (https://warga-desa-worlds.blogspot.com) adalah teman yang terindah. Saya ucapkan banyak-banyak terima kasih kepada teman-teman yang telah memberikan komentar.