Pages

Tuesday, August 16, 2011

Dahulu Kuli, sekarang menjadi Pengusaha penjual Tepung yang sukses

Jono Glepung

Menemukan mata pencaharian, memang tidak gampang. Acap terjadi, berbagai usaha dilakukan, tapi sering mengalami kegagalan.
Tapi sebaliknya, bila memang sudah rezekinya, ibaratnya apa saja yang dipegang bisa jadi uang. Seperti dialami Barjono (42). Warga Gunungan Gondowulung Pleret Bantul ini lebih kondang dipanggil Jono Glepung. Maklum, dia kini jadi juragan glepung (tepung).

Kisah Sukses Pedagang Tepung yang dulunya adalah Kuli

Jono Glepung, Timbun Untung dari Tepung

Jono Glepung pernah hampir putus asa. Dulu, ketika masih berproses mencari sumber kehidupan, berbagai pekerjaan berat pernah dijalani. Ketika keliling bersepeda menjual rambak, setiap kali pulang dengan tangan hampa dan di keranjang masih penuh dagangan, sering terbesit pemikiran untuk membuang rombong beserta isinya di kali.
Untunglah, niat itu tak kesampaian. Dia tabah dalam menjalani proses berikutnya, menjadi tukang tebas melinjo. Ternyata, pilihan itu juga kurang tepat. Meski, hasilnya lumayan.

Peluang Usaha Urine Kelinci yang menjanjikan


Kelinci, binatang pengerat yang memiliki tubuh menarik. Banyak dipelihara menjadi hewan rumahan yang lucu. Dagingnya bias diolah menjadi berbagai macam masakan khas. Tongseng, gule, dan yang paling banyak diminati, sate.
Selain tekstur daging yang lembut dan gurih, sate kelinci banyak diyakini memiliki khasiat untuk menjaga stamina dan vitalitas. Bahkan, ternyata urine (air kencing) kelinci pun biasa diolah menjadi pupuk cair.

Peluang Usaha Beras Hitam yang cukup menjanjikan

Jika dibandingkan dengan pola pertanian berbasis pupuk dan pengendali hama kimia, bertani dengan menggunakan pupuk dan pengendali hama secara organik ternyata jauh lebih menguntungkan. Itulah yang kini dirasakan oleh Warjito (58), petani asal Krajan Rt 03/ RW 3 Bligo Ngluwar Magelang Jawa Tengah.

Melihat lebih dekat kehidupan sosial Wanita Sibuk

Menurut Ety, psikolog yang bertugas di Puskesmas Pakem, perempuan karier itu mempunyai beban ganda yaitu kepada keluarga yang merupakan kewajiban kepada karier yang merupakan tanggung jawab.

Jam kerja yang panjang. Estafet dari satu acara ke acara yang lain. Bahkan waktu untuk diri sendiripun begitu mahal. Lalu bagaimaan kehidupan sosial yang mereka punya? Perempuan sibuk ada dimana-mana, tetapi mereka bisa mengontrol pekerjaan lewat alat komunikasi. Namanya Sriningsih atau akrab disapa Sri (35), humas suatu perusahaan swasta yang bergerak dalam bidang kesehatan dan pelayanan masyarakat di Yogya.

Meskipun ia bekerja di instansi lain namun ia juga mengelola usaha kulinernya, selain itu, ia juga masih berkecimpung dalam suatu organisasi. Belum lagi selalu ada saja acara yang sudah menanti. Waktunya dihitung sangat ketat.