Pages

Friday, June 17, 2016

Cukup 4 Bulan Kerja! Pak Adang Wijaya: Sukses Bersama Green Nitrogen Dan Rp. 30 Juta / Bulan

Kini, Green Nitrogen memiliki outlet yang sudah menyebar di Bali hingga Medan dengan jumlah total SPBU sebanyak 300 buah dan Omzet sebesar Rp. 30 Juta / Bulan. Ongkos pengisian ban dikenakan biaya bagi motor Rp. 5.000 dan mobil RP. 10.000 selama jam kerja dari pukul 6 Pagi hingga 11 Malam.
Cukup 4 Bulan Kerja! Pak Adang Wijaya: Sukses Bersama Green
Nitrogen Dan Rp. 30 Juta / Bulan
Apa sih keunggulan antara angin biasa dengan Nitrogen dalam hal pengisian ban kendaraan? Katanya sih lebih mahal, tapi keunggulannya cukup banyak. Ban lebih jarang kempes & awet, pelek jadi tidak mudah karat, Ban untuk sepeda motor terasa lebih stabil, laju motor pun lebih ringan, dan banyak lagi.

Pak Adang Wijaya, sang penerbit ide. Melalui bendera Green Nitrogen, pria kelahiran Pemalang, 28 Februari 1970 mengolah dan melayani pengisian angin untuk ban kendaraan sejak 19 Mei 2011. “Dulu, sehari pernah dapat Rp 40 ribu. Pernah juga Rp 100 ribu per shift per hari. Tiga bulan pertama sulit banget. Orang belum familiar dengan nitrogen. Takut beracun, takut terbakar, dan susah cari,” Jelasnya kepada Harian Suara.

Usaha Green Nitrogen semakin berkembang saat masa mudik lebaran pada Agustus 2011. "Di situ titik balik kami. Banyak orang cari nitrogen, mereka tahu nitrogen ini lebih bagus dari angin biasa, apa lagi untuk jarak jauh seperti mudik. Saat itu meledak, per hari sampai Rp 2 juta omzetnya. Dari pagi sampai sahur ramai terus," ungkapnya kepada Oke Zone sambil ia mensyukuri keadaan untuk ibunya atas dana awal yang diberikan sebanyak Rp. 150 Juta.

Omzet sebesar Rp. 2 juta/hari! Angka yang sangat fantastis untuk usahawan yang baru berjuang dalam kurun waktu belum cukup lama, yaitu: 4 bulan. Dan keberhasilannya tidak berhenti hanya disitu. Pak Adang memanfaatkan respon yang luar biasa dari masyarakat dengan mengajak sahabat karibnya, Pak Adi Kuswara untuk datang ke PT Pertamina. Proposal yang ia ajukan disetujui oleh Elnusa guna mengisi outlet nitrogen pada jaringan SBPU yang mereka miliki. “Itu terjadi pada tahun 2011,” tambah Mahasiwa lulusan Universitas Brawijaya untuk Jurusan Matematika Fakultas MIPA.

Saat tahun pertama berjalan, Pak Adang sukses mengedukasi masyarakat akan kelebihan angin nitrogen. Walaupun pada saat yang bersamaan juga muncul layanan sejenis, dia pun secara enteng menjelaskan kepada Harian Cek Ricek, “Walau banyak kompetitor, kami memberi layanan lebih. Seperti garansi tujuh hari kalau ban kempes, garansi kecelakaan, dan tambal ban delivery. Kami juga dipercaya Nissan, Toyota Astra, Lexus, Michellin, dan test drive Ferrari di Sentul dua tahun lalu, ban mereka kami isi.”

Kini, Green Nitrogen (http://www.green-nitrogen.com) memiliki outlet yang sudah menyebar di Bali hingga Medan dengan jumlah total SPBU sebanyak 330 buah. Omzetnya Rp. 30 Juta / Bulan dibagi rata 50-50 melalui nilai investasi awal untuk mitra sebesar Rp. 100 Juta – Rp. 120 juta. Ongkos pengisian ban dikenakan biaya bagi motor Rp. 5.000 dan mobil Rp. 10.000 selama jam kerja dari pukul 6 Pagi hingga 11 Malam.

Sehari bisa sampai 50 mobil dan motor. Kalau weekend, lebih banyak lagi. Meski begitu, kami enggak menyaingi isi angin gratis milik SPBU. Malah menjadi mitra, misalnya ada yang isi angin gratis, kami bantu isi, sekaligus edukasi soal kelebihan nitrogen. Makanya, posisi outlet selalu disamping isi angin gratis,” ungkapnya.

Go-Jek pun tidak bisa lepas dari catatan agenda bisnis Pak Wijaya. Bermodal pengalamannya akan IT, si CEO menghadirkan fitur layanan pada setiap aplikasi HP dari Sang Supir Motor yang mengalami masalah untuk kasus Ban Bocor atau Kempes di tengah jalan. Bahkan mereka memberikan pelayanan juga bagi Aki yang mengalami kerusakan. Waktu operasional: 06.00 – 22.00 WIB dan layanan ini sudah tersebar di beberapa wilayah, seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan Medan.

