Pages

Monday, July 4, 2011

Cara mengawetkan Telur Puyuh

Mencegah telur puyuh untuk rentan busik itu perlu dilakukan upaya pengawetan.
Telur puyuh rentan busuk. Mencegah itu, perlu dilakukan upaya pengawetan. Tujuannya, mencegah keluarnya air dari dalam telur. Beberapa proses pengawetan telur utuh yang diawetkan bersama kulitnya antara lain” proses pendinginan, pembungkusan kering; pelapisan dengan minyak dan pengasinan.

Untuk menjaga kesegaran dan mutu isi telur diperlukan teknik penanganan yang tepat agar tak mengurangi kandungan nutrisi yang ada pada telur puyuh.

Proses membuat telur puyuh asin: Telur berkualitas baik, dibersihkan dengan air hangat. Lalu keringkan. Dilanjutkan pengamlasan permukaan kulit untuk membuka pori-pori.

Siapkan adonana pengasin. Pertama-tama buat campuran abu gosok dan garam dengan perbandingan 1:0,5. Setelah itu menambahkan air secukupnya sampai membentuk pasta. Selain abu gosok dapat juga menggunakan bubuk bata merah.

Bungkus setiap telur puyuh dengan adonan secara merata di permukaan telur dengan tebal 1mm.. Simpan telur puyuh dalam ember plastik selama 7 – 10 hari dan meletakkan pada ruang terbuka. Semakin lama disimpan kadar garam dalam telur puyuh akan semakin tinggi sehingga telur akan semakin awet, tapi kian asin. Setelah itu, bersihkan telur puyuh dan pastikan telur puyuh tetap dalam ekadaan utuh dan bagus. Lalu direbus.

1 comment:

Waktu begitu cepat berlalu mengiring langkah dalam cerita. Terbayang selalu tatapanmu dalam lingkaran pemikiran positif ku. Para pembaca blog Warga Desa (https://warga-desa-worlds.blogspot.com) adalah teman yang terindah. Saya ucapkan banyak-banyak terima kasih kepada teman-teman yang telah memberikan komentar.