Tidak berhenti dengan raihannya tersebut, Pak Adang bersama PT Globel Insight Utama melakukan diversifikasi usaha ke bisnis cuci mobil. Melalui kinerja ‘Steam Wash Uap Air’ yang ramah lingkungan, para pelanggan tak perlu aneh lagi untuk sekedar menghilangkan kotoran, debu, dan bahkan bakteri pada kendaraan pribadi. Seraya ia menjelaskan, “Steam Wash Uap Air ini tidak menggunakan listrik, melainkan gas. Karena itu hemat energi. Selain itu, dengan alat ini kita hanya memerlukan 2 liter air untuk mencuci satu unit mobil dan tanpa detergen.”

Kini, Green Nitrogen memiliki outlet yang sudah menyebar di Bali hingga Medan dengan jumlah total SPBU sebanyak 300 buah dan Omzet sebesar Rp. 30 Juta / Bulan. Ongkos pengisian ban dikenakan biaya bagi motor Rp. 5.000 dan mobil RP. 10.000 selama jam kerja dari pukul 6 Pagi hingga 11 Malam.
Cukup 4 Bulan Kerja! Pak Adang Wijaya: Sukses Bersama Green
Nitrogen Dan Rp. 30 Juta / Bulan
Usaha Green Nitrogen semakin berkembang saat masa mudik lebaran pada Agustus 2011.



Darimana modal kesuksesan Pak Adang untuk kurun waktu kerja selama 4 bulan?

Ditemui di kantornya di daerah SPBU Harapan Indah, Bekasi, Jawa Barat, Pak Adang Wijaya mengisahkan secara detail tentang jenjang karirnya di dunia bisnis. Ia mengawali langkahnya untuk bekerja di Toko Gunung Agung di tahun 1993 dan sempat mencicipi jabatan sebagai Kepala Administrasi dan Personalia pada tahun 1995 – 1996.

Sesaat kemudian, ia memutuskan untuk pindah kerja ke PT Wijaya Karya untuk periode waktu 1996-1998 sebagai staf manajemen mutu dan IT Engineer.

Ada apa di tahun 1999 s/d 2002? Tumbuh pesatnya warung internet mengajak Pak Adang untuk ikut menyelami trend perdagangan yang muncul. Nama baiknya di perusahaan Gunung Agung membuat ia dipercaya guna  melahirkan usaha Warnet dengan nama Citinet. Pola kerjanya menerapkan sistem bagi hasil, sehingga ia tidak perlu pusing lagi untuk berpikir perihal membayar sewa tempat.

Alhasil, Pak Adang memborong jalinan cerita suksesnya dengan menelurkan sebuah perusahaan baru yang bergerak pada bidang teknologi informasi di tahun 2000 - 2004. PT Penta Visindo Enjinering (PENTAVE) meluncurkan berbagai layanan untuk transaksi perbankan, seperti: phone banking, internet banking, mobile banking, ATM, dan banyak lagi. Melalui fitur unggulan yang disediakan oleh SWITCH-X, para pelanggan sudah bisa mengakses berbagai platform yang mereka miliki hanya dengan sekali klik.




Kini, Green Nitrogen memiliki outlet yang sudah menyebar di Bali hingga Medan dengan jumlah total SPBU sebanyak 300 buah dan Omzet sebesar Rp. 30 Juta / Bulan. Ongkos pengisian ban dikenakan biaya bagi motor Rp. 5.000 dan mobil RP. 10.000 selama jam kerja dari pukul 6 Pagi hingga 11 Malam.Kini, Green Nitrogen memiliki outlet yang sudah menyebar di Bali hingga Medan dengan jumlah total SPBU sebanyak 300 buah dan Omzet sebesar Rp. 30 Juta / Bulan. Ongkos pengisian ban dikenakan biaya bagi motor Rp. 5.000 dan mobil RP. 10.000 selama jam kerja dari pukul 6 Pagi hingga 11 Malam.Kini, Green Nitrogen memiliki outlet yang sudah menyebar di Bali hingga Medan dengan jumlah total SPBU sebanyak 300 buah dan Omzet sebesar Rp. 30 Juta / Bulan. Ongkos pengisian ban dikenakan biaya bagi motor Rp. 5.000 dan mobil RP. 10.000 selama jam kerja dari pukul 6 Pagi hingga 11 Malam.

Kini, Green Nitrogen memiliki outlet yang sudah menyebar di Bali hingga Medan dengan jumlah total SPBU sebanyak 300 buah dan Omzet sebesar Rp. 30 Juta / Bulan. Ongkos pengisian ban dikenakan biaya bagi motor Rp. 5.000 dan mobil RP. 10.000 selama jam kerja dari pukul 6 Pagi hingga 11 Malam.Kini, Green Nitrogen memiliki outlet yang sudah menyebar di Bali hingga Medan dengan jumlah total SPBU sebanyak 300 buah dan Omzet sebesar Rp. 30 Juta / Bulan. Ongkos pengisian ban dikenakan biaya bagi motor Rp. 5.000 dan mobil RP. 10.000 selama jam kerja dari pukul 6 Pagi hingga 11 Malam.







No comments:

Post a Comment

Waktu begitu cepat berlalu mengiring langkah dalam cerita. Terbayang selalu tatapanmu dalam lingkaran pemikiran positif ku. Para pembaca blog Warga Desa (https://warga-desa-worlds.blogspot.com) adalah teman yang terindah. Saya ucapkan banyak-banyak terima kasih kepada teman-teman yang telah memberikan komentar.